Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan

Defile Alutsista Lepas Komandan Korps Marinir

7 September 2012, Surabaya: Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL melakukan defile material tempur, usai upacara tradisi pelepasan Dankormar, Letjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin, di Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya, Jumat (7/9). Kegiatan tersebut menandai berakhirnya jabatan Letjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin sebagai Dankormar, dan selanjutnya menjabat sebagai Kepala Basarnas. Jabatan Dankormar selanjutnya diemban oleh Brigjen TNI (Mar) A Faridz Washington. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/12)

Korps Marinir Lantik 50 Anggota Baru

Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara dipanggul sejumlah prajurit Korps Marinir sesaat upacara penyematan baret ungu Korps Marinir di pantai Pasir Panjang, Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu, (1/8). Setelah upacara pembaretan ini maka 50 prajurit TNI AL yang merupakan siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan ke-31 Korps Marinir secara resmi berhak menggunakan baret ungu yang menjadi kebanggaan korps sekaligus menjadi keluarga besar Korps Marinir TNI AL. (Foto: ANTARA/ Mar Kuwadi/ss/pd/12)

2 Agustus 2012, Pasuruan: Korps Marinir TNI Angkatan Laut melantik sebanyak 50 orang anggota baru dari siswa bintara prajurit karier yang berhasil menyelesaikan pendidikan berat selama sekitar 6,5 bulan.

Upacara pelantikan dan penyematan baret ungu dipimpin Komandan Pasukan Marinir 1 Surabaya Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara di Pusat Latihan Tempur Marinir di Pasuruan, Jatim, Rabu (1/8).

Hadir dalam upacara tersebut antara lain Wakil Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) Brigjen TNI (Mar) Prang Verry Kunto, Komandan Pusat Pendidikan Operasi Laut Laksma TNI Yayat Achmad Hadirat, dan Wakil Bupati Pasuruan Edi Paripurna.

Sebelum resmi dilantik menjadi prajurit Marinir, ke-50 siswa bintara karier tersebut wajib mengikuti pendidikan selama 6,5 bulan, termasuk Pendidikan Komando yang berlangsung tiga bulan.

Pendidikan Komando merupakan tahapan terberat yang harus dijalani calon prajurit Marinir, karena menguji ketahanan fisik, mental, dan inteligensia.

Menurut Komandan Komando Pendidikan Marinir Kolonel Hasanuddin, ada enam tahapan berat yang harus dilewati calon prajurit, seperti tahapan laut, komando, hutan, gerilya, dan lintas medan menempuh rute sejauh 355 km dari Banyuwangi ke Surabaya dengan berjalan kaki memotong empat pegunungan.

"Pendidikan ini wajib hukumnya bagi calon-calon prajurit Marinir, sebelum sah menjadi keluarga besar Korps Marinir dan mengenakan baret ungu," katanya.

Komandan Pasmar-1 Surabaya Brigjen TNI Tommy Basari mengatakan, upacara pelantikan ini merupakan titik awal bagi prajurit untuk memulai proses pengabdian kepada negara dan bangsa melalui Korps Marinir.

"Mulai saat ini, kalian sebagai prajurit Marinir harus menjadi kebanggaan rakyat yang bisa diandalkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," katanya.

Sumber: Republika

Korps Marinir Latihan Pendaratan Amfibi di Lampung


17 Juli 2012, Pasewaran : Korps Marinir TNI Angkatan Laut melaksanakan operasi amfibi di Pantai Caligi, Pasewaran Lampung Selatan, Selasa (17/7). Latihan yang melibatkan satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasmar-2 tersebut merupakan program latihan Triwulan III Tahun 2012 yang bertujuan untuk membina kemampuan dan kekuatan tempur pasukan pendarat.

Kegiatan diawali dengan Embarkasi pasukan di Dermaga Kolinlamil dengan KRI Banda Aceh, KRI Amboina dan KRI Bone, (16/7). Kemudian melaksanakan lintas laut menuju Daerah Sasaran Amfibi. Keesokan harinya dilaksanakan debarkasi gelombang pendaratan untuk melaksanakan serbuan amfibi ke pantai Caligi yang dikuasai musuh.

Setelah seluruh gelombang pendaratan mendarat, satu peleton peterjun statik melaksanakan penerjunan ke Drooping Zone di pantai untuk mempercepat penguasaan tumpuan pantai. Kemudian pada latihan kali ini dilaksanakan demo penembakan oleh Tank PT.76 dan BMP-3F, disusul penembakan 3 pucuk Meriam 57, 2 pucuk Howitzer 105, 2 roket RM -70 Grad 40. Laras yang masing- masing peluru mempunyai daya hancur 100 m2. Selanjutnya penembakan 2 pucuk Mortir 81, 2 pucuk Mortir 60, serta 2 pucuk sejata mesin berat dan ringan, kemudian ditutup dengan tembakan Bungalor Torpedo untuk membersihkan lapangan ranjau sehingga aman dilalui pasukan.

Pada latihan operasi amfibi yang berkekuatan satu Batalyon Tim Pendarat ini juga mengerahkan material tempur diantaranya 10 Tank PT76, 10 Tank BMP-3F, 10 Ranratfib (Kendaraan Pendarat Amfibi), 18 Perahu Karet, 1 Landing Craft Utility (LCU), 4 Kendaraan Pengangkut Artileri (KAPA), 2 BTR-50P, dan 2 LVT-7A1 serta 3 KRI.

