Tampilkan postingan dengan label Pasukan Garuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasukan Garuda. Tampilkan semua postingan

Komandan Unifil Terkesan Akan Professional Indobatt


LEBANON-(IDB) : Deputy Force Commander (DFC) UNIFIL Brigjen Patrick Phela terkesan dengan profesionalitas dan keramahan yang telah ditunjukkan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim In Lebanon), hal ini disampaikannya saat melaksanakan kunjungan ke AOR (Area of Responsibility) Indonesian Batallion (Indobatt), Lebanon Selatan, Rabu (19/09/2012).
 
Menurutnya, performance baik yang telah ditunjukkan prajurit TNI/Indobatt dalam melaksanakan tugasnya di lapangan selama ini merupakan cerminan akan profesionalitas yang dimiliki, ia berharap kinerja yang sudah baik ini terus dipertahankan.

Sebelum melaksanakan kegiatan peninjauan ke pos-pos yang dimiliki Indobatt, Jenderal asal Irlandia ini terlebih dahulu diterima oleh Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono didampingi para Komandan Kompi dan perwira staf jajaran Satgas di Markas Indobatt UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr.

Usai kegiatan foto bersama dan perkenalan singkat para perwira Satgas, kegiatan dilanjutkan dengan paparan singkat tentang situasi dan kondisi daerah operasi Indobatt selama 10 bulan terakhir masa penugasan yang telah dilaksanakan.
 
Usai menerima paparan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pos-pos yang berada di area blue line perbatasan Lebanon-Israel, diawali dari Pos B-78, TP (Temporary Post)-36, Markas Kompi Alphard UN Posn 6-3, TP-37 Area Kompi Eagle, Pos XC-5 dan berakhir di Markas Kompi Cheetah UN Posn 9-2.

Sebelum meninggalkan Kompi Cheetah, DFC UNIFIL mengucapkan terima kasih dan menyampaikan rasa terkesannya atas keramahan yang telah diberikan prajurit Indobatt dalam menerima kunjungannya. Sebagai akhir kegiatan kunjungan Komandan Satgas Indobatt memberikan cinderamata berupa plakat lambang Satuan dan baju batik sebagai kenang-kenangan kepada DFC dan Chief Of Staff (COS) Sektor Timur UNIFIL Kolonel Aquado Arroyo asal Spanyol yang turut mendampingi dalam kunjungan ini.

Turut mendampingi Dansatgas Indobatt dalam menerima kunjungan DFC, Kepala Staf Umum Satgas (Kasum) Mayor Mar Agustinus Purba, Kasiops Satgas Kapten Inf Risa WP Setyawan dan Perwira Polisi Militer (Papom) Mayor CPM Tatiet Rosadi.



Sumber : Poskota

Indobatt Mendapat Tambahan Area Operasi Baru

LEBANON-(IDB) : Satgas Indonesian Batalion (Indobatt) TNI Kontingen Garuda XXIIIF/ UNIFIL(United Nations Interim Force In Lebanon) dalam waktu dekat akan mendapatkan area operasi baru di Lebanon Selatan, menggantikan salah satu pos dari Batalion Spanyol.

Penambahan ini membuat luas wilayah operasi Indobatt bertambah 40 kilometer persegi menjadi 160 kilometer persegi. Menurut Perwira Penerangan Satgas Konga XXIIIF/ UNIFIL Lettu Inf Suwandi, kepastian ini menyusul turunnya perintah dari Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Manuel Romero Carril untuk mengisi pos baru.

Menindaklanjuti perintah itu, pada Kamis (6/9) tim dari Indobatt yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum Satgas Mayor Mar Agustinus Purba melakukan peninjauan ke lapangan. Rencana area yang diserahterimakan ke Satgas Indobatt seluas 40 kilometer persegi dengan satu buah compound atau markas UN POsn 9- 15,di Kafer Killa,yang menampung satu kompi.

Dalam area tersebut, terdapat blue line garis perbatasan Lebanon-Israel sepanjang 5 kilometer.“Ini menyambung dengan blue line yang menjadi area tanggung jawab Indobatt sebelumnya sepanjang 4,7 kilometer,” katanya melalui surat elektronik, kemarin.

Dalam surat itu disebutkan, Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono yang didampingi Wadansatgas Letkol Mar FJH Pardosi,seusai menerima laporan hasil peninjauan, mengatakan bahwa rencana perluasan AOR (Area of Responsibility) Indobatt ini merupakan suatu kepercayaan UNIFIL atas kinerja yang selama ini ditunjukkan oleh seluruh personel Indobatt.

“Kepercayaan ini sekaligus merupakan tantangan bagi personel Indobatt untuk lebih meningkatkan profesionalitasnya dalam melaksanakan tugas di lapangan, sehingga kepercayaan ini dapat dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Penyerahan AOR baru kepada Satgas Indobatt akan dilaksanakan Oktober 2012 mendatang. Dengan penambahan area operasi baru ini, Indobatt akan memiliki luas wilayah operasi keseluruhan 160 kilometer persegi dari luas sebelumnya 120 kilometer persegi. 



Sumber : Sindo

Prajurit KRI SHN-366 Beri Pelatihan Personel LAF

LEBANON-(IDB) : Disela-sela kegiatan operasi di Area of Maritime Operation (AMO) Laut Mediterane, prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 memberi pelatihan kepada personel Angkatan Laut Lebanon (Lebanese Armed Force Navy), Minggu (2/9). Personel berpangkat bintara tersebut adalah Petty Officer First Chief (POFC) Georges Khoeri. Onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 selama satu hari untuk mengikuti berbagai kegiatan latihan secara teori maupun praktek.

Materi latihan antara lain meliputi pengetahuan permesinan kapal, kelistrikan kapal, prosedur perawatan dan pemeliharaan kapal, pelaksanaan dinas jaga di ruang mesin dan pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Selain itu, personel yang mempunyai spesialisasi kelistrikan ini dilibatkan langsung dalam latihan peran penyelamatan kapal  (Nuclear, Biology, and Chemical Damage Controle) yang meliputi  latihan peran kebakaran maupun peran kebocoran kapal.

Dalam latihan ini, prajurit George dengan mengenakan pakaian PEK KRI Sultan Hasanuddin-366 ikut bersama-sama Tim PEK KRI Sultan Hasanuddin-366  menanggulangi kebakaran yang disimulasikan terjadi di Lounge Room Tamtama. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan peran kebocoran yang disimulasikan terjadi di steering gear. Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih LAF Navy sesuai materi latihan agar dapat diterapkan di kapal perang yang mereka awaki. Hal ini  sesuai dengan mandat Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006 bahwa selain sebagai peace keeper, MTF UNIFIL juga bertugas memberikan pelatihan kepada LAF Navy.

