Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Bandung Air Show 2012 Digelar September Mendatang

Danlanud Husein Sastranegara, Umar Sugeng Hariyono, memberikan keterangan pers tentang Bandung Air Show (BAS) 2012, di Bandung, Jabar, Senin (9/7). Bandung Air Show merupakan pameran dan atraksi kedirgantaraan nasional terbesar di Indonesia (Aerobic Pesawat Udara, Static Show, Dynamic Show, Fly Pass) guna mengangkat kembali sejarah dan potensi kedirgantaraan, dan akan digelar pada 27-30 September 2012. (Foto: ANTARA/Fahrul Jayadiputra/ss/ama/12)

10 Juli 2012, Bandung: Pameran penerbangan Bandung Air Show 2012 siap digelar pada 27–30 September di Lapangan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Kota Bandung.Panitia menjanjikan kemasan berbeda dari acara yang sama dua tahun lalu.

Salah satu hal baru di Bandung Air Show tahun ini adalah tampilnya Tim Pegasus dan Jupiter Aerobatic Team. Tim Pegasus akan melakukan demo udara menggunakan pesawat helikopter jenis EC-120B Colibri buatan Prancis. Sementara Jupiter Aerobatic Team siap membentuk formasi di langit Kota Bandung dengan pesawat KT-1B Wong Bee. Pesawat tersebut merupakan produk Korea Selatan yang digunakan sebagai pesawat latih dasar.

”Di Bandung Air Show 2012, kami menyuguhkan berbagai hal baru. Antara lain hadirnya Jupiter Aerobatic Team yang berpangkal di Yogyakarta, mereka sudah terkenal di Asia Tenggara. Ada juga Tim Pegasus yang akan melakukan demo terbang helikopter, mereka berasal dari Skadron 7 Pangkalan TNI AU Suryadarma,Kalijati, Subang,” kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) Umar Sugeng Haryono yang juga ketua penyelenggara acara tersebut, di Wisma Muladi, Lanud Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, kemarin.

Selain kedua tim tersebut, puluhan pesawat lainnya juga siap menggelar demo terbang. Sementara sekitar 40 unit pesawat akan dipajang untuk dipamerkan pada pengunjung. Bandung Air Show pun menyediakan 300 stan berisi produk penerbangan, baik dari BUMN maupun BUMD. ”Ada 21 pesawat static show (dipamerkan), dan 30 hingga 40 pesawat dynamic show (demo terbang). Tentu ada pula suguhan kuliner dan hiburan yang menunjukkan identitas kedaerahan Bandung Air Show,” tutur Umar.

Suguhan dirgantara luar negeri juga dihadirkan. Antara lain klub aero sport dari Filipina, Thailand, Malaysia, dan beberapa negara lain. Konsep acara yang lebih meriah, Umar yakin pengunjung Bandung Air Show tahun ini meningkat dari gelaran dua tahun lalu. Bandung Air Show 2010 dikunjungi sekitar 40.000 orang. Kali ini pihaknya menargetkan lebih dari 50.000 pengunjung.

”Konsep pameran dirgantara kali ini lebih matang, kami siapkan sejak Oktober (2011) lalu. Dan tentunya lebih meriah, kami berdayakan klub aero sport dalam dan luar negeri. Termasuk potensi-potensi penerbangan yang ada di kalangan pelajar dan mahasiswa. Beberapa SMK dan perguruan tinggi di Bandung siap unjuk kemampuan di pameran ini,” kata Umar.

Meski berbagai acara ditampilkan, dia menjamin aktivitas penerbangan komersial di Bandar Udara (Bandara) Husein Sastranegara tidak terganggu. Umar mengatakan, Bandung Air Show bisa memberi tambahan semangat untuk kemajuan dunia penerbangan Indonesia. Terlebih, visi yang diusung adalah bangkitnya Kota Bandung sebagai kota dirgantara, baik secara nasional maupun internasional.

Karena itu, dia pun berharap pameran ini bisa lebih sering digelar. ”Pemkot Bandung mengagendakan acara ini setiap dua tahun dan ini akan rutin digelar. Kami harap nantinya bisa meningkat jadi satu tahun sekali,”kata Umar. Sementara sebagai event organizer mengatakan, pihaknya menjamin kenyamanan pengunjung pameran.

Menghindari penumpukan pembeli di lokasi acara, tiket Bandung Air Show 2012 ditargetkan habis dua pekan sebelum pameran. Selain itu,kantung-kantung parkir juga ditata secara sistematis. Sehingga meski terjadi,kemacetan tidak akan terlalu parah.

Sumber: SINDO

Hovercraft Basarnas Gunakan Mesin VW

Anggota Basarnas melakukan uji coba Hovercraft 380 TD milik Badan SAR Nasional di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (25/5). Kendaraan amphibi tersebut mampu melaju dengan kecepatan tinggi, memiliki daya tampung hingga 6 orang dan kendaraan ini diproyeksikan untuk melakukan evakuasi di daerah sungai berlumpur yang sulit dijangkau. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ed/pd/12)

25 Mei 2012, Jakarta: Perahu evakuasi Hovercraft 380 TD yang baru dibeli Basarnas memiliki mesin buatan Volkswagen (VW). Hal tersebut diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen Basarnas, Anjar Sulistiyono.

"Mesinnya VW tapi yang marine, bahannya jadi tidak karatan," ungkapnya seraya menambahkan bahwa perahu evakuasi tersebut berbahan bakar solar, dengan kapasitas bisa sampai 40 liter.

Anjar mengatakan, lebar Hovercraft berwarna oranye tersebut 3,8 meter dengan panjang mencapai 6,2 meter. Perahu itu pun memiliki kecepatan maksimum Hovercraft 380 TD bisa mencapai 35 knot.


Ia menambahkan, pada Hovercraft terdapat beberapa peralatan canggih. "Dilengkapi GPS (Sistem Pendeteksi Posisi Global) sama radio komunikasi," ungkapnya.

Hovercraft tersebut sudah diserahterimakan sejak Januari. "Diserahterimakan Januari, ini kan ceremony," tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Badan SAR Nasional (Basarnas) membeli perahu Hovercraft 380 TD untuk keperluan evakuasi bencana. Kendaraan tersebut dibeli dari perusahaan Griffon Hoverwork, Inggris seharga Rp 5 miliar per unit.

Sumber: KOMPAS

Pemkot Cimahi: Masih Kaji Wisata Militer


16 April 2012, Bandung: Banyaknya tangsi militer di Kota Cimahi membuat kota ini dipenuhi kantor dan pusat latihan dari berbagai kesatuan TNI.

Keberadaan kantor dan pusat latihan militer inilah mendorong masyarakat untuk mewacanakan wisata militer di Kota Cimahi yang harus direalisasikan Pemkot Cimahi.