Latihan operasi amfibi tersebut ditinjau langsung Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) A Faridz Wasingthon, Dan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Strurman Pandjaitan dan 4 Perwira Menengah dari Royal Thai Marine serta para pejabat teras Mako Kormar dan Komandan-komandan Kolak Pasmar-2.

Keberadaan perwira dari Royal Thai Marine pada latihan kali ini adalah sebagai peninjau latihan dalam rangka penjajakan latihan bersama antara Royal Thai Marine dan Korps Marinir di waktu yang akan datang.

Sumber: Dispenkormar

Korps Marinir Akan Gelar Latihan Bersama Marinir Thailand

Marinir Thailand saat latihan bersama U.S. Corps Marines pada Cobra Gold 2012. (Foto: U.S. Marine Corps/Lance Cpl. Ronald K. Peacock)

17 Juli 2012, Pesawaran, Lampung: Korps Marinir TNI AL akan menggelar latihan gabungan bersama marinir Kerajaan Thailand di Pantai Caligi Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

"Korps marinir merencanakan latihan gabungan bersama Kerajaan Thailand yang dimulai dari datangnya tim peninjau dari anggota marinir Kerajaan Thailand," kata Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Alfan Baharudin saat meninjau latihan pendaratan pasukan marinir, di Pesawaran, Selasa.

Ia mengatakan, tim peninjau datang ke sini untuk melihat kesiapan Korps Marinir TNI AL untuk mengikuti latihan gabungan. Markas Besar TNI kemungkinan segera merencanakan persiapan latihan gabungan tersebut.

"Ini baru sekali terjadi Kerajaan Thailand mengirimkan tim pemantau pada latihan pendaratan sejak tahun 1978 lalu," katanya.

Dalam latihan itu pendaratan itu, Korps Marinir menurunkan 1.735 personel, dan peralatan tempur dalam sesi latihan pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasukan Marinir (Pasmar) II.

Sumber: ANTARA News

Komandan Marinir Korsel Berkunjung ke Markas Marinir

12 Juli 2012, Jakarta: Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin (kanan) berjabat Tangan dengan Komandan Marinir Republik Korea, Lee Ho Yeon (kiri) saat disambut secara Militer di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7). Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat hubungan kerjasama Marinir kedua negara, terutama Korps Marinir TNI Angkatan laut dengan Republic Of Korea Marine yang sudah terjalin baik selama ini. (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12)

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin (kiri) Komandan Marinir Republik Korea, Lee Ho Yeon (kanan) saat mencoba kendaraan tempur tank Ampibi di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7).  (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12)

Satuan Kapal Amfibi Koarmatim Latihan Operasi Amfibi

Anggota Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI-AL melakukan penawanan teroris usai penyerbuan markas teroris ketika gelar operasi "Parsial Raid Amfibi 2012" di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jatim, Selasa (26/6). Kegiatan Parsial Raid Amfibi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tim Kopaska Koarmatim dan tim KRI Satuan Kapal Cepat Koarmatim dalam melaksanakan Cast and Recovery dalam menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/nz/ed/12)

25 Juni 2012, Surabaya: Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim menggelar latihan Operasi Amfibi (Opsfib) disekitar perairan Selat Madura, Jum’at (22/06). Gladi tempur Opsfib melibatkan tiga unsur di jajaran Satfib Koarmatim yaitu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar-590, KRI Teluk Jakarta-541dan KRI Teluk Sangkulirang-542, Perahu Karet (PK), kendaraan air angkut personel Landing Craft Utility (LCU) dari Divisi Pantai serta 4 tim pasukan Marinir dari Batalyon Infanteri (Yonif) 5 Marinir Surabaya.

Gladi Opsfib disekenariokan, sebuah diperbatasan telah dikuasi musuh. Dengan demikian TNI merancang sebuah operasi militer dengan membentuk Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) untuk melaksanakan Operasi Amfib (opsfib). Dalam perencanaan operasi amfibi tersebut diputuskan untuk melaksanakan operasi pra serbuan guna melumpuhkan dan menguarangi kekuatan lawan.


Operasi pra serbuan dimulai dengan melaksanakan pendaratan (Raid Amfibi) oleh 4 tim Batalyon Tim Pendarat (BTP) Marinir kedaerah-daerah objek vital dan sarana militer yang dimiliki musuh seperti meriam pantai dan sarana komunikasi.

Dalam opersi pra serbuan Kedua fasilitas itu perlu dihancurkan karena dapat menghambat gerak pasukan pendarat ketika opersi amfibi dilaksanakan secara besar-besaran. Sebelum menggelar gladi Raid Amfibi, unsur KRI melaksanakan serial latihan ketika melaksanakan manuver dilaut berupa peprangan bahaya udara Air Defence Exercise (ADEX), peperangan melewati medan ranjau Mine Fild Transit (MFT), Anti Air Reporting Ofensif Exercise (AAROFEK) dan isyarat dengan bendera (Flag Hoist). Selanjutnya kapal-kapal perang amfibi itu juga melaksanakan latihan penembakan senjata artileri Gunery Exercise (GUNEX).

