Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

TNI AL Siapkan Calon Awak Kapal Selam

(Foto: Kobangdikal)

25 September 2012, Surabaya: Sebanyak 141 prajurit TNI AL mengikuti seleksi Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) dan Pendidikan Intai Amfbi (Diktaifib) Marinir, Selasa,(25/9). .

Proses seleksi berlangsung selama sepekan dipusatkan di Gedung Moleljadi Kesatrian Bumimoro Kobangdikal Surabaya. Seleksi meliputi test Kesegaran jasmani (Garjas), kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental idiologi tertulis dan wawancara serta Kesehatan jiwa (Keswa) dan diakhiri sidang Penentuan Akhir (Pantuhir) yang digelar di Mako Kodikopsla, Ujung Surabaya, Jumat (28/9). .

141 calon siswa terdiri 25 orang mengikuti test seleksi Dikcawakkasel, 39 orang Dikpaska, 24 orang Dikjursel dan 53 orang Diktaifib. .

Pada kalender pendidikan 2012, tersedia alokasi peserta pendidikan Dikcawakakasel 15 orang, Dikpaska 30 orang, Dikjursel 15 orang dan Diktaifib 30 orang. .

Para siswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), Dikpaska di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan Dikjursel di Sekolah Penyelam (Seselam) di Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla. .

Sedangkan Diktaifib Marinir akan menempuh Pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kobangdikal berlokasi di Gunungsari, Surabaya.

Sumber: Kobangdikal
@Berita HanKam

Sepuluh Kapal Perang Tembakan Rudal dalam Latihan Armada Jaya 2012

(Foto: Seskoal)

25 September 2012, Jakarta:Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr. Marsetio M.M., membuka secara resmi latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXI/2012 bertempat di Auditorium Jos Sudarso, Seskoal Bumi Cipulir Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).

Dalam pelaksanaan Latihan Armada Jaya kali ini, mengambil tema “Melalui Latihan Armada Jaya XXXI/2012 TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Laut Gabungan, Operasi Amphibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Bertindak selaku Pemimpin Umum Armada Jaya XXXI/2012 adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno sedangkan Direktur Latihan (Dirlat) dijabat oleh Komandan Seskoal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E.

Rangkaian kegiatan latihan didukung oleh 6000 personel, 35 kapal perang berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir, serta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT (Sistim Senjata Armada Terpadu) akan digelar pada Armada Jaya kali ini. 10 kapal perang akan melaksanakan penembakan peluru kendali, seperti rudal Yakhont, rudal Excocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo Sut dari kapal selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran kapal permukaan. Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman kapanpun dan dimanapun.

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan Gladi Posko tanggal 25 September 2012 sampai dengan 2 Oktober 2012, bertempat di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Gladi Lapangan atau Manuver lapangan tanggal 9 sampai dengan 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Perairan Sangata.

Kasal dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakasal Laksdya TNI Dr. Marsetio, M.M., mengatakan bahwa pada Latihan Armada Jaya kali ini merupakan ajang pengukuran dan penguatan prosedur serta mekanisme proses penembakan senjata strategis. Selain itu agar pada latihan ini dapat dimanfaatkan dalam menyongsong Latihan Gabungan TNI yang akan digelar pada tahun 2012.

Mengakhiri amanatnya Kasal mengharapkan agar seluruh personel yang terlibat dalam latihan Armada Jaya ini, melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan serius, sesuai dengan tahapan latihan yang telah ditetapkan. Ikuti prosedur dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan. Jadikan latihan ini sebagai wahana untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL yang selalu siap mengemban tugas negara.

Sumber: Penseskoal

Tingkatkan Kualitas Instruktur Dan Operator, TNI AL Tambah Simulator Baru

SURABAYA-(IDB) : Tidak bisa dipungkiri bahwa Alutsista TNI AL yang Heavy Material dan Heavy Technologi, Kobangdikal melalui Puslatlekdalsen senantiasa meningkatakan profesionalisme dan kemampuan instruktur dan operator yang dimiliki dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan alat simulator baru.

“Keberadaan alat simulator kapal yang ada di Puslatlekdalsen haruslah diawaki oleh personil yang benar-benar berkualitas dan kompeten, sehingga bisa menularkan ilmunya pada peserta didik secara benar,” terang Komandan Kobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dalam amanat pada pembukaan pelatihan Naval Air Surface Subsurface Firing System yang dibacakan Komandan Puslatlekdalsen Kolonel Laut (P) Cakra Aria Wibawa di gedung Fatahilah, Kesatrian Bumimoro Kobangdikal, Selasa, (25/9).


Sebanyak 60 orang Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri sipil (PNS) dari Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kobangdikal mengikuti pelatihan Naval Air Surface Firing System (pengoperasian prosedur penembakan anti udara), Naval Subsurface Firing System (pengoperasian prosedur penembakan senjata bawah air) dan Naval Surface Firing System (Pengoperasian prosedur penembakan Senjata Permukaan).


Menurut Dankobangdikal, Pelatihan yang diperuntukan bagi instruktur, operator dan Maintenance peralatan simulator itu, akan berlangsung selama tiga minggu kedepan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Komandan Puslatlekdalsen Letkol Laut (P) Ari Widiatmoko, para Kepala Departemen (Kadep) dan perwira staf dijajaran Puslatlekdalsen serta para instruktur

Dari jumlah 60 peserta tersebut terdiri 15 orang diantaranya adalah perwira pertama dengan pangkat Lettu hingga Kapten, 32 orang Bintara, 12 orang tamtama dan satu orang Pegawai Negeri sipil (PNS).


Puslatlekdalsen sebagai salah satu Komando Pelaksana Kobangdikal, bertugas menyelenggarakan Latihsn Praktek dibidang elektronika kendali senjata yang meliputi alat indra, kendali senjata, alat navigasi, komunikasi dan alat kendali permesinan serta menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi hasil latihan aplikasi taktik operasi laut.


