Tampilkan postingan dengan label Korea Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea Utara. Tampilkan semua postingan

Indonesia Korea Utara Bahas Kemungkinan Peningkatan Kerjasama Pertahanan

JAKARTA-(IDB) : Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (14/9), menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Letjen Kang Pyo Yong, di Kantor Kemhan, Jakarta. Wamenhan meminta maaf atas ketidakhadiran Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk menyambut kunjungan Wamenhan Korea Utara karena sedang menghadiri pembukaan Sail Morotai di Provinsi Maluku Utara.
 
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Utara berjalan sangat baik sejak awal yaitu tahun 1961 pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Wamenhan melanjutkan, adalah kewajiban bersama untuk meningkatkan hubungan kerjasama di bidang pertahanan/militer untuk menambah kualitas hubungan baik kedua negara ini. Wamenhan setuju bahwa perlu dilakukan upaya bersama kedua Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan. 

Kepada Wamenhan Korea Utara, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan beberapa prinsip dasar dalam pertahanan Indonesia saat ini yaitu sistem pertahanan semesta. Terdapat tiga komponen pertahanan yaitu TNI sebagai Komponen Utama, masyarakat yang sebelumnya telah dipersiapkan sebagai Komponen Cadangan, dan sarana prasarana dan industri sebagai Komponen Pendukung. Ketiga komponen tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan bangsa, menjaga keutuhan wilayah teritorial NKRI, dan untuk menjaga keselamatan Bangsa dan Negara Indonesha.

Dalam hubungannya dengan kerjasama Internasional, Indonesia menerapkan prinsip mutual respect dan mutual benefit dalam membangun hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat. Dan prinsip Confident Building Measures dalam upaya pencegahan konflik dan sengketa diantara negara-negara sahabat dan yang berada di kawasan Asia Tenggara. Untuk mencegah terjadinya konflik di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga menjalin memelihara hubungan dengan membangun kerjasama pertahanan bersama negara-negara sahabat, anggota ASEAN.

Sementara itu Wamenhan Korea Utara menyatakan kunjungannya ke Kementerian Pertahanan RI kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan baik kedua negara terutama di bidang pertahanan. Wamenhan Kang Pyo Yong berharap dapat menjalin kerjasama di bidang saling kunjung perwira angkatan bersenjata kedua negara dan pendidikan bagi personel Angkatan Bersenjata.

Dijelaskan oleh Wamenhan Korea Utara bahwa hubungan baik kedua negara sudah berlangsung lama sejak kepemimpinan Presiden pertama Ir Soekarno. Rakyat Korea juga sangat menghargai ucapan bela sungkawa yang disampaikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat meninggalnya Presiden Korea Utara yang terdahulu Kim Jong Il pada Desember 2011 lalu. Wamenhan Korea Utara sangat menghargai Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berpengaruh di Asia dan tidak bersekutu dengan pihak manapun.



Sumber : DMC

Indonesia Pererat Hubungan Dengan Korea Utara

JAKARTA-(IDB) : Pemerintah Indonesia mempererat hubungan kerja dengan pemerintah Korea Utara. Hal itu terlihat dengan kunjungan kedatangan Presiden Korea Utara Kim Yong Nam dan sejumlah menterinya ke Indonesia .

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I Muhammad Najib menyambut baik inisiatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menggunakan prinsip politik bebas aktif dengan mengundang Presiden Korea Utara (Korut) Kim Yong Nam ke Indonesia. Apalagi, kondisi negara komunis itu tengah mendapat tekanan dan ancaman dari negara lain atas pengembangan nuklirnya untuk tujuan militer.

"Saya kira ini langkah yang positif. Karena Indonesia tidak perlu terpengaruh dengan negara lain dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan Korut yang dipandang negara lain sebuah negara ancaman," ujar Najib saat RDP Komisi I dengan sejumlah kementerian membahas RUU Industri Pertahanan di Ruang Komisi I, Selasa (15/5).

Pernyataan ini disampaikan Najib terkait kedatangan Presiden Korea Utara Kim Yong Nam dan sejumlah menterinya ke Indonesia saat ini. Sore nanti, mereka juga akan diterima Pimpinan DPR.

Najib mengatakan, semestinya Indonesia dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari hubungan baik yang terjalin selama ini, baik dengan Korsel dan Korut.

"Saya sebelumnya mendengar Korut telah menawarkan kerja sama bagi Indonesia untuk pengembangan kapal selam mini. Saya kira kapal selam mini ini sangat cocok bagi geografi Indonesia. Dan itu sesungguhnya yang paling mungkin kita miliki secara anggarannya. Namun sayangnya tawaran itu sepertinya belum direspons pemerintah RI," ujarnya.

Politisi PAN itu juga mengatakan, setelah merdeka pada tahun 1945, Presiden Soekarno langsung mencanangkan pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Namun realitasnya pengembangan nuklir Indonesia kini sudah sangat jauh dengan yang dilakukan Korea Selatan dan Korea Utara yang baru mengembangan industri nuklirnya pada era tahun 70-an.

