Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Tank Leopard Akan Tiba di Indonesia Mulai November

26 September 2012

Tank Leopard 2A4 dan versi yang telah di-upgrade (photo : Militaryphotos)

Jakarta (ANTARA News) - Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.

Kobangdikal Operasikan Simulator Baru

25 September 2012


Naval Air Surface Subsurface Firing System simulator (photo : Data Dinamika)

Simulator Baru, Kobangdikal Gembleng Instruktur dan Operator

Tidak bisa dipungkiri bahwa Alutsista TNI AL yang Heavy Material dan Heavy Technologi,  Kobangdikal melalui Puslatlekdalsen senantiasa meningkatakan profesionalisme dan kemampuan instruktur dan operator yang dimiliki dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan alat simulator baru.

Untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit di bidang alut sista, personil Puslatlekdalsen laksanakan pelatihan pengoperasian pesawat simulator baru di gedung Fatahilah Bumimoro Kobangdikal 

“Keberadaan alat simulator kapal yang ada di Puslatlekdalsen haruslah diawaki oleh personil  yang  benar-benar berkualitas dan kompeten, sehingga bisa menularkan ilmunya pada peserta didik secara benar,” terang Komandan Kobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dalam amanat pada pembukaan pelatihan Naval Air Surface Subsurface Firing System yang dibacakan Komandan Puslatlekdalsen Kolonel Laut (P) Cakra Aria Wibawa di gedung Fatahilah, Kesatrian Bumimoro Kobangdikal, Selasa, (25/9).

Sebanyak 60 orang Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri sipil (PNS) dari Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kobangdikal mengikuti pelatihan Naval Air Surface Firing Systim (pengoperasian prosedur penembakan anti udara), Naval Subsurface Firing Systim (pengoperasian prosedur penembakan senjata bawah air) dan Naval Surface Firing system (Pengoperasian prosedur penembakan Senjata Permukaan).

Menurut Dankobangdikal, Pelatihan yang diperuntukan bagi instruktur, operator dan Maintenece peralatan simulator itu, akan berlangsung selama tiga minggu kedepan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Komandan Puslatlekdalsen Letkol Laut (P) Ari Widiatmoko, para Kepala Departemen (Kadep) dan perwira staf dijajaran Puslatlekdalsen serta para instruktur

Dari jumlah 60 peserta tersebut terdiri  15 orang diantaranya adalah perwira pertama dengan pangkat Lettu  hingga Kapten, 32 orang Bintara, 12 orang tamtama dan satu orang Pegawai Negeri sipil (PNS).

Puslatlekdalsen sebagai salah satu Komando Pelaksana Kobangdikal, bertugas menyelenggarakan Latihsn Praktek dibidang elektronika kendali senjata yang meliputi alat indra, kendali senjata, alat navigasi, komunikasi dan alat kendali permesinan serta menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi hasil latihan aplikasi taktik operasi laut.

Naval Air Surface Subsurface Firing System lanjut, merupakan simulator yang digunakan kapal corvet kelas Sigma untuk peperangan bawah air, permukaan maupun udara. Sistim ini menyediakan semua fasilitas kepada tim Koamando dalam penembakan diantaranya TPO SUT, MK 46, A-244 S untuk senjata Bawah Air, Harpoon, Exsoset, Meriam  120 MM, Meriam 76 MM, Yakont C 802 untuk senjata permukaan  dan Strellla untuk senjata udara.

Mengingat singkatnya waktu pelatihan, Komandan Kobangdikal berharap peserta pelatihan untuk senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh  agar mampu menjadi instruktur bagi siswa Kobangdikal, operator dan maintenence yang handal sehingga proses belar mengajar dapat berjalan dengan baik,” pintanya.

TNI Kembali Akan Lakukan Uji Coba Rudal Yakhont

25 September 2012

Ujicoba penembakan rudal Yakhont pada April 2011 (photo : Keprifoto)

TNI AL Laksanakan Uji Coba Rudal dan Torpedo

TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan perang laut secara besar-besaran dalam Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada tanggal 25 September sampai 22 Oktober 2012. Latihan kali ini akan diikuti dengan pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, Selasa (25/9/2012) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Kasal mengatakan, Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus guna mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji kehandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal.

Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) akan dikerahkan dan 10 di antaranya akan menembakkan peluru kendali. Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.

Sementara pada bagian lain Kasal menyampaikan bahwa pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. “Untuk itu laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan pentahapan latihan, ikuti proses perencanaan dan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan yang sudah disiapkan oleh komando latihan, pahami dan ikuti berbagai prosedur sesuai standar operasi yang sudah ditetapkan, cermati kehandalan berbagai piranti lunak pendukung guna memberikan masukan penyempurnaannya, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendapatkan ide-ide lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya, serta TNI pada umumnya,” tegas Kasal.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya. Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada tahun 2005. Sedangkan tahun 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta tahun 2008 di Pantai Banongan dan tahun 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur.

Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman di manapun dan kapanpun.

Airbus Military - PTDI Simbol Kemesraan indonesia Spanyol

SEVILLA-(IDB) : Kerjasama ini menunjukkan bahwa pemerintah Spanyol menaruh perhatian lebih pada Indonesia, menyadari posisi penting Indonesia dan manfaat hubungan baik dengan Indonesia sebagai mitra.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Adiyatwidi Adiwoso Asmady kepada detikcom seusai upacara serah terima 2 dari 9 pesawat angkut taktis menengah militer CN295 di Airbus Military, San Pablo, Sevilla, Spanyol (19/9/2012).

"Ini suatu perkembangan yang sangat menyenangkan. Dengan adanya kerjasama kembali antara Airbus Military, dulu Casa, dan PTDI ini akan memberi sebuah fondasi baru untuk kepentingan generasi akan datang," ujar Dubes.

