Jasa dan Layanan Pembuatan Website

Saat ini internet mengubah cara berkomunikasi baik pribadi maupun perusahaan. Perusahaan yang bertahan dalam kerasnya persaingan harus menggunakan media internet dalam mengkomunikasikan produk dan jasanya. BRINGKA Studio, hadir untuk membantu anda mengkomunikasikan produk dan jasa perusahaan melalui website.

BRINGKA STUDIO menyediakan website development services. yaitu kasa pembuatan website pribadi, sekolah, e commerce, perusahaan, organisasi atau yayasan, kampus dan pengembangan aplikasi internet yang ditujukan untuk berbagai kalangan.

WEBSITE PERSONAL BRINGKA Studio menyediakan layanan pembuatan website personal atau pribadi.

WEBSITE SEKOLAH BRINGKA Studio menyediakan layanan pembuatan website untuk sekolah.

WEBSITE E COMMERCE . BRINGKA Studio menyediakan layanan pembuatan website untuk toko online.

WEBSITE PERUSAHAAN BRINGKA Studio menyediakan layanan pembuatan website untuk perusahaan.

WEBSITE KAMPUS BRNGKA Studio menyediakan jasa pembuatan website untuk kampus, yang fitur didalamnya disesuaikan dengan kebutuhan kampus di indonesia.

WEBSITE CUSTOM BRINGKA Studio memberikan jasa pembuatan website custom, yaitu pembangunan website sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Jika anda membutuhkan layanan pembuatan website, langsung saja bisa kunjungi  BRINGKA STUDIO kemudian daftarkan diri anda sebagai member. pendaftarannya gratis!!!  

Inggris Ingin Kembali Menjadi Pemasok Alutsista

(Foto: DMC)

25 September 2012, Jakarta: Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP., menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Mark Canning, Selasa (25/9) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan ini, Dubes Inggris menyampaikan keingginan Pemerintah Inggris untuk meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan dengan Indonesia.

Dubes Inggris menyampaikan, kunjungannya ini dalam rangka ingin menindaklajuti pertemuan bilateral antara Presiden RI dengan Perdana Menteri Inggris pada bulan April yang lalu, yang salah satunya adalah keinginan untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara.

Menurutnya, meski hubungan kerja sama pertahanan Indonesia-Inggris sempat terganggu saat diembargonya penjualan spare part pesawat tempur Hawk buatan Inggris ke Indonesia beberapa tahun lalu, namun saat ini Inggris berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan hubungan kerjasama tersebut. Selama dua tiga bulan ini, kerjasama pertahanan kedua negara telah mengalami peningkatan terutama kerjasama di bidang pendidikan.

Dubes Inggris berharap, dalam waktu dekat diharapkan akan ada pertemuan lebih lanjut untuk membicarakan kemungkinan pembahasan MoU kerjasama pertahanan kedua negara. Melalui pembahasan ini, kedua negara dapat melihat kemungkinan seperti apa saja kerjasama yang dapat dikembangkan antara kedua negara di bidang pertahanan.

Menanggapi apa yang disampaikan Dubes Inggris untuk Indonesia tersebut, Sekjen Kemhan RI menyampaikan menyambut baik atas keinginan pemerintah Inggris. Menurutnya, kerjasama pertahanan kedua negara sudah berlangsung sejak lama. Sekjen Kemhan RI juga berharap, hubungan kerjasama pertahanan kedua negara dapat ditingkatkan lagi berdasarkan hubungan saling membutuhkan dan menguntungkan bagi kedua negara.

Turut mendampingi Sekjen Kemhan RI dalam kesempatan tersebut, Direktur Kerjasama Internasional Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus.

Sumber: DMC

Berita Foto : Persiapan Akhir Lapan Uji Coba Statik Roket RX-550

GARUT-(IDB) : Stasiun Peluncuran Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pameungpeuk, Kabupaten Garut, kemarin melakukan instalasi alat pengukur performa roket. Pemasangan sejumlah alat pengukur ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan uji statis motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu (29/9) mendatang. Roket RX-550 ini tidak lain adalah roket penyempurnaan dari beberapa roket produksi LAPAN sebelumnya, yaitu RX-420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008.  
Seorang teknisi LAPAN tengah mempersiapkan motor roket RX-550 baru di hanggar integrasi Stasiun Peluncuran Roket LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut kemarin. Sebelum diuji terbang di 2013 mendatang, motor roket ini akan menjalani uji statis pada Sabtu (29/9). 
Seorang teknisi LAPAN tengah mempersiapkan motor roket RX-550 baru di hanggar integrasi Stasiun Peluncuran Roket LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut kemarin. Sebelum diuji terbang di 2013 mendatang, motor roket ini akan menjalani uji statis pada Sabtu (29/9).
 
Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menunjukan motor roket RX-550 baru di hanggar integrasi Stasiun Peluncuran Roket LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut kemarin. Sebelum diuji terbang di 2013 mendatang, motor roket ini akan menjalani uji statis pada Sabtu.

Seorang teknisi LAPAN akan mengganti posisi motor roket RX-550 yang sebelumnya telah menjalani uji statis pada 2011 lalu dengan motor roket RX-550 baru di fasilitas pengujian Stasiun Peluncuran Roket LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut kemarin. Pengujian ulang motor roket RX-550 ini kembali dilakukan setelah roket tersebut dinyatakan belum layak terbang pada uji statis 2011 lalu.
 
 
 
Sumber : Okezone

Lapan Kembali Akan Uji Roket RX-550

GARUT-(IDB) : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menyempurnakan kemampuan roket RX-550 yang segera diluncurkan pada 2013 mendatang.

Dalam persiapannya itu, LAPAN kembali melakukan uji statik motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu( 29/9) di Kecamatan Pangmeungpek, Kabupaten Garut. Sejumlah alat instalasi mulai dipasang pada roket RX-550 tersebut. Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menyebutkan,beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, tempratur, dan data visual.


Sejumlah peralatan itu, kata Sudi, akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak di 2013 nanti. ”Roket RX-550 sendiri masih dalam tahapan penelitian dan penyempurnaan. Di 2011 lalu,kami sempat melakukan uji statik.Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nossel motor roket saat itu, RX-550 masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Sekarang, uji statik motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,”kata dia.

Sudi mengungkapkan, belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu, logam pada komponen nosselmotor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm. ”Idealnya, ketebalan struktur material 6 mm. Sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 mm.Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya,saat memasukidetikke 8,material nossel robek dan pecah,”ungkapnya.

 Seperti diketahui, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter. Panjang motor roket setidaknya mencapai 6 meter. Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai 9 meter lebih. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

 Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX- 420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, kedua roket itu pada akhirnya disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550.

Dana pembangunan roket RX-550 ini sebesar Rp5 miliar. Di bagian lain,Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Yono Yatini mengatakan, saat ini hanya ada 30 peneliti astronomi, itu pun terpusat di LAPAN. “Sebetulnya banyak, hanya saja kemungkinan penghargaan di dalam negeri terhadap mereka (peneliti antariksa) kurang,”katanya. 



Sumber : Sindo

Tank Leopard Akan Tiba di Indonesia Mulai November

26 September 2012

Tank Leopard 2A4 dan versi yang telah di-upgrade (photo : Militaryphotos)

Jakarta (ANTARA News) - Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.

Leopard Akan Di Pamerkan Ke Publik Di Ajang Indo Defence

JAKARTA-(IDB) : Publik bisa melihat kecanggihan tank tempur utama Leopard 2A6 di PRJ.

Masyarakat yang ingin menyaksikan kecanggihan tank tempur utama Leopard 2A6 yang dibeli pemerintah Indonesia dari pemerintah Jerman akan dapat melihatnya pada awal bulan November ketika tank itu melakukan demo di pameran industri pertahanan Indonesia atau Indo Defense di Pekan Raya Jakarta (PRJ).


“Bulan November akan sudah ada di PRJ dan melakukan demonstrasi, nanti lihat saja di PRJ,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin, kepada wartawan, di Markas Divisi Infanteri I/Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), hari ini.


Hartind mengatakan saat ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo sedang berada di Jerman untuk mengurus proses pengiriman tank Leopard tersebut ke Indonesia.


“Tank-nya akan diangkut dengan (pesawat) Antonov yang bisa mengangkut sekaligus dua tank, dan akan dikombinasikan pengirimannya dengan kapal laut,” ujar Hartind.


Dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Jerman untuk Indonesia Heeidrun Tempel pada awal bulan ini, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rencana pembelian sejumlah 103 unit Leopard, tank jenis Marder 1A3 sebanyak 50 unit dan tank pendukung 10 unit.


Produsen tank Jerman, Rheinmetall, akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu keempat September 2012.


Sjafrie juga mengatakan pihak Rheinmetall telah mempersiapkan pengiriman perdana Leopard sesuai dengan target Kementerian Pertahanan, namun ada beberapa kendala administrasi dan logistik yang perlu diselesaikan antara kedua belah pihak.  



Sumber : Beritasatu

China Operasikan Kapal Induk, Sengketa Maritim Semakin Panas

BEIJING-(IDB) : Mungkin berupaya menunjukkan kemampuan tentara AL China yang bisa memicu kekhawatiran negara tetangga.

China mulai mengoperasikan  kapal induk seiring memanasnya sengketa maritim dengan Jepang, Selasa (25/9).