"Bahkan, dengan pengembangan industri nuklirnya, kini Korut mampu membuat senjata dengan hulu ledak nuklir dengan jangkauan antar-benua dan cukup ditakuti negara-negara yang selama ini selalu menekan Korut," ujarnya. 

Sumber : Vivanews

Dua Pekan Kedepan, Korea Utara Uji Coba Nuklir

PYONGYANG-(IDB) : Korea Utara (Korut) dikabarkan sudah siap melakukan uji coba nuklir ketiganya. Uji coba tersebut tampaknya akan digelar dua pekan ke depan.

Media asal Korea Selatan (Korsel) Chosun Ilbo melaporkan, informasi persiapan Korut dalam uji coba nuklir muncul dari Pemerintah Korsel sendiri. Korut diprediksi akan melakukan uji coba nuklirnya di Kota Punggye-ri.

Pada 8 April lalu, Pemerintah Korsel melihat adanya terowongan bawah tanah yang dibuat oleh Korut lewat foto satelit. Terowongan itu didekat lokasi uji coba nuklir.

"Sepertinya, Korut mendirikan instalasi nuklirnya di bawah tanah dan menimbunnya," ujar Pemerintah Korsel, seperti dikutip AFP, Sabtu (21/4/2012).

Sejak 2011 lalu, Korsel dan Amerika Serikat (AS) tampak mengawasi lokasi-lokasi bawah tanah Korut. Tempat-tempat itu umumnya ditutupi oleh pasir, tanah, serta bebatuan.

Hingga saat ini, Korut diyakini memiliki plutonium yang cukup untuk membuat enam hingga delapan bom atom. Negeri komunis itu juga sudah melakukan uji coba senjata atomnya pada 2006 dan 2009. Setelah uji coba itu digelar, Korut dan Korsel berdiam diri selama tiga bulan.

Korut pun bersumpah akan meluncurkan kembali satelitnya, karena satelit sebelumnya mengalami kegagalan untuk masuk ke orbit dan jatuh ke laut.

Sumber : Okezone

Korea Utara Pamer Rudal Terbarunya

PYONGYANG-(IDB) : Seolah ingin menghilangkan rasa malu akibat kegagalan peluncuran roket jarak jauh kemarin, Pemerintah Korea Utara memamerkan peluru kendali dalam parade militer, yang digelar di Pyongyang, Minggu (15/4/2012) ini. 

Peluru kendali jarak jauh itu diyakini merupakan produk terbaru buatannya. Kemunculan rudal itu juga digelar bersamaan dengan rangkaian upacara peringatan hari kelahiran pendiri negeri komunis otoriter itu, Kim Il Sung, yang ke-100. 

Kemunculan rudal terbaru itu sekaligus semakin menguatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap sepak terjang negeri itu dalam menciptakan persenjataan nuklir.

Sumber : Kompas

Update : Roket Korut Gagal, Hancur Berkeping-keping

SEOUL-(IDB) : Roket Korea Utara hancur menjadi beberapa bagian tak lama setelah diluncurkan pada Jumat (13/4/2012) pagi. Puing-puing roket tersebut jatuh di Laut Kuning di wilayah Korea Selatan, kata para pejabat Korea Selatan seperti dikutip kantor berita Yonhap.

"Puing-puing itu jatuh ke laut sekitar 190 kilometer-200 kilometer di barat Kunsan (sebuah pelabuhan yang terletak di barat daya Korsel)," kata sebuah sumber militer yang dikutip Yonhap.

"Beberapa menit setelah peluncuran, roket itu hancur menjadi beberapa bagian dan kehilangan ketinggiannya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-Seok, kepada wartawan.

Sementara lembaga peyiaran Jepang, NHK, yang mengutip sebuah sumber kementerian pertahanan negara itu mengatakan, roket tersebut meluncur sejauh 120 kilometer sebelum kemudian pecah menjadi empat bagian dan jatuh ke Laut Kuning di barat Semenanjung Korea.

Menurut pihak Korsel, Korea Utara meluncurkan roket jarak jauhnya itu hari Jumat pukul 07.39 waktu setempat (atau pukul 05.39 WIB). 

Sumber : Kompas

Korea Utara Hari Ini Luncurkan Roket Jarak Jauh

SEOUL-(IDB) : Korea Utara hari Jumat (12/4/2012) meluncurkan roket jarak jauh, demikian kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip sumber-sumber pemerintah Korsel.

"Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh dan kami sedang melacak lintasan roket itu," kata sumber tersebut, seperti dikutip Channel NewsAsia, Jumat.

Korea Utara sebelumnya mengatakan roket itu akan ditempatkan di satelit di orbit untuk tujuan penelitian damai. Namun Barat mengeritik peluncuran itu sebagai uji coba rudak balistik yang terselubung, yang dilarang resolusi PBB. 

Sumber : Kompas

Korut Terus Tambah Rudal Antipesawat di Sekitar Pyongyang

SEOUL-(IDB) : Korea Utara disinyalir terus menambah jumlah rudal darat-ke-udara (SAM) untuk menangkis serangan udara di sekitar ibu kota Pyongyang dari tahun ke tahun. Penambahan rudal itu untuk mengantisipasi serangan gabungan Korea Selatan dan AS.