Menurut Dubes, proses menghidupkan kembali kerjasama antara kedua pihak untuk membangkitkan kembali industri strategis dirgantara di tanah air itu terhitung sangat cepat.

Diawali dengan pembicaraan antara dia dengan CEO Airbus Military Domingo Urea Raso pada November 2010. Hasilnya, antara November 2010 sampai Juli 2011 telah dilakukan pembahasan detil dan teknis dan dihasilkan MoU pertama. Pada Februari 2012 sudah ditandatangani kontrak kerjasama produksi CN295 antara Airbus Military dan PTDI.

"Sebagai Dubes saya merasa bangga sekali bahwa upaya yang saya rintis sejak 2010 akhirnya membuahkan hasil konkrit. Kita tahu bahwa pada waktu itu PTDI dalam posisi sulit. Dengan hasil ini bisa diperoleh pijakan menuju manfaat lebih besar," imbuh Dubes.

Lanjut Dubes, proses yang demikian cepat itu juga berkat karunia dari Allah dan dukungan bangsa serta pemerintah kedua pihak, karena kerjasama ini betul-betul akan memberi manfaat sangat besar bagi masyarakat.

Dikatakan, bahwa sejak awal perintisan kerjasama tersebut dia memikirkan bukan hanya untuk kepentingan nasional, industri strategis, PTDI dan pekerjanya sejumlah sekitar 4000-an orang, tapi juga memikirkan keluarga mereka yang diperkirakannya ada sejumlah 16.000 orang dengan asumsi satu keluarga empat orang.

"Sumbangsih ini mungkin kecil sekali, tapi ini akan terus bergulir dan mudah-mudahan PTDI akan terus berkembang sehingga karyawannya bisa tumbuh menjadi 10.000 ribu, menyerap angktan kerja dan bisa memberi manfaat bagi sekurangnya 100.000 ribu orang," pungkas Dubes.

Serah terima CN295 dilakukan antara Airbus Military Vice President Head of Programmes Light & Medium and Derivatives Rafael Tentor dengan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan kunci pesawat pertama secara simbolik diserahkan kepada Dirut PTDI Budi Santoso.

Kementerian Pertahanan RI mengorder 9 pesawat angkut taktis menengah militer CN295 senilai US$325 juta untuk memperkuat TNI AU. Sejauh ini crew PTDI sudah terlibat dalam produksi mulai unit ke-2 di Airbus Military, sementara PTDI menyiapkan lini produksi CN295. Mulai pesawat unit ke- 7 sepenuhnya sudah bisa digarap di Bandung.



Sumber : Detik

Wamenhan: CN295 Ini Batu Loncatan Industri Pertahanan RI

SEVILLA-(IDB) : Serah terima 2 pesawat angkut taktis menengah CN295 ini merupakan batu loncatan untuk peningkatan industri pertahanan Indonesia dan kerjasama strategisnya dengan Airbus Military.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dalam sambutan upacara serah terima dengan Airbus Military Vice President Head of Programmes Light & Medium and Derivatives Rafael Tentor di Airbus Military, San Pablo, Sevilla, Spanyol, Rabu (19/9/2012)

"Kesembilan pesawat CN295 hasil kerjasama PTDI dan Airbus Military ini dipesan oleh Kementerian Pertahanan untuk memenuhi target modernisasi TNI dan memenuhi makna angkatan bersenjata," ujar Wamenhan.

Atas nama pemerintah Indonesia, Wamenhan juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pemerintah Spanyol atas dukungannya untuk program ini, juga kepada PTDI dan Airbus Military, tidak hanya untuk 9 pesawat tersebut tetapi juga kerjasama strategis jangka panjang.

Sebagaimana disampaikan Atase Pertahanan RI di Madrid Kolonel CAJ Erry Herman kepada detikcom, pesawat angkut taktis menengah militer ini selanjutnya akan memperkuat TNI AU untuk berbagai keperluan militer, logistik, misi evakuasi kemanusiaan dan medis di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu Vice President Airbus Military Rafael Tentor dalam sambutannya mengatakan, penyerahan 2 pesawat ini adalah bagian dari total penjualan 9 pesawat CN295 kepada Indonesia, dimana penyerahan akhir akan dilakukan pada musim panas 2014.

"Pengiriman pesawat ini merupakan langkah penting dalam kerjasama Airbus Military dengan PTDI dan kami sangat berharap dapat meningkatkan kerjasama di tahun-tahun mendatang," ujar Tentor.

Generasi baru CN295 adalah pesawat ideal untuk misi militer dan sipil antara lain operasi bantuan kemanusiaan, patroli laut, dan misi pengintaian lingkungan. Kedua pesawat ini diharapkan sudah bisa dipresentasikan pada HUT TNI 5 Oktober mendatang.

Berkat ketahanan dan kehandalan, dan sistem yang sederhana, pesawat taktis menengah ini memberi versalitas dan fleksibilitas luas yang diperlukan bagi personel, pasukan dan kargo, evakuasi korban, komunikasi dan tugas-tugas logistik serta air-dropping.

Ikut hadir delegasi High Level Committee (HLC) antara lain Dirjen Renhan Marsda Sunaryo, Ka Baranahan Kemhan Mayjen Ediwan Prabowo, Aslog Kasad Mayjen Joko Sriwidodo, Aslog Kasau Marsda JFP Sitompul, Kabag Fora Set Baranahan Kemhan Kolonel Laut (E) Listyanto, dan Kasubag Duk Mayor Laut (KH) Isam Hadi, Deputi Bidpol Hukum dan Hankam Bappenas RI Rizky Ferianto, dan Kasubditwas Lembaga Pemerintah Bidang Hankam BPKP Bea Rejeki Tirta Dewi.

Kemudian Duta Besar Adiyatwidi Adiwoso Asmadi, Atase Pertahanan RI Kolonel CAJ Erry Herman, Dirut PTDI Budi Santoso, Direktur Aerostruktur Andi Alisjahbana, Sales Marketing Aircraft Integration Ariwibowo, dan Asisten Dirut Hubungan Kepemerintahan Irzal Rinaldi.

