Tampilkan postingan dengan label POLRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLRI. Tampilkan semua postingan

Berita Foto : POLRI Gelar Operasi Ketupat






JAKARTA-(IDB) : Sejumlah personel Brimob Mabes Polri mengikuti upacara gelar pasukan Operasi Ketupat 2012 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (10/9). Operasi gabungan yang melibatkan unsur TNi/Polri serta instansi pemerintas itu untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. 




Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo (kiri) memeriksa pasukan pada upacara gelar pasukan Operasi Ketupat 2012 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (10/9). Operasi gabungan yang melibatkan unsur TNi/Polri serta instansi pemerintas itu untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.  




Sejumlah personel Satlantas Polda Metro Jaya mengikuti upacara gelar pasukan Operasi Ketupat 2012 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (10/9). Operasi gabungan yang melibatkan unsur TNi/Polri serta instansi pemerintas itu untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.  

Operasi Ketupat Di Manado


Sejumlah anggota Satlantas Polda Sulut mengikuti upacara gelar pasukan operasi ketupat untuk pengamanan jelang leparan di kawasan Mega Mas, kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (10/8). Operasi gabungan tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan Instansi pemerintah dengan jumlah personel yang di terjunkan sebanyak 1876 orang.  




Sejumlah anggota Brimob Polda Sulut mengikuti upacara gelar pasukan operasi ketupat untuk pengamanan jelang leparan di kawasan Mega Mas, kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (10/8). Operasi gabungan tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan Instansi pemerintah dengan jumlah personel yang di terjunkan sebanyak 1876 orang.



Sumber : Antara 

Mantap, Pindad Dapat Pesanan Enam Komodo Untuk TNI Dan POLRI

BANDUNG-(IDB) : PT Pindad sedang memproduksi enam unit Komodo, suatu kendaraan tempur lapis baja yang memiliki kemampuan bermanuver sangat baik, pesanan Kopassus, TNI AD dan Brimob.
 
"Sekarang  kami produksi keenamnya dan ditargetkan 5 Oktober sudah selesai," kata Manajer Pengembangan Produk PT Pindad Sena Maulana yang memajang desain buatannya di RITech Expo 2012 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Kamis (9/8). 

Prototipe Komodo dipajang bersama berbagai armada lainnya seperti panser Anoa seri terbaru Pindad, roket RX-550 buatan Lapan, beberapa mobil listrik dan lain-lain di halaman gedung Sabuga.

Enam unit pesanan itu yakni, dua Komodo varian pendobrak untuk 10 personil pesanan Kopassus, tiga Komodo varian Armored (tahan peluru) Personnel Carrier (APC) atau pembawa pasukan untuk 10 personil dan satu versi rudal mistral (anti serangan udara) untuk TNI AD.

Komodo, ujar Sena, berfungsi mengintai kondisi jalan dan alam sekitar, kondisi penduduk setempat, kondisi cuaca, atau kekuatan musuh dengan kondisi medan berat seperti jalan berlumpur, berpasir, serta bergunung-gunung, dan mampu menerjang tanjakan 31 derajat dan kemiringan sisi 17 derajat.

Komodo seberat 4 ton dan berdaya jelajah 450 km ini ujarnya, selain engine, seluruhnya buatan Pindad yang selesai prototipenya sejak Maret 2012 dan bisa dipesan dan dimodifikasi sesuai keinginan.

Selain Komodo, Pindad juga mengeluarkan versi terbaru dari Anoa, suatu panser 6x6 APC, yang sebelumnya sudah selesai diproduksi sebanyak 150 unit untuk TNI, yang 13 di antaranya dipesan untuk Lebanon.


Sumber : Republika

Bila POLRI Gagal Menjaga Kamtibmas, Fenomena Petrus Bisa Terulang Kembali

JAKARTA-(IDB) : Penembakan Misterius (Petrus) yang terjadi pada periode 1982-1985 silam dapat kembali terjadi di masa ini atau masa mendatang jika kinerja aparat kepolisian tidak maksimal. Demikian dikatakan Wakil Ketua I Komnas HAM, Yosef Adi Prasetyo, yang juga Ketua Tim Penyelidikan Petrus di kantornya di Jakarta, Selasa (24/7).

"Jangan sampai Polri dianggap gagal menjaga Kamtibmas. kalau Polri gagal, kemungkinan Petrus akan kembali terjadi. Karena dulu Polri dianggap gagal, jadi Kamtibmas diserahkan pada TNI dan terjadilah Petrus ini,"kata Yosef Adi.

Yosef yang akrab dipanggil Stanley ini juga mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama atau etnis harus ditindak tegas oleh aparat kepolisian. Karenanya dia berharap Pemerintah dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini dan mengambil kebijakan untuk mencegah peristiwa ini terulang kembali. "Jangan biarkan ada kelompok-kelompok bersenjata di masyarakat yang akan mengganggu kenyamanan masyarakat. Polri sebagai penegak Kamtibmas, harus tegas. Tak boleh membiarkan kelompok berlandaskan SARA melakukan sweeping,"ujarnya.