Kabid Perindustrian Perdagangan Kebudayaan Pariwisata, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan, dan Pertanian Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengungkapkan potensi untuk jadi wisata militer di Kota Cimahi memang ada karena ada banyak tangsi militer yang tersebar di tiap daerah di Kota Cimahi.

Namun untuk merealisasikannya, diperlukan kajian yang matang karena harus melibatkan pihak lain yakni kesatuan TNI itu sendiri.

“Wacana untuk menjadikan Cimahi sebagai wisata militer memang sudah ada, bahkan saat ini sedang dalam kajian di pemerintah Kota Cimahi, karena untuk menjadikan Cimahi sebagai kota wisata militer harus mendapat izin dari pihak TNI yang memiliki kewenangan,”katanya.

Sumber: Bisnis Jabar

Indonesia Tuan Rumah Dialog Pertahanan Negara Asia Pasifik

(Foto: Berita HanKam)

5 Maret 2012, Jakarta: Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD 2012) yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center Balai Sidang Senayan, Jakarta, pada 21-23 Maret mendatang. Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik akan turut serta dalam acara yang mengambil tema "Strengthening Security and Stability" ini.

“45 negara akan ikut berdialog dalam pertemuan ini,”kata Ketua Panitia sekaligus Rektor Universitas Pertahanan, Syarifudin Tippe di Jakarta, Senin (5/3).

Dia menuturkan, dalam acara JIDD 2012 ini strategi global, regional dan nasional akan dibicarakan dalam kaitannnya memberantas kekerasan berdalih kepercayaan dan pergolakan di kalangan masyarakat, terorisme serta penyebaran senjata.

Negara-negara di Asia Pasifik memiliki karakter yang berbeda-beda saat ini, kata Tippe, menghadapai tantangan yang hampir sama seperti ancaman terorisme dan tahapan pergolakan ideologi di masyarakat yang menjurus kepada ancaman keamanan. “Fakta tersebut mengharuskan negara-negara ini untuk bersama-sama menemukan solusi terbaik dengan mengharmonisasikan interaksi antara institusi intelijen, militer, dan kepolisian masing-masing negara,”sambungnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan memberi sambutan, yang akan diawali dengan sambutan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Dialog ini juga akan dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-Moon yang juga akan menjadi pembicara kunci JIDD 2012 yang mengambil tema “Operasi Militer Selain Perang: Kolaborasi dan Integrasi untuk Memperkuat Keamanan dan Stabilitas Global”.

26 Perusahaan Internasional Ikuti Pameran Industri Pertahanan


Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2012 direncanakan akan menghadirkan juga Asia Pasific Security and Defense Expo (APSDEX) 2012. APSDEX ini akan diikuti oleh berbagai perusahaan, industri pertahanan dalam negeri, asosiasi dan industri internasional terkemuka.

“Ajang ini dimaksudkan agar dapat menampilkan hasil-hasil inovasi terbaru kepada stakeholder pertahanan dan akademisi yang menghadiri JIDD,”kata Ketua Panitia JIDD yang juga Rektor Universitas Pertahanan Syarifudin Tippe di Jakarta, Senin (5/3).

Industri pertahanan dalam negeri, kata dia, dapat memperoleh lebih banyak dukungan dan menarik perusahaan lain untuk memfasilitasi alih teknologi, imbal dagang, offset dan pemanfaatan sumber daya dengan industri pertahanan negara lain.

“26 perusahaan akan mengikuti expo ini, dan tidak hanya perusahaan dalam negeri, tapi juga luar negeri,”ujar Syarifuddin.

Dia merinci, terdapat 6 perusahaan asing yang turut dalam acara ini. Sisanya, yaitu 20 perusahaan berasal dari dalam negeri. Perusahaan-perusahaan asing yang mengikuti event ini diantaranya berasal dari Australia, Denmark, dan Singapura. Sedangkan dari dalam negeri diikuti oleh semua BUMN Industri Pertahanan dan swasta.

Sumber: Jurnas

Panser Anoa dan Pesawat N219 Dipamerkan di ITB

Pesawat N219. (Foto: BBPT)

4 Februari 2012, Jakarta: Sebuah panser Anoa buatan PT Pindad menutup Jalan Ganesha, Bandung, Sabtu, 4 Februari 2012. Mobil komando itu dipamerkan pada ITB Fair yang berlangsung 3-5 Februari 2012.

Puluhan pengunjung terlihat mengerumuni kendaraan berbahan baja tersebut yang ditempatkan tepat di seberang gerbang kampus ITB. Sebagian memanfaatkan untuk memotret dan menaiki kabin belakang panser yang dibuka.

Tak jauh dari situ, PT Dirgantara Indonesia memamerkan purwarupa pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang itu dirancang untuk digunakan di daerah terpencil sekaligus sebagai pengangkut barang.

ITB Fair merupakan acara rutin dua tahunan. Acara ini menampilkan berbagai karya mahasiswa ITB yang tergabung dalam puluhan himpunan kampus, dosen, juga sejumlah produk BUMN dan swasta.

Menurut salah seorang panitia acara, Adelia, beberapa wahana yang bisa dinikmati pengunjung tanpa tiket itu adalah planetarium kecil, gua ITB, dan alunan musik angklung yang dimainkan oleh robot alias Klungbot. "Ada juga festival kuliner mulai jam makan siang nanti," ujarnya, Sabtu, 4 Februari 2012.

Acara yang dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam itu tersebar dari depan gerbang hingga tengah kampus. Malam nanti, juga akan digelar Pasar Malam dengan iringan musik.

Sumber: TEMPO

TNI Rebut Gelar Juara Bertahan Tiga Kalinya di BISAM 2012


1 Februari 2012, Brunei: Kemampuan dan keahlian tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) ternyata tidak kalah dengan tentara negara asing. Bahkan,TNI mampu membuktikan sebagai prajurit yang tangguh dalam ajang lomba tembak Brunei Internasional Skill Arms Meet (BISAM) 2012 di Brunei Darussalam.

Hampir semua cabang perlombaan dimenangi prajurit-prajurit TNI dengan torehan 82 medali emas,30 perak,dan 8 perunggu,serta 9 trofi. Gelar terbaik ini disabet TNI untuk yang ketiga kalinya dalam ajang empat tahunan tersebut. TNI yang mengirimkan kontingen 45 personel terdiri atas 28 atlet dan 17 personel pendukung itu berlomba pada 12–29 Januari 2012.Para personel TNI ini berada di bawah komando Kolonel Inf Raharyono. Menurut Raharyono, kontingen TNI berhasil memperoleh 82 medali emas,30 perak,dan 8 perunggu,serta 9 trofi dari nomor perorangan maupun beregu.