Selanjutnya pada tanggal 3 September 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima kunjungan dua orang observer dari France Coastal Radar (FCR) Security Team yang terdiri dari CPT. Benoit Pons dan Lance Sergeant Clemence Ridel. Kedatangan tim ini bertujuan untuk melaksanakan survey dan pengamatan daerah latihan berkaitan dengan rencana latihan Steel Storm I-12 di perairan perbatasan Israel dan Lebanon. Latihan Steel Storm I-12 adalah latihan penembakan (Live Firing Ammunition Exercise) dengan menggunakan meriam kaliber 12,7 mm, 20 mm dan 40 mm antara UNIFIL dengan LAF Navy yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2012 keesokan harinya. Dalam kegiatan pengamatan ini personel FCR juga melaksanakan pengecekan pesawat komunikasi yang dibawa dengan stasiun FCR yang berada di darat.

Dalam rangka penyiapan latihan Steel Storm I-12 ini KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan tugas sebagai unsur  pengamanan wilayah laut dan udara Maritime Temporary Prohibited Area (MTPA). Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 4 September 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di pelabuhan Beirut untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan maintenance rutin. Selama melaksanakan tugas operasi selama empat hari di AMO (1 - 4 September 2012), KRI Sultan Hasanuddin-366 berhasil melaksanakan hailing sebanyak 21 kontak kapal permukaan dan mendeteksi adanya kegiatan pesawat udara militer sebanyak 3 kali.


Selama sandar di pelabuhan Beirut, KRI Sultan Hasanuddin-366 menerima kunjungan MTF COE Inspection untuk pemeriksaan Contingent Owned Equipment (COE) dari United Nations Department of Peace Keeping Operation (UNDPKO). Inspeksi ini merupakan yang kedua kalinya, kunjungan pertama yaitu pada tanggal 20 Juni 2012 yang lalu. Inspeksi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, bertujuan untuk mengecek perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Sultan Hasanuddin-366, antara lain kelengkapan permesinan, alat komunikasi, observasi & positioning, self protection, perlengkapan dapur, loundry, akomodasi prajurit, fungsi alarm, lifecraft, fasilitas internet, kelengkapan fasilitas medis level 1 dan lain sebagainya.

Hasil dari inspeksi tersebut menyatakan bahwa perlengkapan dan peralatan yang ada di KRI Sultan Hasanuddin-366  sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh United Nations Security Council dalam rangka menjadi peace keeper di Lebanon. Hal ini ditandai dengan penandatangan berita acara hasil inspeksi antara Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Dato Rusman SN dengan Commander Neelsen dan Nikolay Voynov dari MTF COE Inspection.



Sumber : Koarmatim

167 Prajurit TNI Di Haiti Terima Medali PBB

HAITI-(IDB) : Sebanyak 167 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda XXXII-A/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Hati) dibawah pimpinan Letkol Czi Winarno (Akmil 1993) selaku Komandan Satgas, dengan komposisi Satgas terdiri dari 143 personel TNI AD, 21 personel TNI AL dan 3 personel TNI AU, menerima penghargaan medali PBB, Senin (3/9/2012).

Penyematan medali PBB / Medal Parade kepada personel TNI Konga XXXII-A atau Indonesian Engineering Company (Indo Eng Coy) dipimpin langsung oleh Force Commander MINUSTAH Mayor Jenderal Fernando Goulart selaku Inspektur Upacara dengan Komandan Upacara Wadansatgas Mayor Czi Yudho Widiharto, bertempat di Lapangan Parade Bumi Garuda, Gonaives, Haiti.

Dalam upacara Medal Parade yang merupakan pertama kali bagi pasukan garuda di Haiti dalam misi MINUSTAH, Force Commander Mayor Jenderal Fernando Goulart langsung menyematkan medali kepada Komandan Satgas Konga XXXII-A Letkol Czi Winarno. Penyematan medali secara serentak selanjutnya diberikan kepada perwakilan para perwira staf, Komandan Peleton dan perwakilan anggota yang disematkan oleh para Komandan Kontingen negara lain.

Dalam sambutannya Force Commander mengucapkan selamat atas penghargaan yang telah diterima, menurutnya ini adalah buah dari profesionalisme yang telah ditunjukkan personel Indo Eng Coy selama mengemban tugasnya dalam misi perdamaian dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi daerah yang terkena dampak bencana gempa bumi di Haiti serta melaksanakan tugas-tugas Vertical Constructions dan Horizontal Constructions untuk mendukung dan menyukseskan tugas PBB/MINUSTAH di Haiti.

Jenderal bintang dua dari Brazil ini menyampaikan, bahwa teknis bekerja dan hasil yang telah dilakukan Indo Eng Coy dalam urusan Engineering Project sangat menakjubkan, hampir semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan maksimal. “Walaupun Kontingen Garuda XXXII-A atau Indo Eng Coy sebagai kontingen paling muda di MINUSTAH, akan tetapi sangat cepat beradaptasi dan cepat menunjukkan prestasi pekerjaannya”, kata Force Commander.

Kegiatan upacara Medal Parade diisi dengan berbagai kegiatan demonstrasi ketrampilan prajurit, diantaranya kesenian Nusantara, atraksi kemampuan beladiri, defile dan puncak acara ditutup dengan ramah tamah.

Hadir dalam acara tersebut antara lain para pejabat militer, pejabat sipil pemerintahan Haiti, Komandan Kontingen yang ada di MINUSTAH serta para undangan.

Sumber : Inilah

KRI SHN-366 dipercaya sebagai LAAWC dalam Tripartite Meeting

LEBANON-(IDB) : KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 ditunjuk sebagai Local Anti Air Warefare Coordinator (LAAWC) oleh MTF Commander dalam rangka Maritime Force Protection During Tripartite   Meeting di wilayah perairan Lebanon tepatnya di selatan Zone-2 Area of Maritime Operation, Rabu (29/8). Penunjukkan ini adalah untuk yang kedua kalinya, setelah LAAWC pertama bulan Juli  2012 lalu. Tugas ini merupakan bentuk kepercayaan dari MTF Commander kepada KRI Sultan Hasanudin-366 sebagai penanggung jawab keamanan di laut maupun udara selama pertemuan tersebut berlangsung.