Demikian diungkapkan kantor berita resmi Korea Selatan (Korsel) Yonhap, yang mengutip seorang sumber di angkatan bersenjata Korsel, Rabu (7/3/2012).

Menurut sumber tersebut, militer Korea Utara (Korut) terus menambah rudal antipesawat dari berbagai jenis, mulai dari SA-2 yang berdaya jelajah pendek sampai SA-5 berdaya jelajah panjang.
Jumlah rudal SA-5 (S-200), yang mampu mengenai sasaran sejauh 300 kilometer, bertambah dari hanya dua unit pada tahun 2000 menjadi 40 unit pada 2010. Semua diposisikan di sekitar Pyongyang.

Rudal SA-3 (S-125), yang berjarak tembak lebih pendek dan dirancang untuk menembak pesawat yang terbang rendah, bertambah dari tujuh unit menjadi 140 unit pada periode yang sama. Sementara rudal SA-2 (S-75), rudal rancangan era 1950-an yang berjarak tembak 48 kilometer, membengkak dari 45 unit menjadi 180 unit. Di luar itu, Korut diyakini memilki sedikitnya 12.000 pucuk rudal SAM portabel.

Semua ini menjadi pertimbangan utama Korsel saat merancang serangan jauh ke dalam wilayah Korut.

"Dalam kondisi darurat, kami bisa menyerang jauh hingga ke dalam wilayah musuh hanya jika kami bisa menetralisir rudal-rudal SAM Korut ini, beserta sistem radar dan peluncur roket jarak jauh mereka. Prioritas utama kami adalah untuk membangun kemampuan tempur yang menjamin kendali wilayah udara," tutur sumber tersebut.

Pihak Kementerian Pertahanan Korsel menolak membenarkan secara resmi laporan tersebut. 

Sumber : Kompas

Korut Ancam Gelar Perang Nuklir

PYONGYANG-(IDB) : Korea Utara menyatakan pihaknya siap berperang dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan, setelah dua sekutu itu memulai latihan militer tahunan mereka pada hari Senin (27/2), menurut media pemerintah.
 
"Ratusan ribu tentara siap untuk berperang dengan mengerahkan peralatan tempur nuklir," tulis kantor berita Korut, KCNA. Ditambahkannya, Pyongyang menganggap latihan itu sebagai manuver untuk serangan pendahuluan ke Korut.
 
Masyarakat internasional telah melakukan negosiasi dengan Korut atas program nuklirnya selama bertahun-tahun. Pembicaraan terbaru antara Korut dan Amerika Serikat berakhir pada Jumat lalu dengan kemajuan kecil. Ini adalah pembicaraan tingkat tinggi pertama sejak kematian Kim Jong-il.
 
Pemerintah Korut diharapkan untuk menghentikan pengayaan uranium dengan imbalan bantuan pangan, sebagai bagian dari kesepakatan yang diumumkan saat kematian Kim.
 
Korsel dan AS secara teratur mengadakan latihan militer di kawasan dan Korut menganggap aksi itu sebagai tindakan provokasi.
 
Sebelumnya, Kim Jong-un, komandan tertinggi bagi 1,2 juta anggota militer Korut, telah mengeluarkan instruksi kepada pasukan dalam kunjungan ke garis depan unit militer. "Dia memerintahkan mereka untuk memberi serangan balasan yang kuat terhadap musuh, jika musuh mengganggu bahkan 0,001 milimeter ke dalam perairan negara, di mana kedaulatan harus dijaga," kata kantor berita KCNA.
 
KCNA mengatakan bahwa kekhawatiran perang di Semenanjung Korea telah meningkat karena latihan, yang disebut "perang baru dari agresi."
 
Komisi Pertahanan Nasional Korut mengancam akan mengobarkan "perang suci" selama latihan tersebut. 

Sumber : Irib

Korut Kembali Uji Coba Rudal

PYONGYANG-(IDB) : Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba tiga rudal jarak pendeknya. Rudal-rudal itu diuji tembak ke lautan antara Jepang dan semenanjung Korea.

Demikian diberitakan surat kabar Jepang, Sankei Shimbun yang mengutip sumber-sumber pemerintah Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (13/1/2012). Rudal-rudal tersebut ditembakkan ke perairan Laut Jepang pada Rabu, 11 Januari waktu setempat.

Di Seoul, Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) menolak berkomentar mengenai laporan uji coba rudal Korut tersebut. Sementara Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan tengah menganalisa intelijen dan memerintahkan badan-badan pertahanan untuk waspada akan aksi-aksi provokatif dari rezim Korut.

Sebelumnya, Korut diberitakan melakukan uji coba dua rudal jarak pendeknya di wilayah lepas pantai timurnya pada 19 Desember lalu. Uji rudal tersebut dilakukan di hari yang sama pemerintah Korut mengumumkan kematian pemimpinnya, Kim Jong-il.

