Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan

4 Rudal Annti Kapal Perang Baru Di Uji Coba Iran

TEHRAN-(IDB) : Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan militer negara itu telah melakukan uji coba empat rudal dalam sebuah latihan militer di Selat Hormuz.

Dalam laporan pada Senin (24/9/2012), Fars mengutip Jenderal Ali Fadavi dari Garda Revolusi yang mengatakan, rudal-rudal itu mengenai sebuah "target besar" seukuran kapal perang dan menenggelamkannya dalam 50 seconds.

Ini merupakan laporan pertama latihan militer Iran yang digelar bersamaan dan dekat dengan latihan gabungan angkatan laut pimpinan Amerika Serikat di Teluk Persia, yang meliputi latihan sapu ranjau.

Angkatan laut AS mengklaim latihan itu tidak ditujukan langsung pada Iran, namun Barat dan sekutu-sekutunya di kawasan menegaskan bahwa mereka akan bereaksi jika ada upaya Teheran untuk memenuhi ancamannya untuk menutup jalur pengiriman minyak sebagai balasan atas sanksi atas negara itu.



Sumber : Kompas

Iran Pamerkan UAV Baru produksi Dalam Negeri

TEHRAN-(IDB) : Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) memamerkan pesawat tanpa awak produksi dalam negeri terbarunya yang mampu terbang nonstop selama 24 jam.
 
Pesawat tanpa awak itu bernama Shahed 129, dan dapat melaksanakan operasi tempur dan pengintaian dalam misi penerbangan selama 24 jam.
 
Pesawat tanpa awak produksi dalam negeri ini juga dapat menembak target dari jarak 1,700 hingga 2,000 kilometer.
 
Selain itu, Shahed 129 dapat dilengkapi dengan berbagai sistem elektronik dan komunikasi termasuk kamera yang dapat merekam dan mengirim gambar-gambar secara langsung.
 
Para pejabat militer Iran menyatakan bahwa Shahed 129 dapat meningkatkan kemampuan pengawasan Iran di kawasan perbatasan Teluk Persia dan Laut Oman.
 
Pada hari yang sama, pasukan Pasdaran juga berhasil mengujicoba sistem rudal anti-udara produksi dalam negeri.
 
Sistem anti-udara Raad itu dilengkapi dengan rudal jarak menegah Taer 2 yang dapat mencegat target di radius 50 kilometer pada ketinggian hingga 75,000 kaki.
 
Menurut para pejabat Pasdaran, sistem anti-udara ini didesain khusus untuk menghadapi jet-jet modern Amerika Serikat.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran meraih berbagai terobosan baru di sektor militer bahkan telah mencapai tingkat swasembada dalam produksi perangkat lunak dan keras militer. Sanksi dan boikot yang dipimpin Amerika Serikat ikut mendorong Iran mencapai keberhasilannya dalam memperkuat kemampuan pertahannya. 



Sumber : Irib

Iran Pamerkan System Pertahanan Udara Baru produksi Dalam Negeri

TEHRAN-(IDB) : Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memamerkan sistem pertahanan udara terbarunya yang diproduksi oleh para ahli dalam negeri.

Sistem pertahanan udara Raad ditampilkan dalam parade militer pada Jumat (21/9) untuk memperingati "Pekan Pertahanan Suci" menandai hari ulang tahun ke-32 pertahanan delapan tahun Iran dalam melawan invasi militer Irak yang dipimpin oleh diktator Saddam Hussein.
 
Sistem pertahanan baru tersebut  dilengkapi dengan rudal Taer 2 yang mampu mencegat target pada jarak hingga 50 kilometer dan di ketinggian 75000 kaki.
 
Parade yang digelar di lokasi makam pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra, di Tehran , ibukota Iran itu dihadiri oleh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan para pejabat tinggi militer seperti Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Ataollah Salehi dan Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari.

Parade itu juga memamerkan berbagai prestasi terbarulainya yang berhasil diraih Angkatan Bersenjata Iran dalam sektor pertahanan dan perangkat keras militer.


Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah menorehkan prestasi besar di sektor pertahanan dan mandiri dalam memproduksi peralatan militer penting dan sistem pertahanan.


Meski demikian, Tehran berulang kali menegaskan bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain dan doktrin pertahanan didasarkan pada pencegahan.



Sumber : Irib

Iran Peringkat 39 Dunia Negara Produsen Teknologi Tinggi

TEHRAN-(IDB) : Menteri Industri, Pertambangan dan Perdagangan Iran mengatakan, "Dari 80 negara produsen produk-produk dengan teknologi tinggi, Iran berada di peringkat 39."
 