Sumber: Dispenarmatim

Satkopaska Simulasi Anti-Teror Dihadapan Taruna Akmil dan Akpol

19 Juni 2012, Surabaya: Sejumlah pasukan khusus Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI-AL melakukan parameter tempur ketika melakukan simulasi anti teror didepan sejumlah taruna-taruni di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jatim, Selasa (19/6). Kegiatan tersebut bagian dari penyambutan kunjungan 815 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian di Koarmatim dalam rangka Bhinneka Eka Bhakti. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/nz/12)

Taifib Gelar Simulasi Penumpasan Pembajak

18 Juni 2012, Surabaya: Sebuah heli Bell-412EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara-1 Puspenerbal, melakukan manuver saat menurunkan sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir TNI AL di atas sebuah kontainer, pada aksi simulasi penumpasan pembajak di apron hanggar Lanudal Juanda Surabaya, Senin (18/6). Simulasi yang diikuti berbagai unsur Penerbangan TNI AL dan pasukan khusus TNI AL (Intai Amfibi Marinir dan Kopaska) tersebut, dalam rangka HUT Ke-56 Penerbangan TNI AL. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/12)

Seorang pembajak melompat di atas truk muatan kontainer, tak jauh dari sejumlah pembajak bersenjata yang melakukan aksi jahatnya. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/ama/12)

Sejumlah personil Intai Amfibi (TAIFIB) Marinir TNI-AL melakukan aksi penyergapan teroris di Apron hanggar 1-2 Lapangan Udara Angkatan Laut Juanda-Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/6). (Foto: TEMPO/Fully Syafi)

Satgas Marinir Ambalat Akan Bangun Tugu Perbatasan


27 Mei 2012, Nunukan: Satuan tugas Marinir Ambalat XIV yang saat ini bertugas di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur akan membangun Monumen Tugu "Garuda Perkasa" di perbatasan Indonesia-Malaysia. Tugu ini dimaksudkan untuk mempererat dan memperkokoh nilai-nilai nasionlaisme dan patriotisme bagi masyarakat di Pulau Sebatik sebagai wilayah perbatasan antar dua negara, kata Komandan Satgas Marinir Ambalat XIV Pulau Sebatik, Kapten Marinir Suherman di Sebatik, Sabtu.

Monumen tersebut direncanakan akan dibangun bersama dengan masyarakat wilayah perbatasan Pulau Sebatik yang dimotori oleh prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL). Menurut Suherman untuk sementara ini lokasi pembangunannya direncanakan berdekatan dengan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan."Ada dua alternatif untuk menjadi lokasi pembangunan," ucapnya.

Mengenai penentuan terakhir lokasi pembangunan tugu ini, akan dirapatkan kembali dengan para unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) pada kedua kecamatan tersebut. Masalah perencanaan ini, lanjut Suherman, telah dikoordinasikan pula dengan para tokoh masyarakat, pengusaha di Pulau Sebatik ini berkaitan dengan pendanaannya.

Pembangunan tugu ini merupakan monumental bagi masyarakat wilayah perbatasan di Pulau Sebatik agar lebih mencintai tanah airnya. Ia mengakui selama bertugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, ternyata ketergantungan masyarakat Sebatik ke Tawau Malaysia sangat tinggi.

"Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air kepada seluruh masyarakat Pulau Sebatik. Karena saya lihat akibat ketergantungan ekonomi dengan Malaysia sangat tinggi sehingga dimungkinkan melunturnya rasa nasionalismenya," katanya.

Sumber: ANTARA News Kaltim

Korps Marinir dan Marfopac Gelar Diskusi Logistik 2012


11 April 2012, Jakarta: Korps Marinir (Kormar) dan Staff Logistic Marines Forces Pacific (Marfopac) menggelar acara Logistic Meeting (Diskusi Logistik) 2012 ke-2 dalam rangka mempererat kerjasama di bidang logistik antara angkatan bersenjata kedua negara. Kerjasama yang telah berlangsung selama tiga tahun tersebut untuk membahas permasalahan logistik yang berkaitan dengan latihan bersama antara Marinir Indonesia dan Amerika.

Dalam acara diskusi Logistik yang merupakan bagian dari program kerjasama yang berkelanjutan tersebut diharapkan dapat djadikan sebagai ajang bertukar pengalaman dan gagasan-gagasan sehingga tercipta format dan konsep yang konkrit untuk dijadikan acuan serta memberi jalan keluar terhadap permasalahan logistik yang mungkin terjadi dalam latihan gabungan antara Korps Marinir dan USMC.

Diskusi Logistik ke-2 yang dibuka oleh Asisten Logistik Komandan Korps Marinir (Aslog Dankormar) Kolonel Marinir Yuliandar, Senin (9/4) dihadiri oleh delegasi US Marines Forces Pacific Colonel Donald Paul Baldwin, Mr. Timothy Raymond Rollins serta para pejabat teras Kormar di Markas Komando Korps Marinir, Jl. Prapatan 40 Jakarta, kegiatan yang telah berlangsung selama 3 hari tersebut di tutup pada hari ini, Rabu (11/4) oleh Komandan Resimen Artileri-2 Marinir Kolonel Marinir Novarin Gunawan selaku Wadan tim diskusi Logistik Kormar.

Sumber: Dispenkormar

Kopaska TNI AL “Infiltrasi” Ke Guam AS


3 April 2012, Surabaya: Sebanyak dua Tim Komando Pasukan Katak TNI AL yang terlibat dalam Latihan Bersama (Latma) Flash Iron 12-01 melaksanakan latihan “Infiltrasi” (penyusupan ke daerah lawan) di Home Base Naval Special Warfare Unit (NSWU)-1 Guam Amerika Serikat, Senin (02/04). Latihan ini dilaksanakan melalui dua aspek, yakni aspek laut dan udara. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Latma Flash Iron 12-01 antara Kopasaka TNI AL dan US. Navy Seal.