Anggota Komnas HAM, Joni Nelson Simanjuntak, menambahkan, persepsi dalam pemberantasan kejahatan harus diubah dan tak boleh sama dengan saat Petrus terjadi. "Perspektif pemberantasan kejahatan harus dilakukan dalam perspektif HAM, bukan memberantas orangnya dan harus sampai ke akar masalahnya,"ucap Joni.


Sumber : Jurnas

BPPT Ciptakan MSR untuk Polri

JAKARTA-(IDB) : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berharap wahana menembak simulasi berjalan (mobile shooting range/MSR) bisa diproduksi massal dan dimiliki oleh kepolisian di seluruh Indonesia.

Hal ini dikemukakan Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar pada serah terima pengalihan status barang milik negara berupa MSR kepada Kepala Puslitbang Polri Brigjen Mangisi Situmorang di Jakarta, kemarin. 

"Kehadiran wahana simulasi menembak berjalan atau mobile shooting range (MSR) diharapkan bisa diproduksi massal dan dimiliki oleh kepolisian di seluruh Indonesia," kata Marzan. 

Dia juga berharap antara BPPT dan Polri terjalin terpelihara dan berkembang program kerja sama guna memenuhi kebutuhan Polri. Kerja sama mengenai MSR merupakan hasil perekayasaan BPPT, PT Pindad, dan Polri. MSR dikembangkan di pusat teknologi industri pertahanan dan keamanan yang dimiliki BPPT. Alat latihan menembak ini sudah digunakan di lingkungan Polri. Sedangkan di bidang pertahanan, BPPT sudah mengembangkan sistem amunisi, panser, dan pesawat udara tanpa awak.

"Ke depan tentunya membutuhkan penyempurnaan. Bagaimana teknik menembak tanpa perlu mengunakan peluru tajam atau peluru asli karena harganya cukup mahal. Bisa juga dengan simulasi yang dapat dianalisis arah tembakannya. Seperti orang main golf, sekarang sudah bisa disimulasikan tanpa perlu pergi ke lapangan," ujar Marzan.

Semnentara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri Brigjen Mangisi Situmorang mengungkapkan satu mobil prototipe MSR adalah salah satu kerja sama di bidang inovasi dan perekayasaan. 

"Kerja sama inovasi dan perekayasaan harus terus ditingkatkan. Kami berharap ada kerjasama dan bantuan-bantuan teknologi lainnya," ujar Situmorang.

MSR yang kini digunakan Polri masih satu alat, digunakan sebagai simulasi latihan menembak dengan jarak minimal 10 meter. Untuk pengembangan prototipe ini menghabiskan dana sebesar Rp 1,2 miliar.


Sumber : SuaraKarya

793 Taruna Akademi TNI-Polri Kunjungi Koarmabar

JAKARTA-(IDB) : Sebanyak 793 Taruna Akademi TNI dan Polri melakukan kunjungan ke Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Kamis (15/7). Ke-793 taruna tersebut terdiri dari 249 Taruna Akademi Militer, 107 Taruna Akademi Angkatan Laut, 110 Taruna Akademi Angkatan Udara dan 327 Taruna Akademi Kepolisian.
Kunjungan para taruna ke Markas Koarmabar dalam rangka latihan Bhineka Eka Bhakti (BEB) Taruna Akademi TNI dan Polri Tingkat I Tahun Pelajaran 2009/2010.

Demikian siaran pers Dispen Koarmabar yang diterima Jurnal Nasional, Kamis.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Marsetio mengatakan, kunjungan para taruna Akademi ini mempunyai makna yang sangat strategis.

“Kunjungan sebagai sarana silahturahmi dan komunikasi antara para pemimpin TNI dan Polri masa depan. Forum ini dapat dijadikan pembelajaran bagi para taruna untuk mengetahui secara riil kondisi dan situasi di lapangan,” kata Marsetio.

Namun yang lebih penting, menurut Marsetio, sesuai dengan topik kunjungan yaitu Bhineka Eka Bhakti maka program ini juga merupakan sarana pembinaan untuk meningkatkan solidaritas antara TNI dan Polri.

“Kunjungan taruna TNI dan Polri ini mewujudkan kader-kader prajurit dan Perwira Polri yan berkualitas dan mampu menopang NKRI yang semakin kokoh.

Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Mayor Jenderal TNI (Mar) Nono Sampono mengatakan, kegiatan ini merupakan realisasi kurikulum pendidikan Akademik dengan tujuan untuk memberi bekal kepada para taruna agar mengetahui kondisi dan tugas satuan-satuan di jajaran TNI/Polri dengan melakukan kunjungan secara langsung.