Naval Air Surface Subsurface Firing System lanjut, merupakan simulator yang digunakan kapal corvet kelas Sigma untuk peperangan bawah air, permukaan maupun udara. Sistim ini menyediakan semua fasilitas kepada tim Komando dalam penembakan diantaranya TPO SUT, MK 46, A-244 S untuk senjata Bawah Air, Harpoon, Exsoset, Meriam 120 MM, Meriam 76 MM, Yakont C 802 untuk senjata permukaan dan Strella untuk senjata udara.


Mengingat singkatnya waktu pelatihan, Komandan Kobangdikal berharap peserta pelatihan untuk senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu menjadi instruktur bagi siswa Kobangdikal, operator dan maintenance yang handal sehingga proses belar mengajar dapat berjalan dengan baik,” pintanya.



Sumber : Kobangdikal

TNI AL Akan Gelar Armada Jaya XXXI/2012

JAKARTA-(IDB) : TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan perang laut secara besar-besaran dalam Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada tanggal 25 September sampai 22 Oktober 2012. Latihan kali ini akan diikuti dengan pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, Selasa (25/9/2012) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan.


Lebih lanjut Kasal mengatakan, Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus guna mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji kehandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti
nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal.

Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) akan dikerahkan dan 10 di antaranya akan menembakkan peluru kendali. Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.


Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.


Sementara pada bagian lain Kasal menyampaikan bahwa pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. “Untuk itu laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan pentahapan latihan, ikuti proses perencanaan dan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan yang sudah disiapkan oleh komando latihan, pahami dan ikuti berbagai prosedur sesuai standar operasi yang sudah ditetapkan, cermati kehandalan berbagai piranti lunak pendukung guna memberikan masukan penyempurnaannya, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendapatkan ide-ide lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya, serta TNI pada umumnya,” tegas Kasal.


Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya. Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada tahun 2005. Sedangkan tahun 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta tahun 2008 di Pantai Banongan dan tahun 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur.


Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman di manapun dan kapanpun.



Sumber : TNI AL

Puspenerbal Kirim Tiga Kowal Kursus Menjadi ATC

(Foto: Puspenerbal)

25 September 2012, Surabaya: Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) mengirimkan tiga personil Kowal, Serka (BEK/W) Dyah Permani , Serka (PKU/W) Nanik Dwi S dan Serda (KEU/W) Anna Dwi Susanti mengikuti kursus Air Traffic Services Resources Management And Training Workshop di Avionic Singapore Academy. Upacara pelepasan dipimpin Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Sugianto, S.E., M.A.P di Mako Puspenerbal, Surabaya, Senin (24/9).

Para personil Kowal tersebut diharapkan dapat mengawaki pangkalan udara TNI AL setelah menyelesaikan kursus.

Petugas air traffic service (ATC ) bertugas memandu lalu lintas udara dengan tujuan:
- Mencegah tabrakan antar pesawat,
- Mencegah tabrakan pesawat dengan penghalang penerbangan,
- Mengatur arus lalu lintas udara yang aman, cepat dan teratur kepada pesawat terbang, baik yang berada di ground atau yang sedang terbang / melintas dengan menggunakan jalur yang telah ditentukan.

Puspenerbal berencana menggunakan lapangan terbang di Trunojoyo, Sumenep dan Blimbingsari Banyuwangi untuk melatih para penerbangnya.

Sumber: Puspenerbal
@Berita HanKam

TNI AL Dalam Proses Pengadaan Persenjataan KRI Banjarmasin

JAKARTA-(IDB) : Kapal perang terbesar buatan anak negeri milik TNI AL KRI Banjarmasin ternyata pernah digunakan dalam operasi penyelamatan internasional. KRI Banjarmasin dengan didampingi kapal tempur Belanda menyelamatkan KM Sinar Jaya Kudus yang dibajak di Somalia beberapa waktu lalu.

"Pernah digunakan untuk operasi pembebasan kapal Sinar Kudus di Somalia. Kita jalan bareng kapal tempur kecil Belanda, dan operasi mereka berangkat duluan, baru dari Colombo sama-sama ke Somalia," kata Nahkoda KRI Banjarmasin, Letkol Laut Stanley Lekahena, di ruang nahkoda KRI Banjarmasin, Markas Komando Lintas Laut, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/9/2012).

Hal ini berarti kapal buatan anak negeri telah diakui dunia internasional dengan dukungan navigasi dan kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh. Hanya saja KRI Banjarmasin belum mendapatkan identitas internasional untuk berlayar di laut internasional.

"Kapal ini punya dua radar BR-3440, didukung peta digital, GPS, echo sounder, dan wheather text. Jadi untuk internasional kita sudah standar, tinggal transponder yang belum dipasang. Itu Automatic Identification System yang belum kita miliki," ujar Stanley.

Kapal ini sendiri akan dilengkapi persenjataan meriam boffors 40 mm dan metraliur Oerlikon 20 mm, senapan anti udara. Namun kapal ini memang tidak diperuntukan untuk perang terbuka.

"Persenjataan masih dalam proses, masih belum ada sekarang tapi akan dipasang senapan anti udara," ujar Stanley.

Kapal KRI Banjarmasin dibuat oleh PT PAL dan yang terbesar yang pernah dibuat anak negeri. KRI Banjarmasin memiliki saudara kembar yakni KRI Banda Aceh yang diparkir di Jakarta dan KRI Banjarmasin sebenarnya di parkir di Surabaya.

"Kapal ini diperuntukan di Surabaya, sedangkan KRI Banda Aceh di Jakarta," ujar Stanley.



Sumber : Detik

Puspenerbal Akan Gunakan Bandara Trunojoyo

24 September 2012, Sumenep: Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut berencana memanfaatkan Bandara Trunojoyo Sumenep sebagai salah satu lokasi latihan calon penerbang TNI Angkatan Laut.

"Kami memang berminat menjadikan Bandara Trunojoyo sebagai salah satu lokasi latihan calon penerbang TNI Angkatan Laut. Kunjungan kami ke Sumenep ini dalam rangka koordinasi awal," kata Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama (TNI) Sugianto di Sumenep, Senin.