Raihan itu berasal dari nomor perorangan sebanyak 9 emas,7 perak,4 perunggu,dan 2 trofi, serta nomor beregu yang menyumbang 73 emas,23 perak,4 perunggu,dan 7 trofi. Atlet yang menyumbangkan medali terbanyak adalah Praka TNI Sugiono dengan delapan medali emas.Sugiono merupakan prajurit yang bergabung dengan TNI Angkatan Darat sejak 2003 dan kini berdinas di Yonif Linud 328 Kostrad,Cilodong. Raharyono yang sehari-hari menjabat sebagai Paban III/Latga Sops TNI ini mengungkapkan, materi lomba terdiri atas senapan,pistol, dan SO/GPMG.

”Dari 9 match yang dilombakan,kontingen TNI meraih 6 match pada posisi juara I dan 3 match pada posisi juara II,”ungkapnya. Selain lomba resmi,penembak pistol putri TNI juga menjadi yang terbaik dalam ekshibisi pistol putri baik untuk nomor perorangan maupun beregu.Lomba tembak internasional ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali oleh Angkatan Bersenjata Diraja Brunei.”Tahun ini diikuti kontingen dari 10 negara, yaitu Inggris, Australia, Singapura, Kamboja, Oman, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam,dan Indonesia,” paparnya.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono berpesan agar TNI tidak sombong dan lupa diri dengan prestasi yang sudah dicapai tiga kali berturut- turut tersebut. Sebaliknya, prestasi yang diraih harus menjadi pemicu untuk semakin giat berlatih,sehingga pada ajang mendatang tetap bisa tampil terbaik. Kepada para unsur pimpinan angkatan, Agus mengharapkan agar lebih mengoptimalkan pembinaan penembak di angkatannya masing-masing. ”Diharapkan dapat membentuk kader atlet penembak di lingkungan TNI serta dapat menumbuhkan keterampilan dan profesionalitas menembak pada setiap prajurit TNI,” ujarnya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio turut menyampaikan rasa bangga karena ada sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut yang turut menyumbang medali pada lomba itu.Mereka adalah Kapten Mar Frans Paul (3 emas dan 1 perak cabang menembak pistol) dan Serka Mar Farhaenudin (2 emas dan 3 perak cabang menembak senapan).

Selain itu,Praka Mar Budi Prasetyo (3 emas,2 perak,1 perunggu cabang menembak senapan),Praka Mar Andri Setiawan (3 emas,1 perunggu cabang menembak SO),serta Praka Mar Badrus Sudiro (3 emas,1 perunggu cabang menembak SO).

Sumber: SINDO

Tentara Indonesia Juara Tembak se-Asean


27 Oktober 2011, Depok (bisnis-jabar.com): Indonesia yang diwakili oleh TNI Angkatan Darat menjadi juara umum Kejuaraan Tembak Angkatan Darat se-ASEAN (ASEAN Armies Rifle Meet/AARM) ke-21 2011 di Lapangan Tembak Markas Divisi-1/Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, 14-27 Oktober 2011.

Dalam acara penutupan Kejuaraan Tembak Angkatan Darat se-ASEAN itu, di Cilodong, Depok, Kamis, menyebutkan, Indonesia memperoleh 9 trofi piala dari 15 trofi piala bergilir dengan jumlah perolehan medali sebanyak 39 medali, yakni 18 medali emas, 13 medali perak dan 8 medali perunggu.

Sementara di posisi kedua dipegang oleh Thailand yang mendapatkan dua trofi dengan 24 medali, yakni empat medali emas, 10 medali perak dan 10 medali perunggu. Di urutan ketiga dipegang oleh Filipina yang mendapatan dua trofi dengan 13 medali, yakni empat medali emas, lima medali perak dan empat medali perunggu.

Kontingen Singapura berada di posisi keempat dengan peroleh dua trofi dan mendapatkan 14 medali, yakni empat medali emas, empat medali perak dan enam medali perunggu.

Sedangkan, kontingen lainnya dari Myanmar dan Vietnam hanya mendapatan satu medali, yakni medali perunggu. Brunei Darussalam, Kamboja dan Laos tidak mendapatkan satu pun medali.

Enam cabang pertandingkan dalam kejuaraan tembak itu, yakni pistol putra putri, senapan, senjata otomatis, karaben, dan novelty shoot yang khusus dilombakan antar pimpinan angkatan darat negara-negara ASEAN.

Usai penutupan lomba itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo mengaku bersyukur kontingen TNI AD bisa memenangkan pertandingan AARM 2011.

“Perolehan ini sangat membanggakan. Saya harap, ke depan prajurit TNI AD menunjukan prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Terlebih lagi, TNI AD dalam AARM kali ini maupun AARM sebelum-sebelumnya selalu mengandalkan senapan/pistol buatan negeri sendiri (PT Pindad).

“Ini membuktikan bahwa produk dalam negeri pun sudah sangat patut untuk kita banggakan. Di tangan prajurit-prajurit kita yang terlatih, senapan/pistol buatan negeri sendiri kini telah menjelma menjadi senjata yang sangat presisi dan mengundang kagum bagi negara lain. Saya dengar ada negara lain yang mulai memesan senjata ke PT Pindad,” paparnya.

Menurut dia, kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya itu bisa meningkatkan kerja sama antara negara-negara ASEAN.

“Komunikasi dan interaksi yang intensif antarangkatan darat se-ASEAN dapat meningkatkan kerja sama dan ikatan persaudaraan,” ujarnya seraya mengataan omba tersebut juga merupakan ajang untuk mengukur kemampuan dan profesionalisme masing-masing petembak.

Ia pun berharap kontingen TNI AD bisa memenangkan kejuaraan tembak pada AARM ke-22 di Brunei Darussalam pada 2012 mendatang. Kita berharap bisa merebut kemenangan kembali, meski masing-masing negara juga akan mempersiapkannya dengan baik,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Komandan Kontingen TNI Angkatan Darat Letkol Inf Djon Afriandi, mengaku senang dengan perolehan medali yang didapat oleh peserta kontingen TNI AD.

“Perolehan 9 trofi sesuai yang ditargetkan, dimana tahun sebelumnya hanya mendapatkan 8 trofi,” katanya.

Untuk kejuaraan tembak AARM selanjutnya di Brunei, tambah dia, pihaknya berharap kontingen TNI AD bisa kembali memenangkan kejuaraan itu.

“Sebelumnya, kami akan melakukan evaluasi dari hasil pertandingan ini. Karena dari 5 trofi perorangan, kami hanya mendapatkan satu trofi,” ujarnya.

Sumber: Bisnis Jabar

Pameran Maritim Pengunjung Kagumi Kapal Perang TNI-AL

(Foto: KOMPAS/Heru Sri Kumoro)

15 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News): Kehadiran sejumlah peralatan dan persenjataan TNI Angkatan Laut dalam Pameran Maritim 2011 di Balai Sidang Jakarta pada 13-15 Oktober 2011, tidak saja menimbulkan decak kagum, kebanggaan tetapi juga keprihatinan dari para pengunjung.