Negara tersebut mungkin berupaya menunjukkan kemampuan tentara angkatan laut (AL), yang bisa memicu kekhawatiran negara tetangga.


Berdasarkan penjelasan pihak kementerian pertahanan China, kapal induk yang diberi nama Liaoning itu akan memperkuat AL secara keseluruhan dan secara efektif melindungi kedaulatan, keamanan, serta kepentingan-kepentingan negara.


Pada dasarnya, kapal yang sudah melalui proses reparasi dan berasal dari Ukraina ini memiliki peran terbatas.


Kapal induk Liaoning diperuntukkan pada pelatihan dan uji coba menjelang peluncuran kapal induk buatan China pertama kalinya setelah 2015, demikian pendapat sejumlah analis.


Meski demikian, persoalan sengketa pulau masih membayang-bayangi China maupun Jepang.


“China tidak akan pernah mentoleransi segala tindakan bilateral oleh Jepang yang membahayakan teritorial kedaulatan China,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Zhang Zhijun.


Jepang, lanjut dia, harus menyingkirkan ilusi, melaksanakan refleksi pencarian dan melakukan tindakan-tindakan yang konkret untuk memperbaiki segala kesalahan.


Zhang juga menyampaikan agar Jepang kembali pada konsensus dan kesepakatan yang sudah disetujui kedua kepala negara.


Risiko konfrontasi militer cenderung kecil, tapi ketegangan politik antar dua negara ekonomi besar di Asia ini berpotensi memburuk. Sedangkan bagi AL China, penambahan armada kapal induk sudah menjadi sebuah prioritas untuk mengembangkan kemampuan.


China tercatat sudah menyampaikan seruan pada Amerika Serikat (AS), sehubungan dengan agresi Presiden Barack Obama ke wilayah Asia. Negeri Tirai Bambu itu mengingatkan AS tidak ikut terlibat dalam sengketa teritorial di kawasan Laut China Selatan, yang melibatkan Tiongkok dan sejumlah sekutu AS termasuk Filipina.


Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Hillary Clinton juga telah menyampaikan desakan pada RRT dan negara-negara tetangganya di kawasan Asia Tenggara, untuk menyelesaikan sengketa tanpa paksaan, intimidasi, ancaman, dan menggunakan kekuatan angkatan bersenjata.


Narushige Michishita, ahli keamanan dari Institut Pascasarjana Nasional di Tokyo, Jepang, berpendapat bahwa pengiriman kapal induk tersebut tidak terkait dengan sengketa kepulauan. 


“China sedang berupaya meningkatkan kemampuan strategi angkatan laut,” kata dia. Ketegangan di Laut Cina Timur semakin kompleks dengan masuknya sejumlah kapal Taiwan , yang juga mengklaim kepemilikan pulau di wilayah sengketa. 




Sumber : Beritasatu

Lapan Kembali Uji Roket RX-550 pada 2013

(Foto: Lapan)

26 September 2012, Garut: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menyempurnakan kemampuan roket RX-550 yang segera diluncurkan pada 2013 mendatang.

Dalam persiapannya itu, LAPAN kembali melakukan uji statik motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu( 29/9) di Kecamatan Pangmeungpek, Kabupaten Garut. Sejumlah alat instalasi mulai dipasang pada roket RX-550 tersebut. Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menyebutkan,beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, tempratur, dan data visual.

Sejumlah peralatan itu, kata Sudi, akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak di 2013 nanti. ”Roket RX-550 sendiri masih dalam tahapan penelitian dan penyempurnaan. Di 2011 lalu,kami sempat melakukan uji statik.Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nossel motor roket saat itu, RX-550 masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Sekarang, uji statik motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,”kata dia.

Sudi mengungkapkan, belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu, logam pada komponen nossel motor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm. ”Idealnya, ketebalan struktur material 6 mm. Sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 mm. Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya, saat memasuki detik ke 8, material nossel robek dan pecah,”ungkapnya.

Seperti diketahui, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter. Panjang motor roket setidaknya mencapai 6 meter. Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai 9 meter lebih. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX- 420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, kedua roket itu pada akhirnya disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550.

Dana pembangunan roket RX-550 ini sebesar Rp5 miliar. Di bagian lain,Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Yono Yatini mengatakan, saat ini hanya ada 30 peneliti astronomi, itu pun terpusat di LAPAN. “Sebetulnya banyak, hanya saja kemungkinan penghargaan di dalam negeri terhadap mereka (peneliti antariksa) kurang,”katanya.

Sumber: SINDO

TNI AD Ambil Bagian Dalam Lomba Tembak Asean

JAKARTA-(IDB) : Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Budiman melepas kontingen Tim Tembak TNI AD dalam Acara Pemberangkatan Kontingen Tim Tembak TNI AD untuk mengikuti Lomba Tembak Asean Army Rifle Match (AARM) Ke-22 Tahun 2012 ke Brunei Darussalam di Markas Besar Angkatan Darat, Selasa (25/9). AARM dilaksanakan setiap tahun diikuti Angkatan Darat negara ASEAN.