Tripartite Meeting merupakan pertemuan kedua belah pihak yang bertikai (Lebanon dan Israel) dengan UNIFIL dipimpin oleh Force Commander UNIFIL yang diselenggarakan di UNIFIL Headquarters, Naqoura. Dalam pertemuan ini membahas tentang penempatan garis batas (blue line) Lebanon-Israel dan daerah Ghajar yang masih diduduki Israel sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

Mengingat pentingnya pertemuan tersebut dituntut penjagaan yang ketat terhadap kemungkinan ancaman yang dapat menggagalkan kegiatan ini. Sebagai LAAWC dalam rangka Maritime Force Protection, KRI Sultan Hasanuddin-366 bertanggung jawab mengamankan sektor laut, membangun dan mengkoordinir gambaran situasi udara terhadap maritime threat (ancaman maritim) dan mengintegrasikan general air surveillance (pengawasan udara secara umum) untuk menghadapi berbagai ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu selama pertemuan berlangsung.

Selama kegiatan pengawasan, terpantau empat kapal patroli Angkatan Laut Israel kelas Super Dvora melaksanakan patroli di perairannya, kemungkinan turut pula mengamankan jalannya Tripartite Meeting. KRI Sultan Hasanuddin-366 juga memonitor adanya aktivitas udara yang dilakukan oleh dua pesawat udara dengan ketinggian 12.400 feet dan 400 feet yang kemungkinan besar melaksanakan pengamatan wilayah udara Lebanon. Sampai dengan selesainya kegiatan Tripartite Meeting tidak terjadi aktivitas maritim tanpa ijin yang mendekati area pertemuan atau tepatnya di lokasi UN 1-32A dan kegiatan pertemuan berjalan dengan lancar.

Kegiatan pengamanan Tripartite Meeting ini dilaksanakan pada hari terakhir pada ontask ke-9 setelah KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan sembilan hari operasi di AMO. Tugas operasi yang ke-9 ini merupakan operasi yang paling lama sejak bergabung dengan MTF UNIFIL bulan Juni silam dan berhasil melaksanakan hailing sebanyak 51 kontak kapal permukaan dan 13 kontak udara, sehingga total hailing sampai dengan saat ini adalah 313 kali. Selanjutnya pada hari Rabu sore tanggal 29 Agustus 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di dermaga Pelabuhan Beirut untuk bekal ulang logistik dan perawatan rutin.

Pada saat sandar, ada dua agenda penting dilaksanakan oleh MTF UNIFIL. Agenda tersebut adalah Operation and Communication Conference diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 2012 di Lounge Room  Bintara KRI Sultan Hasanuddin-366. Operation and Communication Conference merupakan pertemuan seluruh Chief of Operation dan Chief of Communication unsur-unsur MTF yang dihadiri MTF-N.3 (Bidang Operasi) dan MTF-N.6 (Bidang Komunikasi) dipimpin langsung oleh Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Dato Rusman SN. Materi pertemuan adalah membahas  rencana latihan bersama unsur-unsur  MTF  dan  mengenai jaringan komunikasi yang dipakai selama operasi di AMO (Groove, Data Link dan Lotus).

Kemudian pada siang harinya, Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 menghadiri Commander Conference di BRS Liberal F-43. Konferensi ini adalah yang kedua kalinya setelah pertemuan pertama pada tanggal 28 Juni 2012 yang lalu. Dalam konferensi yang dipimpin oleh MTF Commander  Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH ini membahas mengenai Review List of Contact of Interest, Review of Operational Documents, Communication dan rencana latihan bersama unsur-unsur MTF maupun dengan LAF Navy. Pertemuan ini dihadiri oleh Staf MTF (N.1 – N.7) dan para Komandan unsur-unsur MTF yaitu BRS Liberal F-43 (Brazil), BNS Osman F-18 dan BNS Madhumati P-911 (Banglades),  FGS Gepard P-6121 dan FGS Hermelin P-6123 (Jerman), HS Polemistis P-61 (Yunani) dan KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia). Dalam pertemuan tersebut MTF Commander juga memperkenalkan pejabat yang baru saja berganti antara lain MTF-N.2 dan MTF-N.5 serta Deputy MTF-N.2, N.3 dan N.7. Diakhir pertemuan, MTF Commander mengagendakan kegiatan Commander Conference yang semula dilaksanakan setiap tiga bulan sekali akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali.

Sementara itu, pada sandar kali ini para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 berkesempatan untuk berkunjung ke UNIFIL Headquarters di Naqoura dan Indonesia Battalion (Indobat) di Sektor Timur. Rombongan dibagi menjadi dua gelombang yaitu pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2012. Kunjungan ini menempuh perjalan darat selama kurang lebih dua jam ke Naqoura dan dua jam menuju Sektor Timur. Kesempatan itu digunakan para prajurit untuk bertemu dengan rekan-rekan sesama peace keeper UNIFIL dari Indonesia yang bertugas di darat, selain tentu saja berbelanja souvenir. 


Sumber : Koarmatim

TNI Kembali Siapkan Pasukan ke Kongo dan Haiti

JAKARTA-(IDB) : Tentara Nasional Indonesia kembali menyiapkan Satuan Tugas TNI untuk ditugaskan di Kongo dan Haiti menggantikan satgas sebelumnya. Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Kolonel Pnb Irwan Ishak Dunggio membuka secara resmi latihan penyiapan Satgas Kompi Zeni TNI tersebut di di PMPP TNI Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/8/2012).

Dalam siaran pers Pusat PeneranganTNI, Rabu siang ini, satgas akan tergabung dalam Kontingen Garuda XX-J/MONUSCO (Mission de I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dan Kontingen Garuda XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti).

Latihan penyiapan Satgas Kompi Zeni TNI ini diikuti 342 personel yang terdiri dari 175 personel Kontingen Garuda XX-J/Monusco dengan Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Arief Novianto dan 167 personel Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah dengan Komandan Satgas Mayor Czi Irfan Siddiq.

Arief Novianto sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 14 Direktorat Seni TNI AD, sedangkan Irfan Siddiq adalah Komandan Batalyon Zeni Tempur 9/1 Kostrad. 


Sumber : Kompas

Wamenhan RI Kunjungi Kontingen Garuda XX-I/Monusco di Kongo

KONGO-(IDB) : Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (17/8), mengunjungi prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco (Mission De l'Organisation Des Nations Unies Pour La Stabilization en Republique Democratique du Congo), yang tengah melaksanakan tugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo. 

