Tampilkan postingan dengan label Latma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latma. Tampilkan semua postingan

Aksi Herky TNI AU di Latma Rajawali Ausindo 12

22 September 2012, Malang: Pesawat C-130B Hercules TNI AU melakukan terbang rendah saat Latihan Rajawali Ausindo 12. Latihan Rajawali Ausindo 12, latihan bersama TNI AU dan Royal Australia Air Force (RAAF) berlangsung di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang dari 17-22 September 2012. Kedua angkatan udara menurunkan armada Hercules. (Foto: RAAF)

C-130H Hercules menerjunkan prajurit lintas udara dalam suatu misi dalam latihan. (Foto: RAAF)

Deretan C-130 Hercules TNI AU dan RAAF. (Foto: RAAF)

Sumber: RAAF
@Berita HanKam

TNI AU dan RAAF Gelar Latma Rajawali Ausindo 2012 di Malang

Upacara pembukaan Latma Rajawali Ausindo 2012. (Foto: Lanud Abdulrahman Saleh)

17 September 2012, Malang: Komandan Lanud Abd Saleh, Marsekal Pertama TNI Gutomo, S. IP. Memimpin upacara pembukaan Latma “ Rajawali Ausindo 2012” di Lanud Abd Saleh. Latihan ini merupakan latihan bersama yang melibatkan pesawat TNI AU dan RAAF yang dilaksanakan setiap tahun dan diharapkan dilaksanakan bergantian antara Indonesia dan Australia.

Dalam sambutannya Komandan Lanud menyampaikan, bahwa Rajawali Ausindo 2012 adalah sebagai bukti nyata dari salah satu realisasi hubungan dan kerjasama yang baik antara kedua angkatan bersenjata khususnya antara TNI AU dan RAAF. Kerja sama bilateral yang telah terjalin baik ini harus semakin ditingkatkan karena kita sadari bersama bahwa Negara Australia adalah Negara tetangga yang berdekatan dengan Negara kita dan perlu pembinaan hubungan kerja sama yang baik.

Pada latihan yang akan dilaksanakan dari tanggal 18-21 September 2012 di Lanud Abdulrahman Saleh ini, baliau juga menekankan agar prosedur tetap latihan benar-benar dipahami, sehingga dalam pelaksanaannya tidak akan mengalami hambatan-hambatan yang berarti. Mekanisme latihan juga hendaknya vbenar-benar dilaksanakan dengan baik dan dinamis, jika ada hal-hal yang baru ditemukan dilapangan dapat dikenali untuk pengembangan selanjutnya.

Sumber: Lanud Abdulrahman Saleh

Aksi KRI Frans Kaisepo di Latma Kakadu 2012

Awak kapal KRI Frans Kaisepo selesai pemeriksaan kapal di atas kapal perang HMAS Perth. KRI Frans Kaisepo mengikuti Latma maritim multinasional Kakadu 2012 di Darwin, Australia. (Foto: Australia DoD)

KRI Frans Kaisepo manuver menjauhi HMAS Perth setelah selesai perpindahan perbekalan di tengah laut. (Foto: Australia DoD)

Kopassus dan SASR Latihan Bersama di Bandung

(Foto: Kopassus)

4 September 2012, Bandung: Danpusdikpassus Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan Latma Dawn Komodo XII/2012 di lapangan upacara Pusdikpassus,Batujajar Bandung, Selasa (4/9/2012).

Latihan bersama antara Kopassus dan Special Air Service Regiment (SASR) Australia tersebut direncanakan akan berlangsung di Pusdikpassus sampai 15 September 2012 mendatang dengan diikuti oleh 30 personel Kopassus dan 18 personel dari pasukan khusus Australia.Dalam latihan selama kurang lebih dua minggu ini, kedua delegasi akan berlatih sejumlah materi diantanya menembak reaksi , Pertempuran Jarak Pendek dan pembebasan tawanan dihutan.



Danjen Kopassus dalam amanatnya yang dibacakan Danpusdikpassus mengatakan Latihan Bersama Dawn Komodo XII tahun 2012 ini adalah kelanjutan dari latihan bersama Dawn Kokabura tahun 2011 yang lalu, sebagai bentuk dari kerjasama militer antara Kopassus dan SASR Australia yang merupakan perwujudan dari hubungan bilateral antara kedua negara di bidang pertahanan.