Kontingen Tim Tembak TNI AD berjumlah 57 orang terdiri dari 37 petembak dan 20 pendukung. Sebagai  Komandan Kontingen adalah Mayor Inf Dedi Suryadi  Danyon 22 Grup 2 Kopassus. Tim tembak akan bertanding 7 hingga 14 Oktober 2012 di Brunei Darussalam. Tim akan mengikuti lomba tembak pistol putra dan putri, senapan, karaben dan senjata otomatis (SO).

Pada kejuaraan lomba tembak AARM tahun 2010 dan 2011 kontingen TNI AD berhasil menjadi juara pertama. Saat melepas tim, Wakasad  mengatakan perlu disadari, bahwa sepanjang keikutsertaan dalam Lomba Tembak AARM, torehan prestasi Tim Petembak TNI AD selalu membanggakan semua. Ini membuktikan bahwa kualitas dan kemampuan prajurit TNI AD masih di atas rata-rata prajurit negara lain.

Oleh karena itu, tetaplah konsentrasi dan fokus dalam menghadapi lomba, gunakan waktu seefektif mungkin untuk memelihara kesehatan dan kebugaran fisik, dengan istirahat dan pola makan yang baik. Saya yakin dan percaya, Tim Petembak TNI AD dapat menjalankan misi mengharumkan nama bangsa di forum internasional dengan baik.

Kehadiran Tim Tembak di AARM, juga sebagai duta TNI AD dalam membangun persahabatan dengan prajurit-prajurit negara lain. Manfaatkan wahana tersebut untuk berbagi informasi dan pengalaman guna menambah wawasan para Prajurit sekalian. Kepada Komando Latihan, Pelatih dan Pendukung Latihan, ”saya sampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus. Semoga prajurit-prajurit kita mampu tampil dengan gemilang”.

Pedomani beberapa hal penting sebelum berlomba, yaitu selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar segala upaya kita mendapatkan ridho-Nya, bulatkan tekad dan niat kalian untuk mencapai prestasi yang terbaik, jangan anggap enteng peserta lomba lainnya, karena akan membuat kalian lengah dan semangat kompetisi menjadi lemah, pelihara hubungan yang baik dengan kontingen lain dan selalu junjung tinggi sportivitas serta patuhi ketentuan lomba yang telah disepakati.

Serma (K) Yanti Suhartini Petembak Putri andalan AARM-22

Serma (K) Yanti Suhartini merupakan salah seorang petembak dari enam petembak putri andalan TNI AD yang tergabung dalam Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat pada Lomba Tembak AARM (Asian Army Rifle Meeting) ke-22 di Brunei Darussalam, yang hari ini Selasa (25/9) dilepas oleh Wakasad Letjen TNI Budiman,  di Mabesad, Jakarta.

Bintara Kowad lulusan Secaba Kowad PK-IV TA 1996/1997 saat ini bertugas di Kopassus dan tercatat sudah enam kali mengikuti Lomba Tembak AARM, dan berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia  khususnya TNI AD dengan menyabet beberapa kali juara yakni  juara beregu dan perorangan putri diantaranya Individual Champion tahun 2009 di Singapura dengan meraih Thropy Perorangan. Disamping meraih juara di even internasional, Serma (K) Yanti Suhartini juga telah dua kali menjadi juara pada Lomba Tembak Piala Kasad Cup pada tahun 2004 dan 2005.

Menurut Serma (K) Yanti Suhartini, waktu latihan selama lima bulan yang dipersiapkan bagi Tim Tembak TNI Angkatan Darat pada lomba Tembak AARM-22, dirasakan sangat kurang namun Serma (K) Yanti Suhartini akan berjuang semaksimal mungkin untuk lebih berprestasi meraih medali sebanyak-banyaknya guna mempertahankan Tim Petembak Angkatan Darat sebagai Juara Umum seperti pada AARM-21 tahun 2011.

Serma (K) Yanti Suhartini juga berharap, waktu yang tersisa ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berlatih sehingga kemampuan para petembak semakin terasah untuk mencapai prestasi yang maksimal

AARM adalah lomba menembak yang dilaksanakan setiap tahun diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara ASEAN, dan pada AARM-22 kali ini Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat berjumlah 57 orang petembak putra dan putri  dengan Komandan Kontingen Mayor Inf Dedi Suryadi yang akan mengikuti Lomba Tembak AARM-22 di Brunei Darussalam.