Pada kunjungan tersebut, para taruna menerima tayangan   profil Koarmabar yang menggambarkan tentang tugas dan peran yang diemban Koarmabar dalam mengamankan wilayah perairan yang menjadi tanggungjawabnya.

Usai mengikuti kegiatan di Mako Koarmabar, para taruna yang tergabung dalam Latihan Bhinneka Eka Bhakti melanjutkan kegiatan peninjauan ke satuan-satuan di jajaran Koarmabar yang berpangkalan di Pondok Dayung serta kunjungan ke KRI yang tengah sandar di dermaga Tanjung Priok.

Di Pondok Dayung, para taruna disambut dengan demo ketangkasan para prajurit Satuan Pasukan Katak Koarmabar, seperti Combat Swimmer, Water Jump dengan melakukan lompatan dari hely ke laut, peragaan demolisi bawah air, shipboarding, display Peralatan dan Alutsista serta peragaan Tenue Kopaska.

Hadir pada acara kunjungan latihan Bhineka Eka Bhakti  antara lain Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Didit Herdidawan, Komandan Guspurlabar Laksamana Pertama TNI Dedy Yulianto  serta Komandan Lantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul dan para pejabat teras Akademi TNI dan Koarmabar.


Sumber : Jurnas

Lumpuhkan Teroris, Pertamina Gelar Latihan ISPS Code

CILACAP-(IDB) : Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, menggelar latihan "The International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code" di Area 70 Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

Dalam latihan ISPS Code ini digambarkan tentang penanggulangan aksi terorisme yang berencana melumpuhkan aktivitas Tersus Migas Pertamina RU IV Cilacap.

Kelompok teroris yang menyatroni Tersus Migas ini dapat dilumpuhkan oleh pasukan Brimob Polda Jateng meskipun dua di antaranya tewas terkena tembakan.

Di bagian akhir simulasi penanggulangan teroris ini digambarkan upaya tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Jateng untuk menjinakkan dua benda diduga bom, salah satunya berdaya ledak kuat yang ditempatkan oleh teroris di perkampungan warga.

Akan tetapi di saat tim Jibom berhasil menjinakkan bom berdaya ledak kuat, bom lainnya yang berdaya ledak rendah dan diletakkan teroris di Pantai Grown Nol meledak, namun tidak menyebabkan korban jiwa.

Selain penanggulangan terorisme, dalam latihan ISPS Code ini juga diperagakan penanganan kebakaran pada sebuah kapal tanker dan penanganan tumpahan minyak di perairan Cilacap.

General Manager Pertamina RU IV Cilacap, Suhaimi mengatakan, latihan ini digelar dengan tujuan pemenuhan implementasi ISPS Code Terminal Khusus Minyak dan Gas (Tersus Migas) Pertamina Cilacap dan pemenuhan persyaratan izin operasi Tersus Migas Pertamina Cilacap.

"Juga dalam rangka pemenuhan persyaratan perlindungan lingkungan maritim, uji coba rancangan keamanan fasilitas pelabuhan Tersus Migas Pertamina Cilacap, serta uji coba prosedur tetap penanggulangan kebakaran di perairan Tersus Migas Pertamina Cilacap," katanya.

Sumber : Antara

Panglima TNI, KASAD, KASAL Dan Kapolri Laksakan Operasi Khusus

BANDUNG-(IDB) Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo, melaksanakan operasi khusus di Markas Detasemen Bravo-90 Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, Bandung, Rabu.

Selain Panglima TNI dan Kepala Polri, ikut dalam operasi khusus itu Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno.

Tiga pejabat tinggi militer dan Polri itu melaksanakan operasi khusus sebagai rangkaian tradisi sebelum menerima Wing Komando Kehormatan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara.

Sebelum melaksanakan operasi khusus, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal menyaksikan demonstrasi pertempuran pertahanan pangkalan udara di Lapangan Apel Markas Korps Paskhas di Pangkalan Udara Sulaeman, Bandung.

Usai menyaksikan demonstrasi sekitar 30 menit, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal segera berganti kostum pasukan khusus Detasemen Bravo-90 TNI Angkatan Udara, lengkap dengan senjata MP-4 di tangan.

Setelah mendapat pengarahan tentang operasi khusus dimaksud, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal segera menaiki kendaraan khusus DMV menuju Markas Detasemen Bravo-90 lama di area Pangkalan Udara Sulaeman.

"Ini dia....," kata Panglima TNI bersemangat.

Dalam simulasi operasi khusus itu, Panglima TNI, Kapolri, Kasad dan Kasal diharuskan mengambil dokumen rahasia di sebuah tempat untuk selanjutnya diamankan.

Simulasi operasi khusus diselingi berbagai ledakan, aksi penembakan dan pengambilan dokumen rahasia yang tersimpan disebuah kotak.