Sebagian pengunjung kagum dan bangga karena TNI Angkatan Laut memiliki sejumlah peralatan, kapal perang dan persenjataan mumpumi yang diwakili 14 replika kapal perang, pesawat udara dan helikopter di stand berukuran 3 x 5 meter persegi tersebut.

Bahkan sebagian pengunjung bertanya,"diantara sekian banyak kapal perang yang ditampilkan, yang mana saja yang buatan Indonesia,". "Tentu sangat membanggakan jika Indonesia telah mampu membuat kapal perang sendiri," kata Ahmad salah seorang pengunjung.

Dari sejumlah replika kapal perang yang ditampilkan, terdapat kapal Catamaran yang merupakan kapal produksi dalam negeri, kapal patroli cepat, dan kapal perang jenis Landing Platform Dock yang merupakan produksi bersama Indonesia-Korea Selatan.

Kepala Sub Dinas Kesejarahan Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Letkol TNI Julius Widjojono mengatakan dalam pameran tersebut, TNI Angkatan Laut menampilkan gelar kekuatan yang menampilkan beragam jenis kapal perang untuk melaksanakan tugas pokoknya seperti kapal perang jenis van speijk, froch, korvet, kapal patroli cepat 57 mm dan kapal patroli 22 mm catamaran.kapal perang.

Kapal selam KRI Cakra-401 juga tampak menambah deretan arsenal yang dimiliki TNI Angkatan laut untuk menjalankan tugas pokoknya.

Tak hanya itu terdapat pula helikopter jenis Bolco NBO-105 dan pesawat udara untuk keperluan transportasi dan patroli. Ditampilkan persenjataan individu yang digunakan personel TNI Angkatan Laut seperti pistol Sig Sauer dan senapan runduk M93 Black Arrow yang merupakan senapan runduk anti material militer modern buatan Republik Federal Yugoslavia.

Namun, selain decak kagum dan bangga sebagian pengunjung juga mempertanyakan efektivitas seluruh arsenal TNI Angkatan Laut tersebut untuk mengamankan wilayah perairan nasional.

"Apakah seluruh kapal-kapal ini laik operasi dan cukup mengamankan perairan Indonesia yang begitu luas," kata salah seorang pengunjung Ridwan.

Pengunjung lainnya menambahkan, "apakah dua kapal selam cukup untuk mengamankan wilayah Indonesia,".

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 17.500 pulau serta luas perairan mencapai 3,1 juta kilometer persegi. Dengan kondisi itu, diperlukan gelar kekuatan Angkatan Laut yang mumpuni.

"Namun, pada pembangunan jangka panjang tahap pertama hingga 2024 TNI belum mengembangkan kekuatan tempur samudranya," kata pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjayanto.

Ia menambahkan,"meski banyak kapal-kapal perang baru yang layak operasional ,tidak layak untuk melakukan pertempuran karena belum didukung persenjataan yang memadai".

Andi menuturkan dibandingkan era 1960-an gelar kekuatan maritim Indonesia saat ini sangat jauh dari memadai.

"Saat itu, Angkatan Laut Indonesia dengan gelar kekuatan yang besar dan persenjataan yang handal, sangat disegani dan ditakuti di Asia Tenggara bahkan Asia Timur," ungkapnya.

Sumber: ANTARA News

Lomba Tembak AARM Ke-21 Resmi Dibuka

Kaskostrad Mayjen TNI Hendra Rizal (kiri) menyerahkan trophi kepada juara pertama Lomba Tembak Angkatan Darat ASEAN (AARM) ke-21 di Divif 1/Kostrad Cilodong, Depok, Jabar, Jumat (14/10). Lomba yang diikuti 470 atlet petembak Angkatan Darat (AD) dari 10 Negara ASEAN itu selain mengukur kemampuan petembak angkatan darat, juga untuk mempererat hubungan dan interaksi antar AD negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN. (Foto: ANTARA/Jafkhairi/ss/Spt/11)

14 Oktober 2011, Cilodong (Jurnas.com): Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-21 resmi dibuka. Event ini dibuka langsung oleh Wakil KASAD Letnan Jenderal Budiman. "Semoga kegiatan AARM ini bisa mempererat silatuhrahmi TNI AD antarnegara ASEAN. Saya berharap, event lomba tembak ini bisa terjalin saling pengertian, kerja sama antar Angkatan Darat negara-negara ASEAN," kata KSAD Jenderal Pramono Edhi Wibowo, dalam sambutan yang dibacakan Wakil KSAD Letjen TNI Budiman, di Madivif-I/Kostrad Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/10).

Pantauan Jurnal Nasional, kontingen dari semua negara anggota ASEAN berkumpul dan berbaris di lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan sekitar pukul 08.30 WIB. Budiman sendiri bertindak sebagai Inspektur upacara.

Event AARM ke-21 ini dilaksanakan setiap tahun dan diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara anggota ASEAN dengan tempat bergiliran. Tahun ini TNI AD bertindak sebagai tuan rumah.

Adapun event AARM ke-21 ini dilaksanakan di Lapangan Tembak Kartika, Cilodong dari 14 Oktober hingga 27 Oktober. Jenis lomba antara lain tembak senapan, karaben, pistol putra/putri dan senjata automatis.

Indonesia Saingan Terberat Malaysia

Sejumlah tentara dari angkatan darat negara -negara ASEAN membidik sasaran. (Foto: ANTARA/Jafkhairi/ss/Spt/11)

Dalam lomba tembak yang diikuti oleh Angkatan Darat negara-negara Anggota ASEAN kali ini, kontingen Malaysia mengakui, kontingen Indonesia merupakan saingan terberat. Hal itu dikatakan oleh Ketua Kontingen Malaysia, Letnan Kolonel Roshasni kepada wartawan usai Lomba Tembak hari pertama.

"Saingan terberat kami adalah Indonesia. Sebab kami baru balik bulan Mei lalu itu dari ASEAN Shoothing Army Meeting (ASAM) di Australia, Indonesia menjuarai ASAM 2011. Malaysia di tempat kedua. Kami mengalahkan tim Indonesia sikit saja. Berdasarkan pada prestasi ASAM, kami di sini harapkan kejuarannya dikekalkan.

Kendati demikian, Roshasni mengharapkan, tim petembak Malaysia dapat menjuarai Lomba Tembak AARM 2011 kali ini. Roshasni juga menjelaskan, kontingen Malaysia sudah melakukan persiapan sejak bulan Mei. "Dari 80 orang yang ikut seleksi, kemudian dipilih 50. Kemudian dipilih betul-betul 31 petembak untuk ikut lomba," kata Komandan Batalion Lintas Udara Malaysia ini.

Roshasni juga berkeyakinan, setidaknya kontingen Malaysia dapat meraih posisi runner up dalam lomba tembak kali ini. "Ya, kalau itu dibandingkan prestasi tahun lalu di Malaysia, dengan prestasi tahun ini meningkat. Kalau masih kekal pada tahap yang sama, kemungkinan tempat keduanya cerah. Tempat nomor satunya, kalau tuahnya membenarkan, Insya Allah," ujarnya.