Selain itu juga dari Bank BRI selalu pihak finance yang menyediakan bridging loan: Managing Director BRI Asmawi Syam, Senior Vice President Susy Liestiowaty, dan Senior Vice President M. Sodo Harisetyanto.



Sumber : Detik

13 Negara Ikuti Kejuaraan Terjun Payung Militer

JAKARTA-(IDB) : Olahraga terjun payung sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan fisik

Sedikitnya 13 negara mengikuti Kejuaraan Terjun Payung Militer Asia, yang diselenggarakan  oleh Dewan Olahraga Militer Internasional (Conseil International du Sport Militaire/CISM), yang digelar bersamaan dengan Kejuaraan Terjun Payung TNI Terbuka 2012.


"Kejuaraan ini diikuti oleh 72 atlet putra dan 13 atlet putri dari 13 negara, dan diselenggarakan sejak 23 hingga 30 September 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai membuka dua kejuaraan terjun payung itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.


Peserta kejuaraan Terjun Payung Militer Asia pertama ini, berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Kazakstan, Srilanka, Australia, Jepang, Indonesia, Qatar, Filipina, dan lainnya.


Menurut dia, tidak semua peserta berasal dari negara yang merupakan anggota CISM.


Sehingga pihaknya juga mengadakan kejuaraan terjun payung terbuka, agar bisa diikuti oleh negara non-anggota CISM.


Tujuan kejuaraan tersebut antara lain untuk membangun persahabatan antarnegara, demi meningkatnya kualitas olahraga terjun payung, serta memperluas promosi terkait citra TNI dan CISM.


"Kita ingin memupuk kerja sama, di antara negara-negara anggota Asia pada khususnya dan seluruh komunitas internasional pada umumnya, di bidang terjun payung militer. Saya yakin olahraga ini bisa meningkatkan rasa saling percaya, di antara miiliter-militer di dunia. Kejuaraan terjun payung akan terus digelar untuk menambah jumlah negara peserta," katanya.


Persiapan kontingen dari Indonesia sendiri, lanjut Panglima, Indonesia diuntungkan oleh beberapa event sebelumnya, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), dimana banyak anggota TNI yang terlibat di dalam PON.


"PON merupakan salah satu ajang juga yang bisa kita gunakan untuk persiapan," tuturnya.


Ketika ditanya negara mana yang paling berat, tambah dia, olahraga terjun payung itu sangat tergantung oleh kondisi alam, skill, dan kondisi fisik.


Belum tentu hasil latihan dengan hasil pertandingan sama, karena menghadapi situasi yang berbeda, ujarnya.


Kontingen Indonesia yang mengikuti kejuaraan itu, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan kontingen dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).



Sumber : Berita Satu

Apache for Indonesia : Types AH-64D Block III Longbow and Fully Armed

22 September 2012

AH-64D Block III Longbow (photo : global military review)

WASHINGTON– The Defense Security Cooperation Agency notified Congress September 19 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia of 8 AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters and associated equipment, parts, training and logistical support. The estimated cost is $1.42 billion.

The Government of Indonesia has requested a possible sale of 8 AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters, 19 T-700-GE-701D Engines (16 installed and 3 spares), 9 Modernized Target Acquisition and Designation Sight/Modernized Pilot Night Vision Sensors, 4 AN/APG-78 Fire Control Radars (FCR) with Radar Electronics Units (Longbow Component), 4 AN/APR-48A Radar Frequency Interferometers, 10 AAR-57(V) 3/5 Common Missile Warning Systems (CMWS) with 5th Sensor and Improved Countermeasure Dispenser, 10 AN/AVR-2B Laser Detecting Sets, 10 AN/APR-39A(V)4 Radar Signal Detecting Sets, 24 Integrated Helmet and Display Sight Systems (IHDSS-21), 32 M299A1 HELLFIRE Missile Launchers, and 140 HELLFIRE AGM-114R3 Missiles.

Also included are Identification Friend or Foe transponders, 30mm guns and ammunition, communication equipment, tools and test equipment, training devices, simulators, generators, transportation, wheeled vehicles, organizational equipment, spare and repair parts, support equipment, personnel training and training equipment, U.S. government and contractor engineering, technical, and logistics support services, and other related elements of logistics support. The estimated cost is $1.42 billion.

This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United Statesby helping to improve the security of a friendly country which has been, and continues to be, an important force for political stability and economic progress in Southeast Asia.

The proposed sale provides the Government of Indonesia with assets vital to protect and deter both external and other potential threats. Indonesia will use these APACHE helicopters to defend its borders, conduct counterterrorism and counter-piracy operations, and control the free flow of shipping through the Strait of Malacca.

The materiel and services under this program will enable Indonesia to become a more capable defensive force and will also provide key elements required for interoperability with U.S. forces.

The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

The prime contractors will be The Boeing Company in Mesa, Arizona; Lockheed Martin Corporation in Orlando, Florida; General Electric Company in Cincinnati, Ohio; Lockheed Martin Millimeter Technology in Owego, New York; and Longbow Limited Liability Corporation in Orlando, Florida. Implementation of this proposed sale may require the assignment of five U.S. contractor representatives and three U.S. Government representatives in country full-time for equipment checkout, fielding, and technical
support.

There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.

This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.

(DSCA)

Dua Howitzer Caesar 155 mm Tiba di Jakarta

22 September 2012

Howitzer Caesar 155mm buatan Nexter Prancis (all photos : ARC)

JAKARTA– Dua howitzer tipe truck mounted berkaliber 155mm tiba di bandara Halim Perdana Kusumah,  jakarta diangkut dengan pesawat Rusia tipe Il-76. Howitzer Caesar buatan Nexter Prancis ini digolongkan sebagai Self Propelled Howitzer/howitzer yang dapat bergerak sendiri dengan bentuk yang lebih inovatif dibandingkan howitzer jenis tersebut yang sebelumnya menggunakan roda rantai (tracked).