Usai mengambil dokumen rahasia, Panglima TNI, Kepala Polri, Kasad dan Kasal segera keluar dari "medan operasi" dan bergegas menggunakan kendaraan khusus ke sebuah titik untuk menyerahkan dokumen. 

Sumber : Antara

TNI POLRI Dapat Tambahan Anggaran Sebesar Rp. 24 T Dari Sisa Anggaran Lebih Tahun 2011

JAKARTA-(IDB) : Sebagian sisa anggaran lebih (SAL) tahun 2011 akan digunakan untuk kepentingan Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian.

Hal ini akan diajukan pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat, saat pembahasaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 mulai awal April.     

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Tak dijelaskan oleh Hatta alasan, nilai, maupun peruntukan, dana sisa anggaran lebih (SAL) tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa sebagian besar dana SAL akan digunakan untuk kepentingan proyek infrastruktur.

SAL tahun 2011 yang dapat digunakan senilai Rp 30 triliun. Sesuai dengan ketentuan, 20 persen di antaranya harus  dialokasikan langsung untuk program pendidikan. Dengan demikian SAL yang tersisa adalah Rp 24 triliun

Sumber : Kompas

Kapolri, KASAD Dan KASAU Jadi Warga Kehormatan Korps Marinir

ASEM BAGUS-(IDB) : Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo bersama dengan Kasad Jenderal TNI Edhie Wibowo dan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat dikukuhkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Pengangkatan warga kehormatan itu dilakukan dalam upacara militer yang dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Pusat Latihan Marinir Karang Tekok, Situbondo, Jatim, Kamis.

Ketiga jenderal berbintang empat itu mendapatkan baret ungu yang dibawa oleh penerjun Marinir kemudian disematkan oleh Panglimaa TNI.

Sebelumya, para jenderal itu bersama Kasal Laksamana TNI Soeparno melakukan pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Situbondo.

Sumber : Antara

Janji Jenderal Pramono Edhie Wibowo ke Marinir

ASEM BAGUS-(IDB) : "Tiada kata yang dapat aku ungkapkan, kecuali aku mendapatkan kebanggaan hari ini dari marinir. Aku berjanji pada diriku sendiri, akan kujunjung tinggi kehormatan korps Marinir," ucap Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Itulah cara Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tersebut mengungkapkan kebahagian dan kebanggaannya menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Ia menerapkan cara berbeda dibanding perwira tinggi lainnya, Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) Jenderal Pol. Timur Pradopo dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal TNI Imam Sufaat, yang juga menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI AL.

Tatkala Timur Pradopo dan Imam Sufaat memberikan pidato sambutan secara biasa, maka Pramono Edhie yang mantan Komandan Jenderak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menyampaikan ungkapan hatinya untuk Korps Marinir secara lebih puitis.

Bahkan, putera mantan Komandan Jenderal Resimen Komando Pasukan Angkatan Darat (RKPAD, kini Kopassus) Sarwo Edhi Wibowo (25 Juli 1927 - 9 November 1989) itu menegaskan bahwa kehormatannya dari Korps Marinir akan dibawa sampai akhir hayat.

Ketika pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 5 Mei 1955 tersebut mengakhiri sumpah janjinya dengan teriakan kata, "marinir", para prajurit korps baret ungu yang hadir dalam acara itu pun menyahutnya menggunakan kata khas yang sama.

Mantan Panglima Komando*Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) itu agaknya tidak puas hanya berteriak sekali. Ia mengulanginya hingga tiga kali. Prajurit marinir pun tampak bertambah semangat, dan suara bertambah lantang menggema saat memberi sautan.

"Nah, marinir harus begitu," kata Pramono, yang juga adik kandung Ibu Negara Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

Pramono Edhie Wibowo menambah jumlah warga kehormatan korps marinir dari TNI AD. Perwira tinggi lain dari TNI AD yang juga mendapatkan baret ungu adalah Jenderal Besar (Pur) AH Nasution (3 Desember 1918 – 6 September 2000), Jenderal (Pur) LB Mordani (2 Oktober 1932 - 29 Agustus 2004), Jenderal (Pur) Try Sutrisno, Jenderal (Pur) Feisal Tanjung, dan Jenderal (Pur) Djoko Santoso.

Saat ini sudah ada 29 orang yang diangkat menjadi warga kehormatan korps marinir. Selain warga negara Indonesia, warga kehormatan marinirdiberikan untuk tokoh luar negeri, yakni Sultan Brunei Darussalam Sultan Hasanal Bolkiah, serta dua jenderal dari Amerika Serikat (AS), CC Krulak dan James T. Conway.