Komandan Satkopaska Koarmatim dan Komandan Satkopaska Koarmabar turun langsung untuk memimpin timnya dalam misi “penyusupan” ke daerah lawan. Tim Kopaska melakukan latihan infiltrasi dari udara menggunakan sebuah helikopter tempur jenis Black Hawk milik US. Navy. Awalnya tim Kopaska melakukan droping pasukan dari markas NSWU-1, kemudian terbang dengan Black Hawk diatas udara kepulauan Pasifik. Setelah mencapai titik kordinat yang telah ditentukan, pada ketinggian 6.000 feet, tim Kopaska melaksanakan penerjunan Military Free Fall (MFF).


Dalam penerjunan tersebut, para penerjun tempur Kopaska membentuk formasi di udara secara berkelompok. Satu persatu para penerjun tempur itu mencapai landasan dengan mendarat mulus tanpa ada yang keluar dari kelompoknya. Setelah melaksanakan penerjunan tahap pertama dengan ketinggian 6.000 feet, kemudian tim Kopaska melanjutkan latihan penerjunan Military Free Fall berikutnya dengan ketinggian 8.000 feet dan 10.000 feet. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan dalam mengemban misi penyusupan ke daerah lawan secara diam-diam untuk kepentingan pengumpulan data intelejen dan penghancuran obyek vital musuh.

Selanjutnya tim gabungan dari Satkopaska Koarmatim dan Satkopaska Koarmabar melakukan latihan infiltrasi melalui laut dari Perairan Guam dengan melakukan penyelaman tempur (Combat Diving). Bersama dengan Navy Seal, Tim Kopaska melaksanakan gladi Combat Diving dengan menggunakan Alat Selam (Alsel) Open dan Close. Sebagai penyelam tempur, tim Kopaska banyak melaksanakan latihan penyelaman menggunakan Alsel Close dan Semi Close.


Diperlukan kemampuan khusus dan latihan untuk dapat mengoperasikan Alsel Close dan Semi Close, karena peralatan selam tersebut tidak menggunakan oksigen seperti Alsel Open pada umumnya. Dalam latihan Combat Diving tersebut, tim Kopaska dan Navy Seal saling melaksanakan transfer ilmu dan pengalaman tentang penyelaman bawah air. Masing-masing pihak mendapatkan keuntungan dari latihan bersama itu, dengan mendapatkan pengetahuan baru tentang pengetahuan, teknik, dan taktik penyelaman bawah air.

Latihan ini melibatkan dua tim pasukan katak yang berjumlah 24 orang. Mereka terdiri dari satu tim Kopaska Koarmatim, yang dipimpin oleh Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Dansatkopaska) Koarmatim Kolonel Laut (P) Yeheskil Katiandagho dan satu tim pasukan katak dari Koarmabar yang dipimpin Dansatkopaska Koarmabar Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno serta tim Navy Seal dari NSWU-1.

Sumber: Dispenarmatim

Dansatkopaska Koarmatim Pimpin Pasukannya CQC


2 April 2012, Surabaya: Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Dansatkopaska) Koarmatim, Kolonel Laut (P) Yeheskil Katiandagho memimpin pasukannya berlatih Pertempuran Diruang Tertutup Close Quarters Combat (CQC). Pertempuran tersebut merupakan rangkaian kegiatan Latihan Bersama (Latma) Flash Iron 12-01 di markas Navy Seal, Guam, Amerika Serikat, belum lama ini Kamis (29/03). Dalam latihan CQC itu, Dansatkopaska Koarmatim memimpin satu tim pasukannya dari Surabaya, bersama Dansatkopaska Koarmabar Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno dan anak buahnya.

Latihan pertempuran di ruang tertutup (CQC) merupakan salah satu materi yang dilaksanakan dalam kegiatan Latma Flash Iron 12-01. Kemampuan dalam pertempuran jarak dekat wajib dikuasi oleh personel Kopaska guna mendukung tugas dalam menjalankan operasi laut khusus Maritime Interdiction Operation (MIO) pembebasan sandera di dalam kapal dan pertempuran kota Urban Warfare ketika membebaskan sandera di dalam gedung.



Dalam latihan CQC itu Dansatkopaska Koarmatim membawa satu tim personelnya yang berjumlah kurang lebih 7 orang. Disimulasikan dalam gladi tempur itu Dansatkopaska Koarmatim beserta timnya melakukan pergerakan di dalam kapal Ship Movement, guna mencari dan melumpuhkan pembajak yang sedang menyandera tawanan di dalam kapal. Dalam operasinya, tim Kopaska dilengkapi rompi anti peluru, helm baja dan senjata laras panjang serta pistol. Satu tim Kopaska tersebut terdiri dari komandan tim, pengawas (obsever), pasukan dan penembak jitu atau sniper.

Akhir dari drama penyanderaan tersebut, yakni sandera dapat diselamatkan dan para pembajak dapat dilumpuhkan. Selanjutnya dalam skenario itu tim Kopaska melakukan penanganan tawanan Personal Handling terhadap pembajak yang berhasil mereka lumpuhkan. Latma Flash Iron 12-01 diikuti oleh 2 tim pasukan katak yang terdiri dari 24 orang berasal dari Satkopaska Koarmatim dan Satkopaska Koarmabar serta personel Navy Seal yang berada di Naval Special Warfare Unit-1 (NSWU-1) Guam (AS).