Negeri komunis itu telah kerap melakukan uji coba rudal jarak pendek dalam beberapa tahun terakhir. Sejak kematian Kim, beredar spekulasi bahwa putra bungsunya sekaligus penerusnya, Kim Jong-un bakal mencoba meningkatkan pamor militernya dengan melakukan uji coba rudal.

Sumber : Detik

Korea Utara Ancam Seoul Dengan "Lautan Api"

SEOUL-(IDB) : Militer Korea Utara (Korut) pada Kamis mengecam pelatihan militer Korea Selatan (Korsel) di dekat perbatasan laut yang disengketakan, dan mengancam akan melepaskan "tembakan ke laut" Seoul jika pelatihan pada masa mendatang melanggar wilayahnya.

Komando tertinggi militer Korut mengatakan, pelatihan militer besar, yang dilakukan oleh Korea Selatan, Rabu, untuk menandai ulang tahun pertama serangan mematikan Korea Utara pada sebuah pulaunya yang terletak di garis depan, merupakan provokasi politik dan militer baru.

"Para penghasut perang militer harus mengingat pelajaran yang diberikan dari tembakan di lautan di pulau Yeonpyeong," kata pejabat militer itu dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan oleh kantor berita resmi Pyongyang.

"Kalau mereka berani menghina martabat kami lagi dan jika laut, udara atau tanah kami dilanggar oleh sebuah peluru atau bom, tembakan di laut pada Yeonpyeong akan menyebar menjadi lautan api di Gedung (presiden) Biru," katanya.

Ia menimpali, "Angkatan bersenjata revolusioner kami sepenuhnya siap untuk terlibat dalam tindakan permusuhan ini guna menangani segala bentuk provokasi militer."

Korut melepaskan tembakan ke Yeonpyeong, yang terletak di dekat perbatasan Laut Kuning pada 23 November 2010.

Juru bicara itu mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk membalas pelatihan militer artileri yang dilakukan oleh Korea Selatan di pulau itu --yang menyisakan selongsongan peluru di kawasan maritim Korut.

Serangan langsung pertama ke kawasan penduduk sipil sejak Perang Korea periode 1950-1953 itu mengakibatkan dua tentara dan dua warga sipil tewas serta memicu kemarahan Korea Selatan.

Pelatihan Korsel di darat, laut dan udara, pada Rabu lalu, itu merupakan bentuk simulasi dari reaksi terhadap serangan baru hipotetis di pulau-pulau "garis depan".

Militer Seoul, yang menghadapi kritik berat karena dirasa lambat dan lemah dalam memberikan reaksi tahun lalu, mengatakan bahwa pelatihan itu ditujukan untuk menguji efektivitas dari setiap reaksi pembalasan terhadap serangan Korut.

Militer Korsel telah bersumpah untuk membalas keras, dengan artileri dan kekuatan udara, atas setiap serangan baru.

Seoul telah memperkuat secara signifikan jumlah pasukan dan persenjataan -- termasuk beberapa roket peluncur dan helikopter serang Cobra -- di Yeonpyeong dan pulau-pulau garis depan lain dalam satu tahun terakhir.

Sumber : Antara

Hadang Pengaruh AS, Korut Gandeng Rusia Latihan Perang Bersama

KORUT-(IDB) : Korea Utara dan Rusia merencanakan latihan perang bersama pertama mereka secepatnya tahun ini dalam upaya untuk mengimbangi pengaruh Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang di semenanjung Korea, menurut laporan surat kabar Asahi, Selasa. 

Anggota-anggota angkatan laut dan angkatan udara kedua tetangga itu akan mengambil bagian dalam pelatihan pertolongan bersama di laut, menyusul perjanjian yang dicapai bulan lalu oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, kata Asahi Jepang, mengutip sumber yang mengikuti dekat Utara.

Jarang terjadi bagi Korea Utara untuk melakukan latihan pertahanan dengan militer lain. Jepang dan Korea Selatan mungkin akan mengawasi latihan itu, meski latihan itu diperkirakan tidak akan melibatkan penggunaan senjata, kata Asahi.

AS dan Korea Selatan tahun lalu mengadakan latihan militer bersama skala besar untuk mana Jepang telah mengirim pejabat-pejabat angkatan lautnya sebagai peninjau.

Moskow adalah sekutu penting Korea Utara selama beberapa dasawarsa, memberikan bantuan militer dan ekonomi sebelum Uni Soviet runtuh.

Kim telah berjanji pada Medvedev ketika mereka bertemu di Siberia bulan lalu bahwa ia akan mempertimbangkan penangguhan uji coba dan produksi senjata nuklir jika pembicaraan enam-pihak dimulai lagi.

Sumber: Republika

Update : Korut, Latgab AS-Korsel Adalah "Pengumuman Perang"

SEOUL-(IDB) : Korea Utara pada Kamis mengecam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai deklarasi "perang habis-habisan".

Latihan 10-hari itu merupakan "provokasi keji yang tak terampunkan" terhadap negara komunis, kata Komite Reunifikasi Damai Korea (CPRK), Korea Utara.

"Ini adalah deklarasi perang habis-habisan terhadap DPRK (Korea Utara)," kata badan negara itu dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea, KCNA.