Kedatangan Sugianto diterima langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik dan sejumlah pejabat pemerintah daerah, serta Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Dwi Ariyanto.

"Secara internal, kami ingin segera memanfaatkan Bandara Trunojoyo sebagai salah satu lokasi latihan calon penerbang TNI Angkatan Laut. Namun, itu semuanya tergantung pemerintah daerah," ujarnya.

Sugianto mengatakan, pihaknya bisa langsung menginstruksikan penerbang TNI Angkatan Laut untuk latihan di Bandara Trunojoyo.

"Pergeseran anggota (penerbang) kami beserta pesawat latih supaya latihan di Bandara Trunojoyo, bisa dilakukan kapan saja. Makin cepat makin bagus, karena Bandara Trunojoyo memang sudah layak digunakan untuk aktivitas penerbangan pesawat latih," ucapnya.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep bersama Satuan Kerja Bandara Trunojoyo selalu bersinergi untuk menambah fasilitas di bandara tersebut supaya bisa disinggahi pesawat berjadwal reguler (komersial).

Saat ini, Bandara Trunojoyo sudah dinyatakan layak untuk aktivitas penerbangan pesawat berukuran kecil dan sedang pada siang maupun malam hari.

Sejak 2010, sekolah penerbang milik PT Merpati Nusantara Airlines telah menjadikan Bandara Trunojoyo Sumenep sebagai lokasi latihan terbang pesawat bagi siswanya.

Sumber: ANTARA News

Pelayaran Sail Morotai 2012 Berakhir

JAKARTA-(IDB) : KRI Surabaya 591, unsur LPD Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan Timur (Satfib Koarmatim) tiba di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta (23/9), menyelesaikan seluruh etape kegiatan pelayaran Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)/ Kapal pemuda Nusantara (KPN) Sail Morotai 2012.

Dalam rangka Sail Morotai 2012, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Surabaya-591 untuk mendukung kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) serta pelayaran Kapal Pemuda Nusantara (KPN),  yang telah berlayar dari Jakarta melalui rute  Ambon  –  Sorong   –  Raja Ampat  – Ternate – Morotai – Makassar – Jakarta, mulai tanggal 28 Agustus s.d. 23 September 2012. Kegiatan diakhiri dengan Upacara Penutupan yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2012.

Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)  serta pelayaran Kapal Pemuda Nusantara diikuti 423  peserta perwakilan dari daerah atau provinsi seluruh Indonesia yang terdiri dari Pelajar, Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Pramuka, Pondok Pesantren, Karang Taruna, Pemuda perwakilan Kementerian dan perwakilan negara-negara sahabat di wilayah Asia Tenggara.

Selama  pelayaran telah diselenggarakan ceramah, diskusi, games, workshop dan praktek lapangan dengan materi  pembentukan karakter pemuda, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kemaritiman, kepemimpinan serta kewirausahaan. Sedangkan kegiatan di lokasi sandar (Ambon, Sorong, Raja Ampat, Ternate, Morotai, dan Makassar) telah diselenggarakan kunjungan ke Pemerintah Daerah, tempat bersejarah, kegiatan Homestay dan mengunjungi lokasi pariwisata bahari di daerah tersebut.

Kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB), serta pelayaran Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Morotai Tahun 2012 dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan pemuda terhadap Tanah Air, meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, mengubah mind-set bangsa yang bercorak kontinental-agraris menjadi maritim, mengembangkan jiwa wirausaha dan industri kebaharian di kalangan pemuda, meningkatkan persaudaraan dan kerja sama di kalangan pemuda.




Sumber : Koarmatim

KRI FKO-365 Tiba Di Koarmatim Sepulang Dari Kakadu 2012

SURABAYA-(IDB) : Setelah melaksanakan latihan bersama (Latma) dengan 8 Negara, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo (FKO)-368 tiba di Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung Surabaya, Jumat (21/9). Kedatangan Kapal Perang ini disambut oleh Komandan  Satkor Koarmatim Kolonel Laut (P) Bambang Supriyadi beserta jajaran pejabat teras Koarmatim lainnya.

Hampir selama satu bulan (bertolak dari Dermaga Koarmatim 23 Agustus)  KRI FKO-368 yang di komandani Letkol Laut (P) Yayan Sofyan yang sekaligus sebagai Komandan Satgas Kakadu 2012 ini telah mengikuti Latihan Multilateral Kakadu tahun 2012 yang diikuti oleh 8 negara Asia Pasifik di Darwin, Australia. Ke 8 negara yang ikut terlibat dalam latihan ini, yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Perancis, Jepang, Selandia Baru, Singapura dan Thailand. Kapal perang Indonesia ditunjuk sebagai participantships dalam latihan Kakadu 2012 yang diselenggarakan oleh Royal Australian Navy (RAN) ini.

Keberangkatannya saat itu dilepas Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum. Kapal perang canggih Indonesia ini pernah menunaikan tugas sebagai wakil Indonesia untuk bergabung dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Maritime Task Force (MTF) UNIFIL. Pada latihan yang digelar dua tahunan ini, TNI AL selain mengirimkan KRI FKO-368 juga mengikutsertakan Helikopter jenis BO-105 yang onboard di kapal.

Latihan Multilateral yang diikuti oleh Indonesia ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antar negara di Asia Pasifik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. Bagi TNI AL kesempatan latihan ini merupakan ajang komparasi profesionalitas prajurit dalam menguasai berbagai problem latihan yang dilaksanakan serta kemampuan alutsista yang dimiliki dihadapkan pada alutsista peserta lainnya.

“Selama mengikuti latihan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Latihan bersama dengan kapal perang negara lain ini, sebagai upaya untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam hal penanganan dan tindakan dalam menghadapi ancaman yang mungkin terjadi di wilayah perairan laut negara masing-masing pada umumnya dan di Asia Pasifik pada khususnya,” Kata Komandan Satgas Kakadu 2012.



