Lapan Kembali Uji Roket RX-550 pada 2013

(Foto: Lapan)

26 September 2012, Garut: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menyempurnakan kemampuan roket RX-550 yang segera diluncurkan pada 2013 mendatang.

Dalam persiapannya itu, LAPAN kembali melakukan uji statik motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu( 29/9) di Kecamatan Pangmeungpek, Kabupaten Garut. Sejumlah alat instalasi mulai dipasang pada roket RX-550 tersebut. Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menyebutkan,beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, tempratur, dan data visual.

Sejumlah peralatan itu, kata Sudi, akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak di 2013 nanti. ”Roket RX-550 sendiri masih dalam tahapan penelitian dan penyempurnaan. Di 2011 lalu,kami sempat melakukan uji statik.Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nossel motor roket saat itu, RX-550 masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Sekarang, uji statik motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,”kata dia.

Sudi mengungkapkan, belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu, logam pada komponen nossel motor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm. ”Idealnya, ketebalan struktur material 6 mm. Sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 mm. Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya, saat memasuki detik ke 8, material nossel robek dan pecah,”ungkapnya.

Seperti diketahui, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter. Panjang motor roket setidaknya mencapai 6 meter. Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai 9 meter lebih. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX- 420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, kedua roket itu pada akhirnya disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550.

Dana pembangunan roket RX-550 ini sebesar Rp5 miliar. Di bagian lain,Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Yono Yatini mengatakan, saat ini hanya ada 30 peneliti astronomi, itu pun terpusat di LAPAN. “Sebetulnya banyak, hanya saja kemungkinan penghargaan di dalam negeri terhadap mereka (peneliti antariksa) kurang,”katanya.

Sumber: SINDO

TNI AD Ambil Bagian Dalam Lomba Tembak Asean

JAKARTA-(IDB) : Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Budiman melepas kontingen Tim Tembak TNI AD dalam Acara Pemberangkatan Kontingen Tim Tembak TNI AD untuk mengikuti Lomba Tembak Asean Army Rifle Match (AARM) Ke-22 Tahun 2012 ke Brunei Darussalam di Markas Besar Angkatan Darat, Selasa (25/9). AARM dilaksanakan setiap tahun diikuti Angkatan Darat negara ASEAN.

Kontingen Tim Tembak TNI AD berjumlah 57 orang terdiri dari 37 petembak dan 20 pendukung. Sebagai  Komandan Kontingen adalah Mayor Inf Dedi Suryadi  Danyon 22 Grup 2 Kopassus. Tim tembak akan bertanding 7 hingga 14 Oktober 2012 di Brunei Darussalam. Tim akan mengikuti lomba tembak pistol putra dan putri, senapan, karaben dan senjata otomatis (SO).

Pada kejuaraan lomba tembak AARM tahun 2010 dan 2011 kontingen TNI AD berhasil menjadi juara pertama. Saat melepas tim, Wakasad  mengatakan perlu disadari, bahwa sepanjang keikutsertaan dalam Lomba Tembak AARM, torehan prestasi Tim Petembak TNI AD selalu membanggakan semua. Ini membuktikan bahwa kualitas dan kemampuan prajurit TNI AD masih di atas rata-rata prajurit negara lain.

Oleh karena itu, tetaplah konsentrasi dan fokus dalam menghadapi lomba, gunakan waktu seefektif mungkin untuk memelihara kesehatan dan kebugaran fisik, dengan istirahat dan pola makan yang baik. Saya yakin dan percaya, Tim Petembak TNI AD dapat menjalankan misi mengharumkan nama bangsa di forum internasional dengan baik.

Kehadiran Tim Tembak di AARM, juga sebagai duta TNI AD dalam membangun persahabatan dengan prajurit-prajurit negara lain. Manfaatkan wahana tersebut untuk berbagi informasi dan pengalaman guna menambah wawasan para Prajurit sekalian. Kepada Komando Latihan, Pelatih dan Pendukung Latihan, ”saya sampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus. Semoga prajurit-prajurit kita mampu tampil dengan gemilang”.