Latihan itu, yang dimulai pada Selasa, melibatkan lebih dari 530.000 tentara, termasuk sekitar 3.000 personil militer dari AS dan pangkalan-pangkalan lain di sekitar Pasifik.

Kedua sekutu telah menggambarkan latihan tahunan `Ulchi Freedom Guardian` (UFG) itu sebagai latihan pertahanan dan rutin, tetapi CPRK mengatakan, ini merupakan latihan untuk serangan melawan kepemimpinan Korea Utara, pangkalan nuklir dan rudal Korea Utara.

UFG telah melucuti Amerika Serikat dan Korea Selatan dari "topeng perdamaian dan dialog mereka," kata CPRK.

Badan ini menambahkan bahwa kedua negara bereaksi terhadap `upaya yang sabar untuk perdamaian` Pyongyang dengan "manuver provokatif untuk perang agresi ".

Kantor Berita Korea Selatan Yonhap, mengutip pejabat militer, mengatakan latihan itu akan memperlihatkan pasukan mensimulasikan deteksi dan penghancuran bom atom Korea Utara, rudal-rudal dan senjata kimianya.

Komentar CPRK itu terjadi sehari setelah negara komunis itu menanggapi awal latihan dengan bersumpah akan meningkatkan persenjataan nuklirnya.

Juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan Rabu, bahwa latihan yang "sangat provokatif dan agresif " itu menunjukkan tongkat AS dalam berbagai tujuan permusuhannya "untuk menahan Korea Utara dengan kekuatan senjata".

"Ini adalah jelas bahwa Korea Utara harus meletakkan taji untuk memperkuat persenjataan nuklir, untuk pertahanan diri baik secara kualitas maupun kuantitas untuk mengatasi situasi ini," katanya.

Korea Utara biasanya mencap latihan bersama kedua negara itu seperti latihan untuk invasi dan meluncurkan sendiri kontra-latihan.

Pekan lalu Pyongyang mendesak Washington dan Seoul untuk menunjukkan kesediaan mereka menuju denuklirisasi dengan mengakhiri latihan perang, dan menuntut perjanjian perdamaiam untuk menggantikan gencatan senjata saat ini yang mengakhiri perang Korea pada tahun 1950-1953.

Para pejabat Pyongyang bertemu dengan rekan-rekannya di Seoul dan Washington bulan lalu, meningkatkan harapan bahwa pembicaraan yang melibatkan dua Korea, Rusia, China, Jepang dan Amerika Serikat dapat berlanjut setelah pertemuan terakhir pada Desember 2008.

Korea Utara telah berulang kali menyatakan keinginan untuk kembali ke forum perundingan, tapi Amerika Serikat telah mendesak Pyongyang agar menunjukkan ketulusan lebih dan memperbaiki hubungan.

Sumber: Antara

Korut Kirim Tim Pembunuh Menteri Pertahanan Korsel

SEOUL-(IDB) : Korea Utara mengirim agen-agen rahasia ke Korea Selatan untuk membunuh menteri pertahanan yang berikrar akan memberikan tindakan keras terhadap serangan dari negara komunis itu.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, pihaknya tidak dapat mengonfirmasikan berita-berita itu. Tapi, keamanan untuk Kim Kwan-Jin tidak ditingkatkan.A

Negara komunis itu sebelumnya mengirim agen-agen rahasia untuk membunuh para pembelot yang mempunyai kedudukan penting yang menetap di ibu kota Korsel, Seoul.

Namun, tidak ada laporan dalam beberapa tahun belakangan ini bahwa para pejabat Seoul jadi sasaran pembunuhan.

Surat kabar JoongAng Ilbo, Rabu (10/8), memberitakan intelijen Amerika Serikat dan Korea Selatan mendapat petunjuk bahwa satu tim dikirim untuk membunuh menteri pertahanan itu. Intelijen sedang berusaha mengejar dan menangkap tim tersebut. 

Korut Serukan Korsel-AS Agar Batalkan Latihan Perang

SEOUL-(IDB) : Korea Utara Senin mendesak Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk membatalkan latihan perang bersama tahunan mendatang jika mereka ingin melihat mencairnya hubungan serta denuklirisasi.

Latihan ini persiapan untuk "perang agresi" terhadap Korea Utara dan akan melibatkan "manuver perang nuklir", kata militer Korea Utara dalam surat terbuka yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA.

AS dan Korea Selatan "harus menunjukkan kesediaan mereka untuk denuklirisasi di semenanjung di mata dunia dengan membatalkan perang nuklir yang diproyeksikan dalam latihan", katanya.

Latihan perang gabungan 10 hari bernama sandi Ulchi Freedom Guardian rencananya akan dimulai pada 16 Agustus, sebagai latihan simulasi pos-komando dengan bantuan komputer.

Para pejabat AS dan Korea Selatan menyebut latihan itu sebagai latihan pertahanan yang secara rutin digelar, namun Korea Utara biasanya mengistilahkan latihan bersama seperti itu latihan untuk invasi.

Surat itu mengatakan, Seoul dan Washington harus menunjukkan kesediaan mereka untuk denuklirisasi dengan membuat "keputusan kebijakan yang berani" untuk membatalkan latihan.