Latihan ini dimulai sejak tanggal 24 Maret di Markas NSWU-1, Guam (AS). Rencananya latihan akan berlangsung selama 23 hari yaitu sampai 16 April 2010. Materi Latma Flash Iron 12-01 secara umum meliputi beberapa hal diantaranya penerjunan udara (Military Free Fall), pertempuran diruang tertutup (Close quarters combat), peperangan laut menggunakan kedaraan air cepat (Maritime Craft Areal Delivery System), penyelam tempur (Combat Diving) dan manufer lapangan (Final Training Exercise).

Sumber: Dispenarmatim

Satkopaska Koarmatim Latihan Tempur di Guam


30 Maret 2012, Surabaya: Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim mengikuti latihan tempur dengan US. Navy SEALs dengan sandi Flash Iron 12-02, di Guam Amerika Serikat, sebuah pulau yang berada di Samudera Pasifik. Satkopaska Koarmatim yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Latma Flash Iron 12-01 JCET (Joint Combine Exercise Training), diberangkatkan oleh Pangarmabar Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan di Lapangan Arafuru Mako Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat, belum lama ini, Kamis (22/03).

Satkopaska Koarmatim menerjunkan satu tim pasukan terdiri dari 12 personel yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan (Dansat) Kopaska Koarmatim Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katiandagho. Selanjutnya Tim Satkopaska Koarmatim bergabung dengan Tim dari Satkopaska Koarmabar bersama-sama dalam satgas Latma Flas Iron 12-01 di markas Naval Special Warfare Unit (NSWU)-1 Guam (AS). Rencananya Latma Flash Iron 12-01 dilaksanakan selama 23 hari mulai tanggal 24 Maret sampai 16 April 2012 di Guam (AS).

Materi latihan meliputi beberapa aspek pertempuran diantaranya penerjunan udara (Military Free Fall), pertempuran diruang tertutup (Close quarters combat), peperangan laut menggunakan kedaraan air cepat (Maritime Craft Areal Delivery System), penyelam tempur (Combat Diving) dan manufer lapangan (Final Training Exercise). Bertindak sebagai Dansatgas Flash Iron 12-01 JCET Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Dansatkopaska Koarmabar.

Latihan bersama Flash Iron merupakan program latihan yang rutin dilaksanakan oleh Kopaska TNI Angkatan Laut dan US Navy SEALs dua kali dalam setahun. Penyelenggaraan latihan tersebut merupakan wujud kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat khususnya dalam bidang militer.

Gladi tempur antara Kopaska TNI AL dan US. Navy SEALs bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan Satkopaska tentang doktrin taktis dan teknis peperangan laut khusus (Naval Special Warfare). Dari latihan bersama tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas serta kerjasama Kopaska TNI Angkatan Laut dan US Navy Seals. Selain itu juga untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Sumber: Dispenarmatim

Pimpinan Marinir AS Singgung Pangkalan di Darwin

Foto bersama pejabat teras Pasmar-1 dengan Komandan Marforpac. (Foto: Marinir)

26 Maret 2012, Surabaya: "Commander US Marine Corps Force Pasific" (COMMARFORPAC) atau pimpinan Korps Marinir AS untuk kawasan Asia-Pasifik, Letnan Jenderal Duane Thiessen, menyinggung soal keberadaan pangkalan Korps Marinir AS di Darwin, Australia.

Hal itu diungkap Letnan Jenderal Duane Thiessen saat disambut Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara dalam pertemuan di Ruang VIP Lapangan Tembak FX. Soepramono, Karangpilang, Surabaya, Senin.

Sebelum diterima Danpasmar-1, orang nomor satu di jajaran Korps Marinir AS untuk kawasan Asia-Pasifik itu langsung mengelilingi Ksatrian Sutedi Senaputra di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Dalam kunjungannya, Lt. Gen Duane Thiessen menyampaikan pangkalan Korps Marinir AS di Darwin Australia yang hanya berkekuatan satu kompi atau sekitar 250 personel akan ditambah secara bertahap menjadi satu divisi atau sekitar 2.500 personel hingga tahun 2014.

Sehubungan dengan hal tersebut, Lt. Gen Duane Thiessen merencanakan pasukannya yang akan menempati pangkalan Marinir Amerika di Darwin itu untuk melakukan latihan bersama dengan Marinir di negara-negara Asia, termasuk Marinir Indonesia.

Di sela-sela kunjungannya, Jenderal Marinir AS berbintang tiga itu terkesima ketika melihat prajurit Pasmar-1 melaksanakan kegiatan rutin, seperti dayung, karate, cross country, drill senjata, dan sebagainya.

Apalagi, saat prajurit Korps Marinir mendemontrasikan tembakan ke arah sasaran untuk membuka baliho yang bertuliskan "General Thiessen Welcome to Pasmar-1".

Di akhir acara, Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara dan Commander US Marine Corps Force Pasifik Letnan Jenderal Duane Thiessen saling bertukar cendera mata dan foto bersama.

Sumber: ANTARA Jatim

136 Marinir Dikirim Ke Pulau Terluar di Papua

Sejumlah personel Sejumlah personel Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI-AL lengkap dengan persenjataan mengikuti defile pasukan ketika upacara serah terima jabatan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim (9/3). Dalam upacara sertijab tersebut Kasal, Laksamana TNI Soeparno melantik Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) dari Laksamana Muda TNI Ade Supandi diserah terimakan kepada Laksamana Muda TNI Agung Pramono, dan jabatan Pangkolinlamil dari Laksamana Muda TNI Agung Pramono diserah terimakan kepada Laksamana Pertama TNI Sri Mohamad Darojatim. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/nz/12)

22 Maret 2012, Jakarta: Sebanyak 136 prajurit Marinir TNI AL dikirim ke pulau terluar di wilayah Papua, Kamis (22/3/2012).