Ditambahkan oleh Danjen bahwa tujuan latihan bersama ini selain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, juga dimaksudkan untuk membangun keterpaduan antara pasukan khusus Indonesia dan pasukan khusus Australia.

Diharapkan melalui latihan bersama ini akan diperoleh gambaran sejauhmana kekuatan, kemampuan dan kesiagaan operasi pasukan khusus kedua negara dalam menghadapi setiap ancaman yang akan mengganggu kedaulatan masing-masing Negara.

Sumber: Kopassus

KRI Nanggala-402 Latihan Bersama Kapal Selam AS di Laut Jawa

USS Oklahoma City (SSN 723). (Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Ronald Gutridge)

30 Agustus 2012, Jakarta: Bahwa kapal selam bernilai strategis sangat tinggi, semua militer dunia tahu. Di Laut Jawa, kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, dan kolega bertenaga nuklirnya dari Amerika Serikat, USS Oklahoma City SSN-723, berlatih bersama dan saling bertukar perwira untuk sama-sama menambah profisiensi. Ini adalah pertama kali bagi kedua angkatan laut, satu kesempatan bersejarah dan bermakna sangat strategis.

Dalam latihan bertajuk PASSEX/Passing Exercise 2012 itu, TNI AL mengerahkan kapal pendamping, KRI Diponegoro-365 dan satu helikopter Bolkow-Blohm NBO-202. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, "Latihan ini berlangsung dua hari, 28-29 Agustus lalu. Ini bentuk kerja sama dan kemitraan di antara dua angkatan laut, juga untuk memperluas wawasan kita tentang kesenjataan dan berbagai hal lain terkait ini."

PASSEX 2012 diawali pertukaran perwira dari masing-masing kapal selam. Enam perwira KRI Nanggala-402 on board di USS Oklahoma City SSN-723 selama dua hari, sebaliknya empat perwira USS Oklahoma City SSN-723 on board di KRI Nanggala-402 untuk waktu sama. "Selanjutnya kedua kapal selam tersebut melakukan berbagai manuver di perairan Laut Jawa," katanya.

USS Oklahoma City SSN-723 adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas Los Angeles buatan galangan kapal Newport News and Dry Dock, Virginia, Amerika Serikat, pada 1981 dan diluncurkan pada 4 Januari 1984, yang telah bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat US sejak 1988. Kapal selam kelas ini, USS Dallas, pernah terlibat dalam kisah perburuan kapal selam bertenaga nuklir terbesar dan terkuat di dunia milik Angkatan Laut Uni Soviet (saat itu), Red October, dari kelas Typhoon, yang memiliki teknologi propulsi Caterpillar.

Menurut Suropati, "Latihan ini juga meningkatkan kemampuan awak KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan pilot Bolcow-Blohm 205 kita dalam mendeteksi, menganalisa, dan mengenali lebih jauh tentang kapal selam negara lain."

Sedangkan KRI Nanggala-402 dari kelas U-209 buatan galangan kapal Kiel, Jerman, pada 1981, yang ditenagai diesel elektrik berbobot 1.400 ton dan tidak bisa meluncurkan misil nuklir antar benua laiknya USS Oklahoma City SSN-723. KRI Nanggala-402 baru kembali dari perawatan besar di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan, pada 6 Februari lalu.

Di sana, KRI Nanggala-402 diperbaiki rusuk, kulit, balast, sistem navigasi dan penjejakan, hingga sistem kesenjataannya. Seluruh proses itu memerlukan waktu dua tahun. Kapal selam ini memiliki "kembaran", KRI Cakra-401 yang sama-sama tergabung dalam Satuan Kapal Selam Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, di Surabaya.

Satuan yang bertanggung jawab dalam pembinaan, penyiapan, dan pengoperasian USS Oklahoma City SSN-723 adalah Skuadron Kapal Selam Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat, berpangkalan di Pearl Harbour, Hawaii. Kapal ini diawaki 134 personel, dengan panjang 110,3 meter, lebar 10 meter, dan kecepatan maksimal selam 20 knot perjam. Secara umum, peluru kendali Tomahawk dan Harpoon menjadi persenjataan standardnya.