Sumber : Koarmatim

TNI AL Pesan Dua Kapal Tunda ke PT. PAL

KRI Leuser-924 yang diserahkan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari kepada TNI AL pada 22 Agustus 2002, adalah Kapal Tunda Samudera terbesar di Asia Tenggara, dengan panjang 71,50 meter dan berkecepatan 15,20 knots, memiliki kemampuan multifungsi di antaranya sebagai kapal angkut pasukan berkapasitas 120 orang, serta digunakan sebagai kapal hidrografi. (Foto: Dispenal)

21 September 2012, Surabaya: TNI Angkatan Laut memesan dua unit kapal tunda samudera kepada PT PAL Indonesia (Persero) yang kontraknya didasarkan surat perjanjian jual beli antara Dinas Pengadaan TNI AL (Disadal) dengan PT PAL Indonesia pada 20 Desember 2011.

Pembangunan dua unit kapal tunda itu ditandai dengan "Keel Laying" yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Bengkel Assembly CBL, Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jumat.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan berita acara Keel Laying di Bengkel Assembly Curve Bock Line (CBL) Divisi Kapal Niaga oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto bersama Direktur Produksi PT PAL Indonesia (Persero) Ir Edy Widarto.

Selain Kasal Laksamana TNI Soeparno, acara itu juga disaksikan Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Firmansyah Arifin, Wakil Komisaris PT PAL Indonesia (Persero) Laksamana Muda TNI (Purn) Sunardjo, dan undangan lainnya.

Kapal itu merupakan kapal kedua dari dua unit kapal tunda 2400 HP yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut berdasarkan surat perjanjian jual beli nomor: KTR/1055/02-48/XII/2011/Disadal yang sesuai rencana akan diserahkan pada Juni 2013.

Ukuran Utama Kapal Tunda 2400 HP
• Panjang Keseluruhan (LOA): 29.00m
• Panjang Garis Air: 26.50m
• Lebar: 9.00m
• Tinggi Sampai Geladak Utama: 4.50m
• Sarat Air Desain: 3.50m
• Tinggi Ruang Akomodasi: 2.50m

Daya Tarik
Daya tarik pada daya maximum motor pokok (100% MCR) adalah 30TON pada kondisi sarat desain.

Kecepatan
Kecepatan normal operasi (free running) 100% MCR pada sarat kondisi muatan 50% adalah 12 knot, pada perairan dalam dan tenang serta kondisi cuaca tidak melebihi skala Beaufort 2.
Kecepatan menunda ≥ 5 knot.
• Jumlah ABK: 10 orang
• Klass : Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)

Sumber: ANTARA News Jatim

PT. PAL Dapat Orderan 2 Unit Kapal Tunda Dari TNI AL

SURABAYA-(IDB) : TNI Angkatan Laut memesan dua Kapal Tunda Samudera kepada PT PAL Indonesia (Persero). Sebagai tanda dimulainya pembangunan kapal tersebut diselenggarakan Keel Laying yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Bengkel Assembly CBL, Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jumat (21/9).

 Kapal ini merupakan kapal kedua dari dua unit kapal tunda 2400 HP yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut berdasarkan surat perjanjian jual beli nomor: KTR/1055/02-48/XII/2011/Disadal. Kontrak jual beli ini efektif berlaku sejak tanggal 20 Desember 2011 lalu, antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Disadal) dan sesuai rencana akan diserahkan bulan Juni 2013.

Kapal tunda yang diawaki 10 personel ABK tersebut, memiliki ukuran panjang keseluruhan 29.00 meter, panjang garis air 26.50 meter, lebar 9.00 meter, tinggi sampai geladak utama 4.50 meter, sarat air desain 3.50 meter, tinggi ruang akomodasi 2.50 meter, dan memiliki bollard pull (daya tarik) pada daya maximum motor pokok (100 % MCR) sekitar 30 ton pada kondisi sarat desain.  Kecepatan normal operasi (free running) 100% MCR pada sarat kondisi muatan 50% adalah 12 knot, pada perairan dalam dan tenang serta kondisi cuaca tidak melebihi skala Beaufort 2. Kecepatan menunda ≥ 5 knot.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara Keel Laying, di Bengkel Assembly Curve Bock Line (CBL) Divisi Kapal Niaga oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto bersama Direktur Produksi PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Edy Widarto, disaksikan Kasal Laksamana TNI Soeparno, Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Firmansyah Arifin, Wakil Komisaris PT PAL Indonesia (Persero) Laksamana Muda TNI (Purn) Sunardjo, serta undangan lainnya.

Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Firmansyah Arifin memiliki komitmen untuk selalu mendukung agar bangsa ini mandiri dalam pemenuhan kebutuhan alutsista, hal tersebut telah dibuktikan oleh PT PAL Indonesia (Persero) dengan mempersembahkan karya terbaiknya berupa: 12 (dua belas) unit kapal patrol cepat 57 meter (FPB 57) dan Kapal Landing Platform Dock 125 meter kepada jajaran TNI Angkatan Laut.

“Sebagai wujud keseriusan PT PAL Indonesia (Persero) dalam ikut berpartisipasi aktif untuk memenuhi kebutuhan alutsista Kementerian Pertahanan khususnya kebutuhan kapal-kapal TNI AL, maka kami akan segera mengirimkan tenaga ahli dari PT PAL ke Belanda untuk melaksanakan Transfer of Technology (ToT) pembangunan Kapal Perusak Kawal Rudal 105 meter. Dimana dua orang akan mendalami bidang Manajerial, 10 orang untuk desain dan kombatan serta 29 orang untuk produksi,” katanya.

Ir. Firmansyah Arifin juga berharap, dalam kesempatan mendatang PT PAL Indonesia (Persero) masih terus dipercaya dan dapat berpartisipasi aktif untuk memenuhi kebutuhan alutsista Kementerian Pertahanan khususnya kebutuhan kapal-kapal TNI Angkatan Laut, termasuk rencana program pembangunan kapal Perusak Kawal Rudal 105 meter (PKR 105) dan pembangunan kapal selam. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan PT PAL Indonesia (Persero) dalam penguasaan teknologinya.