Pedomani beberapa hal penting sebelum berlomba, yaitu selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar segala upaya kita mendapatkan ridho-Nya, bulatkan tekad dan niat kalian untuk mencapai prestasi yang terbaik, jangan anggap enteng peserta lomba lainnya, karena akan membuat kalian lengah dan semangat kompetisi menjadi lemah, pelihara hubungan yang baik dengan kontingen lain dan selalu junjung tinggi sportivitas serta patuhi ketentuan lomba yang telah disepakati.

Serma (K) Yanti Suhartini Petembak Putri andalan AARM-22

Serma (K) Yanti Suhartini merupakan salah seorang petembak dari enam petembak putri andalan TNI AD yang tergabung dalam Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat pada Lomba Tembak AARM (Asian Army Rifle Meeting) ke-22 di Brunei Darussalam, yang hari ini Selasa (25/9) dilepas oleh Wakasad Letjen TNI Budiman,  di Mabesad, Jakarta.

Bintara Kowad lulusan Secaba Kowad PK-IV TA 1996/1997 saat ini bertugas di Kopassus dan tercatat sudah enam kali mengikuti Lomba Tembak AARM, dan berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia  khususnya TNI AD dengan menyabet beberapa kali juara yakni  juara beregu dan perorangan putri diantaranya Individual Champion tahun 2009 di Singapura dengan meraih Thropy Perorangan. Disamping meraih juara di even internasional, Serma (K) Yanti Suhartini juga telah dua kali menjadi juara pada Lomba Tembak Piala Kasad Cup pada tahun 2004 dan 2005.

Menurut Serma (K) Yanti Suhartini, waktu latihan selama lima bulan yang dipersiapkan bagi Tim Tembak TNI Angkatan Darat pada lomba Tembak AARM-22, dirasakan sangat kurang namun Serma (K) Yanti Suhartini akan berjuang semaksimal mungkin untuk lebih berprestasi meraih medali sebanyak-banyaknya guna mempertahankan Tim Petembak Angkatan Darat sebagai Juara Umum seperti pada AARM-21 tahun 2011.

Serma (K) Yanti Suhartini juga berharap, waktu yang tersisa ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berlatih sehingga kemampuan para petembak semakin terasah untuk mencapai prestasi yang maksimal

AARM adalah lomba menembak yang dilaksanakan setiap tahun diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara ASEAN, dan pada AARM-22 kali ini Kontingen Petembak TNI Angkatan Darat berjumlah 57 orang petembak putra dan putri  dengan Komandan Kontingen Mayor Inf Dedi Suryadi yang akan mengikuti Lomba Tembak AARM-22 di Brunei Darussalam.


 
Sumber : TNI AD

Leopard dan Marder Tiba Awal November 2012

Tank Marder 1A3. (Foto: ©Bundeswehr/Modes)

25 September 2012, Jakarta: Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.

Sumber: ANTARA News

TNI AL Siapkan Calon Awak Kapal Selam

(Foto: Kobangdikal)

25 September 2012, Surabaya: Sebanyak 141 prajurit TNI AL mengikuti seleksi Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel), Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) dan Pendidikan Intai Amfbi (Diktaifib) Marinir, Selasa,(25/9). .

Proses seleksi berlangsung selama sepekan dipusatkan di Gedung Moleljadi Kesatrian Bumimoro Kobangdikal Surabaya. Seleksi meliputi test Kesegaran jasmani (Garjas), kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental idiologi tertulis dan wawancara serta Kesehatan jiwa (Keswa) dan diakhiri sidang Penentuan Akhir (Pantuhir) yang digelar di Mako Kodikopsla, Ujung Surabaya, Jumat (28/9). .

141 calon siswa terdiri 25 orang mengikuti test seleksi Dikcawakkasel, 39 orang Dikpaska, 24 orang Dikjursel dan 53 orang Diktaifib. .

Pada kalender pendidikan 2012, tersedia alokasi peserta pendidikan Dikcawakakasel 15 orang, Dikpaska 30 orang, Dikjursel 15 orang dan Diktaifib 30 orang. .