 
Sumber : TNI AD

Leopard dan Marder Tiba Awal November 2012

Tank Marder 1A3. (Foto: ©Bundeswehr/Modes)

25 September 2012, Jakarta: Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.

Sumber: ANTARA News

TNI AL Siapkan Calon Awak Kapal Selam

(Foto: Kobangdikal)

25 September 2012, Surabaya: Sebanyak 141 prajurit TNI AL mengikuti seleksi Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) dan Pendidikan Intai Amfbi (Diktaifib) Marinir, Selasa,(25/9). .

Proses seleksi berlangsung selama sepekan dipusatkan di Gedung Moleljadi Kesatrian Bumimoro Kobangdikal Surabaya. Seleksi meliputi test Kesegaran jasmani (Garjas), kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental idiologi tertulis dan wawancara serta Kesehatan jiwa (Keswa) dan diakhiri sidang Penentuan Akhir (Pantuhir) yang digelar di Mako Kodikopsla, Ujung Surabaya, Jumat (28/9). .

141 calon siswa terdiri 25 orang mengikuti test seleksi Dikcawakkasel, 39 orang Dikpaska, 24 orang Dikjursel dan 53 orang Diktaifib. .

Pada kalender pendidikan 2012, tersedia alokasi peserta pendidikan Dikcawakakasel 15 orang, Dikpaska 30 orang, Dikjursel 15 orang dan Diktaifib 30 orang. .

Para siswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), Dikpaska di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan Dikjursel di Sekolah Penyelam (Seselam) di Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla. .

Sedangkan Diktaifib Marinir akan menempuh Pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kobangdikal berlokasi di Gunungsari, Surabaya.

Sumber: Kobangdikal
@Berita HanKam

China's First Aircraft Carrier Commissioned

25 September 2012

China's first aircraft carrier was delivered and commissioned to the Navy of the Chinese People's Liberation Army on Sept. 25, 2012. The carrier, with the name "Liaoning" and hull number 16, was officially handed over to the Navy at a ceremony held in a naval base of northeast China's Dalian Port. (photo : AC Studio)

DALIAN (Xinhua) -- China's first aircraft carrier was delivered and commissioned to the People's Liberation Army (PLA) Navy Tuesday after years of refitting and sea trials.

Overseen by President Hu Jintao and Premier Wen Jiabao, the carrier was officially handed over by the navy's main contractor, the China Shipbuilding Industry Corporation, at a ceremony held at a naval base in northeast China's city of Dalian.

President Hu, also chairman of the Central Military Commission (CMC), endorsed a PLA flag and naming certificate to the naval unit that received the carrier.

The carrier, formerly known as the Soviet ship Varyag, was renamed Liaoning and underwent years of refitting efforts to install engines, weapons, as well as a year-long sea trial.

The ceremony made China the tenth country around the world and the last among the five permanent members of the U.N. Security Council to have an aircraft carrier in active service.

Premier Wen said in reading off a congratulatory letter sent from top central authorities that China's first aircraft carrier in active service will "be of great and far-reaching significance in inspiring patriotism, national spirit and driving national defense technologies."

"It will also be of great significance in enhancing national defense power and the country's comprehensive strength," Premier Wen said.

"China's development of an aircraft carrier was an important strategic decision made by the Communist Party of China (CPC) Central Committee, the State Council and the Central Military Commission," Wen said.

"The delivery and commission of the first carrier is a milestone in the PLA's history and embodies a major achievement of China's weaponry and equipment development, as well as its national defense modernization," he said.

Liaoning - China's first aircraft carrier (photo : msnbc)

After the commission ceremony, President Hu boarded the Liaoning, which was in full dress, and inspected the Navy's honor guard.

President Hu gave his firm appreciation for the construction of the Liaoning and ordered the Navy and relevant research institutes to keep up their good work.

The president and premier later came to the carrier's flight deck and some cabins where they talked with sailors, and scientists and engineers who developed the carrier.

According to the CMC, after being commissioned to the Navy, the Liaoning will continue to serve for scientific research purposes, as well as military training.

"The PLA's General Armament Department, the Navy and all comrades participating in the carrier program should make new contributions in promoting China's weaponry construction and safeguarding national sovereignty, security and territorial integrity," Wen said.

"The country and people appreciate all participants in the aircraft carrier program," Wen said.

Hu and Wen were accompanied by CMC Vice Chairmen Guo Boxiong and Xu Caihou, as well as State Council Secretary-General Ma Kai, director of the PLA's General Armament Department Chang Wanquan and Navy Commander Wu Shengli.

China announced its aircraft carrier program in July 2011, when the carrier was berthed in Dalian for refitting. Dalian is located at the south end of Liaoning province.