Kunjungan Wamenhan RI yang menggunakan penerbangan khusus pesawat United Nations dari Entebbe Uganda disambut Komandan Satgas (Dansatgas) Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho, dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 67, sekaligus melihat secara langsung kiprah para Prajurit Garuda XX-I/Monusco yang melaksanakan tugas membelah belantara Afrika, diantaranya membangun jalan Dungu-Duru sejauh 84 km yang sudah mencapai 95 persen, jembatan, landasan pesawat udara dan Hellypad serta berkesempatan melihat sejumlah alat berat yang dipergunakan Pasukan Zeni TNI. 

Usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Wamenhan memberikan pengarahan kepada para prajurit, dan menyampaikan apresiasi kepada prajurit TNI karena semangat, dedikasi dan nasionalisme yang tinggi dalam lingkup internasional serta menyampaikan salam dari Kepala Staf Angkatan kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-I.

Selain itu, kata Wamenhan melanjutkan pengarahannya, kita patut bangga karena apa yang dilaksanakan oleh Prajurit Garuda di tengah-tengah prajurit negara lain mendapatkan pengakuan, baik secara personal individu, institusi maupun negara terhadap apa yang telah dilakukan Kontingen Garuda XX-I. Karenanya, pekerjaan yang dibebankan haruslah tuntas, mulai dari tugas harian, bulanan dan pekerjaan jangka panjang. Masing-masing prajurit harus bertanggung jawab, mulai dari Komandan Satgas sampai dengan prajurit yang menjadi operator di lapangan.

Dalam kunjungan yang berlangsung singkat namun dalam suasana kekeluargaan tersebut, Wamenhan RI didampingi Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, Direktur Pengerahan Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Fransen Siahaan serta Dirziad TNI-AD Brigjen TNI Zainal Arifin, Perwakilan Militer Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB Laksma TNI Budihardja Raden dan Perwakilan utusan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sinegal Krishnajie Partadireja. Pada kesempatan tersebut Wamenhan juga memberikan bingkisan Idul Fitri kepada seluruh prajurit Garuda XX-I. 


Sumber : DMC

KRI Sultan Hasanuddin Laksanakan Latihan Tempur Laut

LEBANON-(IDB) : Di penghujung bulan Ramadhan 1433H/ 2012 M, prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan latihan bersama dengan unsur MTF disekitar perairan Lebanon. Beberapa serial latihan tempur laut yang dilaksanakan, diantaranya, peran tempur bahaya udara dengan kapal perang Brazil yaitu BRS Liberal.

Disimulasikan Helikopter Super Lynx yang onboard di BRS Liberal sebagai pesawat musuh yang sedang terbang rendah (Low Slow Flyer) mengarah ke KRI Sultan Hasanuddin-366 yang sedang berpatroli di Area of Maritime Operation Lebanon. Setelah terjadi kontak radio dengan helikopter tersebut, KRI Sultan Hasanuddin-366 memberi peringatan kepada pesawat itu agar mengubah arah, namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.

Mengetahui terdapat ancaman bahaya udara, Komandan KRI Sultan Hasanuddin Letkol Laut (P) Dato Rusman SN, segera memerintahkan prajuritnya agar menempati pos tempur masing-masing. Setelah kontak memasuki self defence range dan derajat kontak dinyatakan merah, KRI Sultan Hasanuddin memberikan tembakan peringatan. Pesawat udara itu tak menghiraukan peringantan dari kapal, malah membalas dengan menembak secara bertubi-tubi ke arah KRI Sultan Hasanuddin.

Dalam simulasi tersebut tembakan dilakukan dengan menggunakan lampu isyarat yang dimiliki oleh kapal dan helikopter. Latihan diakhiri dengan kemampuan manuvra taktis helikopter Super Lynx di sekitar area latihan. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 2012 dilaksanakan berbagai latihan manuvra tempur laut antara KRI Sultan Hasanuddin dengan kapal perang dari Bangladesh BNS Osman serta kapal perang Turky, TCG Kilic.

Selama melaksanakan tugas operasi laut sampai saat kali ini, KRI Sultan Hasanuddin berhasil melaksanakan hailing sebanyak 23 kontak kapal permukaan dan 12 kontak udara. Setelah melaksanakan latihan bersama, pada sore harinya KRI Sultan Hasanuddin merapat di dermaga Beirut untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan perawatan rutin.


Sumber : Koarmatim

Update : Satgas Helikopter Perkuat TNI Di Kongo

JAKARTA-(IDB) : Pasukan penjaga perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kongo, Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO, tahun ini direncanakan diperkuat dengan Satgas Helikopter. Sebelumnya, Satgas Helikopter untuk misi PBB di Kongo, Afrika diemban oleh pasukan dari India.

Perwira Penerangan Konga XX-I/Monusco Lettu Cku Sulikan dalam siaran pers, Sabtu (11/8) mengatakan, terkait rencana penempatan Satgas Helly di Konga XX-I/MONUSCO tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (10/8). Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo. Secara keseluruhan, Indonesia telah melaksanakan tugas di Kongo sembilan tahun dengan masa pergantian per tahun.

Setelah menerima paparan singkat dari Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu.

"Dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 kilometer," ujarnya.

Rombongan juga sempat meninjau seluruh camp diantaranya, gudang senjata dan amunisi, gudang sparepart, dan rumah genset. Tak luput dari pantauan adalah gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta alat-alat berat Zeni.

Ketua tim Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden mengatakan, jika tidak ada halangan dan disetujui oleh pimpinan, maka di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan untuk tugas ke Kongo, menggantikan satgas sebelumnya. "Akan menggantikan negara India yang ditarik pulang ke negaranya," ujarnya.

Budihardja yang menjabat sebagai perwakilan tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB di New York itu berpesan agar alat-alat yang sudah cukup tua tidak menjadi hambatan bagi prajurit menunaikan tugasnya. Sebaliknya, itu tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras.



Sumber : SuaraKarya

Peralatan Kontingen Garuda Sudah Tua

JAKARTA-(IDB) : Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden sebagai Perwakilan Tetap RI di Dewan Keamanan PBB, New York, memuji personel Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO atau Indonesian Engineering Company, yang tetap bersemangat dan berpestasi dalam tugas mereka di Kongo, Afrika, walaupun peralatan mereka dalam mendukung tugas-tugasnya sudah tua.

Pujian itu disampaikan dalam pengarahannya saat berkunjung ke camp Kontingen Garuda di Bumi Nusantara Camp Dungu Kongo, Jumat pekan lalu, sebagaimana dilaporkan Pusat Penerangan TNI, Sabtu (11/8/2012).

Dalam pengarahannya kepada personel Konga XX-I, ia menyampaikan terima kasih atas segala perjuangan dan kerja keras prajurit, rela jauh dari keluarga demi mengemban amanah negara dan panji Merah Putih.