Sumber : Antara

Peresmian Kapal Patroli Polisi

6 Desember 2011, Jakarta (ANTARA News): Sejumlah anggota Polisi Perairan Polri berbaris saat peresmian KP.Abimanyu jenis kapal angkut personil di Markas Komando Ditpolair Baharkam Polri. Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/12). KP.Abimanyu milik Kepolisian RI diproduksi oleh PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, memiliki panjang 49,50 meter dengan berat 580 ton, kecepatan berlayar bisa mencapai 15 knot, serta draft untuk kedalaman laut 2,20 meter. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/nz/11)

Kapal patroli KP.Pelatuk-019 milik Ditpolair Baharkam Polri melakukan demo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/12). Ketiga kapal hibah dari pemerintah Australia tersebut diberi nama Kapal Pol Gagak-017, Kapal Pol Sikatan-018 dan Kapal Pol Pelatuk-019, berkecepatan maksimal 35 knot, untuk mengamankan wilayah laut 12 mil. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/nz/11)

Australia Hibah Tiga Kapal Laut untuk Polri

Kapal patroli KP.Pelatuk-019 milik Ditpolair Baharkam Polri melakukan demo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/12). Ketiga kapal hibah dari pemerintah Australia tersebut diberi nama Kapal Pol Gagak-017, Kapal Pol Sikatan-018 dan Kapal Pol Pelatuk-019, berkecepatan maksimal 35 knot, untuk mengamankan wilayah laut 12 mil. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/nz/11)

6 Desember 2011, Jakarta (Jurnas.com): Polri menerima hubah 3 unit kapal laut tipe C dari Australian Federal Police (AFC). Kapal-kapal ini akan dipakai untuk keperluan pengamanan polri terutama untuk penegakan hukum di bidang kejahatan lintas negara.

Tiga kapal hibah AFP tersebut adalah Kapal Pol Gagak-017, Kapal Pol Sikatan-018, dan Kapal Pol Pelatuk-019. Kapal tersebut adalah tipe C atau berukuran kecil. Berukuran panjang 16 meter kapal-kapal ini memiliki kecepatan 30 knot dengan daya jelajah 400 nm (not mile). Kapal yang punya 2 unit mesin pokok ini mempunyai awak 6 orang anak buah kapal.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Selasa (6/12), kapal tersebut akan diprioritaskan untuk penanggulangan kasus-kasus kejahatan lintas negara. "Untuk wilayah yang banyak kasus people smuggling dan terorisme," kata Saud dalam acara serah terima di Direktorat Polisi Air, Tanjung Priok.

Saat ini armada laut yang dimiliki Direktorat Air Polri dinilai masih kurang. Bantuan dari AFP dinilai sangat membantu. Meski dengan peralatan transportasi yang minim, Polri menurut Saud sudah memenuhi target penegakan hukum.

Selama tahun 2010 Direktorat Polisi Air menangani 422 kasus. Padahal kasus yang ditargetkan untuk ditangani hanya 42 kasus.

Untuk tahun ini target penegakan hukum mencapai 435 kasus dan sudah diselesaikan 397 kasus. Penegakan hukum yang dilakukan meliputi kasus pencurian ikan, pelanggaran pelayaran, kepabeanan, penambangan ilegal, dan narkoba. "Untuk uang negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp155 miliar," kata Saud.

Sumber: Jurnas

Pemerintah Sinkronisasi Modernisasi Alutsista TNI POLRI

JAKARTA-(IDB) : Pemerintah telah menetapkan kebijakan modernisasi pembangunan pertahanan utamanya jajaran TNI dan dalam skala tertentu Polri termasuk rencana pengadaan alutsista untuk jangka menengah dan jangka panjang. Selama pembangunan 2009-2014, pemerintah juga sudah ditetapkan dukungan pengadaan alutsista.

"Telah saya putuskan dan kita telah menyinkronisasikan kebutuhan pertahanan jajaran TNI/Polri dan dukungan anggaran yang dikelola oleh Kemenkeu dan dalam batas tertentu Bappenas," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengantar Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/11).

Presiden mengajak memikirkan pengadaan tambahan alutsista di luar yang sudah disetujui. Padahal batas anggaran sudah ditetapkan. "(Jika itu terjadi) tentu kita bahas kembali," kata Presiden. Kepala Negara mengingatkan, kembali kebijakan dasar alutsista yang mengharuskan membeli produk dalam negeri.

"Wajib hukumnya menggunakan alutsista produk industri pertahanan kita manakala alutsista sudah bisa diproduksi oleh jajaran industri pertahanan kita. Kalau belum bisa kita mesti membeli dari negara sahabat tanpa konditionalitas (syarat) apalagi konditionalitas politik," kata Presiden.

Sumber : Jurnas

Gelar Terbaik DI Raih Kontingen Police Di Sudan

SUDAN-(IDB) : Kontingen Formed Police Unit (FPU) yang dikirim Polri untuk misi kemanusiaan di Sudan mendapatkan gelar terbaik. Pendekatan yang baik ke masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan.