Mehdi Ghazanfari, Menteri Industri, Pertambangan dan Perdagangan Republik Islam di acara penutupan Festival dan Pameran "Az Ilm Ta Amal" (dari ilmu hingga aplikasi) Jumat (7/9) di Musalla Imam Khomeini mengatakan, "Nilai ekspor produksi dengan teknologi tingggi di Iran mengalami pertumbuhan luar biasa. Angka pertumbuhan ekspor Iran dari 2,3 juta dolar di tahun 1375 Hs telah meningkat menjadi hampir 1 miliar dolar di tahun 1390 Hs."
 
Mehdi Ghazanfari memprediksi nilai ekspor produk-produk ini akan mencapai angka 2 miliar dolar di tahun 1394 Hs.
 
"Peningkatan ini berarti jaminan bagi nilai devisa negara dan jawaban lunak atas segala bentuk sanksi dan ancaman," ujarnya.
 
Menteri Ghazanfari menyatakan pasar produk-produk semacam ini di Timur Tengah sebesar 45 miliar dolar dan mengatakan, "Besarnya nilai produk-produk dengan teknologi tinggi dapat menjadi medan luas bagi pemasaran barang-barang produksi Iran."
 
Sekaitan dengan adanya dua harga mata uang asing antara harga acuan standar pemerintah dan harga acuan pasar Ghazanfari menjelaskan, "Patut disesali harga mata uang asing di pasar memiliki perbedaan yang jauh dengan harga acuan standar. Tapi dapat dikatakan bahwa tahun ini merupakan tahun paling baik untuk memperluas ekspor. Artinya, sebagian barang-barang produk Iran dapat diterima dengan baik di pasar-pasar timur Tengah dan pada saat yang sama sebagian dari kebergantungan negara dari ekspor migas dapat diisi oleh barang-barang produksi dalam negeri. 



Sumber : Irib

Iran Sukses Uji Penembakan Rudal Fateh 110

6 Agustus 2012, Tehran: Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan generasi keempat rudal Fateh 110 sukses uji penembakan.

Vahidi mengatakan versi baru Fateh 110 dapat mencapai jarak tembak lebih dari 300 km dan tepat mengenai sasaran.

Menhan menambahkan rudal buatan dalam negeri ini sukses uji penembakan oleh para ahli dari Organisasi Industri Penerbangan Iran.

Rudal Fateh generasi terbaru, meningkatkan kemampuan Angkatan Bersenjata Iran dalam menghadapi sasaran di laut dan darat.



Sumber: IRNA
@Berita HanKam

Iran Tarik Gugatan Jika Rusia Kirim Rudal S-300

MOSCOW-(IDB) : Sengketa kerja sama militer antara Iran dan Rusia terus berlanjut. Duta Besar Iran untuk Rusia, Mahmud Reza Sajjadi, menyatakan Iran akan menarik gugatannya sebesar US$ 4 miliar kepada Rusia jika negara tersebut mengirim peluru kendali atau rudal sistem pertahanan udara S-300. Demikian dilansir Ria Novosti, Rabu (1/8).

Kepada harian
Izvestia, Mahmud mengatakan, Iran meminta penggantian sebesar US$ 900 juta atas kegagalan Rusia mengirim sistem pertahanan tersebut. Namun, pengadilan menambah US$ 3 miliar sebagai kompensasi.

Mahmud pun menyatakan harapannya agar Iran dan Badan Federal Rusia bidang Kerja Sama Teknis Militer dapat segera menyelesaikan masalah itu melalui jalur perundingan. Rusia telah berupaya untuk membujuk Iran menarik gugatannya, tapi Iran menolak dengan berbagai cara.


Sebelumnya, April lalu, Iran menuntut perusahaan senjata milik negara, Rosoboronexport, di Pengadilan Arbitrase Internasional di Jenewa karena memutuskan pembatalan kontrak secara sepihak. Dalam kontrak tersebut tertulis Rosoboronexport telah sepakat untuk menjual sistem rudal S-300 kepada Iran.


Namun, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, menghentikan kontrak tersebut pada September 2010. Penghentian kontrak mengikuti Resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang pasokan senjata konvensional ke Teheran, termasuk peluru kendali, tank, helikopter tempur, pesawat tempur dan kapal perang.