Menurut Budihardja, perjalanan mereka masih panjang, namun harus tetap semangat, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Selain itu, mereka juga harus tetap menjaga hubungan komunikasi dengan keluarga di Indonesia.

"Jangan jadikan hambatan alat-alat yang sudah cukup tua, tetapi jadikan tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras. Karena, Indonesian Engineering Company mendapatkan tempat yang tinggi di PBB bukan hanya di dalam MONUSCO. Sekaligus menjadi contoh dari seluruh Kontingen Kompi Zeni yang berada di bawah MONUSCO," tegasnya.

Budihardja mengungkapan, kalau tidak ada halangan dan disetujui pimpinan, akhir tahun ini Satgas Helly TNI sudah bisa diberangkatkan ke Kongo. Satgas Helly TNI ini akan menggantikan negara India yang ditarik pulang, karena misinya di MONUSCO sudah tuntas. 


Sumber : Kompas

Tim Recce Satgas Helly TNI Tiba di Kongo

tibaKONGO-(IDB) : Untuk pertama kalinya Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) atau Indonesian Engineering Company (Indo Eng Coy), menerima kedatangan Tim Recce Satgas Helly dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
 
Tim yang berjumlah 7 (tujuh) orang disambut oleh Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho, Wadan Satgas Mayor Czi Ary Syahrial beserta seluruh Perwira Staf di Bumi Nusantara Camp Dungu Kongo, Jum’at (10/8/2012).

Tim Recce Satgas Helly TNI di ketuai oleh Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden (Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB, New York), didampingi Kolonel Pnb Hadi Tjahjanto (Paban 1 Renops Sops TNI), Kolonel Inf Suryo (Dirbinrenops PMPP TNI), Mayor Cpn Puput Wikarna (Penerbad), Kolonel Cpm Victor (Athan RI untuk Afrika Selatan), Letkol Chaturdevi (Air Operation Western Monusco dari Angkatan Udara India), dan Mr. Gautam Mukhophadya (Head of Engineering Section) dari India.

Kedatangan Tim Recce Satgas Helly TNI ke Kongo dalam rangka survey lokasi untuk penempatan Satgas Helly, yang rencananya akan melaksanakan tugas di misi MONUSCO untuk bergabung dengan Kontingen Garuda Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo, mulai dari Garuda XX-A tahun 2003 sampai saat ini Garuda XX-I MONUSCO tahun 2012, yang telah melaksanakan tugas selama 9 tahun secara bergiliran setiap satu tahun sekali dan banyak sudah prestasi yang terukir serta diraih oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda selama melaksanakan tugas dalam misi PBB di negara Kongo, Afrika.

Setelah  menerima paparan singkat dari Komandan Satgas tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 km, dilanjutkan meninjau seluruh Camp diantaranya rumah Genset, gudang senjata dan amunisi, gudang sparepart, gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta melihat secara langsung alat-alat berat Zeni.

Dalam pengarahannya kepada personel Konga XX-I, Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden menyampaikan terimakasih atas segala perjuangan dan kerja keras prajurit garuda, rela jauh dari keluarga demi mengemban amanah negara dan panji Merah Putih.

“Perjalanan masih panjang, tetap semangat, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI serta tetap jaga hubungan komunikasi dengan keluarga yang berada di Indonesia, serta jangan jadikan hambatan alat-alat yang sudah cukup tua tetapi jadikan tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras, karena Indonesian Engineering Company mendapatkan tempat yang tinggi di PBB bukan hanya di dalam MONUSCO, sekaligus menjadi contoh dari seluruh Kontingen Kompi Zeni yang berada di bawah MONUSCO”, tegasnya.

Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden juga menyampaikan bahwa, kalau tidak ada halangan dan di setujui oleh pimpinan, di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan tugas ke Kongo dan akan menggantikan negara India yang di tarik pulang ke negaranya, yang sebelumnya melaksanakan tugas di misi Monusco Kongo Afrika.

Selesai memberikan pengarahan kepada Prajurit Garuda XX-I/Monusco, dilanjutkan dengan foto bersama.

Sementara, Tim Recce Satgas Helly TNI tidak dapat melanjutkan perjalanannya karena cuaca mendadak hujan dan Helly yang membawa rombongan tidak berani untuk terbang, dan harus bermalam di Corimex bersama dengan Prajurit Garuda di dalam Camp Bumi Nusantara Dungu Kongo Afrika.


Sumber : Poskota

Komandan Konga XXIII-F/UNIFIL kunjungi Komandan FCR Perancis

LEBANON-(IDB) : Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) / Indobatt, Letkol Inf Suharto Sudarsono melaksanakan kunjungan ke Komandan Batalyon Force Commander Reserve (FCR) dari Perancis, Kolonel Ph. Francois bertempat di Markas FCR UNIFIL di Daerah Gandouriyah, Lebanon Selatan, Senin (6/8/2012).
 
Kunjungan ini merupakan undangan Komandan FCR sebagai wujud ucapan terima kasih, atas terlaksananya kegiatan latihan dan patroli bersama personel FCR dengan Indobatt, beberapa saat yang lalu, bertempat di Indobatt.

Kegiatan kunjungan didahului dengan perkenalan oleh masing-masing staf kedua Batalyon, dilanjutkan dengan makan malam bersama dan sekaligus buka puasa bagi personel Konga XXIII-F/UNIFIL yang berpuasa.

Dalam sambutannya usai ramah tamah, Komandan FCR mengucapkan terima kasih atas kedatangannya dan berharap kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat berjalan terus.  Pada kesempatan ini pula, Komandan FCR mengucapkan terima kasih kepada Komandan Konga XXIII-F/UNIFIL atas pelaksanaan latihan dan patroli bersama FCR - Indobatt beberapa saat yang lalu di Markas Indobatt berjalan dengan lancar dan aman.

Selanjutnya, sebagai penutup kunjungan dilaksanakan tukar menukar cinderamata plakat kenang-kenangan simbol masing-masing satuan. Turut hadir mendampingi Komandan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL pada kunjungan ini Wadansatgas Letkol Mar FJH. Pardosi, Kasum Satgas Mayor Mar Agustinus Purba, Kasiops Kapten Inf Risa Wp Setyawan, Kasilog Kapten Kal Indra Aditya, Papom Mayor CPM Tatiet Rosadi dan Lo Satgas Kapten Mar Ronny A. Purba.


Sumber : Seruu

Kontingen Garuda di Lebanon Terima Penghargaan Dari Italia

banon-5LEBANON-(IDB) : Penghargaan*ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh FPM Markas Besar UNIFIL atas kinerja, loyalitas, dedikasi dan profesionalisme

Satuan Tugas Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, atau UNIFIL, menerima penghargaan PAZ Insignia dari Carabieneri atau Provost Italia.  