Kepala Dinas Penerangan Komando Lintas Laut Militer (Kadispen Kolinlamil) Letnan Kolonel (KH) Maman Sulaeman menjelaskan, para prajurit Marinir ditempatkan di Pulau Miangas, Pulau Marore, Pulau Marampit, Pulau Fani, Pulau Fanildo, Pulau Batek dan Pulau Bras.

"Mereka diangkut KRI Teluk Hading-538, salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan bertolak dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta utara," kata Maman.

Menurut Komandan KRI Mayor Laut (P) Teguh Iman, KRI Teluk Hading akan melaksanakan operasi lintas laut menuju Indonesia Timur dengan menurunkan pasukan TNI di pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga.

Satgas pengamanan Pulau terluar ini, juga membawa alat penjernih air yang akan ditempatkan di pulau-pulau terluar itu.

KRI ini selain mengangkut pasukan yang akan bertugas ke daerah penugasan, juga akan mengangkut pasukan TNI yang telah bertugas mengamankan beberapa pulau-pulau terluar itu untuk dipulangkan ke kesatuan awalnya.

KRI Teluk Hading-538 merupakan satu dari empat kapal perang jenis Angkut Tank tipe Frosch yang berada di bawah pembinaan Kolinlamil. Kapal ini memiliki berat 1.900 ton dengan dimensi 90,70 meter x 11,12 meter x 3,4 meter, dapat mengangkut 9 tank di tank deck.

Sumber: KOMPAS

Danpasmar-1 Kunjungi Latihan Tempur Di Purboyo


19 Maret 2012, Malang: Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara mengunjungi prajurit Brigif-1 Marinir dan prajurit Yontaifib-1 Mar yang sedang melaksanakan latihan TW I di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir Purboyo, Malang, Jumat (16/3).

Sedikitnya 1.200 prajurit Brigif-1 Marinir dan 400 prajurit Yontaifib-1 Marinir melaksanakan Latihan TW I tahun 2012.

Dalam kunjungannya ke daerah latihan, Danpasmar-1 melihat langsung rangkaian kegiatan latihan Rubber Duck yang dilakukan prajurit Yontaifib-1 Mar di pantai Sendang Biru, Malang, kemudian dilanjutkan melihat rangkaian latihan prajurit Brigif-1 Marinir mulai dari patroli penyelidik, patroli tempur, sermujam, menembak diatas pohon, menembak sniper serta menembak senjata bantuan batalyon hingga kegiatan terakhir lintas medan (Limed) dengan menempuh jarak sekurangnya 35 km.

Orang nomor satu dijajaran Pasmar-1 itu juga berkesempatan mencoba menembak dengan menggunakan senjata RPG-7 (Roket Pelontar Granat) dan senjata Sniper.

Selain itu, Komandan Pasmar-1 juga berpesan kepada seluruh prajurit yang sedang melaksanakan latihan agar selalu semangat dan berlatih dengan sungguh-sungguh dengan mengutamakan keselamatan, sehingga latihan ini mendapatkan hasil yang maksimal.

Turut serta dalam kunjungan tersebut, Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Amir Faisol, Komandan Resimen Bantuan Tempur-1 Marinir Kolonel Marinir Nurri A. Djatmika, Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Sarjito dan para Asisten Kaspasmar-1.

Komandan Korps Marinir Tutup Kursus PTAL


Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin menutup secara resmi kursus Penangulanggan Teror Aspek laut (PTAL) Angkatan XI TA. 2011 di lapangan apel Ksatrian Marinir Arthur Solang, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), Senin (19/3).

Kursus PTAL yang dilaksanakan selama 4 bulan tersebut diikuti oleh 24 personel pilihan dari prajurit Intai Amfibi Korps Marinir dan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska). Mereka yang lulus selanjutnya akan bergabung dengan Denjaka yang merupakan salah satu satuan elite TNI.

Dalam amanatnya Dankormar mengatakan, kegiatan kursus PTAL ini merupakan program khusus Mabesal yang tertuang dalam Rencana Pendidikan (Rendik) TNI AL TA. 2011 yang dilaksanakan dalam rangka memberikan pembekalan untuk melengkapi pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh prajurit Intai Amfibi Marinir dan Pasukan Katak sehingga dapat mencapai standar kualifikasi perorangan dasar untuk menjadi personel Detasemen Jala Mangkara, sebagai pasukan anti teror TNI yang beraspek laut.

Mencermati perkembangan situasi dewasa ini, di mana kegiatan aksi terorisme sudah merambah ke seluruh dunia dan khususnya di Indonesia, di mana aktifitas kelompok jaringan terorisme belum sepenuhnya dapat diatasi maka perlu adanya peran nyata satuan-satuan khusus, dengan menyiapkan sedini mungkin satuan yang mampu menanggulangi teror-teror yang terjadi. Denjaka Korps Marinir TNI AL sebagai salah satu satuan khusus yang mempunyai tugas pokok untuk menanggulangi teror aspek laut harus berperan aktif dan melakukan tindakan nyata di lapangan, namun tentunya tetap sesuai dengan prosedur dan rantai komando yang ada. “ Berkaitan dengan hal tersebut maka para anggota Denjaka harus mempunyai suatu tingkat kemampuan perorangan dan satuan yang benar-benar handal. Anggota Denjaka di samping harus menguasai kemampuan taktik dan teknik bertempur juga dituntut untuk memiliki keterampilan dan penguasaan terhadap penggunaan alat peralatan yang canggih sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi” kata Dankormar.