Menurut Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Senin (7/11), hal inilah yang membuat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) terus mempercayai Polri untuk mengirimkan kontingennya ke Sudan. "Sudah yang keempat, tiga sudah kembali dan yang keempat baru berangkat," kata Kapolri saat menerima kontingen ketiga yang baru kembali dari Sudan di Lapangan Baharkam Polri.

Setelah melalui persiapan dan evaluasi matang, untuk keempat kalinya tim kembali dikirim ke Sudan atas permintaan PBB. Empat kali mengirim tim, kontingen Polri selalu mendapat predikat terbaik. Gelar terbaik akan dipertahankan sehingga PBB terus memberikan kepercayaanya.

Tugas utama tim ini di sana adalah membantu masyarakat serta menjaga keamanan di negara konflik tersebut. "Kami punya program kemitraan," katanya. Karena itu tim yang dikirim bisa diterima masyarakat setempat. Hal tersebut juga bisa membuktikan bahwa tim yang dikirim tidak memihak siapapun.

"Tim bisa bergaul baik dengan masyarakat," ujar Kapolri.

Sumber : Jurnas

Latma Gultor Resmi Ditutup Oleh Panglima TNI

JAKARTA-(IDB) : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menutup acara Latihan Bersama Penanggulangan Teror (Latma Gultor) TNI-Polri 2011 bersandi Waspada Nusa III.

Menurutnya, Latma Gultor yang diselenggarakan pada 25-28 Oktober ini berlangsung lancar sesuai yang dilancarkan. "Latihan ini merupakan kesinambungan dari latihan serupa tahun lalu," kata Panglima di Markas Besar TNI di Jakarta, Jumat (28/10).

Penyelenggaraan latihan ini, kata Panglima, merupakan wujud sinergi TNI-Polri dalam menghadapi dan memerangi terorisme di seluruh pelosok Nusantara.

Dikatakan Panglima, hal yang paling menonjol dalam latihan ini adalah sinergitas TNI-Polri. "Mulai tahap perencanaan, mekanisme dan prosedur serta peningkatan kemampuan masing-masing grup di dalam penyelesaian masalahnya masing-masing," katanya.

Sinergitas ini, kata Panglima, telah diinstruksikan oleh Presiden agar TNI-Polri meningkatkan koordinasi dan sinergi positif dalam penanggulangan aksi terorisme.

Latma Gultor ini diselenggarakan dengan diakhiri simulasi penanganan teror oleh TNI-Polri di lima tempat secara serentak.

Di Hotel Borobudur, penanganan dilakukan oleh Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Mabes Polri, di Hotel Sultan oleh Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus TNI AD, di Tanjung Priok oleh Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, di Bandara Soekarno-Hatta Detasemen Bravo (Den Bravo) TNI AUN dan di gedung TVRI.

Sumber : Jurnas

Latihan Bersama Pasukan Anti Terror TNI Polri

JAKARTA-(IDB) : Teroris secara bersamaan menguasai lima obyek vital di laut dan darat wilayah Jakarta dan Banten. Mulai dari beberapa hotel jaringan internasional hingga Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Lima obyek vital yang dikuasai teroris adalah kapal KM Wahana, Hotel Permata 1 dan Hotel Permata 2, menguasai stasiun televisi satelit 1 dan bandara internasional Kristal.

Dalam aksi tersebut para teroris menuntut pembebasan tokoh utama mereka, yakni X dan Y, yang ditahan pemerintah.

Menyikapi itu aparat kewilayahan baik di Jakarta maupun Banten, TNI maupun Polri melakukan koordinasi secara berjenjang.

Dari hasil dinamika di lapangan, maka diputuskan mengerahkan satuan-satuan antiteror TNI-Polri, yakni Detasemen Khusus-88 Mabes Polri, Satuan Gultor-81 Kopassus, Detasemen Jala Mangkara TNI Angkatan Laut dan Detasemen Bravo-90 TNI Angkatan Udara.

Itulah rangkaian singkat latihan gabungan penanggulangan teror TNI-Polri bersandikan "Waspada Nusa III" 2011.

Rangkaian latihan antiteror TNI-Polri di lima lokasi itu disaksikan secara langsung melalui layar lebar berukuran 5 x 3 meter oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Polri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman di Lapangan Parkir Timur Senayan.

Hadir pula Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dan perwakilan sejumlah negara sahabat.

Latihan kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan "Waspada Nusa III" itu melibatkan 470 personel Polri dan 2.180 personel TNI. 

Sumber  : Antara

Kasum TNI Tinjau Kesiapan Latma Gultor TNI Polri

Kasum TNI Tinjau Kesiapan Latma Gultor TNI-Polri di Mako Kopassus
JAKARTA-(IDB) :  Untuk meningkatkan kemampuan penanggulangan teror (gultor), pasukan Elit TNI – Polri akan menggelar latihan bersama (latma) Waspada Nusa III TA. 2011 dengan obyek berbagai sasaran yang berbeda. 