Dalam siaran pers Markas Besar TNI hari Minggu (5/8), dikatakan bahwa penghargaan itu disampaikan oleh  Force Provost Marshal (FPM) Markas Besar Naqoura UNIFIL, Letnan Kolonel Andrea Desideri dari Italia kepada Komandan Satgas, yang bertugas di unit polisi militer sektor timur UNIFIL, Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra pada hari Sabtu (4/8).  


“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh FPM Markas Besar UNIFIL atas kinerja, loyalitas, dedikasi dan profesionalisme seluruh anggota Kontingen Garuda di unit polisi militer sektor timur UNIFIL dalam melaksanakan tugas sebagai polisi militer internasional,” ujar Ida Bagus.  


Sebelumnya pada bulan Juli, Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Julio Herrero Isla dari Spanyol juga pernah memberikan apresiasi serupa kepada pasukan TNI, yaitu penghargaan PAZ Insignia dari Spanyol, atas  apresiasi terhadap tugas yang dilaksanakan oleh personil Kontingen Garuda sebagai polisi militer internasional di sektor timur  UNIFIL yang diserahkan kepada Ida Bagus.  

 

 Sumber : BeritaSatu

Ranpur "Anoa" Diinspeksi Tim COE UNIFIL

NAQOURA-(IDB) : Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) XXVI D-2/UNIFIL, Mayor Inf Wimoko, didampingi seluruh staf Satgas menerima kedatangan Tim COE (Contingent Owned Equipment) dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan, Selasa (31/7/2012). Inspeksi berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00, oleh tim yang beranggotakan sepuluh orang Staf UNIFIL baik militer maupun sipil yang bertugas melaksanakan pemeriksaan kesiapan material dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Indo FPC.

Menurut Mr Henry, sasaran pemeriksaan ini meliputi Major Equipment dan Self-Sustaiment yang bertujuan mengetahui kesiapan operasional Satgas yang tergabung dalam misi UNIFIL, khususnya Satgas Indo FPC yang berada di Lebanon Selatan, dan juga untuk memastikan perlengkapan yang dimiliki harus sesuai dengan MOU yang telah dibuat antara UNIFIL dan pemerintah Indonesia.

Pemeriksaan ini dikenal dengan nama Periodic Inspection, yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan bagi Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL selama menjalankan misi pedamaian di Lebanon Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Perwira Seksi Logistik Indo FPC XXVI D-2, Kapten Kav I Nyoman Artawan, yang bertanggung jawab terhadap kesiapan material Satgas mengatakan, pemeriksaan rutin setiap tiga bulan terhadap kondisi material Satgas dimaksudkan untuk mengetahui sedini mungkin kondisi materiil dan alat perlengkapan yang dimiliki Satgas. Dengan demikian, semuanya selalu dalam keadaan siap operasi dan sesuai dengan MOU yang telah dibuat.

Kendaraan tempur "Anoa", merupakan kendaraan tempur produksi PT PINDAD–Indonesia yang baru datang dari Indonesia, mendapat kesempatan pertama inspeksi dari tim COE UNIFIL. Inspeksi ini meliputi sistem komunikasi, persenjataan, alpal pendukungnya hingga kemampuan laju ranpur. Dari hasil inspeksi ranpur, Anoa dinyatakan memenuhi standar yang telah ditentukan UNIFIL. Keberadaan APC Anoa di UNIFIL menggantikan ranpur sejenisnya yaitu APC VAB NG buatan Perancis.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim COE menyimpulkan bahwa secara keseluruhan Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL memenuhi standar kesiapan material COE yang ditentukan oleh PBB. Namun demikian, kesiapan ini harus selalu dipelihara dalam kondisi apapun, baik saat inspeksi maupun tidak. Demikian pesan Komandan Satgas Indo FPC kepada seluruh personel yang terlibat dalam inspeksi Tim COE UNIFIL kali ini. 


Sumber : Kompas

Indobat Dan Perancis Patroli Gabungan

LEBANON-(IDB) : Prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL, (Indobatt) melaksanakan Patroli Gabungan Bersama dengan Tentara Lebanon LAF (Lebanese Armed Force) dan Tentara FCR (Force Commander Reserve) Perancis, di area operasi Indobatt sekitar perbatasan (blue line) antara Lebanon dengan Israel, Minggu (29/7). 

Patroli dilaksanakan dalam rangka menjaga dan memonitor situasi dan kondisi perdamaian yang sudah tercipta di Lebanon. (Foto: ANTARA/Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL-Lettu Inf Suwandi/HO/Koz/Spt/12)

30 Juli 2012, Jakarta (ANTARA News) - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam satuan tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) pada Minggu (29/7) berpatroli gabungan di tapal batas Israel bersama tentara Lebanon dan komando cadangan Perancis (Force Commander Reserve/FCR).


Perwira Penerangan Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi, melalui pesan elektronik yang diterima ANTARA News, di Jakarta, Senin, mengemukakan bahwa patroli dilaksanakan dalam rangka menjaga dan memantau situasi dan kondisi perdamaian yang sudah tercipta di Lebanon.


Kegiatan patroli yang dilaksanakan meliputi CRLO (Counter Rocket Launcher) yang dilaksanakan oleh tim dari Kompi Dragon bersama FCR disekitar Area Operasi Kompi Adshid al Qusayr, dengan Komandan Tim Lettu Inf Kukuh.


Patroli gabungan berkendaraan dilaksanakan oleh tim dari Kompi Cheetah dengan FCR di seluruh Area Operasi Indobatt, dengan Komandan Tim Lettu Mar Empri. Untuk kegiatan patroli jalan kaki dilaksanakan oleh tim dari Kompi Alphard bersama LAF dan FCR, dengan Komandan Tim Letda Inf Irwan Tanjung.

Selain itu, ia melaporkan, patroli jalan kaki juga dilakukan di sekitar perbatasan Lebanon-Israel (blue line), dengan start awal dari Markas Kompi Alphard UN Pos 9-63 berakhir di Pos Panorama Point.

Dari seluruh rangkaian kegiatan patroli gabungan bersama yang dilaksanakan selama satu hari, menurut dia, pelaksanaannya berjalan lancar dan aman, serta tidak ditemukan hal-hal yang menonjol yang terjadi di Area Operasi Indobatt.