Pada akhir amanatnya Dankormar mengingatkan kepada mantan siswa PTAL untuk selalu meningkatkan kemampuan masing-masing, “ Yang penting bagi saudara yang lulus adalah bahwa saudara telah resmi menjadi anggota Denjaka. Namun apa yang telah saudara dapatkan pada kursus ini belumlah menjamin keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas anti teror secara optimal. Masih diperlukan pengalaman tugas serta pembekalan diri untuk senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan masing-masing “ kata orang nomor satu di jajaran Korps Marinir TNI AL itu.

Sumber: Dispenkormar

Taifib-1 Marinir Latihan Air Supply



12 Maret 2012, Surabaya: Sejumlah anggota Unit Anti Teror Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, membentuk parameter tempur saat latihan air supply yang melibatkan pesawat heli jenis Bolkow BO-105 milik Skuadron Udara 400, Wing Udara-1 Puspenerbal, di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Senin (12/3). Pada usianya yang ke-51 pada 13 Maret 2012, Taifib Marinir terus mengasah kemampuan tempur di tiga media atau Trimedia (darat, laut dan udara), demi menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/ama/12)

Kopaska Koarmatim Bebaskan “Sandera” dari Teroris


12 Maret 2012, Surabaya: Pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya dikejutkan dengan aksi tembak menembak antara prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim dengan sekelompok teroris. Satkopaska Koarmatim mendapat Informasi mengenai aksi terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan mengancam dan menyandera salah satu pengunjung Mall di pusat kota Surabaya ini. Informasi tersebut segera ditindak lanjuti dengan menerjunkan satu tim personel Kopaska yang dipimpin oleh Kapten Laut (KH) Kemas.

Satuan Pasukan Khusus Angkatan Laut itu bergerak cepat menuju tempat kejadian. Diperkirakan ada 4 orang teroris sedang menyandera seorang pengunjung. Melihat situasi Mall yang penuh sesak dengan pengunjung, Komandan Tim Kopaska menugaskan seorang observer dan Sniper untuk mengawasi olah gerak para teroris dari tempat tersembunyi.


Setelah berhasil mendapatkan posisi lawan, tim Kopaska melakukan taktik pertempuran jarak dekat atau CQB (Close Quarter Combat), dengan mengerahkan 7 personel. Untuk menjamin keselamatan seorang pengunjung yang di sandera kelompok teroris, sniper Kopaska melakukan aksi meluncur cepat dengan tali (Rappelling) dan berhasil menembak pelaku tepat di kepalanya. Melihat temannya tumbang, tiga orang lainnya berusaha melarikan diri sambil menyandrera pengunjung lainnya, namun hal itu sia-sia karena tim CQC dengan sigap berhasil menghadang langkah mereka dan melumpuhkannya.

Kejadian itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam pameran “Kopaska Expo 2012”, untuk menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kopaska yang jatuh pada tanggal 31 Maret mendatang. Demo pertempuran jarak dekat tersebut berjalan sangat cepat dan tiba-tiba, berlangsung kurang lebih 10 menit. Pengunjung yang menyaksikan aksi pertempuran itu banyak yang panik, karena aksi tersebut tidak diberitahukan sebelumnya. Namun setelah mengetahui aksi pertempuran itu hanya simulasi, mereka tampak lega dan kagum dengan kemampuan yang dimilki oleh Kopaska Koarmatim. Kegiatan itu sekaligus sebagai penutup rangakaian pameran “Kopaska Expo 2012” di Atrium Rainbow Plaza, Mall BG. Junction Surabaya.

Sumber: Dispenarmatim

1.200 Prajurit Brigif-1 Marinir Ikuti Latihan Tempur di Malang

Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL lengkap dengan senjatanya saat pengecekan kesiapan latihan di Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Sabtu, (10/3). Sedikitnya 1.200 prajurit Korps Marinir TNI AL dari Brigif-1 Mar berangkat melaksanakan latihan tempur ke Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir Purboyo, Malang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Sertu Marinir Kuwadi/HO/Koz/mes/12)

12 Maret 2012, Surabaya: Sebanyak 1.200 prajurit Brigif-1 Marinir mengikuti latihan tempur di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Korps Marinir Purboyo, Malang, 10-18 Maret 2012.

"Latihan itu dibuka Komandan Brigade Infanteri-1 Marinir Kolonel Marinir Amir Faisol di Markas Komando Brigif-1 Marinir, Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (10/3) lalu," kata Perwira Staf Operasi Brigif-1 Marinir, Letkol Mar Suliono, Senin.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Surabaya disebutkan bahwa latihan TW (Tri Wulan) I-2012 itu melibatkan ribuan prajurit dari Yonif-1 Marinir, Yonif-3 Marinir, dan Yonif-5 Marinir.

Saat membuka, Komandan Brigif-1 Marinir dalam amanatnya mengatakan kesatuan tempur yang kuat dan besar itu salah satunya didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang andal dan profesional dalam melaksanakan tugas operasi.

"Untuk itu, seorang prajurit harus memiliki kemampuan dan kecakapan akademis, kesamaptaan yang baik serta mental dan fisik yang prima dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya kepada nusa dan bangsa," katanya.

Menurut orang nomor satu di jajaran Brigif-1 Marinir itu, latihan TW I-2012 itu merupakan program pembinaan satuan yang bertujuan membekali dan meningkatkan ketrampilan prajurit Brigif-1 Marinir.