Sumber : SCTV

Kemampuan Baru AL Iran Semakin Merepotkan USA

WASHINGTON-(IDB) : Pakar AS dan Timur Tengah menggambarkan kekuatan baru AL Iran untuk menghadapi serangan kapal perang Amerika di Teluk Persia adalah bak skenario penuh mimpi buruk untuk AL AS.Ini karena Iran sudah memiliki teknologi khusus untuk menghadapi serangan.
 
''Sejumlah kapal perang AS mampu menghadapi ancaman lingkungan secara simultan di darat, laut, dan udara, bahkan bawah air,'' ungkap harian AS, The Washington Post, dalam satu laporannya.

Namun, kemampuan baru Iran justru membuat sejumlah pakar militer Amerika menanyakan kebijakan untuk mengerahkan kapal perang mahal dan kapal induk ke Teluk Persia. Harian ini juga mengutip studi yang dilakukan Institusi Perang AL AS yang mengingatkan peningkatan kemampuan Iran untuk mengahdapi serangan massal di Teluk Hormuz.

Kendati kapal perang baru AS dilengkapi sistem pertahanan ganda seperti pelindung rudal Aegis, Iran berhasil menetralisir teknologi itu dengan kemampuan untuk menghadapi serangan dari berbagai arah dengan satu tindakan saja.

''Iran tidak hanya bergantung pada peluncur rudal tapi juga memiliki helikopter, kapal selam mini, dan ratusan kapal kecil bersenjata berat yang mampu bergerak cepat,'' demikian laporan Washington Post.

''Ini adalah dilema. Ketika kapal AS berada di kawasan selat, mereka amat rentan diserang. Namun jika tak berada di sana, negara Arab akan merasa tak aman. Sekarang saja mereka sudah merasa sangat, sangat rentan,'' ujar pakar militer yang enggan diungkap identitasnya itu.


Sumber : Republika

Iran Pantau Gerakan Musuh di Teluk Persia

TEHRAN-(IDB) : Wakil Komandan Angkatan Laut Pasdaran mengatakan, Iran terus memantau semua kegiatan musuh di Teluk Persia dan Laut Oman.
 
"Angkatan Laut Pasdaran bersama dengan Angkatan Laut Iran, dengan penuh semangat mewujudkan keamanan Teluk Persia," kata Laksamana Javad Mashidi pada hari Sabtu (14/7).
 
"Dengan mewaspadai trik musuh dan mempertahankan kehadiran besar-besaran di perbatasan maritim Iran, Angkatan Laut Pasdaran akan menjawab setiap potensi ancaman yang ditimbulkan oleh musuh dan agresor," tambahnya.
 
Komandan Iran mencatat bahwa sistem pengumpulan data milik Angkatan Laut Pasdaran mampu memantau semua kegiatan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari Laut Karibia hingga Laut Oman dan Teluk Persia.
 
Selama sebulan terakhir, AS telah menambah lima kapal perang untuk Armada Kelima di Bahrain, dalam upaya untuk meningkatkan kehadiran militernya di Teluk Persia.
 
Washington telah menimbang berbagai alternatif untuk meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, khususnya di Teluk Persia. 


Sumber : Irib

Iran Yakin Bisa Hancurkan Semua Pangkalan AS di Timteng

TEHRAN-(IDB) : Iran mengancam akan menghancurkan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah dan menjadikan Israel sebagai sasaran cuma dalam beberapa menit setelah diserang, kata media Iran, Rabu (4/7/2012). Sementara itu Pengawal Revolusi Iran memperpanjang uji-coba penembakan rudal balistik pada hari ketiga, Rabu.

Israel telah mengisyaratkan kemungkinan menyerang Iran jika diplomasi gagal menghasilkan dihentikannya program nuklir Iran. Amerika Serikat juga telah membicarakan aksi militer sebagai pilihan terakhir, meskipun sering membujuk Israel untuk memberi waktu agar sanksi ekonomi yang ditingkatkan berhasil terhadap Iran.

"Semua pangkalan ini berada dalam jangkauan rudal kami, dan tanah pendudukan (oleh Israel) juga adalah sasaran bagus buat kami," kata Amir Ali Haji Zadeh, Komandan Divisi Udara Pengawal Revolusi, sebagaimana dikutip kantor berita Fars.

Haji Zadeh menyatakan 35 pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal balistik Iran, yang paling canggih yang telah dikatakan para komandan bisa mengenai sasaran yang berjarak 2.000 kilometer.