Denuklirisasi termasuk penghapusan ancaman nuklir terhadap Korea Utara. Korea Utara juga peringatan bahwa AS dan Korea Selatan tidak akan tetap aman dalam kasus terjadinya perang baru.

"Jika pihak lain meluncurkan perang nuklir, DPRK (Korea Utara) siap untuk melawan dengan nuklir juga. Ini adalah pernyataan khidmatnya."

Surat militer itu muncul di tengah kebingungan upaya diplomatik untuk melanjutkan perundingan perlucutan senjata nuklir enam negara yang macet, yang melibatkan kedua Korea, Rusia, China, Jepang dan Amerika Serikat.

Pejabat senior Pyongyang bertemu dengan rekan-rekan mereka di Seoul dan Washington pada bulan lalu, meningkatkan harapan untuk memulai kembali forum perundingan yang terakhir diadakan pada Desember 2008.

Korea Utara telah berulang kali menyatakan keinginan untuk kembali ke forum perundingan, tapi AS telah mendesak untuk menunjukkan ketulusan lebih dulu dan memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan.

Dalam suratnya, Korea Utara meminta AS dan Korea Selatan untuk membuat keputusan praktis dan berani untuk menggantikan gencatan senjata saat ini dengan mekanisme menjaga perdamaian.

Gencatan senjata mengakhiri perang Korea 1950-1953 tetapi perjanjian damai tidak pernah ditandatangani oleh kedua negara.

Sumber: Antara

Ranjau Korut Terbawa Banjir Ke Korsel

SEOUL-(IDB) : Bagian-bagian ranjau Korea Utara tampaknya terbawa banjir akibat hujan lebat memasuki perbatasan Korea Selatan, yang memicu pihak militer mencari ranjau-ranjau lainnya, kata kementerian pertahanan.

Dua tempat peluru terbuat dari kayu milik Korea Utara (Korut) ditemukan, Kamis di satu waduk dekat Sungai Hantan di Daerah Cheolwon, persis selatan perbatasan antar-Korea, katanya.

"Itu adalah tempat ranjau yang terbuat dari kayu. Dalam tempat itu tidak ada bahan peledak atau detonator. Kami menduga tempat-tempat peluru itu hanyut," kata seorang juru bicara kementerian pertahanan kepada AFP, Sabtu.

Tentara sedang memeriksa daerah-daerah dekat sungai-sungai Hantan dan Namdaeheon untuk mencari ranjau-ranjau Korut.

Mereka memasang tanda-tanda dan menyebarkan pamflet untuk memperingatkan wisatawan di daerah itu tentang kemungkinan adanya ranjau-ranjau dan meminta mereka melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan benda-benda yang mencurigakan, kata juru bicara itu.

Ranjau-ranjau Korut hanyut ke Korea Selatan akibat banjir dan tanah longsor di masa lalu. Tahun lalu puluhan ranjau yang ditempatkan dalam kotak kayu hanyut ke Korsel setelah hujan klebat, menewaskan seorang warga Korsel dan mencederai seorang lainnya.

Tanah longsor akibat hujan deras pekan ini juga mengeluarkan ranjau-ranjau yang ditanam puluhan tahun lalu di Gunung Umyeon di Seoul selatan. Tentara mengatakan mereka masih mencari sekitar 10 ranjau di sana.

Korsel menanam 1.000 ranjau di Gunung Umyeon pada tahun 1980-an untuk melindungi instalasi militer di sana. Sebagian besar telah disingkirkan antara tahun 1989 dan 2006, tetapi sisanya belum ditemukan.

Hujan lebat mengguyur semenanjung Korea dalam pekan belakangan ini, menewaskan setidaknya 59 orang dan menyebabbakan ribuan orang kehilangan tempat tinggal di Korsel saja.

Kantor berita resmi Korut KCNA (Korean Central News Agency) mengatakan hujan lebat itu telah menyebabkan "kehancuran besar ekonomi rakyat".

Menurut perkiraan sementara, di Korut 35.700 hektare ladang padi terrendam, sementara ribuan rumah dan ratusan tempat kerja, gedung-gedung sekolahj dan kantor-kantor pemerintah hancur, kata KCNA.

Daerah selatan dan timur adalah yang paling parah, di mana curah hujan mencapai 500mm dari Selasa sampai Kamis, katanya.

Negara komunis yang miskin itu telah mengalami kekurangan pangan yang serius.

Sumber: Antara

Korut Uji Coba Roket untuk Membawa Rudal

SEOUL-(IDB) : Korea Utara tahun lalu menguji satu roket untuk membawa rudal jangkauan jauh dalam usaha yang nampaknya untuk menunjukkan kemampuan senjatanya kepada Amerika Serikat, kata satu laporan, Ahad.

Negara komunis itu melakukan uji coba mesin roket di pangkalan rudal Tongchang-ri yang baru di pantai barat Oktober lalu, kata kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip seorang pejabat senior Seoul.