Sejalan dengan percepatan modernisasi TNI, maka Angkatan Darat direncanakan mendapatkan  dua batalion howitzer Caesar ini. Satu batalion Artileri Medan terdiri dari 3 baterai, dimana 1 baterai terdiri dari 6 meriam, dengan demikian jumlah howitzer Caesar untuk TNI AD akan mencapai jumlah 36 unit.

Saat ini TNI AD memiliki 2 batalion howitzer gerak sendiri, masing-masing adalah Yon Armed 7/105 GS di Cikiwul Bekasi (Kodam Jaya), dan Yon Armed 5/105GS Cimahi Jawa Barat (Kodam Siliwangi). Howitzer yang digunakan adalah AMX Mk-61 eks Belanda berjumlah 50 unit yang diperoleh pada akhir 1970-an hingga tahun 1982. Howitzer beroda rantai dengan berat 13,7 ton ini memiliki meriam kaliber 105mm.

TNI AD juga memiliki howitzer caliber 155mm tipe tarik (towed) yang diperoleh dari Singapura pada tahun 1997. Howitzer FH-88 ini (di Indonesia sering disebut FH-2000) mempunyai bobot 12,9 ton dan digunakan oleh Batalyon Armed 9 Kostrad di Sadang, Purwakarta.


Menilik dari jangkauan tembakan maka pilihan atas howitzer Caesar ini menjadikan korps Artileri Medan memiliki jangkauan tembakan yang meningkat drastis. Bila AMX Mk-61 hanya mempunyai jangkauan tembakan 15km, dan FH-88 mempunyai jangkauan tembakan maksimal 30 km, maka Caesar mampu melakukan tembakan dengan jangkauan hingga 42-50 km. Jauh-dekatnya jangkauan tembakan ditentukan pula oleh pilihan proyektil yang dipakainya.

Howitzer Caesar juga digunakan oleh Thailand, negeri gajah putih tersebut membeli 6 unit pada tahun 2006 dan semua unit telah diterima pada tahun 2010. Pembelian oleh Thailandini merupakan perolehan order ekspor pertama-kali bagi Caesar.

Howitzer Caesar bersifat air-transportable, dapat diangkut dengan pesawat seperti C-130 Hercules ataupun A-400M, ini sangat memudahkan bagi howitzer ini untuk dapat disebar ke daerah konflik dengan cepat.
  
Dua howitzer Caesar yang telah datang di Indonesia ini akan mengikuti parade militer pada hari ulang tahun TNI tanggal 5 Oktober 2012. Setelah parade militer tersebut, Caesar dapat dilihat dari dekat oleh public pada Pameran Alutsista di Lapangan Monas pada tanggal 6-8 Oktober 2012.

(Defense Studies)

Keel Laying Kapal Tunda Kedua untuk TNI AL di PT PAL

22 September 2012

Sesuai dengan Minimum Essential Force maka jumlah kapal tunda samudera TNI AL akan ditambah sehingga menjadi tujuh unit (photo : Ivan Meshkov)

TNI AL Pesan Dua Unit Kapal Tunda PT PAL Indonesia

TNI Angkatan Laut memesan dua Kapal Tunda Samudera kepada PT PAL Indonesia (Persero). Sebagai tanda dimulainya pembangunan kapal tersebut diselenggarakan Keel Laying yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Bengkel Assembly CBL, Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya, Jumat (21/9).

 Kapal ini merupakan kapal kedua dari dua unit kapal tunda 2400 HP yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut berdasarkan surat perjanjian jual beli nomor: KTR/1055/02-48/XII/2011/Disadal. Kontrak jual beli ini efektif berlaku sejak tanggal 20 Desember 2011 lalu, antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Disadal) dan sesuai rencana akan diserahkan bulan Juni 2013.

Kapal tunda yang diawaki 10 personel ABK tersebut, memiliki ukuran panjang keseluruhan 29.00 meter, panjang garis air 26.50 meter, lebar 9.00 meter, tinggi sampai geladak utama 4.50 meter, sarat air desain 3.50 meter, tinggi ruang akomodasi 2.50 meter, dan memiliki bollard pull (daya tarik) pada daya maximum motor pokok (100 % MCR) sekitar 30 ton pada kondisi sarat desain.  Kecepatan normal operasi (free running) 100% MCR pada sarat kondisi muatan 50% adalah 12 knot, pada perairan dalam dan tenang serta kondisi cuaca tidak melebihi skala Beaufort 2. Kecepatan menunda ≥ 5 knot.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara Keel Laying, di Bengkel Assembly Curve Bock Line (CBL) Divisi Kapal Niaga oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto bersama Direktur Produksi PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Edy Widarto, disaksikan Kasal Laksamana TNI Soeparno, Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Firmansyah Arifin, Wakil Komisaris PT PAL Indonesia (Persero) Laksamana Muda TNI (Purn) Sunardjo, serta undangan lainnya.

Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Ir. Firmansyah Arifin memiliki komitmen untuk selalu mendukung agar bangsa ini mandiri dalam pemenuhan kebutuhan alutsista, hal tersebut telah dibuktikan oleh PT PAL Indonesia (Persero) dengan mempersembahkan karya terbaiknya berupa: 12 (dua belas) unit kapal patrol cepat 57 meter (FPB 57) dan Kapal Landing Platform Dock 125 meter kepada jajaran TNI Angkatan Laut.