"Kami telah mengukur jarak untuk mendirikan pangkalan dan menggelar rudal guna menghancurkan semua pangkalan ini dalam beberapa menit setelah serangan," ia menambahkan sebagaimana dilaporkan Reuters.

Tidak jelas dari mana Haji Zadeh memperoleh ukurannya mengenai pangkalan AS di wilayah tersebut. Instalasi militer AS di Timur Tengah berada di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Turki, dan AS memiliki sebanyak 10 pangkalan lagi di Afghanistan serta Kyrgyzstan.

Banyak pengamat pertahanan seringkali ragu mengenai apa yang mereka gambarkan sebagai pernyataan militer yang dibesar-besarkan oleh Iran dan mengatakan kemampuan militer negara Persia tersebut takkan bisa menandingi sistem pertahanan AS yang canggih.

Media Iran melaporkan ujicoba rudal yang berlangsung tiga hari dalam pelatihan militer yang dijuluki "Great Prophet 7", yang melibatkan puluhan rudal dan pesawat tanpa awak buatan dalam negerinya yang berhasil menghancurkan pangkalan udara dalam simulasi.

Korps Pengawal Revolusi Iran menguji-tembak rudal  Shahab 1,2,3, Fateh, Tondar, Zelzal, Khalij-e-Fars dan Qiam selama pelatihan militer "Great Prophet 7" itu. 


Sumber : Kompas

Iran Akan Menduplikat Pesawat Sentinel AS

TEHRAN-(IDB) : Seorang komandan senior dari Korps Pengawal Revolusi Islam (Pasdaran) mengatakan Iran telah memperoleh informasi yang cukup dari pesawat tanpa awak AS yang berhasil ditangkap tahun lalu untuk menduplikasinya.
 
"Pesawat tanpa awak RQ-170 Amerika tidak diragukan lagi akan diduplikasi," kata Panglima Divisi Aerospace Pasdaran Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Selasa.
 
Seraya menepis klaim media asing tentang ketidakmampuan Iran untuk memecahkan kode informasi pesawat tanpa awak itu, Hajizadeh mengatakan, Republik Islam telah membuktikan kehebatannya dengan mengirimkan kode yang membuat pesawat tanpa awak itu mendarat di wilayah Iran.
 
"Yang penting adalah bahwa ratusan teknologi telah digunakan dalam setiap pesawat mata-mata ini yang masing-masing sangat penting secara operasional, informasi, dan teknologi dan kami telah mendapatkan informasi yang musuh tidak ingin kami memilikinya," tambahnya.
 
Menanggapi pertanyaan apakah Iran akan menjual informasi atau teknologi pesawat tersebut ke sejumlah negara seperti Rusia, Hajizadeh menyatakan bahwa keputusan dalam hal ini akan diambil di tingkat yang lebih tinggi dari pemerintah Iran.
 
Pada 1 Juli, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan negara itu telah memperoleh informasi teknis baru dari pesawat tanpa awak AS atau yang disebut dengan Sentinel.
 
Dikatakannya, "Proses pengambilan detail dan spesifikasi teknis dari RQ-170 berjalan normal, dan kami telah mencapai prestasi baru dalam hal ini, namun kami tidak berniat untuk mempublikasikannya."
 
RQ-170 Sentinel ditembak jatuh dengan kerusakan minimal oleh unit perang elektronik Angkatan Darat Iran, Minggu 4 Desember 2011 ketika terbang di atas kota Kashmar, sekitar 140 mil (225km) dari perbatasan Afghanistan.
 
Setelah berhasil mengamankan pesawat tersebut, Iran mengumumkan akan melakukan reverse engineering pada RQ-170 Sentinel, yang didesain mirip pesawat pembom Angkatan Udara AS B-2 stealth.
 
RQ-170 adalah pesawat siluman tanpa awak yang dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan Lockheed Martin.
 
Pesawat tersebut merupakan pesawat mata-mata tercanggih Amerika. Jatuhnya Penangkapan pesawat tersebut oleh pasukan Iran dinilai sangat memalukan bagi Washington.


Sumber : Irib

Iran Uji Rudal Terbaru The Great Prophet 7

TEHRAN-(IDB) : Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menguji coba rudal terbaru mereka, The Great Prophet 7. Uji coba ini ditujukan untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan Iran menghadapi segala bentuk ancaman.

Komandan Divisi Kedirgantaraan IRGC, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, mengatakan uji coba ini dimulai pada Senin kemarin dan berlangsung selama tiga hari. Rudal jarak jauh, menengah, dan pendek, ditempatkan di berbagai wilayah di Iran.