"Kami yakin bahwa uji coba itu dilakukan dalam satu jam ketika satelit militer AS dapat mendeteksinya, bertujuan untuk menunjukkan ancaman-ancaman rudalnya," kata Yonhap yang mengutip pernyataan pejabat itu.

Gambar satelit yang diambil Januari menunjukkan Korut merampungkan satu menara peluncur di pangkalan satelit Tongchang-ri, yang lebih besar dan lebih modern ketimbang pangkalan lama Musudan-ri di pantai timur.

Korut meluncurkan rudal-rudal jangkauan jauh di Musudan-ri tahun 1998, 2006 dan 2009, mengirimkan rudal Taepodong-2 ke darat sekitar 3.200km di Pasifik April 2009.

Para pengamat mengatakan pangkalan baru di Tongchang-ri itu, yang bangunannya diperkirakan hampir rampung,dianggap sebagai satu yang penting dan penyelidikan Korut bagi satu rudal balistik antar benua (ICMB) yang mungkin dapat menyerang Amerika Serikat.

Korut mulai membangun jalur-jalur kereta api baru untuk mengangkut materi yang diperlukan untuk merampungkan pangkalan baru itu, kata pejabat itu yang dikutip Yonhap dan menambahkan Seoul melihat tidak ada tanda-tanda segera bahwa Korut akan meluncrkan rudal-radal jangkauan jauh di lokasi itu.

Intelijen Seoul yakin bahwa rudal Taepodong-2, yang memiliki jangkauan tembak sekitar 6.700km dapat mencapai pantai barat AS dalam sekitar 20 menit jika berhasil diluncukan dari pangkalan baru itu, kata Yonhap.

Sumber: Antara

Kapal Korea Utara Dicegat Kapal AL USA

WASHINGTON-(IDB) : Angkatan Laut Amerika Serikat mencegat sebuah kapal kargo milik Korea Utara karena diduga mengangkut suku cadang senjata ilegal untuk Myanmar dua pekan lalu. Demikian laporan New York Times, Ahad, 12 Juni 2011, mengutip keterangan pejabat senior Amerika Serikat.

Koran ini juga melaporkan kapal kargo Korea Utara segera diminta balik badan setelah dihentikan di tengah laut dan mendapatkan tekanan diplomatik dari Amerika Serikat dan negara-negara Asia.

Namun demikian, laporan New York Times tidak mendapatkan tanggapan dari pejabat Angkatan Laut Amerika serikat dan Kementerian Pertahanan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan sanksi kepada Korea Utara setelah negeri ini melakukan uji coba senjata nuklir pada 2006 dan 2009. PBB juga melarang seluruh negara melakukan perdagangan persenjataan nuklir dengan Korea Utara.

Menurut laporan Times, kapal angkatan laut Amerika Serikat yang mencegat itu adalah jenis perusak USS McCampbell. Kapal perang ini sengaja mencegat kapal kargo Korea Utara M/V Light di tengah laut pada 26 Mei 2011 setelah para pejabat Amerika Serikat yakin bahwa kapal tersebut mengangkut bahan baku terlarang.

Salah seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan saat ditangkap kapal Korea Utara itu berbendera Belize. Demikian New York Times.

Sumber: Tempo

Hadapi Korut, Korsel Siagakan Apache

SEOUL-(IDB) :  Korea Selatan berencana menggelar helikopter-helikopter Apache di satu pulau perbatasan untuk menghadapi serangan-serangan Korea Utara setelah Pyongyang pada November lalu menembaki sebuah pulau di perbatasan kedua negara, demikian kantor berita Yonhap melaporkan, Minggu (12/6/2011).
Militer Korea Selatan sedang membangun hanggar-hanggar untuk menampung beberapa helikopter tempur di Pulau Baengnyeong dekat perbatasan maritim di Laut Kuning.
Militer Korea Selatan (Korsel) sedang membangun hanggar-hanggar  untuk menampung beberapa helikopter tempur di Pulau Baengnyeong dekat perbatasan maritim di Laut Kuning, Yonhap mengutip pernyataan seorang sumber militer. Pada Oktober 2012 militer Korsel akan memiliki 36 helikopter tempur Apache yang dipersenjatai dengan rudal-rudal dan roket-roket, beberapa di antaranya akan digelar di pulau paling terdekat dengan perbatasan yang disengketakan dengan Korut itu, lanjut Yonhap.
Media lokal memberitakan Korut baru-baru ini membangun satu pangkalan angkatan laut baru di Goampo, sekitar 50 kilometer utara Baengnyeong yang dapat mengirim  sekitar 60 pesawat amfibi dengan parakomando militer di dalamnya ke Korsel. "Kami sekarang membutuhkan helikopter-helikopter tempur besar sejak Korut membangun pangkalan angkatan laut yang lebih besar ketimbang yang kami duga sebelumnya, yang dapat menimbulkan ancaman lebih besar bagi penyusupan," kata satu sumber yang dikutip Yonhap.
Seorang juru bicara kementerian pertahanan mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha memperkuat kehadiran militer dekat perbatasan tersebut, tetapi menolak menjelaskan lebih jauh. Perbatasan Laut Kuning  menjadi ajang bentrokan angkatan laut yang menelan korban jiwa di kedua Korea tahun 1999, 2002 dan November 2009. 