Sesuai dengan "aturan main"UNCLOS 1982, selama berada di perairan Indonesia untuk pelayaran damai, USS Oklahoma City SSN-723 berlayar di permukaan dan menunjukkan identitas kapal. Setelah misi latihan dimulai, barulah manuver militer dilakukan bersama. Selama dia hadir di perairan Indonesia, pengawalan dan panduan diberikan oleh jajaran TNI AL, termasuk oleh mitranya, KRI Nanggala-402.

Sumber: ANTARA News

Sukhoi Tuntaskan Latma Pitch Black 2012

14 Agustus 2012, Darwin: Direktur Latma Pitch Black Captain Kitcher dan Mayor Palito mewakili TNI AU bertukar cenderamata, setelah TNI AU menyelesaikan Latma dan kembali ke tanah air, Minggu (12/8). (Foto: RAAF)

Personil TNI AU, RAAF, dan RNZAF peserta Latma Picth Black 2012 befoto bersama di depan Sukhoi Su-27 Flanker TNI AU. Sukhoi mendapatkan perhatian khusus dari RAAF karena pesawat tempur ini pertama kali dikirimkan TNI AU ke luar negeri untuk berlatih bersama dan pertama kalinya RAAF mendapatkan akses menyaksikan langsung Sukhoi TNI AU. (Foto: RAAF)

Awak darat melakukan perawatan dan perbaikan sebelum Sukhoi terbang kembali ke tanah air. (Foto: RAAF)

Sumber: RAAF
@Berita HanKam

Aksi Sukhoi di Pitch Black 2012

10 Agustus 2012, Darwin: Sukhoi Su-27 TNI AU dan F/A-18 Hornet selesai melakukan misi dalam Latma Pitch Black 2012. (Foto: RAAF)

Sukhoi Su-27 TNI AU menggunakan parasut saat mendarat setelah melakukan misi dalam Latma Pitch Black 2012. (Foto: RAAF)

Sukhoi Su-27 TNI AU sesaat setelah menyelesaikan misi dalam Latma Pitch Black 2012. (Foto: RAAF)


Sumber: RAAF
@Berita HanKam

Latihan Bersama Kapal Selam TNI dengan Kapal Selam Nuklir US Navy


8 Agustus 2012, Surabaya: Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur (Satsel Koarmatim) dalam waktu dekat akan menggelar latihan bersama dengan kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Untuk menindaklanjuti rencana latihan tersebut, hari ini, Rabu (8/8), Commander Submarine Group 7 US Navy Rear Admiral Philip Sawyer mengadakan kunjungan ke Koarmatim.

Kedatangan Rear Admiral Philip Sawyer tersebut diterima Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Darwanto. SH, M.AP dengan didampingi Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo dan beberapa pejabat teras Koarmatim di Gedung Laksamana Nala Koarmatim Ujung Surabaya.

Kapal selam Koarmatim yang akan terlibat dalam latihan ini yaitu KRI Nanggala-402, didukung dengan korvet kelas Sigma KRI Diponegoro-365 dan satu helikopter BO-105. Sedangkan Kapal Selam US Navy yang terlibat adalah USS Los Angeles (SSN/688).

Latihan manuvra laut ke dua kapal selam tersebut, rencananya akan dilaksanakan disekitar Laut Jawa. Namun sebelum melaksanakan manuvra lapangan (Manlap), terlebih dahulu akan dilaksanakan pertukaran perwira dari masing-masing Kapal Selam untuk on board di ke dua Kapal Selam tersebut.

KRI Nanggala-402 adalah Kapal Selam Kelas 209/1300, merupakan salah satu senjata strategis TNI AL yang merupakan Kapal Selam Kelas Konvensional (Battery Electric).  Kedua Kapal Selam berbeda jenis ini sama-sama merupakan senjata strategis bagi masing-masing Negara, baik Indonesia maupun Amerika Serikat.