Rudal-rudal itu diluncurkan menuju target di Gurun Semnan, di wilayah utara. "Dengan menembakkan rudal ke basis-basis simulasi, komandan kami akan menilai ketepatan dan efektivitas hulu ledak yang terpasang pada rudal," kata Hajizadeh seperti dikutip Press TV.

Hajizadeh menambahkan, uji coba ini merupakan pesan untuk negara-negara yang selama ini memusuhi negaranya. Pesan itu adalah Iran bertekad melawan dan siap membalas setiap ancaman yang berpotensi merusak. "Jika terjadi insiden, rudal Iran akan turun menyerang mereka seperti guntur," tegasnya.

Hajizadeh mengatakan, pada akhir latihan, jet tempur dan pembom tanpa awak IRGC akan membombardir target yang telah ditentukan.

 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi, mengumumkan kemajuan pengembangan dan pembuatan sistem pertahanan rudal dari Rusia S-300. Rudal itu dikembangkan dengan nama Bavar (Kepercayaan) 373. Militer Iran mengklaim hasil pengembangan itu lebih hebat dari S-300 Rusia.
 

Iran telah menandatangani kontrak senilau US800 juta dengan Rusia pada 2007 untuk mendapatkan sistem pertahanan rudal. Lima S-300PMU telah dikirim ke Teheran. Namun, pada 22 September 2010, Rusia menghentikan pengiriman itu karena larangan sebagaimana tertera pada Resolusi PBB tahun 1929. 


Sumber : Vivanews

Iran Ungkap Temuan Baru Pesawat Siluman AS

TEHRAN-(IDB) : Menteri Pertahanan Iran Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan, Iran telah memperoleh akses ke rincian baru dari pesawat tanpa awak Amerika Serikat RQ-170, yang dibajak tahun lalu.
 
Dia mengatakan, pembedahan sedang dilakukan terhadap pesawat tanpa awak AS untuk memperoleh informasi baru dan data teknis. Namun, kami tidak punya rencana untuk merilisnya ke publik. Demikian dilaporkan IRNA, Ahad (1/7).
 
Berbicara tentang protes Iran kepada Rusia karena penolakan Moskow untuk menyerahkan sistem pertahanan rudal S-300 ke Tehran, Vahidi menuturkan, badan-badan hukum internasional sedang mempelajari kasus ini dan sebuah kewajaran jika membutuhkan waktu lama bagi institusi internasional.
 
Pada kesempatan itu, Vahidi juga menyinggung masalah keamanan di Teluk Persia dan mengatakan, Iran sejauh ini menjadi satu-satunya penjamin keamanan di kawasan itu dan akan menghadapi semua pihak yang membahayakan perairan tersebut.
 
Vahidi mencatat bahwa Iran sangat sensitif terhadap Selat Hurmuz dan memantau dengan teliti atas setiap perkembangan di sana. 


Sumber : Irib

Proyek 10 Kapal Perang Baru Iran Capai 70%

TEHRAN-(IDB) : Wakil Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran urusan teknis, Laksamana Madya Abbas Zamini mengkonfirmasikan produksi dan pelengkapan 10 armada kapal tempur baru domestik menyusul produksi kapal perusak Jamaran dan Velayat.
 
Abbas Zamini dalam wawancaranya dengan Fars News (19/6), menyinggung kemampuan industri angkatan laut negara ini dalam mendesain dan memproduksi berbagai jenis kapal perusak baru dan berbagai jenis kapal pelucur roket dan mengatakan, kapal-kapal perusak baru itu merupakan bagian dalam proyek Moujeh 1 (Gelombang 1) dan dalam proyek Moujeh 2 (Gelombang 2) kapal perusak Velayat tengah diproduksi di kompleks indukstri  maritim Syahid  Tamjidi di Bandar Anzali yang prosesnya telah mencapai 70 persen.
 
Lebih lanjut Zamini mengataan, "Selain itu, tengah diproduksi pula berbagai kapal perusak baru tipe Mouj dan Sina yang masuk dalam proyek Moujeh 3 dan 4."
 
Kapal perusak berikutnya adalah Sahand yang akan diproduksi dalam proyek Moujeh 5 yang menurut rencana akan diselesaikan hingga tahun ini.
 
Zamini juga menyinggung produksi berbagai kapal perusak tipe Sina dalam proyek Moujeh 1, 2, dan 3, yang sedang dalam proses dan menurut rencana akan diproduksi kapal Peykan, Joushan, Darafsh. 
 