"Target latihan adalah prajurit Brigif-1 Marinir mampu menjadi prajurit yang tangguh dan cakap dalam penguasaan materi taktik tempur operasi amphibi maupun taktik operasi darat, baik secara teknis maupun taktis sehingga dapat diaplikasikan di kesatuan," ucapnya.

Selain itu, dengan latihan ini akan menambah kepercayaan diri dalam bermanuver dan mengendalikan pasukan di medan operasi, sehingga diharapkan tidak ada kerugian personel maupun material, melainkan keuntungan dan kemenangan yang didapat.

"Kekurangan dan keterbatasan sarana dan prasarana, janganlah dijadikan sebagai beban dan semangat berlatih menurun, tetapi jadikanlah sebagai pemicu semangat dalam berlatih, sehingga tujuan dan sasaran latihan dapat tercapai," katanya.

Sebelumnya (6/3), para prajurit Brigif-1 Marinir menggelar doa memohon keselamatan secara bersama (istighatsah) di gedung Edianto Balai Prajurit Brigif-1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, menjelang keberangkatannya ke Pusat Latihan Tempur Purboyo, Malang, Jawa Timur.

Sumber: ANTARA Jatim

Satkopaska Koarmatim Unjuk Kemampuan Penghancuran Instalasi Musuh


27 Februari 2012, Surabaya: Sebagai pasukan elit TNI AL, Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim memiliki kemampuan operasi peperangan laut khusus, seperti infiltrasi ke daerah lawan melalui laut dan udara. Konsentrasi kekuatan tersebar di beberapa wilayah strategis, merupakan acaman serius yang harus segera dilumpuhkan dan dihancurkan. Untuk membuka pintu masuk bagi pasukan lain menuju daerah sasaran, Pasukan Katak mendapat tugas menghancurkan instalasi pertahanan musuh yang berada di daerah garis pantai.

Kemampuan itu ditunjukkan pada saat Satkopaska Koarmatim menggelar latihan beberapa waktu lalu. Dengan mengunakan sebuah pesawat angkut militer, satu tim Kopaska Koarmatim yang terdiri dari 7 orang personel melakukan penerjunan (military Free Fall) tidak jauh dari target yang akan di hancurkan. Kondisi medan tempur yang berada di garis pantai itu didominasi hutan dan semak belukar. Hal ini sangat membantu gerak tim Kopaska untuk berlindung dari pengamatan musuh. Tim penghancur ini dipimpin oleh Komandan Tim Mayor Laut (P) Yudo Ponco membentuk Taktik Satuan Kecil (Tactical Small Unit) bergerak senyap mendekati sebuah bangunan berupa gudang senjata dan amunisi milik musuh.


Terdapat sekitar lima orang di dalam bangunan itu. Salah satu diantara mereka sedang berdiri disebuah pos penjagaan dengan senjata lengkap. Sedangkan 4 orang lainnya sedang duduk-duduk sambil berbincang dengan rekan mereka di dalam bangunan utama. Melihat kondisi itu, supaya dapat masuk kedalam instalasi musuh sebelumnya harus melumpuhkan seorang penjaga yang ada diluar. Sniper Kopaska menggunakan senjata M14 kaliber 7,62 mm berhasil melumpuhkan penjaga dari tempat tersembunyi.

Sejurus kemudian tim Kopaska menyerbu ke dalam instalasi musuh dengan melemparkan granat tangan. Suara ledakan granat disusul rentetan tembakan senjata otomatis M4 A-1 dan M60 kaliber 7,62mm yang digunakan Kopaska, mengejutkan 4 orang yang ada di dalam. Kedatangan Pasukan Katak secara tiba-tiba membuat musuh tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti. Dalam waktu singkat, 5 orang musuh dapat dilumpuhkan. Selanjutnya tim Kopaska melakukan demolisi (penghancuran) instalasi gudang senjata dan amunisi musuh kemudian segera melakukan pengundurun.


Pertempuran itu merupakan salah satu rangkaian latihan K-2 Cantoka Senayudha “Gurila” (gunung rimba laut) yang berlangsung sejak tanggal 10 sampai dengan tanggal 29 februari 2012. Latihan K-2 tahun 2012 dibuka oleh Komandan Satkopaska Koarmatim Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katiandagho, di Mako Kopaska Koarmatim Ujung Surabaya belum lama ini, Jum’at (10/02). Sebanyak 152 personel gabungan Kopaska dan staf terlibat dalam kegiatan tersebut. Sedangkan personel Kopaska yang terlibat sebagai pelaku ada 5 tim, masing-masing tim terdapat 7 orang. Materi yang diterapkan dalam gladi tempur K-2 Kopaska tersebut adalah kemampuan menembak (markmanship), melintasi medan pegunungan (mountainering), landing dan dropping pasukan melalui laut dan udara serta intelijen tempur.

Selain itu, gladi tempur Gurila juga mempelajari materi tentang Ilmu Medan Membaca Peta (IMMP), survival, pengintaian pantai, navigasi laut, Taktik Satuan Kecil (Tsk) serta demolisi. Sebagai puncak latihan K-2 Cantoka Senayudha dilaksanakan gladi tempur gabungan dari beberapa materi latihan yang disebut full mission profile. Latihan K-2 Kopaska diselenggarkan secara rutin 3 kali dalam setahun dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme serta kerja sama tim Kopaska dalam menyelenggarakan peperangan laut khusus.

Sumber: Dispenkoarmatim