Kontingen Malaysia juga berharap, hubungan Angkatan Darat negara-negara ASEAN semakin erat dengan adanya Lomba Tembak AARM ini. "Ya, dalam ini kita satu komuniti, kita hubungan dirapatkan. Karena tiap tahun kan orangnya berbeza tim petembak yang diturunkan. Jadi kalau ada perjumpaan kaya ini, persaudaraan itu dieratkan semua, yang mana telah ada diperkukuhkan," ucapnya.

Event AARM ini dilaksanakan setiap tahun dan diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara anggota ASEAN dengn tempat bergiliran. Tahun ini TNI AD bertindak sebagai tuan rumah.

Lomba tembak AARM ke-21 ini dilaksanakan di lapangan tembak Kartika Cilodong selama 14 hari, dari 14 Oktober hingga 27 Oktober dan diikuti sebanyak 470 atlet petembak Angkatan Darat dari 10 negara ASEAN.

Ada enam cabang yang dipertandingkan, yakni cabang Pistol Putra dan Putri, Senapan, Senjata Otomatis, Karaben, dan Novelty Shoot. Cabang Novelty Shoot ini khusus dilombakan antara Pimpinan Angkatan Darat negara-negara ASEAN.

Lomba tembak AARM ke-21 ini memperebutkan 117 tropi, terdiri atas 15 tropi bergilir, 47 tropi lomba, dan 55 tropi Novelty Shoot, dan memperebutkan 389 medali emas, perak, dan perunggu. Pada 2010, AARM dilaksanakan di Malaysia dan TNI AD berhasil meraih juara umum.

Sumber: Jurnas

Formasi Delta Sukhoi Meriahkan HUT TNI 2011

Lima pesawat Sukhoi TNI AU Flying Pass berkecepatan 750 km perjam dengan ketinggian 150 m pada gladi bersih memperingati HUT TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap di Jakarta, Senin (3/10). Peringatan HUT ke-66 tersebut mengangkat tema Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/Spt/11)

3 Oktober 2011, Jakarta (Investor): Formasi Delta lima unit pesawat Sukhoi akan memeriahkan peringatan HUT ke-66 Tentara Nasional Indonesia pada 5 Oktober 2011.

Aksi berupa terbang lintas tersebut ditampilkan lima unit Sukhoi SU-27SK dan SU-30MK dalam gladi bersih peringatan HUT ke-66 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (3/10).

Gladi bersih yang disaksikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan ketiga kepala staf angkatan itu juga dimeriahkan terbang lintas satu flight pesawat Hawk 100/200.

Selain terbang lintas dua jenis pesawat tempur TNI tersebut, serangkaian hari jadi TNI pada tahun ini dimeriahkan pula atraksi terjun bebas beberapa prajurit dari TNI dan Polri.

Para penerjun itu dikeluarkan dari "perut" pesawat C-130 Hercules yang melintas di atas Markas Besar TNI Cilangkap.

HUT ke-66 TNI juga dimeriahkan beragam atraksi keterampilan bela diri prajurit TNI dan aneka kesenian.

Peringatan HUT ke-66 TNI bertemakan "Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI".

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan memimpin langsung peringatan hari jadi TNI yang telah memasuki usia setengah abad lebih.

Pesawat Su-27 SK merupakan pesawat tempur multifungsi, terutama fungsi air superiority atau keunggulan di udara dengan jarak jangkauan jelajahnya yang jauh, serta kemampuan manuver yang tinggi.

Pesawat itu memiliki kemampuan combat radius sejauh 1.500 kilometer serta jarak jelajah maksimal 4.000 kilometer sehingga jika ada pesawat asing masuk wilayah RI dari Timor Leste atau Papua, maka pesawat itu mampu mencegat walaupun lepas landas dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara pesawat Su-30, memiliki maximum operating range sampai 5.200 kilometer dan kecepatan tertinggi mencapai 2,3 kali kecepatan suara.

Sumber: Investor

Simulator untuk Masyarakat Makassar

Seorang pengunjung melintas di dekat miniatur kapal perang yang dipamerkan pada Pameran Pembangunan Sulsel di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Sulsel, Jumat (19/8). Pameran yang diikuti 66 peserta badan/dinas tingkat provinsi, kabupaten, serta institusi Polri dan TNI tersebut berlangsung hingga 21 Agustus 2011. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/11)



22 Agustus 2011, Makassar (KOMPAs.com):- Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar menyediakan simulator pesawat untuk dicoba masyarakat Makassar, dalam Pameran Pembangunan di Celebes Convention Centre, Tanjung Bunga.



Dalam edaran pers Lanud Sultan Hasanuddin yang diterima Senin (22/8/2011) disebutkan, akan dipamerkan kelengkapan dan satuan-satuan TNI AU yang ada di Makassar.



Stan TNI AU menampilkan Skadron Udara 5, Skadron Udara 11, Skadron Teknik 044, dan Batalyon Paskhas 044. Beberapa persenjataan Paskhas ikut digelar termasuk foto dan miniatur pesawat tempur Sukhoi, pesawat intai Boeing 737 dan CN-235 MPA.



Pada malam hari, pengunjung disuguhi pemutaran film akrobatik udara rekaman Tim TNI-AU dan militer asing. Dalam pameran yang diadakan sepanjang akhir pekan lalu, masyarakat sangat antusias mengunjungi stan TNI AU.



Sumber: Kompas

Lemhannas Gelar Seminar Terorisme dan Pameran Senjata

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhanas) Budi Susilo Supandji (kanan) bersama Marsda TNI Moh.Amin Syahbudiono (kiri) memaparkan draft penanggulangan terorisme, Jakarta, Senin (1/8). Dalam Seminar tersebut akan dibahas strategi penanggulangan terorisme di Indonesia dengan pendekatan lunak serta pendekatan keras yaitu dengan militer, intelejen, serta penegakan hukum. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/nz/11)

2 Agustus 2011, Jakarta (TEMPO Interaktif): Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mengelar seminar penanggulangan terorisme mulai hari ini, Selasa, 2 Agustus 2011. Seminar yang akan berlangsung selama 2 hari ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD Mayor Jenderal Agus Surya Bakti, pengamat terorisme Al Chaidar, Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Inspektur Jenderal Bekto Soeprapto, pengamat terorisme dari Australia Beliver Singh, serta AS. Hikam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Pada hari pertama seminar, pembahasan akan difokuskan pada penanggulangan terorisme dengan menggunakan pendekatan secara lunak (soft approach). Seperti penanggulangan terorisme melalui bidang ekonomi, penguatan pendidikan dasar, serta deradikalisasi.

"Seminar ini untuk mendapatkan pembahasan mendalam soal terorisme," ujar Gubernur Lemhannas Budi Susilo Supandji di Gedung Lemhannas.