Sumber : TNI AL

Koarmatim Persiapan Akhir Latihan Penembakan Terpedo

SURABAYA-(IDB) : Menjelang mendekati pelaksanaan latihan parsial penembakan Torpedo (TPO) Sut kepala latihan, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Parsial Penembakan TPO Sut Kepala Latihan Kolonel Laut (P) Syufenri, S.Sos yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dengan didampingi Wakil Komandan Satgas Letkol Laut (P) Iwa Kartiwa, SH mengecek kesiapan unsur yang terlibat dalam kegiatan latihan tersebut, Kamis (20/9).

Unsur yang terlibat dalam latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan tersebut, yaitu KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak-653. Adapun sebagai unsur pendukung dalam kegiatan latihan itu ada tiga kapal perang (KRI) yang turut terlibat, yaitu masing-masing KRI Hiu-804, KRI Sura-802, dan KRI Soputan-923.

Dalam pengecekan ke unsur-unsur tersebut, Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri juga melihat langsung aktivitas dan sekaligus mengarahkan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan kesiapan latihan. Dengan antusias, nampak para prajurit dari jajaran Satuan Kapal Selam dan Satuan Kapal Cepat Koarmatim beserta pendukung lainnya, senantiasa mencermati dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Dilaksanakannya latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan ini, yaitu dalam rangka untuk persiapan latihan Armada Jaya XXXI TA. 2012. Karena dalam latihan tersebut, akan dilaksanakan penembakan torpedo sut dengan sasaran permukaan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak,”kata Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditegaskan pula oleh Komandan Satgas, bahwa urgensi latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak ini, yaitu untuk menguji kemampuan kesenjataan dan profesionalisme pengawak alutsista. “Untuk itu, saat ini kita cek kesiapan unsur-unsur yang terlibat dalam latihan tersebut,”tegas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditambahkan oleh Komandan Satgas, bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini, yaitu terwujudnya kesiapan sistem kendali senjata torpedo sut di KRI Nanggala dan KRI Ajak. Disamping itu juga akan terpeliharanya kemampuan profesionalisme prajurit di ke dua kapal perang tersebut dalam melaksanakan prosedur penembakan torpedo sut.



Sumber : Koarmatim

KRI SBY-591 Tiba Di Makassar, Etape Ke- VI Pelayaran Sail Morotai 2012

MAKASSAR-(IDB) : KRI Surabaya 591, unsur LPD Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan Timur (Satfib Koarmatim) tiba di Pelabuhan Hatta (19/9) Makassar Sulawesi Selatan, menyelesaikan  etape ke-VI kegiatan pelayaran Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)/ Kapal pemuda Nusantara (KPN) Sail Morotai 2012. Kedatangan KRI SBY-591 di Makassar ini diterima oleh Asisten I Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Herry, Komandan Lantamal Makassar Brigjen Mar M.Suwandhi.T, pejabat teras pemda Sulawesi Selatan serta mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Tari Paduppa, tarian khas daerah Makassar  menyambut kedatangan KRI SBY-591 di Pelabuhan Hatta Makassar.  Upacara penyambutan dengan Inspektur Upacara Asisten I Gubernur Sulawesi Selatan dilaksanakan di Pelabuhan Hatta dengan latar belakang KRI Surabaya-591. Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Asisten I Gubernur Sulawesi selatan mengatakan “ Bangsa Indonesia adalah bangsa bahari dengan wilayah laut yang luas, maka keberhasilan  bangsa ini juga ditentukan dari kemampuan mengelola dan memanfaatkan potensi laut”.

“Kepada seluruh peserta LNRPB/KPN Sail Morotai 2012, jaga selalu kesehatan, kekompakan dan keakraban dengan seluruh peserta, panitia dan ABK KRI. Manfaatkan kegiatan pelayaran ini sebagai wahana untuk mengasah jiwa kepemimpinan, kepeloporan dan kemandirian pemuda”, pesan Gubernur Sumsel dalam Upacara Penyambutan.

Selama di Makassar, para peserta LNRPB/KPN Sail Morotai 2012 akan melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya kunjungan ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Wisata ke Bantimurung dan Benteng Rotterdam, pentas seni dan budaya di geladak KRI Surabaya-591. Selama melaksanakn kegiatan di Makassar, para peserta akan didampingi oleh Satgas TNI AL dan Panitia Pendamping dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta panitia setempat.


Sumber : Koarmatim

Koarmatim Persiapkan Latihan Penembakan Torpedo

(Foto: Dispenarmatim)

20 September 2012, Surabaya: Menjelang mendekati pelaksanaan latihan parsial penembakan Torpedo (TPO) Sut kepala latihan, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Parsial Penembakan TPO Sut Kepala Latihan Kolonel Laut (P) Syufenri, S.Sos yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dengan didampingi Wakil Komandan Satgas Letkol Laut (P) Iwa Kartiwa, SH mengecek kesiapan unsur yang terlibat dalam kegiatan latihan tersebut, Kamis (20/9).

Unsur yang terlibat dalam latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan tersebut, yaitu KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak-653. Adapun sebagai unsur pendukung dalam kegiatan latihan itu ada tiga kapal perang (KRI) yang turut terlibat, yaitu masing-masing KRI Hiu-804, KRI Sura-802, dan KRI Soputan-923.