Kapal perusak tipe Sina 4, 5, 6, dan tujuh sedang dalam tahap desain dan persiapan produksi.
 
Di akhir pernyataannya, Zamini mengatakan, kapal perusak Sahand dan Sina 7  akan selesai diproduksi hingga akhir tahun ini. 


Sumber : Irib

Iran: Negara Islam Harus Punya Senjata Nuklir

TEHRAN-(IDB) : Iran selama ini dicurigai memiliki senjata nuklir. Oleh negara Barat senjata nuklir tersebut dianggap membahayakan Timur Tengah. Tetapi Iran menilai Negara Islam harus memiliki senjata nuklir.

Alireza Forghani yang seorang penulis dan juga mantan Gubernur Provinsi Kish menilai sesuai apa yang diutarakan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khameni, mengenai kepemilikan senjata nuklir. Forghani menganggap penting fatwa Khamenei tentang senjata nuklir.

"Fatwa dari Imam Khamenei menyebutkan seluruh Negara Islam memiliki darah Islam. Jadi Negara Islam harus bangkit dan menegaskan bahwa bom nuklir adalah hak kami dan hancurkan mimpi dari Amerika Serikat (AS) dan Israel," ujar Forghani dalam essaynya, yang dimuat oleh Fars, seperti dikutip The Daily Caller, Senin (11/6/2012).

"Memiliki senjata nuklir adalah hak kami. Israel seharusnya sudah hancur sejak 30 tahun lalu, tetapi mereka selamat karena memiliki senjata nuklir," lanjut Forghani.

Ini bukan pertama kalinya Forghani mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya ahli strategi dari Ayatullah Khamenei itu mengeluarkan tuntutan untuk membasmi Israel dan seluruh warga Yahudi. Hal ini menurutnya merupakan bentuk serangan pencegahan terhadap Israel.

Forghani pun tidak lupa untuk mengecam AS dengan kepemilikan senjata nuklirnya. Menurutnya Amerika adalah musuh utama bagi Iran. Dirinya mencerca penggunaan senjata bom dari AS yang juga menimbulkan ketakutan, terhadap negara yang ingin mengimbanginya.

"Mengapa hanya mereka yang menyediakan air untuk Amerika yang diperbolehkan memiliki bom (nuklir)? kenapa hanya Pakistan yang menjadi satu-satunya negara Islam yang boleh memiliki bom nuklir? sampai kapan Negara Islam terus takut dan mengikuti perintah Amerika?" tanya Forghani.

Bagi Forghani, saat ini Iran menjadi negara yang terancam oleh Amerika. Dirinya meyakini AS akan mengambil langkah untuk menyerang Negeri Paramullah itu.
 
 
Sumber : Okezone

Kapal Perusak Baru Tengah Dipershapkan Iran

TEHRAN-(IDB) : Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Habibollah Sayyari menyatakan Iran sedang membangun kapal perusak baru. Laksamana Sayyari Sabtu (26/5) mengatakan angkatan laut Iran memproduksi kapal perusak yang lebih maju dan canggih daripada produk sebelumnya Jamaran, yang diproduksi sebagai bagian dari rencana lebih luas untuk meningkatkan kekuatan armadanya di perairan internasional.

Dia mencatat bahwa angkatan laut Iran memulai program swasembada di bidang produksi sistem peralatan militer setelah kemenangan Revolusi Islam tahun 1979.

  Angkatan Laut Iran meluncurkan destroyer Jamaran pertama di perairan Teluk Persia pada Februari 2010. Kapal perusak itu berhasil menyelesaikan misi internasionalnya yang pertama pada tanggal 18 Desember setelah melakukan kontra pembajakan di Teluk Aden.

Kapal perusak berkekuatan 1.420 ton itu merupakan bagian dari armada 16 kapal perang Iran yang dilengkapi dengan radar modern dan kemampuan perang elektronik.


Kapal perang dengan kecepatan tertinggi hingga 30 knot, dan dilengkapi helipad itu memiliki sistem teknologi canggih anti-pesawat, anti kapal permukaan dan anti bawah permukaan. Kapal juga telah dilengkapi dengan meriam dan torpedo laut.


Angkatan Laut Iran melakukan patroli di Teluk Aden sejak November 2008 untuk menjaga kapal dagang dan kapal tanker minyak yang dimiliki atau disewa oleh Iran maupun negara lain. 