Seminar juga akan memfokuskan penanggulangan terorisme dengan metode pendekatan keras atau hard approach. Ada tiga cara yang bisa digunakan melalui pendekatan keras ini. Yakni melalui intelijen, pendekatan hukum, dan militer. "Setelah dibahas, naskah seminar akan dikirimkan pada Presiden sebagai masukan kebijakan," ujarnya.

Tak hanya pemaparan dari para pembicara, seminar tersebut juga sekaligus mempertontonkan sejumlah persenjataan untuk penanggulangan terorisme dari Detasemen Khusus Anti Teror Bravo 90 (Den Bravo) Paskhas TNI Angkatan Udara, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Marinir TNI AL, serta Satuan Penanggulangan Teror-81(Sat-81) Kopassus TNI AD. Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri juga menampilkan contoh-contoh bom yang digunakan para pelaku teror, seperti dalam kasus Bom Bali, bom buku Utan Kayu, bom Cirebon, dan bom Serpong.

TNI AU Pamerkan Senapan Penghancur Tank Baja

Senjata canggih penghancur tank baja (Foto: Runi Sari B/Okezone)

Detasemen Bravo TNI Angkatan Udara (AU) memamerkan sebuah senjata canggih berupa senapan piranti penembak jitu yang diklaim mampu menghancurkan tank baja atau bangunan yang berasal dari material baja.

Peralatan perang canggih bernama NTW ini dipamerkan bersamaan dengan seminar bertajuk Penanggulangan Terorisme bagi Persatuan dan Kesatuan Dalam Rangka Ketahanan Nasional” yang digelar di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Menurut Anggota Detasement Bravo TNI AU Serda Ahmad Ridwan, senjata canggih mutakhir buatan Afrika Selatan memiliki amunisi berkaliber 20 mm.

“Ini senjata counter sniper yang memiliki amunisi dua kali ledakan. Selain bisa menghancurkan tank, bisa juga menghancurkan material baja. Ini senjata tercanggih yang dimiliki TNI AU, khususnya jenis sniper,” ujarnya.

Selain senjata NTW, dalam kegiatan itu juga ikut dipamerkan sejumlah peralatan canggih milik TNI yang berfungsi untuk mengantisipasi ataupun menjinakkan bom. Salah satunyanya adalah Robot Vehicles Defender System milik TNI Angkatan Laut.

Robot buatan Kanada berbobot 273,8 kilogram, memiliki lima kamera, enam roda dan dikhususkan untuk menjinakkan bom

Sumber: TEMPO Interaktif/Okezone

Satgas BFR dan Bridex 2011 Tiba di Tanjung Priok

18 Juli 2011, Jakarta (Suara Karya): Setelah sebelumnya bertolak dari Tanah Air pada 27 juni yang lalu, satgas Brunei International Fleet Review (BFR) 2011 bersama peserta pameran Brunai International Defence Exibition (Bridex) dengan menggunakan KRI Banjarmasin-592 tiba ditanah air , akhir pekan lalu di Tanjung Priok Jakarta.

Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam siaran tertulisnya menyebutkan selain kapal TNI AL KRI Banjarmasin-592 Indonesia juga mengirim KRI Lemadang-632 guna turut serta pada ajang Brunei Darussalam Innternational Fleet Review (BFR) 2011 yang dilaksanakan pada 6-9juli 2011.

BFR merupakan ajang dimana kapal angkatan laut dari 13 negara yang terlibat melakukan parade kapal perang, selain itu juga melaksanakan open ship, serta kirab kota oleh personel dari 13 negara yang terlibat di taman SOAS Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam. Indonesia sendiri melibatkan 185 personel dari KRI Banjarmasin- 592 dan KRI Lemadang- 632.

KRI Banjarmasin sendiri juga digunakan untuk melakukan pergeseran baik personel maupun material yang diikutkan dalam pameran Brunei Darussalam International Defence Exibition (BRIDEX) 2011 pada 6-9 juli 2011. Dimana dalam pameran tersebut Indonesia mengikut sertakan 6 industri pertahanan dalam negeri diantaranya PT PINDAD, PT LEN, PT PAL, PT DI, PT DAHANA, dan PT Palindo Marine. Kedua ajang tersebut baik BFR maupun BRIDEX diselenggarakan oleh kerajaan Brunei Darussalam dalam memperingati ulang tahun emas Angkatan Bersenjata Brunei Darussalam.

Sumber: Suara Karya

Raja Brunei Kunjungi Stand Indonesia di BRIDEX


7 Juli 2011, Bandar Seri Begawan (Jurnas.com): Stan Indonesia di acara Brunai Darussalam International Defence Exibition 2011 (BRIDEX) dikunjungi Raja Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah. Selain Raja Brunei, Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL)Laksamana TNI Soeparno juga mengunjungi Stand Indonesia tersebut. Brunai Darussalam International Defence Exibition 2011 (BRIDEX) itu sendiri dilaksanakan pada 6-9 Juli 2011 di Jerudong, Brunai Darussalam.

Acara yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun emas angkatan bersenjata Brunai Darusalam tersebut dibuka oleh Raja Brunai Sultan Hassanah Bolkiah dan dihadiri oleh petinggi Militer dari negara-negara yang mengikuti pameran BRIDEX. Ditampilkan juga pada pembukaan BRIDEX, simulasi penanggulangan teroris dari angkatan bersenjata Brunai, demo pesawat tempur dari angkatan udara Brunai Darussalam, serta demo manuver dari panser produksi industri pertahanan Singapura dan panser industri pertahanan Indonesia oleh PT. PINDAD.

Panser Indonesia memamerkan kemampuan manuver dari panser Commando Anoa 1. Selain itu, dalam acara tersebut, Indonesia juga menampilkan replika dari Kapal TNI AL KRI Banjarmasin-592 produksi PT.PAL yang berjenis LPD. Kapal ini dapat dimanfaatkan dalam pergeseran personel dan material pameran pada event tersebut. Selain replika KRI Banjarmasin-592,Indonesia juga menampilkan replika kapal TNI AL seperti KRI Singa-651 dan KRI Lemadang-632, serta replika dari produk ke-6 industri pertahanan Indonesia yang mengikuti ajang tersebut.

Guna memamerkan produk industri pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan RI mengikutsertakan industri pertahanan dalam negeri seperti PT.PINDAD, PT.PAL, PT.DI, PT.DAHANA, PT.Len Industri, serta PT. Palindo Marine yang juga memamerkan replika kapal TNI AL KRI Clurit.

Sumber: Jurnas

Aksi Pesawat Tempur di Paris Air Show ke-49

27 Juni 2011, Paris (Berita HanKam): Pesawat angkut militer Airbus A400M lepas landas meninggalkan Paris International Air Show di Le Bourget dekat Paris, Minggu (26/6) pada hari terakhir pameran. (Foto: Getty Images)

(Photo: AP)

Pesawat angkut militer Airbus A400M melakukan demo terbang di Paris Air Show ke-49, Minggu (26/6). (Foto: Reuters)


Jet tempur Rafale melakukan demontrasi udara. (Foto: AP)

RI Ikuti BFR di Brunei

KRI Banjarmasin-592 kapal perang jenis LPD dibuat galangan kapal dalam negeri PT. PAL.