Dalam pengecekan ke unsur-unsur tersebut, Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri juga melihat langsung aktivitas dan sekaligus mengarahkan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan kesiapan latihan. Dengan antusias, nampak para prajurit dari jajaran Satuan Kapal Selam dan Satuan Kapal Cepat Koarmatim beserta pendukung lainnya, senantiasa mencermati dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Dilaksanakannya latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan ini, yaitu dalam rangka untuk persiapan latihan Armada Jaya XXXI TA. 2012. Karena dalam latihan tersebut, akan dilaksanakan penembakan torpedo sut dengan sasaran permukaan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak,”kata Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditegaskan pula oleh Komandan Satgas, bahwa urgensi latihan parsial penembakan torpedo sut kepala latihan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak ini, yaitu untuk menguji kemampuan kesenjataan dan profesionalisme pengawak alutsista. “Untuk itu, saat ini kita cek kesiapan unsur-unsur yang terlibat dalam latihan tersebut,”tegas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditambahkan oleh Komandan Satgas, bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini, yaitu terwujudnya kesiapan sistem kendali senjata torpedo sut di KRI Nanggala dan KRI Ajak. Disamping itu juga akan terpeliharanya kemampuan profesionalisme prajurit di ke dua kapal perang tersebut dalam melaksanakan prosedur penembakan torpedo sut.

Sumber: Dispenarmatim

Puluhan KRI Marakkan Sail Morotai 2012

MOROTAI-(IDB) : Puluhan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), turut menyemarakkan iven internasional, Sail Morotai tahun 2012. Lebih dari sepuluh KRI di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), mengikuti Sailing Pass di perairan sekitar Dermaga Pelabuhan Very, Juanga, Morotai, Sabtu (15/9). Puncak acara perhelatan akbar itu dihadiri Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn serta jajaran menteri kabinet Indonesia bersatu.

Acara Sailing Pass diikuti oleh 10 KRI dan beberapa kapal perang dari negara sahabat dan kapal-kapal milik Polair, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan kapal surve milik (BPPT). Unsur KRI yang terlibat dalam Sailing Pass tersebut yaitu, KRI Slamet Riadi-352, KRI Abdul Halim*Perdana Kusuma-355, KRI Hasan Basri-382, KRI Teluk Ratai-503, KRI Teluk Bone-511, KRI Badik-623, KRI Rencong-622, KRI Hiu-80.., dan KRI Kakap-811.

Kapal perang dari negara sahabat, USNS Henson (US. Navy), HMAS  Sirius (Royal Australian Navy), RSS Presistence (Republic Singapore Navy), dan kapal patroli milik Polair, DKP serta Kapal Pelni KP Abimanyu. Acara juga dimeriahkan dengan tarian kolosal Soya-Soya dan tarian Tide-Tide, atraksi terjun payung serta Sailing Pass (pawai) kapal-kapal nelayan.

Beberapa kapal perang yang tergabung dalam Satgas Terpadu Sail Morotai-12, melaksanakan lego jangkar di perairan sekitar Dermaga Daruba, Morotai Selatan. Kapal perang tersebut adalah kapal perang rumah sakit, KRI dr. Soeharso-990 dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim, mengangkut Satgas Operasi Bhakti (SBJ) LXI/2012, KRI Surabaya-591 dari Jajaran Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim, mengangkut Satgas Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara ke-3 serta KRI Banda Aceh-593, dari jajaran Kolinlamil Jakarta, mengangkut Satgas Ekspedisi Bhakti Nusantara ke-3.

Melalui Sail Morotai 2012, Koarmatim ikut berperan serta melalui kegiatan Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya LXI /2012, di wilayah Lantamal VI dan Lantamal IX dengan kegiatan*bakti sosial dan pelayanan kesehatan di Takabonerate, Bacan, Ternate dan Morotai.

Operasi Bhakti SBJ LXI/2012 bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat yang berada di pesisir pantai serta pulau–pulau kecil. Sedangkan kegiatan Sail Morotai tahun 2012 dilaksanakan untuk mempromosikan potensi pariwisata yang berada di wilayah Morotai.

Satgas SBJ LXI/2012, menyalurkan sejumlah bantuan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal), Pundi Amal SCTV, Dexa Medica, Alumni ITB 75, Lions Club, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia serta bantuan dari SMP 160 No. 94 Cegar, Cipayung, Jakrta Timur. 



Sumber : Koarmatim
,/div>

Satuan Kapal Selam Koarmatim Rayakan Ultah Ke-53

SURABAYA-(IDB) : Di Ultahnya yang ke 53 ini, keluarga besar Hiu Kencana memilih tema  “Dengan Semangat Tabah Sampai Akhir, Jadikan 53 Tahun Pengabdian Awak Kapal Selam Sebagai Momentum Kebangkitan Kembali Kekuatan Kapal Selam Menuju TNI AL yang Handal dan Disegani”. Wira Ananta Rudhira. Jalesveva Jayamahe.

Untuk menyambut peringatan 53 Tahun pengabdian Satuan Kapal Selam (Satsel) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dimeriahkan dengan menggelar beberapa kegiatan, diantaranya Lomba–lomba antar departemen yang ada di Satsel Koarmatim, dinataranya Family Gathering dengan para sesepuh di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Upacara Militer di Lapangan Gedung Candrasa Koarmatim Serta Touring Silaturahmi ke tempat tinggal anggota serta sesepuh Kapal Selam.

Lomba–lomba yang dilaksanakan merupakan lomba antar departemen yang ada di lingkungan Satuan Kapal Selam tersebut. Kegiatan itu,  selain untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kapal Selam ke – 53 juga untuk mencari bibit untuk regenerasi atlet. Para bibit atlet itu disaring selama satu minggu melalui cabang olah raga bulutangkis ,tenis meja, renang laut, tarik-tambang tambang dengan perahu karet, dan catur serta lomba Defile.

Seusai kegiatan lomba antar departemen, kemudian diadakan kegiatan Family Gathering warga Hiu Kencana dan peresmian prasasti “Tabah Sampai Akhir”. Minggu (9/9) di Monkasel Surabaya. Acara santai bareng keluarga besar itu dimulai pukul 06.30 Wib yang  diawali dengan Senam pagi bersama, kemudian dilanjutkan dengan peresmian prasasti tersebut oleh Kasarmatim Laksamana Pertama Darwanto, S.H, M.A.P beserta para sesepuh Kapal Selam.