Komandan Satgas Indobatt, Letkol Inf Suharto Sudarsono, yang hadir pada saat pelaksanaan debriefing usai pelaksanaan patroli mengatakan patroli gabungan bersama ini merupakan program UNIFIL dan Indobatt bekerja sama dengan militer Lebanon (LAF).


"Ini bertujuan untuk mengontrol dan memonitor suasana perdamaian yang sudah tercipta selama ini," katanya. Patroli bersama diharapkan dapat meningkatkan hubungan yang baik antar angkatan dalam melaksanakan tugas misi perdamaian di Lebanon.



Sumber : Antara

Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2 Diperkuat 7 Ranpur Anoa

LEBANON-(IDB) : Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.

Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62 x 51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.

Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti-jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur.
Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2 x 3 66 mm.

Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 dijamin tidak bakal tembus.

Pengiriman 7 unit ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL.
Kedatangan 7 unit Anoa pada Sabtu (21/7/2012) di Markas UNIFIL-Naqoura, yang juga merupakan tempat Satgas Indo FPC, disambut langsung oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL Mayor Inf Wimoko dan didampingi oleh Kapten Kav I Nyoman Artawan selaku Perwira Kavaleri merangkap Pasilog Satgas.

Penggunaan ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan-latihan gabungan dengan pasukan dari negara asing yang tergabung dalam UNIFIL.


Sumber : Kompas

KRI SHN-366 Dijadikan Kapal Markas MTF/ UNIFIL

LEBANON-(IDB) : Menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL 2012 dan seluruh prajurit KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 dan juga TNI AL, karena pada on task yang ke empat ini, MTF Commander Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  ZAMITH  dengan tiga orang stafnya dan  Chief of Staff of LAF Navy Rear Admiral Nazih Baroudi dengan seorang stafnya onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 dan menjadikan KRI Sultan Hasanuddin-366 sebagai kapal markas (flag ship), belum lama ini, Jum’at (13/7).

Hal ini merupakan pertama kalinya pimpinan MTF dan LAF Navy turut dalam pelayaran kapal perang Indonesia dalam operasi di Area of Maritim Operation Lebanon, sejak Indonesia mengirimkan kapal perang untuk bergabung dengan MTF/UNIFIL pada tahun 2009. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah Indonesia dari pemerintah Lebanon dan Dewan Keamanan PBB atas partisipasi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian di wilayah perairan Lebanon.

Keberadaan dua perwira tinggi bintang dua di KRI Sultan Hasanuddin-366 tersebut bertujuan untuk meninjau kondisi keamanan perairan wilayah Lebanon (AMO) dan pelaksanaan operasi oleh unsur-unsur MTF, terkait dengan isu terkini masalah keamanan di Timur Tengah. Selain itu, kunjungan tersebut juga untuk melihat pelaksanan latihan bersama antara kapal perang angkatan laut Lebanon dengan unsur-unsur MTF (KRI Sultan Hasanuddin-366 dan TCG Meltem-334), serta menyaksikan training para Kadet LAF Navy yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366. Sejak MTF dibentuk pada tahun 2006, para Kadet LAF Navy diikutsertakan dalam setiap latihan bersama unsur-unsur MTF, dan diharapkan calon pemimpin LAF Navy ini kedepan dapat menjaga wilayah perairannya sendiri dengan kekuatan angkatan lautnya.

Sehari sebelum pelaksanaan latihan didahului dengan operation briefing yang dipimpin oleh Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 (Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL) dan Leader of The Training Trip LAF Navy  Colonel Joseph Ghrayeb dan diikuti oleh para perwira operasi masing-masing unsur dan para Kadet LAF Navy. Briefing dilakukan di Lounge Room Tamtama KRI Sultan Hasanuddin-366 saat sandar di Limasol, Ciprus. Dalam latihan ini angkatan laut Lebanon menurunkan tiga kapal perangnya, yaitu Tabarja, Sour dan Damour, sedangkan unsur dari MTF yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia) dan TCG Meltem-334 (Turki).

Latihan yang dilaksanakan kelima kapal perang tersebut yaitu meliputi Publication Exercise (Pubex) yaitu latihan untuk meningkatkan kemampuan perwira pelaut masing-masing unsur dalam memahami pembuatan, penyampaian dan penerimaan berita taktis, Comms Check yaitu latihan untuk memastikan komunikasi antar unsur terjalin dalam setiap jaringan frekwensi yang telah ditentukan, latihan peran tempur bahaya permukaan dan  Assistance Exercise (Assistex) yang meliputi latihan peran penanggulangan kebakaran, Medic Evacuation Exercise (Medevac) dan Winching Exercise (Winchex).

Selain itu dilaksanakan Boarding Exercise (Boardex) yaitu latihan pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan oleh personel LAF Navy ke KRI Sultan Hasanuddin-366, yang disekenariokan KRI Sultan Hasanuddin-366 sebagai kapal niaga yang dicurigai  membawa benda berbahaya. Begitu pula sebaliknya Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan Boardex ke Damour yang dianggap sebagai suspect vessel. Latihan diakhiri dengan Photo Exercise (Photoex) yaitu pengambilan gambar dari udara kelima unsur tersebut dalam berbagai manuvra laut dan formasi tempur. Pengambilan gambar ini dilakukan dengan menggunakan Helikopter Bolco-105  NV 414 yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366. Saat latihan bersama ini berlangsung sempat berpapasan dengan tiga kapal perang Rusia yang sedang melintas di Laut  Mediteranean.

Setelah tiga hari melaksanakan kegiatan latihan bersama dan berjalan dengan lancar, pada tanggal 15 Juli 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 merapat di pelabuhan Beirut untuk debarkasi personel serta melaksanakan bekal ulang logistik dan perawatan rutin.

Menanggapi tentang pelaksanaan latihan bersama ini, Rear Admiral ZAMITH maupun Rear Admiral Baroudi menyatakan sangat puas dan bangga kepada unsur-unsur yang terlibat dalam latihan dan  kepada para Kadet LAF Navy selama mengikuti pelaksanaan latihan.  Selain itu, kedua pejabat ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 yang memiliki sikap disiplin dan pofesionalisme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan latihan ini.

Mereka juga mengucapkan rasa terima kasih, karena selama dalam pelayaran para prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366 menunjukkan sikap ramah dan santun dalam pergaulan di kapal, bahkan Rear Admiral ZAMITH merasa betah dan suatu saat ingin bermarkas kembali di KRI Sultan Hasanuddin-366. Dan sebagai bentuk penghargaan tersebut, bendera kapal markas (flag ship) diberikan dan ditinggalkan di KRI Sultan Hasanuddin-366 karena prestasi dan perfoma yang dimiliki sebagai peace keeper di perairan Lebanon. 