Kesiapan latihan bersama TNI – Polri ini mendapat perhatian dari Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo dan para Komandan Satuan Elit TNI – Polri yang meninjau kesiapan peralatan dan latihan penanggulangan teror di Mako Kopassus Cijantung,Jakarta Timur.

Sebelum melaksanakan peninjauan, Kasum TNI mendapat penjelasan seputar Satuan 81 Penanggulangan Teror Kopassus TNI AD dan Rencana Garis Besar Latihan Waspada Nusa III TA. 2011. Pelaksanaan latihan bersama TNI – Polri dalam penanggulangan teror ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas TNI – Polri serta komponen masyarakat lain yang akan terlibat dalam latihan. Penanggulangan teror bukan hanya urusan TNI – Polri saja tetapi merupakan kepedulian dan kewaspadaan seluruh rakyat Indoenesia yang ingin hidup tenang dan damai di Republik Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI menekankan untuk berlatih dengan baik dan memotivasi pasukan elit agar dapat menunjukkan kepada pimpinan bahwa mereka dapat dipercaya. Selain itu, melalui latihan bersama ini diharapkan akan dapat menyempurnakan Standard Operating Prosedure (SOP) dalam menghadapi krisis. 

Belajar dari kejadian teror di negara-negara lain, Pasukan Elit TNI – Polri harus menyadari bahwa tidak ada keberhasilan perorangan, yang ada adalah keberhasilan bersama, sebagaimana disampaikan oleh Letjen TNI J. Suryo Prabowo untuk semakin memperkokoh sinergitas TNI – Polri.

Latihan bersama yang dilaksanakan setiap tahun ini juga akan melibatkan satuan lain di luar TNI – Polri, seperti BNPT, Pemadam Kebakaran, Bea Cukai, Telkom dan Petugas Keamanan di tiap instansi yang akan dijadikan sebagai tempat latihan.

Sumber : Poskota

TNI Dan Polri Samakan Prosedur

JAKARTA-(IDB) : Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus TNI AD akan menyamakan prosedur dengan Polri dalam penanganan teror.

Pusat Penerangan Mabes TNI dalam keterangannya, Rabu (12/10/2011), menyebutkan, Kopassus dan Polri akan menggelar latihan bersama Waspada Nusa III Tahun 2011, dengan obyek berbagai sasaran yang berbeda.

Kesiapan latihan bersama TNI-Polri mendapat perhatian dari Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI J Suryo Prabowo, dan para Komandan Satuan Elite TNI-Polri yang meninjau kesiapan peralatan dan latihan penanggulangan teror di Markas Komando Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

"Melalui latihan bersama ini diharapkan dapat menyempurnakan standard operating procedure (SOP) dalam menghadapi krisis. Belajar dari kejadian teror di negara-negara lain, Pasukan Elite TNI-Polri harus menyadari bahwa tidak ada keberhasilan perorangan, yang ada adalah keberhasilan bersama," ujar Kasum.

Latihan juga akan melibatkan satuan lain di luar TNI-Polri, seperti BNPT, Pemadam Kebakaran, Bea Cukai, Telkom, dan petugas keamanan di tiap instansi yang akan dijadikan sebagai tempat latihan.  

Sebelum meninjau, Kasum TNI mendapat penjelasan seputar Satuan 81 Penanggulangan Teror Kopassus TNI AD dan Rencana Garis Besar Latihan Waspada Nusa III TA 2011.

Pelaksanaan latihan bersama TNI-Polri dalam penanggulangan teror ini diharapkan meningkatkan sinergitas TNI-Polri, serta komponen masyarakat lain yang akan terlibat dalam latihan.

Kasum TNI menambahkan, penanggulangan teror bukan hanya urusan TNI-Polri, melainkan merupakan kepedulian dan kewaspadaan seluruh rakyat Indoenesia yang ingin hidup tenang dan damai di Republik Indonesia. 

Sumber : Kompas

TNI Dan Polri Harus Seiring Sejalan Dalam Mencegah Aksi Terorisme

JAKARTA-(IDB) :Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut berperan menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Beberapa waktu terakhir ini Indonesia menghadapi gangguan keamanan seperti aksi terorisme, bentrokan sosial, benturan horizontal, dan kegiatan separatis.
"Saya instruksikan aparat melakukan pencegahan dan tindakan yang efektif terhadap terorisme dan aksi kekerasan," kata SBY dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.

Presiden SBY mengatakan rakyat tidak boleh mendapat ancaman dan gerakan separatis tidak boleh mengancam keutuhan bangsa. Aparat keamanan dan TNI harus bisa melindungi dan mengayomi masyarakat. "Ini harus dicegah dan dihentikan, keamanan dan keutuhan itu menjadi tanggung jawab kepolisian, tapi TNI bisa ikut mencegah aksi kekerasan dan terorisme," ujar SBY.