Kegiatan keluarga Hiu Kencana ini semakin terasa ramai dan penuh rasa kekeluargaan dengan hadirnya  ramah tamah dan pembagian door prize. Acara ini berlangsung hingga pukul 11.00 Wib dan diakhiri dengan foto bersama keluarga besar Hiu Kencana.

Puncak peringatan HUT Hiu Kencana ke – 53 adalah upacara militer bertempat di Monumen Candrasa Dermaga Madura, Koarmatim, Ujung Surabaya. Rabu (12/9) dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksamana Pertama TNI Darwanto, S.H, M.A.P.
Sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara  Mayor Laut (T) Yudha Pia Rombenanta yang sehari – hari menjabat sebagai Kadiv MPK KRI Cakra – 401. Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun Hiu Kencana itu, ditandai dengan tradisi potong tumpeng oleh para sesepuh yang diserahkan kepada perwira termuda di lingkungan Satsel Koarmatim, Lettu Laut (P) Mizar Hanoeng.

Keakraban dan kekompakan yang dibangun diantara warga Hiu Kencana itu semakin tumbuh dengan Touring Silaturahmi pada 14 – 16 September 2012 yang lalu. Perjalanan kegiatan tersebut diawali dari Gedung Nagabanda Satsel Koarmatim menuju ke Flat A5 Perumahan prajurit Satsel, kemudian menuju Mojosari di kediaman Peltu Ede Dede Hadiyanto. Perjalanan dilanjutkan menuju kediaman Serka Ptr Muhammad Sukron  di daerah Pacet. Rombongan keluarga besar Hiu Kencana selanjutnya menuju ke Cangar dan Batu. Di Batu, rombongan beristirahat di kediaman Kasiopslat Satsel Mayor Laut (P) Yulius Azz Zaenal.

Kemudian acara dilanjutkan menuju Waduk Selorejo, untuk berkunjung di tempat tinggal Serka Nav Sugianto, Anggota KRI Cakra – 401, selanjutnya  menuju  ke Blitar ke  rumah Sertu Sba Arief Ranu dan Koptu Ttg Siswanto.

Dari Blitar menuju ke Kepanjen, selama perjalanan rombongan melewati Gunung Kelud yang memiliki panorama wisata alam yang sangat indah. Di Kepanjen rombongan beristirahat di kediaman Serka Bah M. Lutfi dan Kopda Bah M. Nakhuri.

Perjalanan selanjutnya menuju Posal Sendang Biru bertempat di daerah Malang Selatan dan beristirahat di kediaman Serma Mes Solikin kemudian menuju keluarga Serka Kom Catur Kristian Anggota KRI Nanggala – 402. Kegiatan yang bertemakan “Submarine Adventure” ini berakhir di Masjid Cheng Ho, Pandaan untuk melaksanakan ibadah serta rasa syukur kepada Allah SWT karena kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. 



Sumber : Koarmatim

KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 Latihan Peran Tempur Dalam Kakadu 2012


DARWIN-(IDB) : Matahari belum menampakan sinarnya, embun pagi masih membasahi geladak heli KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 dan udara yang cukup dingin menusuk tulang. Tiba-tiba sirine  meraung raung memberikan tanda adanya bahaya yang mengancam “ ….PERAN TEMPUR ….PERAN TEMPUR….PERAN TEMPUR BAHAYA UMUM, HELI ALERT 15…”. Derap langkah dan teriakan anggota saling berhamburan menuju pos tempurnya masing – masing untuk  menghadapi ancaman serangan musuh, pagi itu (4/9).

Dalam situasi tersebut heli harus sudah terbang dalam waktu 15 menit kedepan,  Flight Deck Officer (FDO) dengan sigap memimpin crew helly deck menyiapkan heli take off, Lettu Laut (P) Joko segera menghadap Komandan KRI Frans kaisiepo – 368 untuk mendapatkan perintah terbang dan tugas yang harus dilaksanakan.

“Garuda…laksanakan shadowing terhadap kekuatan musuh yang disinyalir sedang melaksanakan lintas laut menuju pulau yang disengketakan, jaga jarak aman dari jangkauan senjata musuh….keep establish communication dengan FKO. Paga PIT laksanakan positif control terhadap garuda…utamakan keselamatan,” demikian penekanan Letkol Laut (P) Yayan Sofiyan, ST selaku Dansatgas Kakadu 2012.

Tidak sampai 15 menit sudah terdengar “request to green deck…rogger command approve…greend deck”. Garuda (panggilan sandi Helikopter) pun melesat kearah yang dikendalikan CIC (Combat Information Centre) KRI FKO – 368.  

Setelah  13 nm terbang kearah halu190, visual ID positif HMAS Gascoyn dan HMAS Huon teridentifikasi damage assesment “A”/rusak parah dan dinyatakan tenggelam oleh hantaman Exocet MM 40 Block 2 KRI FKO – 368 dan rudal Harpoon  HMAS Perth. 

Sekilas cerita tersebut diatas, adalah skenario yang digelar dalam latihan Kakadu 2012, yang sedang berlangsung saat ini.



Sumber : Koarmatim

Sailing Pass Sail Morotai

MOROTAI-(IDB) : Seluruh kapal yang terlibat dalam rangka pelaksanaan Sailing Pass Sail Morotai, Jumat (14/9) mengadakan gladi bersih. Pelaksanaan Sailing Pass ini langsung dibawah komando Komandan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim Kolonel Laut (P) Bambang Supriyadi.

Sailing Pass Sail Morotai 2012 dengan tema “Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasifik” ini melibatkan beberapa kapal perang dan kapal instansi terkait  lain. Diantaranya KRI Slamet Riyadi, KRI Abdul Halim Perdanakusuma, RSS Persistence, USNS Henson, KRI Kihajar Dewantara, KRI Hasan Basri, KRI Hiu, KRI Kakap, KRI Rencong, KRI Badik, KRI Teluk Ratai, KRI Teluk Bone, kapal Polri dan Kapal Bea Cukai.