Sumber : Irib

Tidak Ada Pangkalan Yang Tidak Dapat Terjangkau Rudal Iran

TEHRAN-(IDB) : Wakil Panglima Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) Brigadir Jenderal Hossein Salami, menekankan kerja keras Syahid Tehrani Moqaddam dan mengatakan, "Sekarang tidak ada pangkalan di kawasan yang tidak dapat dicapai oleh rudal-rudal Iran dan ini semua terilhami dari perspektif syahid Moqaddam."
 
Fars News (26/5) melaporkan, Brigadir Jenderal Hossein Salami, Wakil Panglima Pasdaran dalam acara peringatan syahidnya Tehrani Moqaddam mengatakan, "Ketika syahid Moqaddam menghadapi kegagalan dalam ujicoba rudal, kegagalan tersebut bukan hanya tidak berdampak negatif pada dirinya, melainkan semakin meruncingkan semangat pejuang itu untuk berjuang lebih keras."
 
Menyinggung seluruh upaya yang dilakukan syahhd Moqaddam dalam memproduksi rudal-rudal tipe dari darat ke darat, dari darat ke udara, dan rudal balistik, serta konversi rudal-rudal tersebut menjadi rudal dari darat ke laut, Salami menegaskan, "Sekarang tidak ada pangkalan di kawasan yang tidak dapat dicapai oleh rudal-rudal Iran dan ini semua terilhami dari perspektif syahid Moqaddam." 


Sumber : Irib

Uranium Iran Cukup untuk Lima Bom Nuklir

WINA-(IDB) : Sebuah Lembaga Kemanan Amerika menyatakan Iran secara signifikan telah meningkatkan produksi uranium yang telah diperkaya. Dalam lima tahun terakhir, produksi total uranium Iran cukup untuk setidaknya lima senjata nuklir.

Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Keamanan Internasional (ISIS), yang menyoroti program nuklir Iran, membuat analisis berdasarkan data dalam laporan triwulan terbaru pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dikeluarkan pada Jumat (25/5) lalu.

Dalam laporan tersebut, Iran telah menghasilkan kurang lebih 6,2 metrik ton (6,83 ton) uranium yang diperkaya 3,5 persen sejak tahun 2007. Beberapa di antaranya telah diproses lebih lanjut menjadi kadar yang lebih tinggi.

"Iran memiliki uranium heksafluorida yang diperkaya 3,5 persen. Jika diperkaya lagi, cukup untuk membuat lebih dari lima buah senjata nuklir," kata ISIS dalam analisisnya seperti yang dikutip Reuters Sabtu (26/5).

ISIS mengatakan terdapat penambahan uranium lebih dari 750 kilogram berdasarkan laporan IAEA yang diterbitkan pada bulan Februari lalu. Beberapa uranium Iran dengan kadar lebih tinggi, lanjut ISIS, telah dikonversi menjadi bahan bakar reaktor meski belum digunakan untuk senjata nuklir dalam waktu dekat.

Iran mulai memperkaya uranium dengan konsentrasi fisil 20 persen pada 2010 untuk bahan bakar reaktor penelitian medis. Pengayaan uranium tersebut kemudian diperluas dengan meluncurkan sebuah situs pengayaan uranium bawah tanah di Fordow.

Dalam laporannya, IAEA mencatat, Iran telah melakukan pengayaan uranium lebih dari 50 persen di Fordow. Selain itu Iran memiliki mesin-mesin yang digunakan untuk meningkatkan produksi uranium yang diperkaya hingga 20 persen.

Meski telah membuat beberapa kemajuan, ISIS mengatakan Iran tampaknya masih mengalami masalah dalam pengujian produksi skala unit yang lebih besar untuk menggunakan uranium secara lebih cepat.

Aktivitas nuklir Iran diawasi ketat oleh Barat dan Israel. Barat menilai pengayaan uranium yang dilakukan Iran untuk bahan bakar pembangkit listrik, jika disempurnakan ke tingkat yang jauh lebih tinggi, dapat digunakan untuk bahan bom nuklir. Barat mencurigai hal terakhir adalah tujuan akhir Iran meskipun Republik Islam itu menyangkalnya.


Sumber : Republika

Iran Mampu Produksi Helikopter Tempur

TEHRAN-(IDB) : Wakil Komandan Angkatan Darat (AD) Iran Kioumars Heidari mengatakan, Iran akan melakukan uji coba atas helikopter pertama buatan Negeri Persia itu. Menurut Heidari, uji coba akan dilakukan selama latihan pasukan Angkatan Udara (AU) Iran dalam waktu dekat.