Latihan Passing Exercise dengan USS Los Angeles di sekitar perairan Laut Jawa ini adalah dalam rangka menjalin kerjasama antara TNI AL dan US Navy, lebih khusus lagi untuk menjalin kerjasama antara Satuan Kapal Selam Koarmatim dengan CTF 7 (Squadron Kapal Selam), Armada ke-7 US Navy. Latihan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan ABK KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan pilot heli BO-105 dalam mendeteksi, menganalisa dan mengenali lebih jauh tentang Kapal Selam USS Los Angeles.

Sumber: Dispenarmatim

Sukhoi Beraksi di Langit Darwin

31 Juli 2012, Darwin: Pesawat tempur Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU mulai berlatih bersama dalam Pitch Black 2012 di Darwin. TNI AU mengirimkan empat pesawat tempur Sukhoi ke Picth Black 2012. Wakasau Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi disertai sejumlah petinggi TNI AU menghadiri pembukaan Pitch Black, rombongan menggunakan C-130 Hercules.



Sumber: RAAF
@Berita HanKam

Welcome Sukhoi in Darwin

27 Juli 2012, Darwin: Empat pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin disambut dua pesawat tempur F/A-18 Hornet No. 77 Squadron saat tiba di udara Darwin.

TNI AU pertama kalinya mengikuti Latihan Udara Bersama Pitch Black. Enam negara, 94 unit pesawat dan lebih dari 2200 personil mengikuti Latma Pitch Black 12, dimulai 27 Juli hingga 13 Agustus di Darwin.

TNI AU pertama kali mengirimkan pesawat tempur utamanya dua Su-27 (TS-2703 dan TS-2705) dan dua Su-30 (TS-3004 dan TS-3005) ke berlatih ke luar negeri.


Sumber: Australia DoD
@Berita HanKam

Sukhoi TNI AU Tiba di Darwin

 
Kontingen TNI AU tiba di Darwin. (Foto: RAAF)

26 Juli 2012, Jakarta: Satu flight Sukhoi Su-27/30 terdiri dari empat pesawat tempur dan didukung dua pesawat angkut C-130 Hercules Skuadron Udara 31 Halim Perdanakusuma dan satu C-130 Hercules Skuadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh tiba di Darwin.

TNI AU akan mengikuti Latihan Udara Bersama Pitch Black 12 di Darwin, Australia dari 27 Juli hingga 13 Agustus. Pitch Black 12 diikuti United States Marine Corps (USMC), Republic of Singapore Air Force (RSAF), Royal Thai Air Force (RTAF), Royal New Zealand Air Force (RNZAF), Royal Australia Air Force (RAAF) dan TNI AU.

Sukhoi di Pangkalan Udara RAAF di Darwin. (Foto: RAAF)

TNI AU pertama kali mengirimkan jet tempur Sukhoi ke luar negeri dan berlatih dengan angkatan udara negara lain.

Adapun yang bertindak sebagai Komando Latihan (Kolat) Latihan Bersama Pitch Black 12 adalah Paban III/Lat Sopsau Kolonel Pnb Agus Munandar, Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Palito Sitorus, Staf Paban III Sopsau Letkol Pnb Azhar.A, Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb W. Iko Putro.

Sumber: RAAF/TNI AU
@Berita HanKam

RI, AS dan Australia Lakukan Latihan Militer Bersama

F-16 TNI AU berpartisipasi pada Latma Elang Ausindo 09. TNI AU pertama kalinya akan mengirimkan jet tempur Sukhoi ke latihan bersama Australia dan sejumlah negara lainnya. (Foto: Australia DoD)

23 Juli 2012, Washington D.C.: Pesawat-pesawat tempur Australia, Amerika Serikat dan Indonesia akan bergabung dengan pesawat-pesawat tempur dari Singapura, Thailand dan Selandia Baru untuk melakukan simulasi tempur di atas Northern Territory, Australia, pekan ini.

Militer Indonesia akan mengirim jet-jet tempur Sukhoi untuk berpartisipasi dalam latihan itu, sebuah langkah yang menurut para pengamat mengisyaratkan babak baru kerjasama antara kedua negara bertetangga di Asia-Pasifik itu.