Kobangdikal Operasikan Simulator Baru

25 September 2012


Naval Air Surface Subsurface Firing System simulator (photo : Data Dinamika)

Simulator Baru, Kobangdikal Gembleng Instruktur dan Operator

Tidak bisa dipungkiri bahwa Alutsista TNI AL yang Heavy Material dan Heavy Technologi,  Kobangdikal melalui Puslatlekdalsen senantiasa meningkatakan profesionalisme dan kemampuan instruktur dan operator yang dimiliki dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan alat simulator baru.

Untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit di bidang alut sista, personil Puslatlekdalsen laksanakan pelatihan pengoperasian pesawat simulator baru di gedung Fatahilah Bumimoro Kobangdikal 

“Keberadaan alat simulator kapal yang ada di Puslatlekdalsen haruslah diawaki oleh personil  yang  benar-benar berkualitas dan kompeten, sehingga bisa menularkan ilmunya pada peserta didik secara benar,” terang Komandan Kobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dalam amanat pada pembukaan pelatihan Naval Air Surface Subsurface Firing System yang dibacakan Komandan Puslatlekdalsen Kolonel Laut (P) Cakra Aria Wibawa di gedung Fatahilah, Kesatrian Bumimoro Kobangdikal, Selasa, (25/9).

Sebanyak 60 orang Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri sipil (PNS) dari Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kobangdikal mengikuti pelatihan Naval Air Surface Firing Systim (pengoperasian prosedur penembakan anti udara), Naval Subsurface Firing Systim (pengoperasian prosedur penembakan senjata bawah air) dan Naval Surface Firing system (Pengoperasian prosedur penembakan Senjata Permukaan).

Menurut Dankobangdikal, Pelatihan yang diperuntukan bagi instruktur, operator dan Maintenece peralatan simulator itu, akan berlangsung selama tiga minggu kedepan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Komandan Puslatlekdalsen Letkol Laut (P) Ari Widiatmoko, para Kepala Departemen (Kadep) dan perwira staf dijajaran Puslatlekdalsen serta para instruktur

Dari jumlah 60 peserta tersebut terdiri  15 orang diantaranya adalah perwira pertama dengan pangkat Lettu  hingga Kapten, 32 orang Bintara, 12 orang tamtama dan satu orang Pegawai Negeri sipil (PNS).

Puslatlekdalsen sebagai salah satu Komando Pelaksana Kobangdikal, bertugas menyelenggarakan Latihsn Praktek dibidang elektronika kendali senjata yang meliputi alat indra, kendali senjata, alat navigasi, komunikasi dan alat kendali permesinan serta menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi hasil latihan aplikasi taktik operasi laut.

Naval Air Surface Subsurface Firing System lanjut, merupakan simulator yang digunakan kapal corvet kelas Sigma untuk peperangan bawah air, permukaan maupun udara. Sistim ini menyediakan semua fasilitas kepada tim Koamando dalam penembakan diantaranya TPO SUT, MK 46, A-244 S untuk senjata Bawah Air, Harpoon, Exsoset, Meriam  120 MM, Meriam 76 MM, Yakont C 802 untuk senjata permukaan  dan Strellla untuk senjata udara.

Mengingat singkatnya waktu pelatihan, Komandan Kobangdikal berharap peserta pelatihan untuk senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh  agar mampu menjadi instruktur bagi siswa Kobangdikal, operator dan maintenence yang handal sehingga proses belar mengajar dapat berjalan dengan baik,” pintanya.

LHD Begins Final Leg of Journey to Australia

25 September 2012

LHD01 is being transported to Australia (photo : heavyliftspecialist)

Minister for Defence Materiel Jason Clare today announced that the hull of the first of the Royal Australian Navy’s (RAN’s) new amphibious ships has begun the final leg of its journey to Australia.

Mr Clare said the Landing Helicopter Dock (LHD) 01 hull has rounded the Cape of Good Hope and is expected to arrive in Melbourne in the next few weeks.

The LHD hull left Ferrol, Spain in August and is being transported by the Heavy Lift Ship, Blue Marlin. The hull was built in the Navantia shipyard in Spain.

“The Blue Marlin is making good progress and we expect the LHD to arrive in Melbourne by mid October,” Mr Clare said.

The Canberra Class LHDs are bigger than Australia’s last aircraft carrier HMAS Melbourne. When completed they will be more than 230 metres long, 27.5 metres high and weigh around 27,500 tonnes.

Each ship can carry a combined arms battle group of more than 1100 personnel, 100 armoured vehicles and 12 helicopters and features a 40-bed hospital.

“From Port Phillip Bay, Melbourne, the LHD will then travel to the Williamstown dockyard for consolidation of the superstructure and installation of the combat and communications and navigation systems,” Mr Clare said.

The vessel is scheduled to be delivered to the RAN in early 2014.