"Ini merupakan helikopter militer pertama yang diproduksi oleh Iran. Model helikoptdr Iran ini mirip dengan helikopter jenis American Bell 209 Sea Cobra yang dilengkap dengan berbagai rudal milik Amerika Serikat (AS)," ujar Heidari, seperti diberitakan Fars yang dikutip Trend, Kamis,(24/5/2012).

Lebih lanjut Heidari menjelaskan, desain dan pembuatan helikopter dilakukan sendiri oleh para ahli Iran. Bahkan, Heidari mengklaim dalam beberapa hal helikopter pertama milik Iran ini unggung dibanding helikopter Apache milik AS.
Namun, Heidari tidak menjelaskan lebih rinci dimana letak keunggulan helikopter milik Iran itu.

"Dalam latihan AU nanti juga akan dilakukan uji coba terhadap rudal dan roket anti-tank. Saat ini Iran tidak akan menggantungkan kebutuhan akan pembuatan helikopter kepada negara manapun," tutur Heidari.

Iran saat ini dikabarkan terus mengurangi ketergantungannya akan berbagai peralatan militer ke negara lain. Sebelum mengumumkan akan melakukan uji coba helikopter pertamanya, pada April lalu Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmadreza Pourdastan diketahui sempat mengatakan, pihaknya akan memodifikasi kendaraan lapis bajanya, Zulfigar.

Bahkan Jenderal Iran itu menjanjikan, pihaknya akan menjadikan Zulfigar sebagai kendaraan lapis baja terbaik di dunia.


Sumber : Okezone

Rencana Penyerangan Iran Sudah Siap

TEL AVIV-(IDB) : Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, menegaskan, rencana serangan militer untuk menghentikan program nuklir Iran sudah siap dan tersedia apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Demikian ditegaskan Shapiro kepada Radio Tentara Israel, Kamis (17/5/2012). Meski demikian, Shapiro menambahkan, penyelesaian diplomatik dan penggunaan tekanan non-militer masih menjadi pilihan utama saat ini.

"Akan lebih baik untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik dan melalui berbagai tekanan daripada penggunaan kekuatan militer," tutur Shapiro.

"Namun, itu tidak berarti bahwa opsi (militer) itu tidak tersedia, bahkan tidak hanya tersedia, tetapi sudah siap. Berbagai langkah perencanaan yang diperlukan sudah dilakukan untuk memastikan bahwa (serangan militer) siap (dilakukan)," tandas dia dalam wawancara yang direkam pada hari Selasa (15/5/2012).

Israel selama ini adalah negara yang paling agresif dalam melontarkan ancaman serangan militer untuk menghentikan paksa program nuklir Iran, yang ia yakini dilakukan Iran untuk membuat bom nuklir. Namun, para pengamat percaya, hanya kekuatan militer AS yang akan mampu menimbulkan kerusakan berarti pada fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Sementara itu, pembicaraan mengenai program nuklir Iran dengan enam negara kekuatan utama dunia (AS, Inggris, Perancis, China, Rusia, Jerman atau P5+1) akan dilanjutkan di Baghdad, Irak, 23 Mei nanti. 


Sumber : Kompas

Iran Produksi Massal Kapal Cepat Peluncur Roket


TEHRAN-(IDB) : Iran kembali menunjukkan kemampuan industri militernya dengan memproduksi secara massal kapal cepat yang dilengkapi kemampuan tinggi menembakkan roket.
 
Laksamana Ali Fadavi Ahad (13/5) mengatakan kapal-kapal cepat dengan tingkat akurasi tinggi berhasil diproduksi secara massal di dalam negeri.
 
"Sejak tiga dekade lalu hingga kini, industri pertahanan Iran berhasil meningkatkan kemampuan kecepatan kapal militer ukuran kecil dengan daya tembak yang akurat, " tegas Fadavi dalam pembukaan seminar nasional "Teknologi Kapal Cepat" di Universitas Teknologi Sharif Tehran.
 
"Amat jarang negara yang memiliki kemampuan memproduksi kapal cepat di bawah 20 meter dengan kemampuan menembakkan roket yang tinggi, dan Iran mampu memproduksinya, " tegasnya.
 
Menurut pejabat senior Pasdaran ini, Iran saat ini sedang memproduksi 20 ribu kapal cepat peluncur roket untuk kepentingan pertahanan. 

Sumber : Irib