Rory Medicalf, Direktur Program Keamanan Internasional di Lowy Institute, sebuah lembaga kajian yang berbasis di Sydney, mengatakan bahwa Indonesia menghadirkan pesawat tempurnya ke Australia untuk latihan ini, merupakan isyarat meningkatnya kepercayaan dalam hubungan pertahanan kedua negara.

Hubungan militer Canberra dengan Jakarta menegang dalam beberapa dekade terakhir. Hubungan mereka benar-benar diuji pada 1999, ketika pasukan Australia dikirim ke Timor-Timur untuk menghentikan kekerasan yang diakibatkan aksi-aksi kelompok milisi yang menentang pemisahan diri dari Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara terus meningkat, khususnya dalam kerjasama mengatasi bencana alam dan anti-terorisme, termasuk dalam membongkar jaringan teroris pelaku serangan bom yang menewaskan 202 orang di pulau wisata Bali pada tahun 2002.

Medicalf mengatakan keterlibatan Indonesia dalam latihan perang dengan pasukan Australia dan pasukan Amerika akan memberi Washington keyakinan bahwa Jakarta tidak akan menentang rencana perluasan keterlibatan militer Amerika dengan Asia.

Latihan militer yang disebut Exercise Pitch Black ini berlangsung dari tanggal 27 Juli hingga 17 Agustus. Kegiatan multinasional ini berlangsung dua tahun sekali selama dua dekade terakhir namun yang kali ini merupakan yang terbesar.

Seorang jurubicara militer mengatakan, hingga 85 pesawat tempur dan lebih dari 2.000 personil akan berpartisipasi.

Sumber: VOA

Prajurit Marinir Berlatih Menembak di RIMPAC 2012

17 Juli 2012, Ewa Beach, Hawaii: Kapten Edwin Sinae dari Korps Marinir memperagakan teknik menembak pada anggota peletonnya di Puuloa Range Training Complex di Ewa Beach, Hawaii. Prajurit Korps Marinir, Tentara Laut Diraja Malaysia, Tonga Defense Services dan U.S. Marines bertukar taktik senapan ringan. Latihan ini bagian dari Latihan Bersama dua tahunan Rim of the Pacific (RIMPAC), dilaksanakan dari 29 Juni hingga 3 Agustus disekitar Kepulauan Hawaii. RIMPAC 2012 diikuti 20 negara, lebih dari 40 kapal perang dan kapal selam, lebih dari 200 pesawat terbang dan 25000 prajurit. (Foto: U.S. / Chief Mass Communication Specialist Keith W. DeVinney)

Prajurit Korps Marinir saat berlatih menembak. (Foto: U.S. / Chief Mass Communication Specialist Keith W. DeVinney)

Prajurit Korps Marinir mengamati hasil tembakan jarak 25meter menggunakan senapan serbu M-16. (Foto: U.S. Marine / Cpl. Jerome Reed)

Sumber: U.S. Pacific Fleet
@Berita HanKam

TNI dan PLA Selesai Gelar Latma Pasukan Khusus

15 Juli 2012, Jinan: Asisten Operasi (Asops) Kasad Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dan Kasdam Jinan Letjen Zhao Zong Qi secara resmi menutup Latihan Bersama (Latma) antara Kopassus dengan People’s Liberation Army (PLA) China, Minggu (15/7).

Melalui siaran pers yang diterima InfoPublik, Minggu (15/7), Latma yang telah berlangsung selama 15 hari di Kawasan Pangkalan Latihan Terpadu (Lanlatdu) Jinan China, diikuti oleh 144 personel Kopassus Indonesia dan PLA serta pendukung lainnya.

Dalam amanatnya Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, yang dibacakan Asops Kasad mengatakan, semangat kebersamaan dan persahabatan serta profesionalisme yang telah ditunjukkan adalah modal bagi peningkatan kerja sama kemitraan antara Indonesia-China dan TNI-PLA di masa yang akan datang.

Di tengah berkembangnya hubungan dan saling percaya China-Indonesia, TNI-PLA telah mendukung terlaksananya peningkatan persahabatan dan mendorong hubungan kemitraan strategis dalam rangka membangun kapasitas, kapabilitas dan memelihara perdamaian serta keamanan regional.