“Sebagai wujud keseriusan PT PAL Indonesia (Persero) dalam ikut berpartisipasi aktif untuk memenuhi kebutuhan alutsista Kementerian Pertahanan khususnya kebutuhan kapal-kapal TNI AL, maka kami akan segera mengirimkan tenaga ahli dari PT PAL ke Belanda untuk melaksanakan Transfer of Technology (ToT) pembangunan Kapal Perusak Kawal Rudal 105 meter. Dimana dua orang akan mendalami bidang Manajerial, 10 orang untuk desain dan kombatan serta 29 orang untuk produksi,” katanya.

Ir. Firmansyah Arifin juga berharap, dalam kesempatan mendatang PT PAL Indonesia (Persero) masih terus dipercaya dan dapat berpartisipasi aktif untuk memenuhi kebutuhan alutsista Kementerian Pertahanan khususnya kebutuhan kapal-kapal TNI Angkatan Laut, termasuk rencana program pembangunan kapal Perusak Kawal Rudal 105 meter (PKR 105) dan pembangunan kapal selam. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan PT PAL Indonesia (Persero) dalam penguasaan teknologinya.

Indonesia Akan Segera Akuisisi 8 Unit Apache AH-64D

NEW YORK-(IDB) : Indonesia akan membeli delapan helikopter Apache dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menjadi sebuah tanda bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan menyangkut peningkatan keamanan kawasan.

Menurut laporan AFP seperti yang dipantau ANTARA, Kamis, pembelian itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa di Washington, Kamis.

Hillary mengatakan Pemerintah AS telah "menginformasikan kepada Kongres tentang potensi penjualan delapan helikopter AH-64D Apache Longbow kepada pemerintah Indonesia."

"Perjanjian ini akan memperkuat kemitraan menyeluruh kita dan membantu meningkatkan keamanan di kawasan," ujar Hillary.

Ia tidak menyebutkan nilai penjualan kedelapan Apache yang akan dibeli oleh Indonesia itu.

Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Hillary Clinton pada Kamis masing-masing memimpin delegasi kedua negara melakukan Pertemuan Komisi Bersama (JCM) RI-AS yang ketiga setelah mereka sebelumnya melakukan pertemuan sdrupa di Washington DC pada tahun 2012 dan di Bali tahun 2011.

Komisi Bersama itu merupakan mekanisme kerangka kemitraan menyeluruh, yang secara resmi diluncurkan tahun 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Barack Obama ketika Obama berkunjung ke Indonesia.

Sementara itu, seperti yang diungkapkan Departemen Luar Negeri AS pada laman mereka, Hillary menyebut Indonesia sebagai "mitra yang alami" bagi AS dan menekankan pentingnya hubungan kedua negara menyangkut stabilitas kawasan.

"Sebagai negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia, kita adalah mitra alami, dan Amerika Serikat melihat Indonesia sebagai landasan bagi stabilitas di kawasan Asia Pasifik," ujarnya.

Menlu Hillary mengatakan hubungan AS dengan Indonesia adalah pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebutkan, sejak tahun 2000, perdagangan bilateral kedua negara telah berlipat ganda hingga mencapai 27 miliar dolar AS (sekira Rp257,9 triliun) tahun lalu.

"Perjanjian senilai 21 miliar dolar (Rp200,6 triliun) antara Lion Air dan Boeing merupakan yang terbesar dalam sejarah Boeing," ujar Hillary.

Boeing mencetak rekor penjualan dalam sejarahnya --baik dalam nilai transaksi maupun jumlah unit yang dipesan, setelah maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, memesan 230 unit pesawat buatan Boeing, yaitu terdiri dari 201 unit jenis 737 MAX dan 29 unit Next Generation 737-900.

Penandatangan perjanjian pembelian itu dilakukan oleh Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, dan Wakil Presiden Boeing, Roy Connor, dengan disaksikan oleh Presiden Barack Obama di sela-sela KTT Asia Timur di Bali pada November 2011.

"Sektor gas alam Amerika telah menarik investasi dari perusahaan-perusahaan energi Indonesia di sini. Sebuah Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Celanese, yaitu sebuah perusahaan Amerika, kemungkinan mengarah kepada fasilitas baru bernilai miliaran dolar yang akan mengubah batu bara menjadi etanol," tambah Hillary.

Menlu Marty Natalegawa sepakat dengan mitranya itu bahwa Indonesia dan AS memiliki kemitraan yang kuat.

"Kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak dan pada saat yang sama meluas di luar tingkat bilateral, ditambatkan dan dikendalikan oleh keyakinan kuat kedua negara bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik," kata Marty. 



Sumber : Antara

Kasum TNI Tutup Hanudnas Tutuka XXXVI 2012

JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI), Marsekal Madya TNI Daryatmo, menutup Latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) “Tutuka” XXXVI Tahun 2012.

Kasum TNI mewakili Panglima TNI pada upacara penutupan latihan yang berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/9).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam amanat tertulisnya, mengatakan keberhasilan Latihan Pertahanan Udara Nasional tahun 2012 tidak terlepas dari keseriusan para prajurit. Para prajurit memiliki semangat, disiplin dan motivasi dalam berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengharapkan melalui kegiatan latihan akan mengasah kemampuan taktik dan strategi, Komando dan Pengendalian serta Manajerial Lintas Angkatan.

Dengan berakhirnya latihan ini, menurut Panglima TNI, akan menghasilkan kesatuan pandang terhadap pelaksanaan operasional antar Matra Terpadu sekaligus sebagai forum untuk mendiskusikan permasalahan yang timbul secara nyata di lapangan dalam rangka meningkatkan profesionalitas keprajuritan.

Di samping itu, hasil latihan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan penyempurnaan doktrin operasi udara serta doktrin pendukung lainnya.

Menurut Agus Suhartono, tugas-tugas Kohanudnas ke depan akan semakin berat dan kompleks. Sebab akan dihadapkan dengan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis yang selalu berubah-ubah.