TNI Kembali Akan Lakukan Uji Coba Rudal Yakhont

25 September 2012

Ujicoba penembakan rudal Yakhont pada April 2011 (photo : Keprifoto)

TNI AL Laksanakan Uji Coba Rudal dan Torpedo

TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan perang laut secara besar-besaran dalam Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada tanggal 25 September sampai 22 Oktober 2012. Latihan kali ini akan diikuti dengan pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, Selasa (25/9/2012) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Kasal mengatakan, Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus guna mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji kehandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal.

Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) akan dikerahkan dan 10 di antaranya akan menembakkan peluru kendali. Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.

Sementara pada bagian lain Kasal menyampaikan bahwa pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. “Untuk itu laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan pentahapan latihan, ikuti proses perencanaan dan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan yang sudah disiapkan oleh komando latihan, pahami dan ikuti berbagai prosedur sesuai standar operasi yang sudah ditetapkan, cermati kehandalan berbagai piranti lunak pendukung guna memberikan masukan penyempurnaannya, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendapatkan ide-ide lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya, serta TNI pada umumnya,” tegas Kasal.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya. Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada tahun 2005. Sedangkan tahun 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta tahun 2008 di Pantai Banongan dan tahun 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur.

Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman di manapun dan kapanpun.

Sepuluh Kapal Perang Tembakan Rudal dalam Latihan Armada Jaya 2012

(Foto: Seskoal)

25 September 2012, Jakarta:Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr. Marsetio M.M., membuka secara resmi latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXI/2012 bertempat di Auditorium Jos Sudarso, Seskoal Bumi Cipulir Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).

Dalam pelaksanaan Latihan Armada Jaya kali ini, mengambil tema “Melalui Latihan Armada Jaya XXXI/2012 TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Laut Gabungan, Operasi Amphibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Bertindak selaku Pemimpin Umum Armada Jaya XXXI/2012 adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno sedangkan Direktur Latihan (Dirlat) dijabat oleh Komandan Seskoal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E.

Rangkaian kegiatan latihan didukung oleh 6000 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir, serta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT (Sistim Senjata Armada Terpadu) akan digelar pada Armada Jaya kali ini. 10 kapal perang akan melaksanakan penembakan peluru kendali, seperti rudal Yakhont, rudal Excocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo Sut dari kapal selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran kapal permukaan. Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman kapanpun dan dimanapun.

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan Gladi Posko tanggal 25 September 2012 sampai dengan 2 Oktober 2012, bertempat di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Gladi Lapangan atau Manuver lapangan tanggal 9 sampai dengan 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Perairan Sangata.

Kasal dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakasal Laksdya TNI Dr. Marsetio, M.M., mengatakan bahwa pada Latihan Armada Jaya kali ini merupakan ajang pengukuran dan penguatan prosedur serta mekanisme proses penembakan senjata strategis. Selain itu agar pada latihan ini dapat dimanfaatkan dalam menyongsong Latihan Gabungan TNI yang akan digelar pada tahun 2012.

Mengakhiri amanatnya Kasal mengharapkan agar seluruh personel yang terlibat dalam latihan Armada Jaya ini, melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius, sesuai dengan tahapan latihan yang telah ditetapkan. Ikuti prosedur dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan. Jadikan latihan ini sebagai wahana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL yang selalu siap mengemban tugas negara.

Sumber: Penseskoal

Three LCH of the RAN will be Decomissioned in December

25 September 2012

Heavy Landing Craft (LCH) : HMAS Betano L-130, HMAS Balikpapan L-126, HMAS Wewak L-133 (photo : Aus DoD)

Goodbye to LCH as amphibious capability grows

HMA Ships  Balikpapan, Betano and Wewak  will  be  decommissioned  in December after almost four decades of service.

While the ships continue to provide excellent service, Navy will transition from the existing Fleet as its new amphibious capabilities grow.


CN  VADM  Ray  Griggs  said  in  a signal to all Navy personnel that the decommissioning of  Balik papan, Betano and Wewak would be followed by the paying off of HMA Ships Brunei, Labuan and Tarakan by the end of 2014.

“Many of us have had the privilege of serving in a shoebox,” he said.

“I congratulate all personnel both, uniformed and civilian, who have operated and maintained these wonderful amphibious work horses for almost four decades.


“Their operational service record is virtually unparalleled and, unfortunately, mostly unheralded.”
Commander Australian Amphibious Task Group CAPT Ray Leggatt said their operational record, particularly during the past 20 years covering operations in Bougainville, East Timor and Solomon Islands, had been outstanding.

“Their performance has been exemplary as indicated by the granting of a meritorious unit citation for the LCH group for operations in East Timor during the INTERFET intervention during 1999-2000,” he said.

“They have laid a great foundation as we transition from the existing Fleet and grow our new amphibious capabilities.”