Dia mengatakan peran dan tugas yang cukup besar dalam menjaga keamanan dan keutuhan negara merupakan komitmen TNI di masa reformasi. TNI kini telah menjalankan tugasnya secara profesional. Dulu, kata SBY, TNI sering dikritik dalam perannya pada sosial dan politik. Kini TNI murni menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang, sesuai dengan demokrasi, menghormati aturan hukum (rule of law), dan hak asasi manusia.

Selain TNI dan polisi, SBY juga meminta peran intelijen dalam mengantisipasi segala aksi yang bisa mengancam keutuhan dan keamanan negara. TNI, kata dia, bisa meningkatkan perannya dalam komando teritorial hingga ke daerah.

Dalam upacara Hari Ulang Tahun ke-66 TNI itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Kristiani Herrawati, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

Peringatan ini dimeriahkan demonstrasi flypass pesawat tempur TNI Angkatan Udara, free fall, bela diri militer Yong Moodo, bela diri militer MAA, rampak bedug, dan tarian Papua. TNI juga memamerkan persenjataan, peluru kendali PORRAD Detasemen Artileri Pertahanan Udara, kendaraan taktis Anoa, roket multilaras 70 Grade Marinir, BMP-3 F, Howitzer, radar portabel Paskhas, dan helikopter TNI.

Sumber : Tempo

Untuk Menghindari Intervensi Eksekutif, POLRI Diminta Dikembalikan Ke Kemhan

JAKARTA-(IDB) : Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta untuk dikembalikan di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan (Kemhan), bukan lagi langsung di bawah presiden. 

Dengan posisi di bawah presiden, terbuka besar peluang intervensi dari kalangan eksekutif, bahkan partai penguasa. “Penempatan polisi di bawah presiden adalah inkonstitusional. Dalam sejarahnya, dari zaman Hindia Belanda sampai Orde Baru tidak ada polisi di bawah presiden,” tegas praktisi hukum Andi Muhammad Asrun di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, kemarin. 

Andi bersama dua orang rekannya, Dorel Almir dan Merlina, mengajukan uji materi UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri ke MK kemarin. Pasal yang diuji konstitusionalitasnya adalah pasal 8 yang menyebut Polri berada di bawah presiden dan pasal 11 tentang pengangkatan dan pemberhentian kapolri oleh presiden. 

Menurut Andi, tidak ada satu pun pasal dari UUD 1945 yang memberikan dasar hukum bahwa kepolisian di bawah presiden langsung. Selain itu, kedudukan Polri di bawah presiden juga menimbulkan adanya bias politik kekuasaan dalam penegakan hukum.

Sumber: Sindo

Update : Polri Ingatkan Polisi Brunei: Lewati Batas Negara Ditindak !

JAKARTA-(IDB) : Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menerima kunjungan kerja Kepala Kepolisian Brunei Darussalam, Comissioner of Royal Brunei Police Force Dato, Paduka Seri H Hasrin bin Dato Paduka Hj. Sabtu, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/9/2011). 

Selain membahas kerjasama penanggulangan keamanan dan kejahatan lintas batas negara (transnasional), kedua kepala kepolisian juga membahas insiden masuknya sembilan polisi Brunei secara ilegal ke Kalimantan Barat pada 6 Maret 2011 lalu. Saat itu, kedatangan polisi Brunei berdalih ingin menangkap seorang warga negara Indonesia yang menjadi DPO, Eko, karena belasan kali melakukan kejahatan di Brunei.

Kepada Kepala Kepolisian Brunei, pihak Polri menyampaikan, bahwa polisi Brunei yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal akan ditindak. "Kita menyampaikan bahwa Persoalan yang ada di Indonesia, mereka harus menghormati hukum kita. Jadi harus ditindak," kata Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam seusai mendampingi Kapolri dalam pertemuan.

Setelah sehari ditangkap, saat itu kesembilan polisi Brunei dibebaskan, karena mengaku tidak paham perbatasan.

Anton membantah, jika masuknya sembilan polisi negara tetangga itu ke wilayah Indonesia, karena tidak percaya dengan cara kerja polisi di Indonesia. "Bukan tidak percaya, tapi mereka tidak paham, belum paham, sehingga mereka datang sendiri. Namun kita bantu juga mereka mau cari siapa," papar Anton.

Menurut Anton, banyak warga Indonesia yang tinggal di Brunei dan sebaliknya. Karenanya kedua pihak harus menghormati penegakan hukum di masing-masing negara.

Atas penjelasan pihak Polri ini, Kepala Kepolisian Brunei dapat memahaminya. "Jadi, kedua belah pihak, begitu juga kita harus menghormati hukum yang ada di sana. Jadi, jangan jangan segan-segan kalau memang salah, harus ditindak. Sama-sama kita menegakkan hukum masing-masing. Tidak ada yang diragukan lagi, saling percaya," imbuhnya.

Sumber: TribunNews