Hal ini ditandai dengan sering munculnya berbagai ancaman terhadap wilayah udara yurisdiksi nasional berupa pelanggaran wilayah udara, peredaran satelit mata-mata serta tantangan kemajuan industri dan teknologi pertahanan udara yang begitu cepat sampai pada kemungkinan terjadinya perang elektronika, baik dalam skala terbatas maupun luas dan terbuka.

Panglima TNI juga memberikan penekanan kepada para prajurit agar terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya berkaitan dengan kedirgantaraan yang kemajuannya sudah begitu pesat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan profesionalitas keprajuritan dalam rangka Trimatra Terpadu, guna menghadapi tantangan tugas ke depan.

Panglima TNI juga meminta prajuritnya agar mengadakan koordinasi secara terus-menerus dengan semua unsur dan institusi TNI. Hal ini bertujuan agar terwujud keterpaduan dan sinkronisasi dalam setiap bentuk penugasan TNI.

Selain itu, prajurit TNI juga diminta untuk menindaklanjuti hasil evaluasi yang diperoleh selama latihan baik yang bersifat positif maupun negatif dari penyelenggara maupun pelaku serta pendukung latihan.

“Jaga soliditas dan solidaritas antar Agkatan agar terwujud sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas dengan berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” kata Panglima TNI seperti dilansir dalam siaran pers Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Minulyo Suprapto, yang diterima Jurnal Nasional.


Sumber : Jurnas

Satu Baterai Rudal Starstreak Masuk ke Arhanudse Kodam Jaya

21 September 2012

Rudal Starstreak II versi vehicle mounted (photo : Thierry Lachapelle)

Jam Komandan Yonarhanudse 10/1/F

KODAM JAYA - Komandan Yonarhanudse 10/1/F Letkol Arh I Made Kusuma D.G., memberikan Jam Komandan kepada seluruh personelnya. Acara yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan ini dihadiri oleh 453 personel dengan sangat antusias, bertempat di aula Yonarhanudse-10/1/F, Selasa (07/08).

Adabeberapa hal terpenting yang disampaikan oleh Danyon Arhanudse 10/1/F yang berhubungan dengan kegiatan Batalyon ke depan.

Pertama, bahwa untuk menjadi prajurit yang profesional, seluruh prajurit harus terdidik dan terlatih, hal ini sesuai dari pengarahan dari Kasad pada saat Rabiniscab terpusat.

Kedua, mengenai pembelian Alutsista bagi jajaran Arhanud yang telah disahkan oleh Kasad serta berhubungan dengan masuknya Rudal Starstreak ke Batalyon Arhanudse 10/1/F sebanyak 1 (satu) Baterai.

Hal berikutnya adalah penekanan agar seluruh prajurit menjauhi pelanggaran sekecil-kecilnya. Prajurit profesional adalah prajurit yang tidak memiliki pelanggaran.

(TNI)

US Agrees to Sell 8 AH-64D to Indonesia

21 September 2012

Boeing AH-64D Apache (photo : Militaryphotos)

US Agrees to Sell Indonesia 8 Apache Helicopters

(Reuters) - The United Statessaid on Thursday it will sell Indonesiaeight AH-64/D Apache helicopters to strengthen security ties with the largest country in Southeast Asia and the world's most populous Muslim-majority nation.

Secretary of State Hillary Clinton, speaking during a meeting with Indonesian Foreign Minister Marty Natalegawa in Washington, said Congress had been notified of the intent to sell the aircraft.

"This agreement will strengthen our comprehensive partnership and help enhance security across the region," Clinton said.

President Barack Obama's administration has sought to buttress defense ties with Indonesiaas it refocuses its attention toward the Asia-Pacific following long years of war in Iraq and Afghanistan.

The United Stateshas stepped up military cooperation with traditional allies such as the Philippines and Australia, and joined regional efforts to press Chinato accept a multilateral framework for solving flaring territorial disputes in the South China Sea.

Clintondid not reveal an estimated cost for the Apache deal, which Indonesian media have reported has been in the works for months. The attack helicopters, used by militaries around the world, are made by Boeing.

The United Stateslast year announced it was giving Indonesiatwo dozen second-hand F-16 fighter planes, with Jakarta covering the estimated $750 million needed to refurbish the late-model fighters and overhaul their engines.

U.S.officials say the delivery of U.S.hardware will improve cooperation and information-sharing between the U.S. and Indonesian militaries as they face common security threats.

The announcement of the helicopter sale came as Clinton and Natalegawa wound up the third regular U.S.-Indonesia joint commission meeting, with both saying that ties between the two countries had grown stronger.

Clinton, who visited Indonesiathis month as part of an Asia-Pacific tour, said trade topped $26 billion last year and that the United States would invest $600 million over the next five years in Indonesian clean energy development, child health and nutrition programs and government transparency initiatives under its Millennium Challenge aid program.

Indonesiahas been among the nations hit by violent anti-American protests over the past week to protest against a U.S.-made video seen as critical of Islam.

Clinton said that the United Stateshad decided to temporarily close its diplomatic facilities in the country on Friday in case further protests erupt. But she praised Jakarta for its response to the crisis.

"We are very grateful for not only the cooperation and the protection that has been provided to our facilities, but also for the strong statements condemning violence," Clinton said.

Menhan Terima Dubes Rusia Untuk Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Kamis (20/9), menerima Dubes Rusia untuk Indonesia, Y.M.  Alexander A. Ivanov, di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
Maksud kunjungan Dubes Rusia dalam rangka berpamitan sehubungan dengan berakhirnya penugasannya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk  Indonesia.

Pada saat menerima tamunya, Menhan didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Mayjen TNI Hartind Asrin, Karo TU Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto, M.A.,M.Ed 

Di Tempat Yang Sama Menhan Terima Kasad Thailand, Bicarakan Kerjasama Pertahanan

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Kamis (20/9), menerima Kepala Staf Angkatan Darat Thailand, General Prayuth Chan-o-cha beserta rombongan di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
 
Maksud  kunjungan Kasad Thailand   dalam rangka  meningkatkan hubungan dan kerjasama di bidang pertahanan kedua negara antara lain dengan menggembangkan  latihan bersama Pasukan Khusus kedua negara.