Salah satu dari lima pulau perbatasan—Yeonpyeong—ditembaki Korut dengan artileri yang menewaskan empat warga Korsel termasuk dua marinir. Sejak itu Seoul menggelar lebih banyak pasukan dan senjata di pulau-pulau garis depan yang sejak lama dijaga ribuan marinir dan pasukan angkatan laut.

Sumber: Kompas

Korea Utara Uji Tembak Rudal

SEOUL-(IDB) : Korea Utara  pekan lalu melakukan uji tembak rudal jarak pendek di lepas pantai barat dalam peluncuran pertama senjata sejenis selama 19 bulan terakhir, sumber-sumber Korea Selatan melaporkan, Rabu (8/6/2011).    

Korea Utara menembakkan rudal KN-06 ke Laut Kuning pada pertengahan pekan lalu, kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip sumber intelijen,      Sumber itu mengatakan Korut tampaknya telah berusaha untuk meningkatkan jangkauan tembak KN-06 sejak tahun lalu dan peluncuran pekan lalu tampaknya sebagai  uji coba.      

Kementerian Pertahanan di Seoul tidak segera berkomentar.      Surat kabar JoongAng Ilbo juga melaporkan uji coba KN-06 itu, yang memiliki jangkauan 100-110 km (62-68 miles).  

Surat kabar itu mengutip seorang pejabat militer Seoul yang mengatakan bahwa peluncuran tersebut tampaknya telah direncanakan sebelum serangkaian ancaman negara komunis garis keras itu terhadap Korea Selatan pekan lalu.     

Jika laporan itu benar, peluncuran itu akan menjadi uji coba pertama Korea Utara yang terkenal dengan rudal jarak pendeknya sejak Oktober 2009, ketika melakukan uji tembak lima rudal KN-02 permukaan-ke-permukaan di pantai timur.   

Pyongyang di masa lalu sering menjadwalkan peluncuran-peluncuran tersebut untuk mendapatkan dampak politik.      Ketegangan-ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah dua insiden perbatasan tahun lalu yang mematikan, yang Seoul salahkan kepada negara tetangganya itu.     Pada 30 Mei Korea Utara mengumumkan tidak akan lagi berurusan dengan pemerintah konservatif Korea Selatan.    

Jumat (3/6/2011) lalu, militernya mengancam melakukan pembalasan kecuali jika Seoul menghukum tentara-tentaranya yang menggunakan gambar-gambar dinasti yang berkuasa di Pyongyang sebagai target latihan tembak mereka.

Sumber: Kompas

Korsel Serukan Jalan Damai di Korut

Lee Myung-Bak
SEOUL-(IDB) : Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Myung-Bak, pada Senin menyerukan kepada Korea Utara (Korut) untuk "mengambil jalan damai" setelah serangkaian ancaman dan memuncaknya retorika keras oleh negara komunis itu.

"Korea Utara harus membuang program konfrontasi dan konflik serta mengambil jalan perdamaian dan kemakmuran," kata Lee dalam pidato Memorial Day.

Ia menimpali, "Untuk ini, kita akan melanjutkan upaya kita dengan tulus, konsisten dan penuh kesabaran," katanya dalam upacara khidmat di pemakaman nasional di Seoul setelah sirene peringatan meraung untuk para korban perang, diikuti dengan tembakan penghormatan 21 kali."

Upacara itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan-ketegangan lintas-perbatasan setelah Korea Utara membalas ancaman setelah media di Korea Selatan di Seoul mengungkapkan bahwa tentara telah menggunakan penguasa sebagai target tembakan senjata.

Beberapa pusat pelatihan marinir Korea Selatan, pasukan darat dan tentara cadangan telah menggunakan gambar-gambar. Mereka telah diperintahkan untuk menghentikan dan menggunakan target normal sebagai gantinya.

Pada Senin, media pemerintah Pyongyang melancarkan serangan verbal atas target-target senapan itu, peringatan pasukan Korea Utara dan pihaknya akan mengambil "seribu kali lipat balas dendam".

"Kami akan meningkatkan tindakan praktis dan habis-habisan militer sebagai pembalasan kami yang telah menyatakan," kata Rodong Sinmun, surat kabar partai yang berkuasa Korea Utara.

Hubungan lintas-batas antara kedua negara telah dingin selama lebih dari setahun, sejak Korea Selatan menuduh Korea Utara menenggelamkan salah satu kapal perangnya dan mengenakan sanksi-sanksi perdagangan.

Korea Utara membantah terlibat dalam tenggelamnya kapal angkatan laut Cheonan pada Maret 2010. Tapi kemudian Utara melakukan serbuan tembakan terhadap pulau perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, pada November lalu, menewaskan empat orang termasuk dua sipil.

Dalam perubahan mendadak pada Januari, Korea Utara mulai menyerukan perdamaian dan dialog dengan Selatan. Tapi pekan lalu Pyongyang mengumumkan pihaknya tidak lagi sepakat dengan pemerintah konservatif Lee.

Sumber: Antara