Selain itu, Indonesia dan China adalah dua negara yang menjadi barometer stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik, yang memiliki nilai dan posisi yang sangat strategis dalam menangani ancaman di dua kawasan tersebut.

"Latihan yang telah dilaksanakan merupakan jawaban keinginan Indonesia dan China dalam mewujudkan kemitraan strategis, guna memainkan peran Angkatan Bersenjata dalam melawan ancaman keamanan terorisme, serta hal-hal lain terkait kontra-terorisme, penanganan epidemi, pencegahan bencana dan memerangi kejahatan transnasional, yang telah diidentifikasi sebagai tindakan-tindakan dimana negara-negara perlu untuk mengatasi hal tersebut secara bersama-sama," kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, Latma Anti Teror TNI dan China’s People Liberation Army tahun 2012 telah memberikan motivasi, inspirasi, tips dan pencerahan mengenai aspek-aspek penanggulangan ancaman terorisme, termasuk perubahan yang terjadi di lingkungan kawasan, serta memberikan kata kunci bagi keberhasilan pelaksanaan tugas ke depan.

"Selama pelaksanaan Latihan Bersama ini, terlihat masing-masing pihak telah menunjukkan kemampuan dan keterampilan dengan baik," katanya seraya menegaskan bahwa Latma ini cukup bermanfaat dalam pengenalan budaya serta saling belajar satu sama lain.



Pada kesempatan yang sama, Letjen Zhao Zong Qi juga menambahkan bahwa latihan bersama ini bukan hanya keputusan strategis yang dicapai pemimpin kedua negara dan kedua Angkatan Bersenjata, tetapi juga suatu tindakan kongkret untuk memperkokoh, memperdalam hubungan strategis antara kedua negara sehingga menjadi tonggak baru dalam pergaulan dan kerja sama antara kedua Angkatan Bersenjata.

"Kepada prajurit Kopassus disampaikan bahwa pelaksanaan Latma telah terlaksana dengan penuh semangat, motivasi tinggi, pantang menyerah dan berdasarkan keberanian, keuletan tanpa mempedulikan kondisi panas yang tinggi karena musim kemarau di China, sehingga dapat menyelesaikan latihan dengan kualitas terbaik,” kata Kasdam Jinan.

Kasdam Jinan juga menyampaikan selama dua minggu berlatih di Jinan, dengan perbedaan bahasa dan budaya namun dapat terjalin hubungan persaudaraan antara Kopassus dengan PLA.

Hadir pada acara tersebut, delegasi Indonesia yaitu Athase Darat RI di China Kolonel Arh Kuat Budiman, Asintel Danjen Kopassus Kolonel Inf Teguh Muji Angkasa, Kolonel Inf Irwansyah (Sopsad), Kolonel Sus Agus Munandar (Sops AU), Kolonel Psk Rolland DG Daha (Pakhas AU), Waasops Danjen Kopassus Letkol Inf Binsar, Dansatlat Intel Kopassus Letkol Inf Luki Triandono, Mayor Kav Fauzi Nurdin (Sops TNI), Mayor Inf Tagor R. Pasaribu, Mayor Mar Bambang Dilianto (Yonmar Surabaya), Mayor Cpl Oktavianus Oskar (Staf Kopassus), Mayor Inf Raden Nasrhul F. (Staf Kopassus) dan segenap pejabat tinggi Kodam Jinan lainnya.

Sumber: InfoPublik

Latihan Bersama Kopassus dan Pasukan Khusus China Berakhir

15 Juli 2012, Jinan: Kopassus dan Pasukan Khusus China menyelesaikan latihan bersama anti-teroris di Jinan, ibun kota Provinsi Shandong, Minggu (15/7).

Kedua satuan menurunkan masing-masing 70 personil, melakukan latihan menggunakan peluru tajam, termasuk latihan pendaratan menggunakan helikopter, penembakan dan operasi pembebasan sandera. Latihan digelar selama 15 hari.

Latihan bersama Pasukan Khusus Indonesia dan China telah digelar dua kali.


Sumber: CCTV news
@Berita HanKam