Selain itu, Kasad Thailand menyampaikan terima kasih kepada Indonesia, karena saat ini hubungan antara Thailand dan Kamboja sudah mulai membaik, setelah kedua negara sepakat melaksanakan Package of solution yang ditawarkan Indonesia untuk mengatasi permasalah antara Thailand dan Kamboja.

Pada saat menerima tamunya Menhan didampingi Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Asisten Personel (Aspers) Kasad, Mayjen TNI Sunindyo, Asisten Pengamanan (Aspam) Kasad Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Kapuskom Publik Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin dan Karo TU Sekjen Kemhan Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto, M.A.,M.Ed.



Sumber : DMC

Pemerintah Dan DPR Sepakat RUU Industri Pertahanan Disahkan

JAKARTA-(IDB) : Setelah melalui pembahasan dan perdebatan yang ketat, Pemerintah yang diwakili Menteri Pertahanan  RI Purnomo Yusgiantoro didamphngi Dirjen Pothan Kemhan DR. Ir. Pos M. Hutabarat bersama sejumlah jajaran kementerian terkait lainnya, pada Rapat Kerja dengan Komisi I DPR-RI, Rabu (19/9) di Jakarta, mencapai kata sepakat bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Industri Pertahanan yang terdiri dari 10 Bab dan 79 Pasal, dibawa dalam pembicaraan Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan untuk kemudian disahkan menjadi Undang-Undang sebelum 5 Oktober mendatang. 

Menurut Menhan dalam sambutan singkatnya, RUU ini akan menjadi tahap penting bagi 3 pilar industri pertahanan, yaitu pemerintah, pengguna serta kalangan industri. 

Sehingga diharapkan, rancangan ini dapat menjadi landasan bagi pemerintah dalam hal penentuan kebijakan untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.



Sumber : DMC

Menhan Membuka Seminar Internasional "Perdamaian, Stabilitas di Laut China Selatan dan Asia Pasific"

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membuka Seminar Internasional bertemakan “Peace, Stability in the South China Sea and Asia Pasific: Asean Unity and regional power engagement in the region” yang diselenggarakan oleh Centre for Asian Strategic Studies (CASS)-India bekerjasama dengan Institute of Defense and Security Studies (IODAS) dan Indonesia Maritime Studies (IMS), Kamis (20/9) di Jakarta.
 
Seminar ini yang berlangsung selama sehari dan menghadirkan sejumlah pembicara dari Indonesia dan luar negeri tersebut membahas berbagai isu terkait peran sentral ASEAN dalam struktur keamanan regional. Seminar ini menjadi ajang pertukaran ide-ide untuk mencari mekanisme dan solusi baru guna menyelesaikan sengketa Laut China Selatan sehingga mampu menciptakan kawasan yang damai dan stabil di Asia Pasifik untuk kerjasama yang lebih baik antara ASEAN dan negara kawasan.

Menhan dalam sambutannya mengatakan, sengketa di wilayah Laut China Selatan merupakan kepentingan langsung dari negara-negara klaim, dan Indonesia tidak termasuk di dalamnya, namun demikian perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut adalah menjadi kepedulian yang sah bagi negara-negara lain yang juga berkepentingan di wilayah tersebut.

Wilayah Laut China Selatan merupakan salah satu jalur laut tersibuk di dunia. Selain digunakan oleh sejumlah besar negara dari dalam wilayah, jalur tersebut juga digunakan oleh negara di luar wilayah. Oleh karena itu, menurut Menhan pembahasan mengenai pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan selayaknya tidak dapat dibatasi hanya untuk negara-negara klaim saja, namun melibatkan juga negara non-klaim dan pihak non-pemerintah.

Menhan juga berharap ASEAN dapat menegaskan kembali konsensus pada enam prinsip, yaitu (1) pelaksanaan penuh dari DOC (2002), (2) pedoman untuk pelaksanaan DOC (2011), (3) kesimpulan awal dari Regional COC, (4) penghormatan penuh terhadap prinsip-prinsip yang diakui secara universal dalam hukum internasional, termasuk UNCLOS (1982); terus menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan oleh semua pihak dan (6) resolusi sengketa damai.

Menurut Menhan dalam waktu dekat, penting bagi ASEAN memberikan prioritas untuk finalisasi perumusan kode etik regional di Laut China Selatan dan keterlibatan China sesegera mungkin. Kode etik ini akan dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk mencegah agar sengketa yurisdiksi yang tertunda mulai dari ketegangan serius sampai konflik terbuka di Laut China Selatan.



Sumber : DMC

Armada Timur Bersiap Lakukan Latihan Penembakan Torpedo

20 September 2012

Pengecekan persiapan penembakan torpedo kepala dari Kapal Cepat Torpedo (photos : Armatim)

Komandan Satgas Latihan Parsial Penembakan TPO SUT Cek Kesiapan Unsur

Menjelang mendekati pelaksanaan latihan parsial penembakan Torpedo (TPO) SUT kepala latihan, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Parsial Penembakan TPO SUT Kepala Latihan Kolonel Laut (P) Syufenri, S.Sos yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dengan didampingi Wakil Komandan Satgas Letkol Laut (P) Iwa Kartiwa, SH mengecek kesiapan unsur yang terlibat dalam kegiatan latihan tersebut, Kamis (20/9).

Unsur yang terlibat dalam latihan parsial penembakan torpedo SUT kepala latihan tersebut, yaitu KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak-653. Adapun sebagai unsur pendukung dalam kegiatan latihan itu ada tiga kapal perang (KRI) yang turut terlibat, yaitu masing-masing KRI Hiu-804, KRI Sura-802, dan KRI Soputan-923.