Coast Guard Jepang Dan Taiwan Baku Tembak

TOKYO-(IDB) : Kapal-kapal penjaga pantai Jepang menembakkan meriam air untuk mengusir 40 kapal nelayan delapan kapal penjaga pantai Taiwan dari perairan Kepulauan Senkaku yang diklaim Jepang sebagai wilayah kedaulatannya, Selasa (25/9/2012).

Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura. Setelah dihantam tembakan meriam air, kapal-kapal Taiwan dilaporkan sudah keluar dari perairan Jepang.

Televisi Jepang NHK menyajikan gambar saat sebuah kapal penjaga pantai Jepang menembakkan meriam airnya ke arah sebuah kapal nelayan Taiwan.

Melihat ini, sebuah kapal penjaga pantai Taiwan juga menembakkan meriam airnya ke arah kapal Jepang sebagai balasan.

Sejumlah pengamat menilai 'baku tembak' yang tak terduga ini berpotensi untuk memanaskan situasi di kawasan itu meski kedua negara bersepakat untuk mendinginkan situasi.
 
 
Jepang kemudian mengajukan protes resmi kepada Taiwan sehari setelah protes serupa kepada China setelah kapal-kapal negeri itu memasuki 'wilayah' perairan Jepang.

"Pemerintah sudah mengajukan protes resmi kepada pemerintah Taiwan," kata Fujimura dalam sebuahn jumpa pers.
 

"Pemerintah Jepang menilai masalah ini harus diselesaikan dalam konteks memperhatikan hubungan baik antara Jepang dan Taiwan. Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan tenang," tandas Fujimura.

 Taiwan sebenarnya memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Jepang. Namun kedua negara sudah lama berselisih paham soal hak mencari ikan di kawasan sengketa itu.

China dan Taiwan sama-sama berpendapat mereka mewarisi sejarah kedaulatan China atas peraiaran dan kepulauan yang kini menjadi sengketa.



Sumber : Kompas

4 Rudal Annti Kapal Perang Baru Di Uji Coba Iran

TEHRAN-(IDB) : Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan militer negara itu telah melakukan uji coba empat rudal dalam sebuah latihan militer di Selat Hormuz.

Dalam laporan pada Senin (24/9/2012), Fars mengutip Jenderal Ali Fadavi dari Garda Revolusi yang mengatakan, rudal-rudal itu mengenai sebuah "target besar" seukuran kapal perang dan menenggelamkannya dalam 50 seconds.

Ini merupakan laporan pertama latihan militer Iran yang digelar bersamaan dan dekat dengan latihan gabungan angkatan laut pimpinan Amerika Serikat di Teluk Persia, yang meliputi latihan sapu ranjau.

Angkatan laut AS mengklaim latihan itu tidak ditujukan langsung pada Iran, namun Barat dan sekutu-sekutunya di kawasan menegaskan bahwa mereka akan bereaksi jika ada upaya Teheran untuk memenuhi ancamannya untuk menutup jalur pengiriman minyak sebagai balasan atas sanksi atas negara itu.



Sumber : Kompas

Iran Pamerkan UAV Baru produksi Dalam Negeri

TEHRAN-(IDB) : Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) memamerkan pesawat tanpa awak produksi dalam negeri terbarunya yang mampu terbang nonstop selama 24 jam.
 
Pesawat tanpa awak itu bernama Shahed 129, dan dapat melaksanakan operasi tempur dan pengintaian dalam misi penerbangan selama 24 jam.
 
Pesawat tanpa awak produksi dalam negeri ini juga dapat menembak target dari jarak 1,700 hingga 2,000 kilometer.
 
Selain itu, Shahed 129 dapat dilengkapi dengan berbagai sistem elektronik dan komunikasi termasuk kamera yang dapat merekam dan mengirim gambar-gambar secara langsung.
 
Para pejabat militer Iran menyatakan bahwa Shahed 129 dapat meningkatkan kemampuan pengawasan Iran di kawasan perbatasan Teluk Persia dan Laut Oman.
 
Pada hari yang sama, pasukan Pasdaran juga berhasil mengujicoba sistem rudal anti-udara produksi dalam negeri.
 
Sistem anti-udara Raad itu dilengkapi dengan rudal jarak menegah Taer 2 yang dapat mencegat target di radius 50 kilometer pada ketinggian hingga 75,000 kaki.
 
Menurut para pejabat Pasdaran, sistem anti-udara ini didesain khusus untuk menghadapi jet-jet modern Amerika Serikat.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran meraih berbagai terobosan baru di sektor militer bahkan telah mencapai tingkat swasembada dalam produksi perangkat lunak dan keras militer. Sanksi dan boikot yang dipimpin Amerika Serikat ikut mendorong Iran mencapai keberhasilannya dalam memperkuat kemampuan pertahannya. 



Sumber : Irib