Sumber : Koarmatim

Kemhan Lakukan Percepatan Pembangunan IPSC Selesai Tahun 2013

BOGOR-(IDB) : Indonesia Peace and Security Centre (IPSC) ditargetkan akan diresmikan pada tahun 2014, tetapi Kementerian Pertahanan melakukan suatu percepatan sehingga diharapkan pembangunan IPSC akan dapat selesai pada tahun 2013.
 
Demikian dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (17/7) saat memimpin Rapat Membahas Mengenai Perkembangan Pembangunan Peace Keeping Center (PKC) atau Pusat Misi Pemeliharaan Pendamaian (PMPP) TNI di Gedung Aula PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Lebih lanjut Wamenhan mengatakan, pembangunan IPSC diharapkan sudah selesai pada tahun 2013 dengan tujuh sasaran yaitu pembangunan PKC, Standby Force, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Universitas Pertahanan (UNHAN), Language Centre (LC) dan Military Game. Ketujuh sasaran tersebut sudah masuk dalam master plan pembangunan IPSC.

Untuk UNHAN dan LC adalah kolaborasi antara Kemhan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam artian bahwa pembangunan UNHAN dan Language Center ini akan dilaksanakan oleh Kemendikbud, sedangkan Kemhan nantinya yang akan menggunakannya.

Hadir pada rapat tersebut Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan) Laksdya TNI Sumartono, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Kepala Pusat Kontruksi (Kapuskon) Baranahan Kemhan Marsma TNI Agus Purnomo W. Rapat juga dihadiri pejabat perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). 


Sumber : DMC

TNI Menerima Penghargaan UN Medal Di Lebanon

LEBANON-(IDB) : TNI kembali mengharumkan nama Indonesia di luar negeri, dimana 1.338 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) pada misi perdamaian di Lebanon menerima penghargaan medali dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau UN Medal.

Upacara penyematan medali sendiri dipimpin langsung oleh Komandan UNIFIL (Force Commander) Mayor Jenderal Paolo Serra, bertempat di Markas Indobatt, Adshid al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (5/7).

Penghargaan ini diberikan atas jasa-jasanya dalam mengemban tugas pada misi penjaga perdamaian UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan, minimal enam bulan berturut-turut dengan baik tanpa cacat.

Penyematan medali dilaksanakan secara simbolis oleh FC UNIFIL didampingi Duta Besar Indonesia yang berkuasa penuh untuk Lebanon Drs. Dimas Samudro Rum kepada para Komandan jajaran Konga.

Dalam sambutannya Force Commander mengucapkan selamat atas penghargaan yang telah diterima, menurutnya ini adalah buah dari profesionalisme yang telah ditunjukkan personel Kontingen Garuda selama mengemban tugasnya dalam misi perdamaian di Lebanon.

Adapun prajurit TNI yang menerima penghargaan medali dari UNIFIL terdiri dari berbagai satuan tugas yaitu Satgas SFQSU, Satgas Batalyon MekanisTNI Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt), Satgas SEMPU, Satgas FPC, Satgas CIMIC, MCOU, personel Staf Sektor Timur UNIFIL, dan Staf UNIFIL HQ.

Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan demostrasi keterampilan prajurit yaitu, Kolone Senapan, beladiri militer Yong Modo, kolaborasi kesenian nusantara bekerjasama dengan tim kesenian gamelan dari KBRI di Lebanon yang dimainkan oleh para mahasiswa Indonesia yang ada di Lebanon, penampilan debus dipadu dengan atraksi kemampuan beladiri merpati putih, defile dan puncak acara ditutup dengan ramah tamah.

Hadir dalam acara tersebut para pejabat militer UNIFIL maupun Lebanon Armed Force (LAF), pejabat sipil pemerintahan Lebanon, para tokoh agama terkemuka di Lebanon Selatan, masyarakat Indonesia yang berada di Lebanon serta penduduk lo k al Lebanon Selatan yang diperkirakan undangan hadir mencapai 600 orang.


Sumber : Itoday

Kontingen IMT Indonesia Pantau Proses Damai di Filipina Selatan

MANILA-(IDB) : Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI Yohanes Kristiarto S. Legowo, secara resmi menerima Kontingen Tim Pengamat Internasional (IMT) Indonesia dalam rangka memantau proses perjanjian damai antara Pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) di KBRI Manila, Minggu (1/7/2012).  Indonesia mengirimkan 15 orang pengamat yang terdiri dari 10 personel militer dan 5 personel sipil dibawah pimpinan Kolonel Inf Khairully.
 
Acara penyambutan tersebut dihadiri oleh seluruh Home Staff KBRI Manila, Athan RI Manila Kolonel Laut Djakaria P. Girsang, Hon. Secretary Teresitha Quintos Deles, Kepala Kantor Penasihat Kepresidenan untuk Proses Perdamaian (OPPAP) Filipina dan Usec. Yasmin Busran Lao, anggota Panel Perdamaian GPH-MILF (Wakil dari GPH).

Selama kurun waktu pelaksanaan IMT sampai saat ini, Perwakilan Tim Pengamat Internasional Indonesia merupakan delegasi yang pertama kalinya yang diserahkan secara resmi oleh Dubes LBBP RI  sebagai Perwakilan Pemerintah RI dan diterima langsung oleh Perwakilan Pemerintah Filipina Hon. Secretary Teresitha Quintos Deles.

Tim Pengamat Internasional Indonesia tiba di Manila pada tanggal 30 Juni 2012, selanjutnya akan diberangkatkan ke Cotabato City pada tanggal 2 Juli 2012 dengan didampingi oleh Duta Besar LBBP RI, Athan RI Manila Kolonel Laut Djakaria P. Girsang, Hon. Secretary Teresitha Quintos Deles, Kepala Kantor Penasihat Kepresidenan untuk Proses Perdamaian (OPPAP) Filipina dan Usec. Yasmin Busran Lao, anggota Panel Perdamaian GPH-MILF (Wakil dari GPH)

Duta Besar LBBP RI Yohanes Kristiarto S. Legowo secara resmi akan mengantar Tim Pengamat Internasional Indonesia kepada Ketua IMT (Head of Mission/HOM) Mayjend Dato’ Abdul Rahim Bin Hj Mohd Yusuff, pada tanggal 2 Juli 2012 di Markas Pusat IMT.

Selanjutnya Tim Pengamat Internasional Indonesia akan melaksanakan Latihan Pengenalan (Induction Trainning) selama satu minggu sebelum ditugaskan di “Tim Site” masing-masing.


Sumber : Seruu