Para siswa yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), Dikpaska di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan Dikjursel di Sekolah Penyelam (Seselam) di Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Kodikopsla. .

Sedangkan Diktaifib Marinir akan menempuh Pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) Kobangdikal berlokasi di Gunungsari, Surabaya.

Sumber: Kobangdikal
@Berita HanKam

China's First Aircraft Carrier Commissioned

25 September 2012

China's first aircraft carrier was delivered and commissioned to the Navy of the Chinese People's Liberation Army on Sept. 25, 2012. The carrier, with the name "Liaoning" and hull number 16, was officially handed over to the Navy at a ceremony held in a naval base of northeast China's Dalian Port. (photo : AC Studio)

DALIAN (Xinhua) -- China's first aircraft carrier was delivered and commissioned to the People's Liberation Army (PLA) Navy Tuesday after years of refitting and sea trials.

Overseen by President Hu Jintao and Premier Wen Jiabao, the carrier was officially handed over by the navy's main contractor, the China Shipbuilding Industry Corporation, at a ceremony held at a naval base in northeast China's city of Dalian.

President Hu, also chairman of the Central Military Commission (CMC), endorsed a PLA flag and naming certificate to the naval unit that received the carrier.

The carrier, formerly known as the Soviet ship Varyag, was renamed Liaoning and underwent years of refitting efforts to install engines, weapons, as well as a year-long sea trial.

The ceremony made China the tenth country around the world and the last among the five permanent members of the U.N. Security Council to have an aircraft carrier in active service.

Premier Wen said in reading off a congratulatory letter sent from top central authorities that China's first aircraft carrier in active service will "be of great and far-reaching significance in inspiring patriotism, national spirit and driving national defense technologies."

"It will also be of great significance in enhancing national defense power and the country's comprehensive strength," Premier Wen said.

"China's development of an aircraft carrier was an important strategic decision made by the Communist Party of China (CPC) Central Committee, the State Council and the Central Military Commission," Wen said.

"The delivery and commission of the first carrier is a milestone in the PLA's history and embodies a major achievement of China's weaponry and equipment development, as well as its national defense modernization," he said.

Liaoning - China's first aircraft carrier (photo : msnbc)

After the commission ceremony, President Hu boarded the Liaoning, which was in full dress, and inspected the Navy's honor guard.

President Hu gave his firm appreciation for the construction of the Liaoning and ordered the Navy and relevant research institutes to keep up their good work.

The president and premier later came to the carrier's flight deck and some cabins where they talked with sailors, and scientists and engineers who developed the carrier.

According to the CMC, after being commissioned to the Navy, the Liaoning will continue to serve for scientific research purposes, as well as military training.

"The PLA's General Armament Department, the Navy and all comrades participating in the carrier program should make new contributions in promoting China's weaponry construction and safeguarding national sovereignty, security and territorial integrity," Wen said.

"The country and people appreciate all participants in the aircraft carrier program," Wen said.

Hu and Wen were accompanied by CMC Vice Chairmen Guo Boxiong and Xu Caihou, as well as State Council Secretary-General Ma Kai, director of the PLA's General Armament Department Chang Wanquan and Navy Commander Wu Shengli.

China announced its aircraft carrier program in July 2011, when the carrier was berthed in Dalian for refitting. Dalian is located at the south end of Liaoning province.

Kobangdikal Operasikan Simulator Baru

25 September 2012


Naval Air Surface Subsurface Firing System simulator (photo : Data Dinamika)

Simulator Baru, Kobangdikal Gembleng Instruktur dan Operator

Tidak bisa dipungkiri bahwa Alutsista TNI AL yang Heavy Material dan Heavy Technologi,  Kobangdikal melalui Puslatlekdalsen senantiasa meningkatakan profesionalisme dan kemampuan instruktur dan operator yang dimiliki dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan alat simulator baru.

Untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit di bidang alut sista, personil Puslatlekdalsen laksanakan pelatihan pengoperasian pesawat simulator baru di gedung Fatahilah Bumimoro Kobangdikal 

“Keberadaan alat simulator kapal yang ada di Puslatlekdalsen haruslah diawaki oleh personil  yang  benar-benar berkualitas dan kompeten, sehingga bisa menularkan ilmunya pada peserta didik secara benar,” terang Komandan Kobangdikal Laksda TNI Djoko Teguh Wahojo dalam amanat pada pembukaan pelatihan Naval Air Surface Subsurface Firing System yang dibacakan Komandan Puslatlekdalsen Kolonel Laut (P) Cakra Aria Wibawa di gedung Fatahilah, Kesatrian Bumimoro Kobangdikal, Selasa, (25/9).

Sebanyak 60 orang Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri sipil (PNS) dari Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kobangdikal mengikuti pelatihan Naval Air Surface Firing Systim (pengoperasian prosedur penembakan anti udara), Naval Subsurface Firing Systim (pengoperasian prosedur penembakan senjata bawah air) dan Naval Surface Firing system (Pengoperasian prosedur penembakan Senjata Permukaan).

Menurut Dankobangdikal, Pelatihan yang diperuntukan bagi instruktur, operator dan Maintenece peralatan simulator itu, akan berlangsung selama tiga minggu kedepan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Komandan Puslatlekdalsen Letkol Laut (P) Ari Widiatmoko, para Kepala Departemen (Kadep) dan perwira staf dijajaran Puslatlekdalsen serta para instruktur

Dari jumlah 60 peserta tersebut terdiri  15 orang diantaranya adalah perwira pertama dengan pangkat Lettu  hingga Kapten, 32 orang Bintara, 12 orang tamtama dan satu orang Pegawai Negeri sipil (PNS).

Puslatlekdalsen sebagai salah satu Komando Pelaksana Kobangdikal, bertugas menyelenggarakan Latihsn Praktek dibidang elektronika kendali senjata yang meliputi alat indra, kendali senjata, alat navigasi, komunikasi dan alat kendali permesinan serta menyiapkan, menyelenggarakan dan mengevaluasi hasil latihan aplikasi taktik operasi laut.

Naval Air Surface Subsurface Firing System lanjut, merupakan simulator yang digunakan kapal corvet kelas Sigma untuk peperangan bawah air, permukaan maupun udara. Sistim ini menyediakan semua fasilitas kepada tim Koamando dalam penembakan diantaranya TPO SUT, MK 46, A-244 S untuk senjata Bawah Air, Harpoon, Exsoset, Meriam  120 MM, Meriam 76 MM, Yakont C 802 untuk senjata permukaan  dan Strellla untuk senjata udara.

Mengingat singkatnya waktu pelatihan, Komandan Kobangdikal berharap peserta pelatihan untuk senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh  agar mampu menjadi instruktur bagi siswa Kobangdikal, operator dan maintenence yang handal sehingga proses belar mengajar dapat berjalan dengan baik,” pintanya.

LHD Begins Final Leg of Journey to Australia

25 September 2012

LHD01 is being transported to Australia (photo : heavyliftspecialist)

Minister for Defence Materiel Jason Clare today announced that the hull of the first of the Royal Australian Navy’s (RAN’s) new amphibious ships has begun the final leg of its journey to Australia.

Mr Clare said the Landing Helicopter Dock (LHD) 01 hull has rounded the Cape of Good Hope and is expected to arrive in Melbourne in the next few weeks.

The LHD hull left Ferrol, Spain in August and is being transported by the Heavy Lift Ship, Blue Marlin. The hull was built in the Navantia shipyard in Spain.

“The Blue Marlin is making good progress and we expect the LHD to arrive in Melbourne by mid October,” Mr Clare said.

The Canberra Class LHDs are bigger than Australia’s last aircraft carrier HMAS Melbourne. When completed they will be more than 230 metres long, 27.5 metres high and weigh around 27,500 tonnes.

Each ship can carry a combined arms battle group of more than 1100 personnel, 100 armoured vehicles and 12 helicopters and features a 40-bed hospital.

“From Port Phillip Bay, Melbourne, the LHD will then travel to the Williamstown dockyard for consolidation of the superstructure and installation of the combat and communications and navigation systems,” Mr Clare said.

The vessel is scheduled to be delivered to the RAN in early 2014.