24 Juni 2011, Jakarta (Jurnas.com): TNI Angkatan Laut akan mengikuti Brunei Darussalam Fleet Review (BFR) 2011. 403 personel, dua kapal perang produksi industri pertahanan dalam negeri yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Lemadang-632 serta sebuah helikopter jenis Bolkow akan dikirimkan untuk mengikuti acara pada 6-8 Juli 2011 mendatang di Brunei Darussalam.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Muda Tri Prasodjo dalam siaran pers yang diterima Jurnal Nasional pada Jumat (25/6), kegiatan ini merupakan rangkaian acara memperingati ulang tahun emas Angkatan Bersenjata Brunei.

Menurutnya, selain kegiatan fleet review atau parade kapal perang, delegasi TNI AL juga akan melakukan kirab kota, open ships (membuka kunjungan bagi masyarakat ke kapal) , dancourtesy call (kunjungan kehormatan ke sejumlah pejabat setempat).

Disamping mengirimkan unsur KRI, tambah Kadispenal, TNI AL juga akan turut berpartisipasi dalam pameran pertahanan Brunei Darussalam International Defence Exhibition (BRIDEX) sebagai ajang untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua Angkatan Laut yang sudah terjalin selama ini, dan juga sebagai show of force Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL yang diproduksi sendiri oleh Indonesia. Brunei Darussalam International Defence Exhibition (BRIDEX merupakan pameran yang dilaksanakan dalam rangka memperingati ulang tahun emas Angkatan Bersenjata Kerajaan Brunei.

Kegiatan BRIDEX 2011 diselenggarakan oleh Royal Brunei Tecnis Services (RBTS) yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan Brunei Darussalam. RBTS merupakan salah satu operator industri pertahanan yang cukup terkenal di Brunei Darussalam yang mempunyai peran sangat besar dalam penyediaan dukungan teknik dan logistik untuk sistem peralatan yang berkaitan dengan kendaraan, kapal, pesawat, elektronik, IT, komunikasi, senjata, keamanan, simulasi pengawasan dan pelatihan.

Kadispenal juga menjelasakan bahwa dalam pameran BRIDEX 2011 ini TNI AL akan menampilkan beberapa persenjataan dan material pertahanan produk industri pertahanan dalam negeri, serta material pameran dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Industri Pertahanan Non Alutsista (IPNAS). Selain itu Satgas TNI AL juga

mengikutsertakan Tim Drum Band Genderang Suling Gita Jala Taruna Kadet AAL dan Tim Orkestra TNI AL untuk tampil memeriahkan perhelatan di negara Brunei Darussalam tersebut.

Komandan Satgas kegiatan ini adalah Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono yang juga merangkap selaku Komandan KRI Banjarmasin-592.

Sumber: Jurnas

Jakarta International Defense Dialogue 2011 Ditutup Oleh Panglima TNI


25 Maret 2011, Jakarta -- (DMC): Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2011 telah sukses diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan secara resmi ditutup oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Jum’at (25/3) di Jakarta Convention Center, Jakarta. JIDD 2011 telah menjadi sarana yang baik bagi promosi kerjasama antar pemerintah untuk menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik regional maupun internasional.

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, JIDD telah menjadi sebuah forum multilateral yang membahas isu - isu pertahanan dan keamanan dalam rangka keberlanjutan menciptakan suasana yang kondusif di masa - masa mendatang. "34 delegasi dari negara sahabat yang hadir telah mejawab perkembangan strategi pertahanan dan keamanan, ini menunjukan keberhasilan JIDD sebagai forum pertahanan dan keamanan", tambah Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, hasil dari JIDD diharapkan dapat diimplementasikan lebih lanjut melalui kemitraan komprehensif untuk merespon ancaman dan tantangan yang muncul, yang terpenting untuk menciptakan persahabatan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat ditanya wartawan mengatakan, melalui forum petemuan JIDD ini telah tercapai beberapa sasaran diantaranya terbentuknya suatu forum dialog informal baik di dalam panel diskusi maupun forum diskusi yang terjadi di luar ruangan.

Selain itu, juga ada pertemuan bilateral bahkan pertemuan trilateral baik antara tiga menteri pertahanan maupun antara tiga Panglima Angkatan Bersenjata yang saling bertukar pandangan mengenai permasalahan - permasalahan dunia yang sedang berkembang.

Selain terbentuknya forum dialog, disisi lain melalui JIDD ini juga telah tercapai kepentingan - kepentingan bisnis dalam rangka mempromosikan industri pertahanan dalam negeri.

Menhan mengungkapkan, setelah melihat paparan dari industri pertahanan Indonesia, beberapa negara menyatakan tidak menyangka bahwa industri pertahanan Indonesia sudah sedemikian maju, beberapa negara seperti Inggris juga menyatakan tidak menyadari bahwa industri pertahanan Indonesia sudah mampu membangun kapal jenis LPD .

Lebih lanjut Menhan mengatakan, beberapa negara seperti Papua New Guinea telah menyampaikan keinginannya untuk menjajaki pembelian Pesawat CN-235 produksi PT. DI. Delegasi Papua New Guinea yang hadir dalam forum JIDD tersebut selanjutnya berencana akan berkunjung ke PT.DI di Bandung, guna melihat produk – produk PT. DI misalnya Pesawat CN-235, Cassa dan lain sebagainya.

Sementara itu, Timor Leste juga sudah memastikan akan membeli Fast Patrol Boat produksi PT. PAL Indonesia. Selain Papua New Guinea dan Timor Leste, Philipina juga berencana ingin membeli kapal jenis LPD produksi PT. PAL, karena memiliki kelebihan diantaranya yaitu disamping dapat digunakan untuk operasi keamanan juga dapat digunakan untuk operasi penanggulangan bencana.

Dengan melihat hasil positif yang telah dicapai dalam penyelenggaraan JIDD 2011, maka menurut Menhan telah diputuskan oleh Bapak Presiden RI agar penyelenggaraan JIDD akan selenggarakan kembali pada tahun depan. “Forum ini menjadi forum dialog, forum pertemuan tukar menukar pendapat dan lain sebagainya, jadi saya lihat ini berhasil dan sudah ditetapkan tahun depan akan diadakan lagi”, jelas Menhan.