Sumber : Koarmatim

TNI AL Idealnya Memiliki 35 Kapal Cepat Rudal

Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Klewang bernomor lambung 625, meluncur di Selat Bali, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/8). KRI Klewang tersebut mempunyai panjang 63 meter, berbahan dasar vinylester carbon fiber (infused), menggunakan teknologi maju di bidang pembuatan kapal perang antara lain kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, tidak mengandung unsur magnet, serta tingkat deteksi panas dan suara yang rendah. (Foto: ANTARA/Seno S./ss/mes/12)

17 September 2012, Jakarta: Indonesia membutuhkan banyak kapal cepat rudal (KCR) untuk mengimbangi wilayah laut yang begitu luas dan daratan yang tersebar. Keberadaan KCR dinilai mampu mempermudah TNI maupun para pengelola keamanan di laut untuk mengamankan wilayah maritim Indonesia. "Kita butuh banyak sekali kapal-kapal cepat seperti KRI Klewang," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, di Jakarta, Minggu (16/9).

KRI Klewang, tambah dia, merupakan KCR buatan asli Indonesia yang memiliki bentuk unik. Kapal ini juga banyak dipuji sebagai kapal siluman yang memiliki kecepatan tinggi dan mampu menembus ombak besar karena memiliki tiga lambung. Tak heran jika biaya pembuatan satu pesawat ini mencapai 114 miliar rupiah.

Menurut dia, produk buatan PT Lundin Industry Invest ini juga merupakan kapal yang berpeluru kendali dan berguna untuk menjaga perbatasan dan potensi laut di Indonesia. Saat ini TNI baru membeli satu KRI Klewang untuk ditempatkan di Armada RI Kawasan Timur. Meski demikian, Soeparno menuturkan, pengadaan kapal KCR akan terus dilakukan sehingga jumlahnya lebih banyak lagi. Selain KRI Klewang, TNI AL juga mendapat tambahan beberapa unit KCR, yakni KRI Celurit dan KRI Kujang. Total KCR yang saat ini dimiliki TNI AL tak lebih dari 10 unit yang masing-masing berukuran 40 meter.

Idealnya 35 Unit

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma Untung Suropati mengatakan, idealnya Indonesia membutuhkan 35 unit KCR. "Perairan Indonesia cocok untuk pengoperasian KCR, terutama di wilayah barat karena cukup dangkal," jelasnya. Guna mendukung penambahan KCR, Kementerian Pertahanan telah bekerja sama dengan China untuk produksi peluru kendali (rudal) C-705.

Nantinya seluruh KRI akan dilengkapi dengan rudal berkemampuan jelajah hingga 140 kilometer itu. TNI AL sudah dua kali melakukan uji coba rudal ini. Hasilnya cukup memuaskan untuk dipilih sebagai senjata kapal KCR. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dengan produksi sendiri rudal, kemampuan persenjataan akan meningkat cukup signifikan.

"Kalau bisa produksi dalam negeri. Kami akan memasang rudal-rudal itu di daerah perbatasan untuk pengamanan," ujarnya. KCR ini berbahan dasar komposit serat karbon yang tercatat lebih ringan, dan 20 kali lebih kuat dari baja ini memiliki panjang keseluruhan (length overall) 62,53 meter, lenght on waterline 60,7 meter, water draft 1,17 meter, beam overall 16 meter, bobot mati 53,1 ton.

Kapal ini digerakkan oleh 4 unit mesin penggerak pokok ini, didesain sebagai kapal siluman (stealth) canggih yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi. Kehebatan kapal ini mampu menembus ombak setinggi 6 meter.

Pada acara peluncuran tersebut, Wakil Asisten Logistik Kasal, Laksma TNI Sayid Anwar menyatakan, bahwa momentum peluncuran kapal perang KCR pertama X3K Trimaran Class ini diharapkan akan menjadi titik awal pembangunan kapal sejenis yang akan mampu meningkatkan kemampuan TNI AL, sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani. "Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan in dustri militer dalam negeri," tambahnya.

Sumber: Koran Jakarta

KSAL : Pemerintah Harus Perbanyak Kapal Cepat Berpeluru Kendali

JAKARTA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) meminta pemerintah memperbanyak kapal-kapal cepat berpeluru kendali, termasuk KRI Klewang untuk memperkuat pengamanan di wilayah perairan.

Namun, kapal-kapal perang berukuran kecil tersebut harus ditopang dengan sistem persenjataan yang canggih. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, wilayah laut Indonesia yang sangat luas memerlukan dukungan alat utama sistem senjata (alutsista) yang banyak dan canggih. “Kita butuh banyak sekali kapal-kapal cepat seperti Klewang,” ungkap Soeparno di Jakarta kemarin. Namun,karena sekarang ini baru memiliki satu kapal kawal cepat rudal (KCR) dengan tiga lunas, penempatannya baru bisa dilakukan di Armada RI Wilayah Timur (Armatim).


Dia menyebut, KRI Klewang adalah kapal yang dari segi desain unik dengan ada tiga lambung. Dengan tiga lambung itu,kapal ini memiliki stabilitas yang tinggi saat menghadapi gelombang. Namun, biaya membuat kapal tersebut juga mahal yakni mencapai Rp114 miliar. Meski demikian, Soeparno mengatakan,pengadaan kapal KCR akan terus dilakukan sehingga jumlahnya lebih banyak lagi.Selain KRI Klewang, sebelumnya TNI AL juga mendapat tambahan beberapa unit KCR yakni KRI Celurit dan KRI Kujang.

Guna mendukung penambahan KCR,Kementerian Pertahanan telah bekerja sama dengan pemerintah China untuk produksi peluru kendali (rudal) C-705. Seluruh KRI akan dilengkapi dengan rudal berkemampuan jelajah hingga 140 kilometer itu.TNI AL juga sudah dua kali melakukan uji coba rudal ini.

Hasilnya cukup memuaskan untuk dipilih sebagai senjata kapal KCR. Menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, dengan produksi sendiri rudal,kemampuan persenjataan akan meningkat cukup signifikan. 



Sumber : Sindo