Dalam pengecekan ke unsur-unsur tersebut, Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri juga melihat langsung aktivitas dan sekaligus mengarahkan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan kesiapan latihan. Dengan antusias, nampak para prajurit dari jajaran Satuan Kapal Selam dan Satuan Kapal Cepat Koarmatim beserta pendukung lainnya, senantiasa mencermati dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Dilaksanakannya latihan parsial penembakan torpedo SUT kepala latihan ini, yaitu dalam rangka untuk persiapan latihan Armada Jaya XXXI TA. 2012. Karena dalam latihan tersebut, akan dilaksanakan penembakan torpedo sut dengan sasaran permukaan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak,”kata Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri.

KRI Ajak 653, Kapal Cepat Torpedo (photo : Kaskus Militer)

Ditegaskan pula oleh Komandan Satgas, bahwa urgensi latihan parsial penembakan torpedo SUT kepala latihan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak ini, yaitu untuk menguji kemampuan kesenjataan dan profesionalisme pengawak alutsista. “Untuk itu, saat ini kita cek kesiapan unsur-unsur yang terlibat dalam latihan tersebut,”tegas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditambahkan oleh Komandan Satgas, bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini, yaitu terwujudnya kesiapan sistem kendali senjata torpedo sut di KRI Nanggala dan KRI Ajak. Disamping itu juga akan terpeliharanya kemampuan profesionalisme prajurit di ke dua kapal perang tersebut dalam melaksanakan prosedur penembakan torpedo SUT.

RUU Industri Pertahanan Akan Pangkas Peran Agen

JAKARTA-(IDB) : Kementerian Pertahanan mengklaim jika disetujui dan disahkan menjadi undang-undang, maka RUU Industri Pertahanan akan memangkas habis agen dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) di Indonesia. "Salah satu tujuannya memang untuk menghalangi agen yang merugikan negara," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Hartind Asrin saat dihubungi oleh Tempo, Rabu, 19 September 2012.

Dia meminta masyarakat tidak langsung curiga dengan RUU ini. Sejumlah pihak misalnya mempersoalkan rencana pengalihan tanggungjawab pembinaan industri pertahanan, dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara menjadi ke Kementerian Pertahanan. Ada yang menganggap rencana itu akan membuka kembali peluang para purnawirawan TNI berbisnis. "Pengalihan itu hal yang wajar, orang militer lebih paham masalah-masalah militer," kata Hartind.


Hartind mengakui bahwa sejumlah pasal dalam RUU Industri Pertahanan masih perlu dibahas lebih lanjut. "Belum final, masih ada banyak masukan lain terkait hal itu," kata dia. RUU ini sendiri merupakan inisiatif DPR dan rencananya disahkan Desember 2012 depan.


Industri Pertahanan Memang Harus Dekat TNI


Rencana pemerintah mengalihkan tanggung jawab pembinaan industri pertahanan dari Kementerian BUMN ke Kementerian Pertahanan dinilai positif. Dengan perubahan ini, maka industri pertahanan tidak dibebani kewajiban untuk menghasilkan profit dan dividen semata.


"Industri pertahanan harus dikembalikan pada bisnis intinya, dan tidak boleh dibebani lini produksi lain," kata Andi Widjajanto, pengamat pertahanan Universitas Indonesia, Rabu, 19 September 2012. Apalagi, katanya, pasar untuk industri macam ini amat spesifik.


Andi kemudian mencontohkan bisnis PT. Pindad yang terpaksa mengembangkan produksi mobil listrik sebagai upaya menambah profit. "Jadi untuk memastikan industri pertahanan ada di jalur yang benar, pelibatan TNI memang dibutuhkan," kata dia.


Andi tak mempermasalahkan jika pasca pengalihan ke Kementerian Pertahanan, banyak jabatan komisaris di industri pertahanan ditempati para purnawirawan TNI. "Itu praktek yang banyak terjadi di seluruh dunia," ujarnya. Selama bukan perwira aktif, Andi menilai hal itu lazim saja.


Wacana pengalihan industri pertahanan ke Kementerian Pertahanan muncul pada Rancangan Undang-Undang Industri Pertahanan yang sedang dibahas di DPR. Sejumlah kalangan menilai rencana itu bakal mengembalikan TNI pada kegiatan bisnis, sesuatu yang sudah dilarang oleh UU TNI.



Sumber : Tempo

Indonesia Takes Delivery of First Two Airbus Military C295 Aircraft

19 September 2012

The delivery of the ninth and last aircraft ordered is scheduled for summer 2014. (photo : Airbus Military)

Indonesiahas taken delivery of two Airbus Military C295 transport aircraft ordered in February this year. The aircraft are the first of nine to be delivered to the Indonesian Ministry of Defence under the terms of a contract signed by  Airbus Military and PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

The delivery took place in the Airbus Military San Pablo site in Seville, where the C295 final assembly line is located, at a ceremony attended by the Indonesian Vice Minister of Defence, Lt. Gen. (ret) Sjafrie Sjamsoeddin, and Airbus Military Vice President Head of Programmes Light & Medium and Derivatives, Rafael Tentor.

The aircraft will be operated by the Indonesian Air Force and known in service as the CN295. It will perform a wide variety of roles including military, logistical, humanitarian and medical evacuation missions throughout the huge territory of Indonesia, which includes around 17,000 islands. The delivery of the ninth and last aircraft ordered is scheduled for summer 2014.

Rafael Tentor said: “The delivery of these aircraft is an important step in Airbus Military´s collaboration with the Indonesian aerospace  industry and we greatly look forward to increasing our level of co-operation in the years ahead.” To date, Airbus Military has sold 114 C295s. After the entry in service of these aircraft there will be 88 C295s in operation in 15 countries all over the world.The attached photograph shows the delivery ceremony held in Seville.