Sumber: DMC

JIDD Berhasil Picu Kerja Sama Pertahanan

Seorang pengunjung mengamati senapan serbu produksi PT Pindad pada pameran peralatan pertahanan di Jakarta Convention Center, Rabu (23/3). Pameran yang berlangsung 23-25 Maret 2011 tersebut menampilkan produk alutsista dalam negeri. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

25 Maret 2011, Jakarta -- (MI.com): Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) berhasil menjalin kerja sama pertahanan antar negara. Forum ini turut menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku JIDD mampu memicu kerja sama pertahanan negara peserta dialog. Forum ini telah ditindaklanjuti langsung melalui pertemuan bilateral maupun trilateral oleh beberapa negara peserta.

"Dialog tidak hanya terjadi di panel tetapi juga di luar forum, ada pertemuan bilateral dan trilateral. bahkan tingkat menteri pertahanan," ujarnya ketika ditemui usai penutupan JIDD di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/3).

Masing-masing negara berbagi pandangan mengenai keamanan wilayah dan permasalahan dunia. Mereka berharap pertemuan-pertemuan ini menghasilkan solusi komperhensif atas permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing negara.

Pembicaraan ini cukup serius karena mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti dengan pertemuan di tingkatan politik di negara masing-masing.

Purnomo mengakui Indonesia dan Malaysia pun berhasil duduk bersama untuk membicarakan permasalahan perbatasan. Pihak Malaysia mengaku bahwa pengelolaan perbatasan di negara mereka mengalami kendala yang sama.

Pengelolaan perbatasan dilakukan oleh banyak banyak instansi seperti halnya di Indonesia. "Kan sama permasalahan mereka. Mereka juga bertumpuk. Kalau di sini ada polisi perairan, TNI AL, Bakorkamla, Bea Cukai, KKP. Ini yang harus disatukan," jelasnya.

Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengaku optimistis bahwa ketegangan perbatasan dapat dicairkan dengan kedekatannya dengan Menteri Pertahanan Indonesia. Walaupun sebagian masyarakat masih mempermasalahkan ketegangan ini. Apalagi hubungan kepala negara kedua belah pihak cukup baik untuk melakukan penyelesaian.

Ia memberikan catatan, permasalahan perbatasan harus menitikberatkan pada penyelesaian masalah, pembagian hasil alam, dan prolem ketenagakerjaan. Secara tegas, Ahmad meminta media dapat memberikan sumbangan penyelesaian masalah dengan pemberitaan yang baik.

"Semangat ini penting apalagi saya pikir beberapa media memberikan atmosfer yang berbeda dalam pemberitaan," jelasnya.

Sumber: MI.com

Presiden RI Meyakini Dalam JIDD Akan Terjadi Diskusi Yang Produktif

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) dan PM Timor Leste Xanana Gusmao (kanan) menyalami Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Pangeran Mohamed Bolkiah (kiri) seusai meresmikan pembukaan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) Tahun 2011 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (23/3). JIDD Tahun ini mengambil tema "Strengthening Security and Stability" yang diikuti oleh perwakilan dari 34 Negara dan akan berlangsung hingga 25 Maret. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/Spt/11)

24 Maret 2011, Jakarta -- (DMC): Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (23/3), didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membuka Jakarta International Defence Dialogue di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, yang berlangsung 23-25 Maret 2011. Saat membuka JIDD, Presiden RI mengatakan bahwa dengan daftar pembicara JIDD yang telah disiapkan, Presiden yakin akan terjadi diskusi yang produktif dalam JIDD ini.

Dalam pembukaannya, Presiden mengatakan, saat ini di dunia tengah terjadi banyak hal seperti konflik di Libya, bencana nuklir di Jepang , demonstrasi di jalanan negara Arab, pengungsi dari negara-negara yang sedang berkonflik yang semua tragedi ini berimplikasi terhadap situasi keamanan.

Dikatakan oleh Presiden, keamanan Internasional menjadi lebih saling terkait antar negara di dunia dan bukannya menjadi lebih mudah, melainkan lebih rumit. Presiden juga menganggap aksi-aksi terorisme semakin gigih, dan kapasitas kelompok teroris juga meningkat dan memberikan tantangan baru dalam penanganannya seperti paket bom yang sedang terjadi di Indonesia.

Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, jelas Presiden, saat ini sedang mencari keseimbangan baru yang dapat memastikan stabilitas keamanan yang lebih baik. Setiap komponen bangsa turut berperan dalam perubahan pandangan strategis yang memaksa kita untuk berfikir secara berbeda. Dirinya mencontohkan, seperti sekelompok kecil orang yang mengelola wikileaks dengan agendanya dapat menjadi masalah bagi pemerintah di berbagai negara dengan membawa implikasi politis dan keamanan.

Sementara itu, Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutan pembukanya mengatakan, JIDD diharapkan menjadi wadah bagi para ahli dan yang berkecimpung langsung di bidang keamanan dan pertahanan untuk saling berbagi pandangan dan saling bertukar pengetahuan serta pendapat dengan bebas sehingga tercipta dialog yang sehat. JIDD ini juga diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi forum-forum serupa yang telah ada. Menhan sangat bangga karena total sekitar 300 peserta dialog berasal dari 34 negara. Meningkatnya keinginan dari komunitas internasional bekerjasama dalam hal strategi dan keamanan.

Di dalam JIDD ini, lanjut Menhan, diharapkan para ahli dibidang keamanan dan pertahanan dapat mengemukakan pemikiran-pemikirannya sehingga menjadi pelajaran bagi peserta dialog yang lebih muda. Menurut Menhan, even besar semacam JIDD ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang mengembangkan kerjasama bilateral antar negara maupun antara peserta JIDD.

JIDD yang bertemakan memperkuat keamanan dan stabilitas ini diselenggarakan memperingati Dies Natalis Universitas Pertahanan Indonesia yang ke-2 yang dihadiri pula Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Anggota DPR RI, Panglima TNI, Kapolri, Walikota Jakarta, serta pejabat Asean. JIDD ini juga diikuti oleh 34 negara partisipan, wakil-wakil dari generasi muda seperti Taruna Akademi Militer, perwakilan mahasiswa dari perbagai perguruan tinggi negeri dan swasta serta Sekolah-Sekolah Tinggi Negeri lainnya.

Menjadi pembicara dalam JIDD yang berlangsung selama tiga hari ini antara lain; Pangeran Ahmed Bolkiah dari Brunei, Menteri Strategi Keamanan Internasional dari Inggris Gerald Howard MP, Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean, dan Wakil Sekjen Operasional PBB Alain Le Roy.

Sumber: DMC

Pameran Peralatan Pertahanan di Jakarta Convention Center

23 Maret 2011, Jakarta -- (ANTARA News): Seorang pengunjung melintas di depan stan milik Polri pada pameran peralatan pertahanan di Jakarta Convention Center, Rabu (23/3). Pameran yang berlangsung 23-25 Maret 2011 tersebut menampilkan produk alutsista dalam negeri. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

Sejumlah pengunjung mengamati peralatan keamanan dan persenjataan di salah satu stan. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

Seorang pengunjung mengamati senapan serbu produksi PT Pindad. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

Sumber: ANTARA News